Go-Pay paling banyak digunakan generasi milenial

Jakarta (ANTARA) – Alvara Research Center merilis hasil survei yang menunjukkan Go-Pay milik GoJek menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial di Indonesia.

“Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden,” kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.

Jumlah sampel dalam survei yang dilakukan pada 3-20 April 2019 itu adalah 1.204 responden dengan margin of error 2,89 persen.

Baca juga: Ovo dan GoPay diawasi Bank Indonesia

Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden.

Layanan Dana dan LinkAja berturut-turut menempati urutan ketiga dan keempat. Hasil survei mencatat Dana dan LinkAja dimanfaatkan oleh 8,5 persen dan 0,3 persen responden.

Survei Alvara juga menyimpulkan bahwa platform GoJek di dua kategori e-commerce lainnya unggul dibanding layanan dompet digital lain. Dua kategori yang dimaksud adalah layanan transportasi online atau panggilan kendaraan dan pengantaran makanan (food delivery).

Hasil survei tersebut menunjukkan 70,4 persen responden menggunakan layanan transportasi online GoJek. Sedangkan  layanan serupa milik Grab hanya digunakan oleh 45,7 persen responden.

Baca juga: Peneliti: LinkAja harus kompetitif di tengah pertumbuhan e-commerce

Pada layanan pengantaran makanan, Go-Food digunakan oleh 71,7 persen responden. Sedangkan Grab Food digunakan oleh 39,9 persen responden.

Hasanuddin mengatakan GoJek lebih ungggul dibanding dompet digital lain karena memiliki layanan yang terintegrasi dengan fasilitas pembayaran di bawah satu bendera.

“Kami melihat GoJek memiliki keunggulan khusus dibanding yang lain, yaitu secara ekosistem dan layanan sudah terintegrasi,” ujar Hasanuddin.

Selain itu, tiga produk jasa GoJek juga unggul karena berstatus sebagai salah satu pelopor dalam kategori layanan itu.

Meski demikian, GoJek dan Grab tidak memiliki banyak perbedaan dari aspek jumlah pengguna. Faktor layanan Grab yang tidak terintegrasi diduga mempengaruhi pilihan konsumen untuk menggunakan layanan dompet digital OVO.

Baca juga: DANA andalkan teknologi keamanan untuk jaring pengguna

Pernah antar sate ke Istana, mitra Gojek diberi Presiden sepeda

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp akan punya fitur edit foto

Jakarta (ANTARA) – WhatsApp sedang menyiapkan fitur baru yaitu edit gambar atau foto yang dikabarkan akan aktif pada rilis versi pembaruan setelah aplikasi milik Facebook itu tidak menambah fasilitas mereka.

Fitur bernama Quick Edit Media Shortcut itu akan tersedia dalam pembaruan mendatang baik untuk perangkat Android maupun iOS Apple, menurut WABetaInfo dalam blog resminya, dikutip Kamis.

Setelah pengguna menerima foto atau gambar, menyalin atau menyimpannya, mereka bisa memodifikasi foto itu langsung di aplikasi WhatsApp dan membagikannya lagi.

Para pengguna aplikasi pesan instan itu sering mengedit foto atau gambar di aplikasi terpisah sebelum membagikannya kepada teman dalam obrolan. Jika fitur edit foto itu sudah tersedia, hal tersebut bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat di WhatsApp.

Baca juga: WhatsApp siapkan fitur kenali spam
  Tombol Edit pada WhatsApp yang akan tersedia sebagai fitur baru edit gambar atau foto. (ANTARA News/WABetaInfo)

Baca juga: WhatsApp baru, tak sembarang orang bisa masukkan Anda ke grup

Quick Edit Media Shortcut membantu pengguna menghemat waktu dan penyimpanan foto. “Dengan cepat Anda dapat mengedit media yang Anda kirim dan terima di obrolan dan grup Anda,” tulis WABetaInfo.

Fitur itu berfungsi pada sistem operasi Android dan masih dikembangkan untuk sistem operasi iOS.

WhatsApp akan menambahkan tombol baru yang disebut Edit. Saat diketuk, tombol itu secara otomatis akan mengarahkan pengguna ke bagian untuk mengedit media.
  Tampilan fitur edit gambar dan foto yang kabarnya bakal dirilis WhatsApp pada pembaruan mendatang. (ANTARA News/WABetaInfo)

Baca juga: Aplikasi-aplikasi alternatif dalam negeri pengganti WhatsApp

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Penerjemah: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

25 juta ponsel terinfeksi malware, termasuk di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Setidaknya 25 juta ponsel dilaporkan telah terinfeksi perangkat lunak jahat (malware) jenis baru yang terpasang secara diam-diam di perangkat Android yang tersebar di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

Menyamar sebagai aplikasi terkait Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya, kata perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies melaporakan temuannya baru-baru ini.

Malware varian baru itu telah secara diam-diam menginfeksi 25 juta perangkat, termasuk 15 juta perangkat seluler di India.

Malware berjuluk “Agen Smith” tersebut menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan atau semacam penyadapan.

Beberapa aplikasi yang rentan terinfeksi malware itu antara lain WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware tersebut menyerupai serangan-serangan sebelumnya seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna,” kata Jonathan Shimonovich, Kepala Riset Deteksi Ancaman Seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya, dikutip Kamis.

Shimonovich menyarankan pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya guna mengurangi risiko terinfeksi karena toko aplikasi pihak ketiga sering tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat itu.

“Agent Smith” pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, 9Apps, dan menargetkan sebagian besar pengguna berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Sejauh ini, korban utama berbasis di India meskipun negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh juga terkena dampaknya.

Ada juga sejumlah perangkat yang terinfeksi di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Check Point telah bekerja erat dengan Google dan pada saat menerbitkan laporan ini.

Baca juga: Kenali ciri-ciri serangan siber “phishing”

Baca juga: WhatsApp terancam bahaya spyware lewat panggilan telepon
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cybertrend luncurkan platform digital penuhi kebutuhan data instansi

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan teknologi informasi Cybertrend meluncurkan dua produk berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yaitu CtrendVision dan CtrendMax demi memenuhi kebutuhan pelaku usaha dan pemerintah dalam penggunaan data.

“Produk ini tujuannya untuk membantu proses pengambilan keputusan, dan melihat data insight value yang ada di sana, sehingga bisa mendukung proses pembentukan regulasi,” ujar CEO Cybertrend Nadia Alatas pada acara Cybertrend Data Summit 2019 di Jakarta, Rabu.

CtrendVision merupakan platform digital yang mampu memvisualisasi dan menganalisa data, berfokus pada bidang pemerintahan khususnya pelaksanaan sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-goverment), sumber daya manusia dan retail.

“Kita implementasi untuk e-goverment jadi setiap operasi dinas, seperti dinas pendidikan, kesehatan, dinas kependudukan, kita punya monitoring dashboard-nya dan dengan template data yang sudah disediakan,” ujar dia.

Sedangkan CtrendMax merupakan platform digital yang berkemampuan mengoptimalisasi proses pengangkutan dan pengantaran barang, serta penjualan, dengan menyediakan rute terbaik untuk pengiriman.

“Kita menggunakan machine learning,” katanya.

Dua produk anyar Cybertrend tersebut diharapkan menjadi solusi untuk membantu perusahaan hingga pemerintah dalam proses pembentukan keputusan.
  Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail meresmikan acara Cybertrend Data Summit 2019 di Jakarta, Rabu (10/7).
(ANTARA/DEVI NINDY)

Cybertrend Data Academy

Dalam kesempatan itu, Nadia juga meluncurkan Cybertrend Data Academy untuk menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia dengan keahlian pemanfaatan data –ilmuwan data– untuk membantu transformasi digital perusahaan.

Akademi tersebut melayani lokakarya dan booth camp untuk membantu dan mendampingi perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa menjadi ilmuwan data.

Selain itu, akademi tersebut juga menyediakan tempat penelitian dan penerapan ilmu data (data science) di perusahaan dengan menggandeng Cybertrend dalam menyiapkan fasilitas data besar yang dimilikinya.

Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail yang menyatakan dukungan pada produk platform digital tersebut.

“Ini kan kontribusi dari pihak swasta untuk melakukan proses awareness, memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa data informasi itu penting, kami menyambut baik,” ujar Ismail.

Baca juga: Perusahaan rintisan lokal hadirkan Platform Lenna 2.0

​​​​​​​

Kemkominfo dorong daerah wujudkan smart nation

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Susi tantang Mark Zuckerberg lomba paddle, apa hadiahnya?

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menantang pendiri Facebook Mark Zuckerberg berlomba paddle.

Tantangan ini Susi ajukan melalui sebuah kolom komentar di laman media sosial Instagram Zuckenberg, usai dia mengunggah foto dirinya sedang menaiki paddle pada Senin (8/7). Dia menuliskan keterangan “Tahoe sunset” pada unggahannya itu.

Susi yang mengungkapkan kesukaannya pada dunia olah raga air itu pada Zuckenberg lalu meminta hadiah 10 persen saham Facebook jika menang.

“Saya mau menantang Anda lomba paddle dan memenangkan 10 persen Facebook,” tulis Susi dalam bahasa Inggris.

Dia berencana menjual saham itu dan menggunakannya untuk membeli beberapa kapal patroli besar yang nantinya digunakan untuk melindungi perairan Indonesia dari kapal penangkap ikan ilegal.

Susi juga berniat membeli banyak kapal baru untuk para nelayan Indonesia.

“Saya bisa menjualnya (saham) dan menggunakan uangnya untuk membeli kapal patroli besar demi melindungi perairan Indonesia dari kapal penangkap ikan ilegal, juga membeli ribuan kapal baru untuk nelayan Indonesia sehingga mereka bisa pergi memancing lebih banyak dan lebih baik,” tulis Susi.

Komentar Susi sejauh ini sudah mendapat sekitar 28.000 like.
 

Nilai tukar nelayan Babel tertinggi di Indonesia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram luncurkan fitur baru untuk lawan perundungan daring

Jakarta (ANTARA) – Instagram mulai meluncurkan fitur baru untuk melawan perundungan daring (online) yang marak terjadi di media sosial tersebut.

Dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa, Instagram menyebut fitur baru itu dapat mencegah terjadinya perundungan serta mendukung korban untuk membela diri.

Fitur tersebut dirancang berdasarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang biasanya melakukan perundungan dan cara mereka merespons perilaku perundungan di Instagram.

“Fitur baru didukung oleh kecerdasan buatan untuk dapat mengirimkan notifikasi/peringatan kepada pengguna saat mereka akan memposting komentar yang sifatnya ofensif,” demikian menurut keterangan resmi Instagram

Intervensi itu memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mempertimbangkan kembali dan mengurungkan komentar mereka sehingga mencegah penerima mendapatkan notifikasi komentar yang menyakitkan.

Sejak uji coba awal, Instagram menemukan bahwa fitur tersebut mendorong sebagian orang mengurungkan komentar ofensif dan membagikan hal yang sifatnya lebih baik setelah mereka melakukan refleksi diri.

“Dalam waktu dekat, Instagram akan mulai melakukan uji coba fitur baru untuk melindungi akun dari interaksi yang
tidak diinginkan, yang bernama Pembatasan (Restrict).”

Saat pengguna memakai fitur “Restrict” untuk membatasi seseorang, maka komentar orang itu di setiap unggahan pengguna, hanya akan bisa dilihat oleh orang tersebut (si pengirim).

Pengguna dapat memilih untuk memperlihatkan komentar orang yang dibatasi kepada orang lain dengan cara menyetujui komentar mereka. Orang yang dibatasi tidak dapat melihat apakah pengguna sedang aktif di Instagram atau telah membaca pesan mereka.

Selama beberapa tahun belakangan, Instagram telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi perundungan dan jenis konten berbahaya dalam komentar, foto, dan video.

Apliaksi berbagi foto dan video itu terus meningkatkan investasinya dalam hal teknologi. Investasi itu menjadi hal yang sangat penting bagi para remaja mengingat mereka cenderung enggan melaporkan kasus perundungan online, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling sering mengalaminya.

Baca juga: Instagram kenalkan fitur chat di Stories

Baca juga: Instagram bersiap pasang iklan di jendela Explore
 

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DANA andalkan teknologi keamanan untuk jaring pengguna

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan di bidang teknologi finansial (financial technology/fintech), DANA, berupaya menjaring lebih banyak pelanggan dompet digital dengan mengandalkan teknologi keamanan mereka yang canggih.

“Kami menerapkan teknologi keamanan yang canggih, kita menjamin perlindungan keuangan pengguna,” ujar CEO DANA, Vincent Iswara di Jakarta, Sabtu.

Dengan keyakinan atas keamanannya, lanjut dia, DANA bersedia menjamin penggantian 100 persen jika terjadi kesalahan atau transaksi yang tak sesuai.

“Itu jadi strategi kami. Keamanan itu sangat penting, kami yakin DANA memiliki trust dan safety sehingga menarik bagi pelanggan,” katanya.

Ia menambahkan platform DANA juga memiliki kelebihan lain, yakni kemudahan dalam pembayaran karena telah terhubung dengan tabungan atau kartu kredit milik pengguna.

“Jadi pengguna tidak perlu top up, langsung nyambung ke tabungan atau kartu kredit, dan itu aman,” ucapnya.

Hingga ke desa

Infrastruktur digital yang semakin baik dan penggunaan ponsel yang mendukung kemudahan penggunaan dompet digital, mendorong DANA terus berekspansi menjaring pengguna hingga ke desa-desa, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di beberapa daerah.

“Tujuan kita adalah menuju Indonesia digital, kerja sama dengan BUMDes dapat mempercepat transaksi yang akhirnya mendorong aktivitas ekonomi,” katanya.

Kendati demikian, ia tidak merinci jumlah dan lokasi BUMDes yang telah bekerja sama dengan DANA.

Baca juga: Ovo dan GoPay diawasi Bank Indonesia

Baca juga: OVO gandeng Bareksa perluas layanan keuangan
 

Masyarakat diminta cerdas pilih Fintech

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ingin pinjam dana di perusahaan fintech? Perhatikan hal ini

Jakarta (ANTARA) – Masyarakat perlu berhati-hati saat menggunakan jasa perusahaan financial technology (fintech) yang menawarkan layanan pinjam meminjam dana secara daring (peer-to-peer lending) agar tidak merugi di kemudian hari.

Hal yang harus diperhatikan sebelum meminjam dana adalah ketahui dulu risiko, kewajiban dan biaya saat berinteraksi dengan penyedia jasa.

Dan yang paling utama, menurut Head of Financial Identity and Privacy Working Group, Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) Ajisatria Suleiman, masyarakat harus memastikan status hukum perusahaan tersebut agar aman.

“Pastikan lebih dulu fintech yang dipilih sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau belum,” ujarnya, yang ditemui di sela diskusi tentang Fintech, di Jakarta, Jumat.

Masyarakat dapat memastikan legalitas perusahaan tersebut melalui website OJK. Hingga 31 Mei 2019, OJK mencatat ada 113 perusahaan fintech yang terdaftar dan memiliki izin.

Selain soal legalitas, Ajisatria mengatakan masyarakat wajib memahami kebutuhannya sebelum meminjam agar tidak terjadi masalah nantinya, seperti kewajiban pengembalian pokok dan bunga utang sesuai kesepakatan.

“Kenali produk-produknya, pastikan cocok dengan kita. Pinjaman online bisa bermanfaat positif apabila dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” katanya.

Baca juga: 940 Fintech Lending Illegal mendominasi operasi pinjaman online

Baca juga: Milenial jadi pemberi pinjaman di fintech, ini keuntungan dan kiatnya
 

Masyarakat diminta cerdas pilih Fintech

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sudah diperbaiki, Instagram masih down di beberapa negara

Jakarta (ANTARA) – Pengguna Instagram di beberapa negara masih melaporkan kendala di platform tersebut hingga pagi ini.

Berdasarkan data di situs pelaporan aplikasi Down Detector, jumlah laporan memang sudah menurun menjadi 1.555 sekitar pukul 07.00, 91 persen kendala masih berada di laman utama News Feed.

Sejak dilaporkan down semalam, sebaran kerusakan Instagram meluas, yang terbanyak berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Spanyol dan Australia.

Tanda pagar #instagramdown pun masih bertengger di trending topic Twitter di Indonesia pagi ini.

Sementara laporan kendala untuk WhatsApp per pukul 07.00 turun menjadi 229, setelah semalam juga mengalami kendala.

Pengguna di Amerika Latin paling banyak melaporkan kendala di WhatsApp.

Instagram melalui akun resmi di Twitter membenarkan ada kendala mengunggah dan mengirim gambar dan video di Instagram, namun, tidak menjelaskan apa penyebab aplikasi mereka down sejak kemarin malam.

Instagram memastikan pagi ini mereka sudah memperbaiki kerusakan tersebut.

“Kami kembali! Masalah sudah diperbaiki dan kami seharusnya sudah kembali 100 persen untuk semua orang. Kami minta maaf untuk ketidaknyamanan ini,” kata Instagram.

Warganet di seluruh dunia mengeluhkan mereka sulit mengakses konten di platform Instagram sejak Rabu (3/7) malam. TIidak hanya Instagram, kendala juga terjadi di aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Warganet global keluhkan Instagram dan WhatsApp sulit diakses

Baca juga: Instagram dan Facebook sempat down, ini manfaat jauhi media sosial

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warganet global keluhkan Instagram dan Whatsapp sulit diakses

Jakarta (ANTARA) – Platform berbagi foto dan video Instagram dilaporkan down atau bermasalah malam ini dan warganet di berbagai negara melaporkan kendala kesulitan mengakses aplikasi tersebut.

Berdasarkan data di situs Down Detector, terdapat lebih dari 14.700 laporan Instagram down hingga pukul 22.00 waktu setempat. Sebanyak 90 persen menyatakan kesulitan mengakses laman utama News Feed.

Lalu, 3 persen pengguna yang melaporkan ke situs Down Detector menyatakan tidak bisa login, sementara 6 persen bermasalah saat mengakses website Instagram.

Berdasarkan peta sebaran kendala Instagram di situs Down Detector, hampir semua benua melaporkan Instagram sulit diakses. Laporan paling banyak antara lain berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Spanyol dan Argentina.

Antara mencoba membuka Instagram sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu, tidak ditemukan kendala saat login hingga mengakses News Feed. Website Instagram.com pun dapat diakses seperti biasa.

Menurut laman Down Detector, laporan dari Indonesia ditandai dengan warna kuning, sementara negara-negara yang banyak mengalami down ditandai dengan warna merah.

Instagram belum memberikan penjelasan di akun media sosial mereka mengalami kendala ini.

Sementara untuk WhatsApp, ada lebih dari 1.500 laporan di situs Down Detector hingga pukul 22.00 waktu setempat. Sebanyak 73 persen menyatakan masalah mengirim dan menerima pesan, 24 persen mengalami masalah koneksi dan 1 persen saat login.

Sebaran kendala di WhatsApp terbanyak malam ini dialami oleh Brasil, Kolombia dan sejumlah negara di Eropa.

Di Twitter tanda pagar #whatsappdown dan #instagramdown kini menduduki urutan teratas di trending topic malam ini.

Baca juga: Server Google bermasalah di AS, Youtube dan Snapchat terganggu

Baca juga: Instagram down, Whatsapp melambat, warganet mengeluh
 

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram kenalkan fitur chat di Stories

Jakarta (ANTARA) – Instagram baru saja menambah fitur mengobrol atau chat melalui unggahan di Stories, sebagai cara interaktif terbaru pada platform video temporer tersebut.

“Memperkenalkan stiker mengobrol di Stories. Sekarang ada cara mudah untuk mulai percakapan dengan teman dari story Anda,” cuit @Instagram di akun Twitter resmi, dikutip Rabu.

Instagram mengunggah video singkat bagaimana menggunakan stiker chat tersebut di Stories. Setelah mengunggah video atau yang diinginkan, ketuk ikon stiker dan cari stiker “chat”.

Pengguna bisa memberi judul pada percakapan tersebut, dan akan stiker akan muncul dengan tulisan “join chat” untuk pengguna lain yang tertarik untuk mengobrol.

Pada unggahan video tersebut, Instagram mencontohkan stiker chat dapat digunakan untuk mengundang teman bertemu dan melihat siapa saja yang ingin bergabung.
 

Jika pengguna melihat ikon “join chat” di unggahan teman dan tertarik untuk iku, ketuk ikon tersebut dan akan muncul permintaan atau request untuk bergabung di obrolan grup.

Setelah itu, pengguna dapat mengobrol dengan teman-teman mereka seperti menggunakan fitur direct message atau pesan pribadi.

Baca juga: Instagram bersiap pasang iklan di jendela Explore

Baca juga: Lebaran, Instagram hadirkan penghemat data

Baca juga: Spotify buat fitur mirip Instagram Stories

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS luncurkan aplikasi komunitas penggemar

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop ternama BTS meluncurkan aplikasi mobile resmi untuk berinteraksi dengan penggemar di seluruh dunia.

Grup berisikan tujuh anggota itu meresmikan BTS Weverse, komunitas penggemar resmi yang yang berbasis aplikasi Weverse.

Melalui aplikasi itu, BTS akan berkomunikasi dengan penggemar lewat pesan teks juga video klip dan foto, demikian pernyataan Big Hit Entertainment seperti dilansir Yonhap. Aplikasi itu menyediakan konten ekslusif BTS.

Baca juga: Album OST BTS World dirilis hari ini

Dalam video klip perdana di BTS Weverse, para anggota boy band itu mengatakan, “komunitas itu akan jadi tempat kami dan ARMY (sebutan penggemar BTS) berkomunikasi dan bersenang-senang bersama.”

Mereka juga mengatakan, “Ayo bertemu di BTS Weverse”.

Aplikasi untuk sistem Android dan iOS itu tersedia dalam 10 bahasa, termasuk Korea, Inggris, Jepang, China dan Spanyol.

Baca juga: Bangtan Sonyeondan hadir dalam gim ponsel BTS World

Bakti gandeng 23 pemda bangun BTS USO

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shopee siapkan kanal “Kreasi Nusantara” untuk produk ekspor UMKM

Jakarta (ANTARA) – Platform belanja daring Shopee menyiapkan pegiat-pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengekspor produk-produk lokal mereka melalui kanal “Kreasi Nusantara” pada akhir tahun ini.

“Targetnya tahun ini. Akhir tahun ini kita mulai program ekspornya siap dibeli konsumen di negara yang akan dituju,” kata Head of Government Relation Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo di SCBD, Jakarta Selatan, Senin.

“Kreasi Nusantara” merupakan program ekspor pertama Shopee untuk memperluas jangkauan produk-produk UMKM Indonesia ke negara-negara di mana Shopee beroperasi, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, hingga Filipina.

Radityo menambahkan bahwa saat ini, perkembangan dari program yang sudah berjalan sejak 2018 ini telah berada di tahap lanjutan.

“Sudah dapat calon-calon penjualnya dulu, termasuk dari UMKM. Kita juga sudah punya mitra logistiknya, dan juga mitra pembayaran yang bisa melakukan “cross border”, yang bisa “converting currency” dan lainnya,” lanjut dia.

Selain persiapan penjual dan media pembayaran, Radityo menyebutkan hal lain yang tengah dipersiapkan adalah pembekalan edukasi ekspor untuk pegiat UMKM terlibat.

“Kita juga akan undang bea cukai untuk memberikan edukasi hingga masalah teknis tentang ekspor,” jelas Radityo.

Baca juga: Kemenkominfo targetkan 8 juta UMKM melalui program “Go Online”

Baca juga: Shopee berkomitmen kedepankan konten berguna untuk publik

Baca juga: Apakah pria juga tergiur diskon saat belanja?

Nilai ekspor Mei 14,74 miliar dolar AS

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019