Terus Sebar Fitnah, Rain Ancam Publikasi Rekaman Si Penuduh Penipuan

JawaPos.com – Penyanyi Rain mengancam akan mempublikasikan rekaman percakapan hasil pertemuan pihaknya dengan keluarga yang menuduh almarhumah ibunya melakukan penipuan. Rekaman tersebut akan dipublikasikan apabila tuduhan palsu terus berlanjut dan akan menyerahkan rekaman lengkap percakapan tersebut ke kepolisian untuk penyelidikan.

Hal itu disampaikan Rain melalui pernyataan resminya yang lebih tegas atas kontroversi yang menimpanya, karena ibunya dituduh melakukan penipuan semasa hidup. Tuduhan tersebut dilontarkan melalui sebuah postingan di komunitas online dengan jumlah uang yang bernilai fantastis.

“Kami tidak dapat menanggapi secara langsung setiap tuduhan palsu yang dilakukan keluarga penuduh. Kami menyatakan, apabila tuduhan itu berlanjut, maka kami berencana untuk mempublikasikan sebagian dari percakapan yang direkam (dari pertemuan yang sudah dilakukan) dan menyerahkannya kepada polisi,” ujar pihak Rain seperti dilansir dari Allkpop, Jumat (30/11).

Seperti diketahui, Ibu Rain yang telah tiada dituduh telah menipu dan tidak mengembalikan uang yang dipinjamnya ketika orang tua suami Kim Tae Hee itu mengelola sebuah toko kue beras di Pasar Yong Moon, Seoul, tahun 1988. Mereka disebut meminjam uang kepada orang tua yang menuduh tersebut saat orang tua si penuduh mengelola sebuah toko beras.

Orang tua Rain diklaim telah meminjam sebesar 17 juta Won atau sekitar ($15.000 USD) senilai beras dan 8 juta Won atau sekitar ($7.000 USD) dalam bentuk tunai.

Akibat ini, agensi Rain bersama ayahnya berusaha bertemu dengan keluarga penuduh untuk menyelesaikan masalahnya dengan damai. Sayangnya, keluarga penuduh itu semakin berkoar-koar melayani wawancara media dan menyebut bahwa pihak Rain telah mengancamnya dalam pertemuan yang telah dilakukan.

“Kami tidak pernah mengancam pihak penuduh dengan cara apapun selama pertemuan 27 November lalu. Kami hanya berbicara selama 1,5 jam untuk mengkonfirmasi kebenaran dibalik tuduhan itu dan menyelesaikannya,” lanjutnya.

Disamping rekaman dari hasil pertemuan, pihak Rain juga memiliki rekaman lengkap atas percakapan telepon dengan keluarga penuduh. Mereka mengungkapkan, pernyataan pinjaman keuangan dari keluarga penuduh yang dibocorkan secara online itu, tidak bisa dibuktikan.

“Jika kami dapat melihat bukti dokumen dari surat utang yang benar dan mencantumkan jumlahnya, maka kami akan melunasinya secara penuh,” katanya.

Pihak Rain juga berpendapat, akun keuangan keluarga penuduh mencatat jumlah uang yang diutangi oleh Ibu Rain adalah dari tahun 1988-2004, padahal Ibu Rain meninggal dunia karena sakit pada tahun 2000.

“Kami telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah ini dengan semulusnya setelah menemukan laporan asli atas tuduhan itu. Namun pihak penuduh telah menolak untuk menghentikan wawancara jahat mereka, tuduhan palsu, dan mengejek Rain serta keluarganya. Ini tidak memberi contoh kerja sama yang wajar atau tugas yang layak untuk menghadirkan bukti hukum soal kasus ini,” pungkasnya.

(dmp/JPC)