Belva Devara jatuh cinta ke dunia pendidikan karena Ruangguru

Jakarta (ANTARA) – Belva Devara, CEO Ruangguru, terkadang masih belum percaya platform belajar dalam jaringan (online) yang digagasnya lima tahun lalu kini digunakan jutaan siswa di Indonesia.

“Semakin saya bergelut di Ruangguru, semakin saya jatuh cinta dengan isu-isu pendidikan dan teknologi,” kata Belva, melalui surat elektronik kepada Antara, Sabtu.

Belva memandang pendidikan sebagai sebuah tiket bagi seorang anak untuk naik kelas sosial dan pendidikan bukan hak eksklusif.

Belva tidak menyangka platform Ruangguru, yang bermula dari mimpi, berkembang pesat seperti sekarang. Dia meyakini adopsi teknologi akan sangat berguna bagi pendidikan di Indonesia.

Kesulitan, seperti yang dialami Adamas Belva Syah Devara dan sahabatnya Iman Usman lah yang lantas melahirkan inovasi untuk menciptakan sebuah solusi dalam bidang pendidikan.

Sebelum terpikir soal Ruangguru, Belva dan Iman kesulitan mencari guru privat yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan dapat belajar secara online.

Keterbatasan dan kesulitan guru privat membuat dua sahabat itu tersadar bahwa pasar guru online saat itu tidak efisien dan belum teratur.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

Belva dan Iman juga memperhatikan isu pendidikan di Indonesia yaitu bahwa tidak semua siswa memiliki akses ke sekolah dan guru yang berkualitas.

Belva, yang pernah merasakan pendidikan di Standford University dan Harvard University, menyadari tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

“Kami temukan problem itu di berbagai daerah sehingga membuat kami berpikir bagaimana caranya bisa meratakan akses pendidikan,” katanya.

Ketika menggagas Ruangguru, Belva berharap para siswa di Indonesia dapat mengakses konten pendidikan yang berkualitas di mana pun mereka berada. Akses itu juga terlepas dari status ekonomi siswa.

“Sejak itu, misi saya selalu sama. Bagaimana caranya teknologi bisa dimanfaatkan untuk memajukan bidang pendidikan dan ‘memaksa’ perubahan adopsi teknologi itu terjadi untuk kebaikan pendidikan di Indonesia. Kalau nggak ada teknologi, nggak ada revolusi pendidikan,” kata pria berusia 29 tahun itu.

Ruangguru berkembang
Namun, Belva mengaku tidak mudah membesarkan perusahaan rintisan yang berdiri sejak 2014 itu hingga, menurut data terbaru Ruangguru, memiliki 15 juta pengguna terdaftar.

Jatuh-bangun pada masa awal Ruangguru terus disikapi secara objektif oleh Belva dan Iman. Belva tidak mau berlarut-larut berputus asa ketika menghadapi kegagalan.

Baca juga: Berprestasi di Amerika, Iqbaal “Dilan” ditunjuk jadi duta Ruangguru

“Saya terbiasa untuk selalu melihat masalah secara objektif. Dari situ, saya urai. Saya buat rencana dan saya akan mulai mengejar lalu mengerjakan rencana saya, satu per satu,” katanya.

Strategi Belva dan Iman pun mulai kelihatan. Selain menjadi salah satu platform pendidikan online terpopuler di Indonesia, Ruangguru digadang-gadang akan menjadi the next unicorn atau perusahaan rintisan yang berpeluang menyandang status unicorn pada masa waktu mendatang.

Di samping memiliki jutaan pengguna, Ruangguru memberikan akses kepada lebih dari 300.000 guru privat, dengan berbagai konten belajar mulai dari video animasi sampai infografis untuk membantu para siswa memahami materi pelajaran.

Ruangguru juga dilirik pemerintah untuk membantu mengurus pendidikan, mereka bekerja sama dengan 32 pemerintah provinsi dan lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten se-Indonesia.

Kepopuleran Ruangguru di kalangan pelajar juga di-imbangi dengan siasat pemasaran yang menggandeng pesohor-pesohor muda Tanah Air yang peduli pendidikan, mulai dari aktor dan penyanyi Iqbaal Ramadhan, YouTuber Gita Savitri, hingga pemain gim profesional Jess No Limit.

Bimbingan belajar online dari Ruangguru pun terbuka untuk berbagai tingkatan sekolah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah, atas bahkan bagi mereka yang sudah lulus sekolah dan ingin mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Lima tahun berjalan, Ruangguru terus berinovasi untuk menghadirkan sejumlah fitur agar belajar menjadi pengalaman yang menarik sekaligus lebih efektif bagi para siswa.

Baca juga: Kementerian Perindustrian gandeng Ruangguru genjot kapasitas SDM

Ruangguru bahkan mengembangkan fitur Smart Recommendation untuk mendeteksi kelemahan siswa dan memberikan rekomendasi materi belajar yang dibutuhkan.

Ruangguru juga menggunakan gim digital untuk belajar dalam fitur Adventure. Pengguna membuat avatar dan berlomba mengumpulkan poin dari setiap aktivitas yang mereka jalani di aplikasi belajar online itu. Poin yang terkumpul dapat ditukar dengan sejumlah item di dalam aplikasi.

Ruangguru juga menambah fitur untuk belajar bersama dalam Social Learning. Para pengguna dapat berinteraksi dan berdiskusi soal pelajaran sekolah dengan pengguna lainnya.

Platform Ruangguru pun tidak melulu tentang soal-soal latihan pelajaran. Mereka juga mengembangkan blog berisi artikel untuk memotivasi siswa untuk menggapai cita-cita sampai membedah prospek karier dari jurusan kuliah.

Belva yakin platform belajar online yang dirintisnya itu merupakan usahanya untuk turut membangun negeri melalui sektor pendidikan dan teknologi.

“Merintis Ruangguru merupakan kontribusi saya dan Iman untuk membuka dan meluaskan akses agar semua anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bersama-sama memajukan, dan membangun negara yang kita cintai ini,” kata Belva.

Baca juga: PDIP dorong pembelajaran digital untuk pemerataan pendidikan ala “ruangguru”

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bukan cuma foto, lindungi juga unggahan di Stories

Jakarta (ANTARA) – Berbagi pengalaman di dunia maya bertambah sejak media sosial memiliki format video temporer Stories untuk berbagi cerita.

Sayangnya, unggahan di Stories juga menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber untuk mencuri informasi pribadi pengguna atau mungkin unggahan disalahgunakan oleh orang lain.

Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez menyarankan pengguna untuk memanfaatkan pengaturan privasi dan keamanan di Facebook untuk melindungi unggahan di Stories.

“Kalian bisa memanfaatkan kontrol yang sama dengan yang ada di Facebook Feed,” kata Jimenez saat berkunjung ke kantor Facebook Indonesia, Kamis.

Baca juga: Instagram kenalkan fitur chat di Stories

Pengaturan privasi dan keamanan untuk News Feed, Kabar Berita, di laman utama Facebook juga berlaku untuk unggahan di Stories platform tersebut.

Salah satu pilihan yang tersedia pengguna bisa mengatur siapa saja yang dapat melihat unggahan di Facebook, apakah hanya diri sendiri, hanya teman atau terbuka untuk semua orang.

Jimenez meminta pengguna memahami siapa saja yang dapat melihat unggahan di Stories.

“Stories menyenangkan, pastikan Anda tahu siapa penonton Anda,” kata Jimenez.

Facebook sejak beberapa waktu belakangan menyederhanakan tampilan pengaturan keamanan pribadi agar pengguna mudah menemukan dan memahami apa saja yang mereka ingin bagikan di platform jejaring sosial tersebut.

Beberapa cara lain yang dapat digunakan untuk mengatur keamanan di Facebook adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah, two-factor authentication dan menghapus sambungan Facebook ke aplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Instagram tambah tiga fitur baru

Baca juga: Instagram punya filter Ramadhan dan stiker buatan kreator lokal

Baca juga: Instagram Stories gandeng kreator lokal bikin konten GIF Ramadhan
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tips aman lindungi akun medsos

Jakarta (ANTARA) – Pengguna media sosial perlu khawatir terhadap keamanan akun mereka terutama jika suka membagikan informasi atau aktivitas pribadi.

“Kami mendorong orang-orang untuk mengecek setelan privasi mereka,” kata Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez, saat bertemu media di Jakarta, Kamis.

Pengguna Facebook sebaiknya memahami panduan dan alat-alat yang disediakan oleh platform tersebut agar akun media sosial mereka terlindungi.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan agar pengguna bisa melindungi privasu akun Facebook.

1. Kata kunci kuat

Usahakan tidak menggunakan password atau kata kunci yang sama untuk beberapa akun di dunia maya, termasuk akun email dan media sosial. Buat kata kunci minimal enam karakter dan sulit ditebak, jangan gunakan nama atau identitas dalam kata sandi.

Facebook menyarankan untuk menggunakan kombinasi angka, huruf dan tanda baca. Setelah itu, jangan pernah membagikan kata kunci kepada siapa pun.

2. Cek alamat situs

Luangkan waktu untuk mengecek situs URL yang akan dibuka, pelaku kejahatan siber sering kali membuat website palsu dengan alamat yang mirip dengan situs resmi.

3. Selalu log out

Selalu keluar atau log out setiap kali selesai menggunakan Facebook, terutama jika menggunakan komputer bersama. Jika lupa atau tidak yakin sudah log out, pengguna bisa keluar dari jarak jauh melalui pengaturan keamanan di fitur Setting.

Pilih opsi “di mana Anda masuk” dan klik “keluar” untuk log out dari Facebook di perangkat yang tidak dipakai.

4. Selektif berteman

Jika tidak yakin, jangan terima permintaan pertemanan, friend request, dari orang yang tidak dikenal. Pelaku kejahatan internet sering membuat akun palsu untuk berteman dengan korban.

5. Hati-hati dengan perangkat lunak

Perbarui peramban (browser) secara berkala dan hapus aplikasi yang mencurigakan .

6. Jangan asal klik

Meski pun menerima tautan atau link dari teman, jangan klik jika merasa tautan tersebut mencurigakan.

7. Pakai fitur keamanan tambahan

Aktifkan verifikasi dua langkah, two-factor authentication untuk login ke Facebook. Setelah mengaktifkan fitur ini, penggguna akan mendapat verifikasi tambahan saat login misalnya berupa kode yang dikirimkan melalui SMS.

Baca juga: Facebook tutup puluhan akun di Myanmar karena “ketidakasliannya”

Baca juga: Menkominfo: Buka akun medsos dengan nomor ponsel

Baca juga: Ini kelemahan iOS, 1,4 juta perangkat Apple rentan pencurian password

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook tegaskan tak jual data pengguna

Jakarta (ANTARA) – Raksasa jejaring sosial Facebook menegaskan tidak menjual data pengguna karena bisnis mereka tidak didasari pada praktik tersebut.

“Kami tidak mejual data pengguna. Itu bukan model bisnis kami,” kata Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez, kepada media di Jakarta, Kamis.

Bisnis Facebook, seperti dijelaskan Jimenez, berada di penjualan iklan kepada klien mereka.

Platform Facebook sejak tahun lalu diterpa isu keamanan siber setelah skandal kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica terkuak, berdampak pada puluhan juta pengguna terutama di Amerika Serikat.

Baca juga: Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Baca juga: Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Pertengahan Agustus lalu Facebook diketahui bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyalin klip audio dan membuat transkripsi pembicaraan. Cuplikan klip audio tersebut diambil dari aplikasi Facebook Messenger untuk diperiksa apakah kecerdasan buatan mereka benar dalam menafsirkan pesan.

Facebook, melansir Bloomberg, sudah menghentikan tinjauan audio tersebut.

Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters mengirim surat pada Facebook, Mark Zuckerberg terkait masalah ini.

Dikutip dari Reuters, dalam surat tersebut terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Baca juga: Trump peringatkan Google, Facebook dan Twitter agar berhati-hati

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Baca juga: Apple tantang peneliti temukan cacat keamanan iPhone

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa ITTP buat alat pendeteksi asap rokok berbasis internet

Sistem ini mendeteksi asap rokok secara jarak jauh dengan menghubungkannya melalui aplikasi di smartphone

Purwokerto (ANTARA) – Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Muhammad Faiq  membuat
 alat pendeteksi asap rokok berbasis Internet yang bisa diterapkan di dalam toilet kereta api atau ruangan lain yang terlarang untuk merokok.

“Saya memadukan teknologi internet dengan sistem sensor gas MQ-2, sensor yang digunakan sebagai pendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap,” katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu.

Dia menjelaskan, alat pendeteksi asap rokok tersebut  bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran merokok dalam toilet.

“Saya berharap alat ini mempermudah sistem kerja petugas dalam menindaklanjuti pelanggaran merokok di dalam kereta dengan mengetahui adanya asap rokok, karena alat akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan,” katanya.

Mahasiswa program studi D3 telekomunikasi tersebut mengatakan alat tersebut menggunakan sistem yang telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi pada saat ini.

Baca juga: Mahasiswa ITTP rancang aplikasi pengukur kematangan pepaya

“Sistem ini memungkinkan untuk mendeteksi asap rokok secara jarak jauh dengan cara menghubungkannya melalui sebuah aplikasi yang ada pada smartphone yang nantinya akan memberikan sebuah notifikasi atau pesan pemberitahuan,” katanya.

Dia mengatakan, gas yang dapat dideteksi dari alat tersebut sangat beragam, mulai dari gas LPG hingga asap hidrogen, sehingga bisa dikembangkan juga untuk pendeteksian asap dan gas lainnya.

“Untuk output difungsikan sebagai pembacaan tegangan secara analog, sehingga teknologi ini sangat berkaitan dengan alat yang dibuat oleh saya sendiri,” katanya.

 Baca juga: Mahasiswa Untan ciptakan alat ukur kadar asap rokok

Ia berharap alat pendeteksi asap rokok tersebut dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, dosen ITTP, Fikra Titan menjelaskan, perancangan alat pendeteksi rokok itu dalam tahap pengujian dan berjalan sesuai dengan standar operasi prosedur.

“Ketika disimulasikan ada asap dalam ruangan atau toilet, sistem langsung bekerja dengan baik, sistem memberikan notifikasi secara realtime kepada petugas melalui pesan peringatan yang langsung masuk pada aplikasi dalam smartphone,” katanya. 

Untuk aplikasi pemberitahuannya sendiri menggunakan telegram, sehingga petugas akan bertindak secara cepat jika terjadi pelanggaran, katanya.

Baca juga: Mahasiswa ITTP kembangkan aplikasi informasi donor darah

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perjuangan CEO Kudo Agung Nugroho menyulap warung jadi toko daring

Jakarta (ANTARA) – Agung Nugroho masih terus mewujudkan mimpi bersama sahabatnya Albert Lucius untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dengan platform Kudo yang dirintis sejak mereka berkuliah di UC Berkeley, AS pada 2014.

“Kami berdua selalu berpikir bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan teknologi,” kata Agung kepada ANTARA di kantor Kudo di Jakarta, Selasa.

Kudo, kependekan dari Kios Untuk Dagang Online, bermula dari observasi mereka terhadap warung dan pedagang tradisional yang belum tersentuh teknologi. Padahal, teknologi bisa membantu para pedagang konvensional untuk membantu produktivitas dan dapat menambah pendapatan mereka.

Agung memberi contoh bagaimana layanan panggilan moda transportasi (ride-hailing) mengubah pola kerja para sopir ojek pangkalan. Berkat teknologi digital, para pengemudi lebih produktif dan tidak banyak menghabiskan waktu menunggu di pangkalan.

Bagaimana dengan warung dan pedagang kecil?

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru

Transformasi warung
Agung, yang sejak 2018 menggantikan Albert sebagai CEO Kudo, menilai hal yang sama dapat terjadi pada warung dan pedagang kecil. Teknologi akan membantu produktivitas para pedagang dan mentransformasi model bisnis mereka.

“Tradisional sejak awal memang bertolak belakang dengan teknologi. Tapi, di situ lah seninya,” kata Agung tentang perubahan model bisnis warung.

Melalui Kudo, toko kelontong yang sebelumnya menjual kebutuhan sehari-hari dapat juga berjualan pulsa, baju, kosmetik bahkan tiket pesawat berkat kemitraan mereka dengan berbagai platform e-commerce.

Kudo, yang menyasar daerah di luar kota besar di Indonesia, juga memfasilitasi masyarakat yang belum bisa atau enggan berbelanja di platform e-commerce untuk berbelanja produk di sejumlah toko daring (online) melalui toko kelontong.

Namun, kemampuan para pedagang tradisional berbanding terbalik dengan konsumen, apalagi di kota besar, yang sudah akrab dengan teknologi dan berbelanja online.

Kudo tidak bisa hanya membuat platform. Mereka perlu terjun langsung ke lapangan untuk mengajari para pedagang bagaimana memanfaatkan platform Kudo untuk menambah penghasilan.

Baca juga: Perusahaan rintisan luncurkan fitur baru dukung UMKM

Agung dan Albert merancang platform Kudo dengan tampilan sesederhana mungkin agar agen, sebutan untuk mitra, tidak kesulitan untuk menggunakannya.

“Kami punya tim di lapangan untuk mengedukasi mereka,” kata Agung, yang juga alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2007 itu.

Kudo tidak segan berinvestasi untuk mengedukasi agen mereka. Agung mengatakan para pedagang tradisional itu perlu masuk ke ekosistem jika akan masuk ke industri digital Indonesia agar dapat memberikan dampak luas.

Dari sisi bisnis, Agung menilai pedagang tradisional akan terjamah teknologi dan masuk ke platform jual-beli online. Maka, strategi jemput bola yang dilakukan Kudo itu merupakan aksi yang cocok untuk menyikapi tren bisnis itu.

Hampir bangkrut
Hanya saja, misi Agung dan Albert untuk mengajari pedagang memakai platform digital tidak sesederhana fakta di lapangan. Agung harus bergulat dengan berbagai cara agar orang memahami sistemnya dan bersedia menggunakan Kudo.

Agung mengenang tidak ada satu pun pedagang tradisional yang tertarik untuk menggunakan Kudo pada masa-masa awal uji coba platform itu.

“Sudah launching, nggak ada yang mau pakai. Satu orang pun nggak ada yang mau pakai,” kata Agung.

Kenyataan itu tidak lantas membuat Agung mundur. Semangatnya justru semakin menggebu untuk mencari tahu kebutuhan para pedagang agar Kudo bisa lebih dekat ke target pasar mereka.

Baca juga: Jakarta masuk jajaran 30 kota teratas dengan ekosistem rintisan global

Agung dan timnya memetakan apa saja yang diperlukan seorang pedagang tradisional. Para pedagang, lanjut Agung, sebenarnya membutuhkan tambahan pendapatan, peningkatan jumlah pelanggan, dan harga produk yang murah untuk menunjang bisnis mereka.

Keengganan para pedagang untuk memakai platform Kudo justru berbuah inovasi produk hingga platform itu berkembang seperti sekarang.

Kudo bahkan hampir bangkrut pada suatu waktu jelang penggalangan dana.

“Awal fund-raising, pernah beberapa hari lagi hampir bangkrut. Tapi karena ada usaha luar biasa dan invisible hands dari atas, semuanya kembali on track”.

Usaha Agung dan tim Kudo pun berbuah manis. Platform itu sudah digunakan oleh 2,6 juta agen yang tersebar di 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Kemasyhuran Kudo juga mampu memikat Grab yang pada 2017 mengakuisisi Kudo.

Agung mengakui banyak hal baru membawa dampak positif sejak mereka bergabung dengan Grab.

“Kami bisa tambah banyak kesempatan untuk agen, dengan Grab. Teknologi kami juga bisa masuk dan berkembang di Asia Tenggara,” kata Agung tentang keuntungan penggabungan Kudo ke Grab.

Salah satu bentuk kemitraan Grab dengan Kudo, melansir situs resmi Kudo, adalah agen akan mendapat kemudahan jika mendaftar sebagai pengemudi Grab. Agen juga dapat mendaftarkan orang lain untuk bergabung sebagai pengemudi Grab dan akan mendapat sejumlah keuntungan tambahan, misalnya mendapat tambahan saldo di dompet digital Ovo.

Baca juga: Bekraf dorong “startup” usung ide bisnis lebih beragam

Untuk Indonesia
Startup atau perusahaan rintisan menjadi salah satu sorotan pemerintah dan sejalan dengan misi Indonesia untuk menjadi kekuatan terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020.

Anak-anak muda Tanah Air pun digadang-gadang menjadi generasi yang dapat membawa perubahan dan membangun Indonesia.

Agung, ketika ditanya pendapatnya mengenai membangun negeri, berpendapat membangun negeri adalah sesuatu hal yang terjadi alamiah baginya sebagai warga negara Indonesia.

“Membangun negeri adalah tugas saya sebagai orang Indonesia,” kata Agung.

Apa yang telah Agung capai, termasuk membangun platfom Kudo, terjadi karena Indonesia, selain juga orang tua.

“Sekarang, apa yang saya lakukan adalah saya membangun negeri. Saya kasih balik apa yang sudah saya capai ke Indonesia. Seterusnya, seumur hidup saya,” ujarnya.

Baca juga: Grab umumkan rencana akuisisi startup pembayaran Kudo

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

EMUI 10 Huawei terinspirasi gaya majalah

Jakarta (ANTARA) – Sistem antarmuka terbaru Huawei EMUI 10 terinspirasi dari gaya majalah dan dilengkapi sejumlah kelebihan, kata Senior Manager of EMUI Product Marketing, Huawei Consumer Business Group, James Lu.

“Terinspirasi dari gaya majalah, dilengkapi sistem grid, lebih banyak white space sehingga banyak fokus visual. Harapannya saat memegang ponsel seperti Anda memegang majalah di tangan,” ujarnya saat memperkenalkan EMUI 10 di Jakarta, Selasa.

Ada sekitar 16 gaya warna, ikon adaptif yang bisa diubah sesuai keinginan pengguna dan mode gelap yang dirancang berbeda dari antarmuka ponsel lainnya.

“Warna putih (dalam dark mode) tidak akan terlalu terang, juga warna biru, sehingga lebih nyaman saat pengguna berada dalam kondisi ruangan gelap,” katanya.

Selain itu, EMUI 10 dirancang dengan performa 71 persen lebih cepat dari kecepatan rata-rata dan 36 persen lebih konsisten.

Lebih lanjut, ada sejumlah fitur yang ditingkatkan, salah satunya teknologi GPU Turbo yang meningkatkan pengolahan grafis hingga 60 persen, sementara teknologi agregasi jaringan Link Turbo memungkinkan ponsel untuk mengakses banyak jaringan seperti WiFi dan 4G.

Fitur lain, EROFS super file system meningkatkan tingkat random read Android sebanyak 20 persen dan Ark Compiler yang membuat aplikasi pihak ketiga berjalan lebih halus 60 persen.

Selain itu, EMUI 10 mengadopsi teknologi terdistribusi untuk mendukung panggilan video resolusi HD ke beberapa perangkat Huawei.

EMUI 10 akan meluncur dalam versi beta pada September 2019.

Baca juga: Huawei paparkan empat perbedaan Harmony OS dengan Android

Baca juga: Huawei mulai lawan teknologi AI milik Amerika Serikat
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook rancang aplikasi baru Threads untuk Instagram

Jakarta (ANTARA) – Facebook sedang mengembangkan aplikasi berkirim pesan Threads, yang akan menjadi pendamping pengguna Instagram untuk berbagi dengan teman-teman mereka.

Dikutip dari laman The Verge, Threads berfungsi untuk berkirim pesan teks, foto dan video dengan fitur-fitur gambar yang ada di Instagram, sekaligus membagikan lokasi, kecepatan hingga daya baterai.

Aplikasi Threads ini ditujukan untuk berbagi antarteman dekat, close friend, yang ada di Instagram, saat ini sedang diuji coba secara internal di Facebook.

Instagram menolak berkomentar untuk aplikasi ini.

The Verge menyatakan mendapatkan tangkapan layar aplikasi Threads, aplikasi dapat memperbarui status, membagikan informasi aktual lokasi pengguna dan kecepatan bergerak.

Saat ini Threads tidak menampilkan lokasi terkini pengguna, namun, menggunakan keterangan ketika seorang teman sedang “bergerak” atau “on the move”.

Status dapat diperbarui secara manual, fitur ini akan muncul di laman utama Threads. Pesan-pesan dari teman akan muncul di laman utama, teman yang sedang aktif akan ditandai dengan titik hijau.

Threads juga memiliki fitur kamera, gambar dapat dikirimkan langsung ke teman dekat.

Mei lalu, Instagram memutuskan menghentikan Direct, aplikasi pesan terpisah yang mereka kembangkan sejak 2017 lalu. Peserta uji coba beta mengalami kesulitan berganti dari Instagram ke aplikasi kedua ketika ingin berkirim pesan.

Instagram masih tertarik untuk mengembangkan aplikasi pesan, beberapa karyawan yang mengurus perpesanan pindah ke tim Facebook Messenger karena induk perusahaan ingin konsolidasi.

 Baca juga: Instagram tambah fitur laporkan hoaks

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook akhirnya serahkan kendali data pada pengguna

Off-Facebook Activity’ mempersilakan Anda untuk melihat sebuah rangkuman dari aktivitas Anda dalam aplikasi-aplikasi dan situs-situs kami dan menghapus informasi-informasi itu dari akun Anda jika Anda menginginkannya

Jakarta (ANTARA) – Facebook, pada Selasa (20/8) waktu setempat, mengumumkan perubahan kebijakan penggunaan data penggunanya dalam perusahaan media jejaring sosial itu, baik melalui aplikasi ataupun melalui situs.

Baca juga: Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Direktur Manajemen Produk Facebook David Baser dan Kepala Kebijakan dan Privasi Facebook Erin Egan, dalam akun resmi perusahaan yang berbasis di Menlo Park California AS itu menyebut kemampuan melihat dan mengendalikan data langsung dari para pengguna Facebook itu disebut “Off-Facebook Activity”.

“‘Off-Facebook Activity’ mempersilakan Anda untuk melihat sebuah rangkuman dari aktivitas Anda dalam aplikasi-aplikasi dan situs-situs kami dan menghapus informasi-informasi itu dari akun Anda jika Anda menginginkannya,” demikian tulis Baser dan Egan.

Kebijakan baru itu menjadi langkah baru Facebook untuk memberikan transparansi kepada para penggunanya selain kendali pada akun Facebook mereka masing-masing.

Namun, Facebook juga akan tetap memperbarui kebijakan mereka dalam Pustaka Iklan, “Mengapa saya melihat iklan itu?” dan peluncuran fitur baru disebut “Mengapa saya melihat unggahan itu?”

Baca juga: Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Kebijakan “Off-Facebook Activity” memberikan tiga kewenangan kepada para pengguna untuk, pertama melihat sebuah rangkuman informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain yang telah dikirim ke Facebook melalui perangkat bisnis daring (online) seperti Facebook Pixel dan Facebook Login.

Kedua, memutus koneksi tentang informasi-informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain ke akun para pengguna jika mereka menginginkannya.

Ketiga, memilih untuk memutus koneksi pada masa berikutnya aktivitas off-Facebook dari akun Anda. Anda dapat melakukan itu untuk semua aktivitas off-Facebook Anda, atau hanya spesifik pada sejumlah aplikasi dan situs.

“Kami mulai secara bertahap dengan memungkinkan ‘Off-Facebook Activity’ kepada para pengguna di Irlandia, Korea Selatan, dan Spanyol. Kami akan melanjutkan penerapan kebijakan itu kepada semua orang pada beberapa bulan berikutnya,” tulis Baser dan Egan.

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Facebook menekankan jika pengguna melakukan penghapusan aktivitas mereka dalam media jejaring sosial itu, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu akan menghapus informasi identitas pengguna dari data di aplikasi-aplikasi dan situs-situs yang memilih pengguna itu.

“Kami tidak tahu situs-situs mana yang telah Anda kunjungi atau apa yang Anda lakukan di sana. Kami tidak akan menggunakan data-data Anda yang telah diputus dari target iklan kepada Anda lewat Facebook, Instagram, dan Messenger,” tulis mereka.

Ketika para pengguna mengunjungi “Off-Facebook Activity”, mereka dapat melihat situs-situs dan aplikasi-aplikasi apa yang mereka pakai secara rutin. “Tapi, Anda mungkin dapat melihat sejumlah layanan yang tidak Anda kenali,” tulis mereka.

Baser dan Egan mencontohkan sebuah situs yang tidak pernah dikunjungi pengguna dapat muncul dalam akun Facebook pengguna itu karena seorang teman mereka melihat situs itu melalui ponsel sang pengguna.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Sicerdas siap digunakan sekolah di Kalbar

penggunaan aplikasi Sicerdas lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru

Pontianak (ANTARA) – Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap semua sekolah terutama di tingkat SMA/sederajat di Kalbar siap menggunakan aplikasi Sistem Informasi Cepat Dari Sekolah (Sicerdas) yang diluncurkan oleh Telkomsel di SMA Negeri 1 Pontianak belum lama ini.

“Karena dengan menggunakan aplikasi Sicerdas ini segala interaksi khususnya dalam hal belajar-mengajar antara siswa dengan guru akan lebih mudah, sehingga bagus sekali diterapkan di sekolah-sekolah,” kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.

Aplikasi digital dengan spesifikasi smartphone berbasis android ini menyediakan berbagai informasi dan data yang bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan mengasah kepandaian siswa di sekolah, ujarnya.

Aplikasi ini juga memberi kemudahan bagi para siswa dalam melakukan absensi, mengerjakan tugas sekolah, forum untuk berdiskusi antara guru dan siswa, mendapat data perpustakaan, bahkan juga dapat melakukan transaksi LinkAja di kantin sekolah.

Selain itu, dengan aplikasi ini orang tua juga dapat mengontrol anak-anaknya saat berada di sekolah.

“Aplikasi Sicerdas ini bagus, bahkan semua sekolah seharusnya punya aplikasi ini. Teknologi informasi itu sangat penting untuk kita kuasai dan gunakan,” katanya.

Namun, dia juga mengingatkan para pengguna smartphone haruslah menggunakan smartphone-nya dengan bijak. Para orang tua khususnya, termasuk para guru juga perlu mengawasi penggunaan smartphone anak-anak didik mereka agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Suprianus Herman mengatakan penggunaan aplikasi Sicerdas itu lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru.

“Dan tripartit pendidikan ini sekarang lagi digetolkan oleh pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar ada interaksi antar orang tua, anak atau murid dan guru,” katanya.

Ia meyakinkan, saat ini aplikasi Sicerdas itu siap diterapkan di sekolah-sekolah menengah khususnya menengah atas sederajat di seluruh Kalbar.

Baca juga: Telkomsel: Indonesia siap menjadi negara ekonomi digital terbesar Asia
 Baca juga: CSR Telkomsel siap akselerasi pembangunan masyarakat digital Indonesia
 

Apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman karhutla

Pewarta: Slamet Ardiansyah dan Andilala
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Sicerdas siap digunakan semua sekolah di Kalbar

penggunaan aplikasi Sicerdas lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru

Pontianak (ANTARA) – Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap semua sekolah terutama di tingkat SMA/sederajat di Kalbar siap menggunakan aplikasi Sistem Informasi Cepat Dari Sekolah (Sicerdas) yang diluncurkan oleh Telkomsel di SMA Negeri 1 Pontianak belum lama ini.

“Karena dengan menggunakan aplikasi Sicerdas ini segala interaksi khususnya dalam hal belajar-mengajar antara siswa dengan guru akan lebih mudah, sehingga bagus sekali diterapkan di sekolah-sekolah,” kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.

Aplikasi digital dengan spesifikasi smartphone berbasis android ini menyediakan berbagai informasi dan data yang bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan mengasah kepandaian siswa di sekolah, ujarnya.

Aplikasi ini juga memberi kemudahan bagi para siswa dalam melakukan absensi, mengerjakan tugas sekolah, forum untuk berdiskusi antara guru dan siswa, mendapat data perpustakaan, bahkan juga dapat melakukan transaksi LinkAja di kantin sekolah.

Selain itu, dengan aplikasi ini orang tua juga dapat mengontrol anak-anaknya saat berada di sekolah.

“Aplikasi Sicerdas ini bagus, bahkan semua sekolah seharusnya punya aplikasi ini. Teknologi informasi itu sangat penting untuk kita kuasai dan gunakan,” katanya.

Namun, dia juga mengingatkan para pengguna smartphone haruslah menggunakan smartphone-nya dengan bijak. Para orang tua khususnya, termasuk para guru juga perlu mengawasi penggunaan smartphone anak-anak didik mereka agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Suprianus Herman mengatakan penggunaan aplikasi Sicerdas itu lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru.

“Dan tripartit pendidikan ini sekarang lagi digetolkan oleh pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar ada interaksi antar orang tua, anak atau murid dan guru,” katanya.

Ia meyakinkan, saat ini aplikasi Sicerdas itu siap diterapkan di sekolah-sekolah menengah khususnya menengah atas sederajat di seluruh Kalbar.

Baca juga: Telkomsel: Indonesia siap menjadi negara ekonomi digital terbesar Asia
 Baca juga: CSR Telkomsel siap akselerasi pembangunan masyarakat digital Indonesia
 

Apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman karhutla

Pewarta: Slamet Ardiansyah dan Andilala
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bingung cari ide untuk startup? Sri Mulyani: Baca nota keuangan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan kepada para pelaku startup yang sedang mencari ide membuat aplikasi di bidang teknologi finansial, untuk membaca nota keuangan 2020.

“Saya ingin teman-teman baca sedikit nota keuangan, memang tidak kayak Twitter yang 140 karakter, harus lebih tekun. Tapi, ada begitu banyak yang bisa Anda bayangkan. Anda bisa membuat aplikasi,” kata Sri Mulyani dalam acara Ignite The Nation di Istora Senayan, Minggu.

Menurut Menkeu, ada banyak ide yang bisa didapat semisal berkaitan dengan pendidikan. Seperti diketahui, anggaran untuk pendidikan dalam RAPBN 2020 naik menjadi Rp 505,8 triliun.

Ia menuturkan, kementerian ingin mengetahui bagaimana dana operasional untuk sekolah benar-benar sampai ke targetnya, sekolah maupun siswa.

“Menjalankan manajemen sekolah itu luar biasa penting, bisa jadi ide untuk Anda,” katanya.

Sementara itu, Ignite The Nation merupakan bagian dari Gerakan National 1000 Startup Digital yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan di Indonesia.

Ignite The Nation bertema “Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1000 Inovasi Digital – Indonesia Maju” itu bertujuan mengobarkan semangat ekonomi digital yang bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Ignite The Nation yang dihadiri di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, berlangsung di Stadion Istora Senayan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Sri Mulyani berharap Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini dapat menelurkan unicorn, bahkan decacorn baru.

Baca juga: Jusuf Kalla ajak pemuda bangun negeri lewat startup

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru
 

Pembangunan ibu kota negara baru mencapai hampir Rp500 triliun

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram tambah fitur laporkan hoaks

Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi kekeliruan informasi.”

Jakarta (ANTARA) – Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk menangkal hoaks.

“Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi kekeliruan informasi,” kata juru bicara Facebook, Stephanie Otway, dikutip dari Reuters, Jumat.

Pengguna sebenarnya tidak dilarang mengunggah konten yang berisi informasi keliru di platform media sosial Facebook, namun mereka berusaha mengurangi sebaran konten tersebut dan memberi peringatan bahwa klaim dalam konten tersebut menjadi perdebatan.

Facebook sejak Mei lalu memperkenalkan teknologi deteksi gambar (image detection) untuk Instagram untuk menemukan konten yang di-debunk. Facebook juga meluaskan jaringan pengecek fakta mereka hingga ke platform Instagram.

Konten yang sudah dilabeli sebagai hoaks oleh pengecek fakta akan dihapus dari tempat para pengguna mencari konten baru, misalnya tab Explore berlaku juga untuk pencarian tanda pagar (hashtag).

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Instagram dan platform media sosial Facebook juga mendapat tekanan untuk memblokir hoaks mengenai kesehatan, termasuk unggahan tentang anti-vaksin.

Facebook pimpinan Mark Zuckerberg membeli perusahaan pembuat aplikasi Instagram senilai seniliar dolar AS pada 2012, dan senantiasa berupaya memperbaiki plafform media jejaring sosialnya. Facebook pada 2009 juga membeli perusahaan pembuat aplikasi Whatsapp senilai 19 miliar dolar AS.

Baca juga: Jennie BLACKPINK punya akun Instagram rahasia

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara ampuh jaga privasi di WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan paling populer di dunia, dan menurut Statista, per Juli 2019 ada 1,6 miliar orang yang menggunakan platform ini setiap bulannya.

Sebagai platform komunikasi, WhatsApp secara default diatur untuk membagikan informasi tentang Anda sebanyak mungkin kepada teman atau pengguna lain.

Namun, tanpa Anda sadari bahwa WhatsApp telah membagikan informasi tentang Anda lebih banyak dari yang Anda kira, yang bagi sebagian orang, itu sangat mengganggu privasinya.

Saat Anda bergabung dengan WhatsApp, Anda diberi opsi untuk mengunggah gambar profil dan mengubah “Hei, di sana! Saya menggunakan WhatsApp” menjadi pesan yang lebih pribadi.

Banyak orang mengubah itu dengan memasukkan informasi tentang pekerjaan mereka, situs web, akun media sosial lainnya, universitas tempat belajar dulu, atau tempat di mana mereka tinggal.

Semua informasi ini tersedia untuk siapa saja yang mengirimi Anda pesan di WhatsApp–bahkan orang yang tidak Anda kenal. Ini bisa membuat beberapa pengguna rentan.

Misalnya, jika Anda memberikan info kontak WhatsApp kepada orang asing yang baru saja Anda temui di aplikasi kencan, orang itu dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuntuti Anda, terutama jika keterangan “Tentang Anda” mencantumkan tempat Anda bekerja atau tinggal.

Itu sebabnya Anda harus memastikan opsi izin untuk siapa yang dapat melihat foto profil Anda dan Tentang bio tidak diatur ke “Semua Orang” dan sebaliknya diatur ke “Tidak Ada” atau hanya “Kontak Saya.”

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Anda dapat melakukan ini dengan masuk ke pengaturan WhatApp. dan mengetuk Akun> Privasi> Foto Profil dan Akun> Privasi> Tentang.

WhatsApp juga menawarkan fitur yang disebut “Status” yang memungkinkan Anda berbagi foto atau teks sebagai pembaruan status. Secara default, semua kontak WhatsApp Anda dapat melihat pembaruan status ini–baik itu teman atau bos Anda.

Kadang ada status yang menurut Anda tidak pantas dilihat bos atau mitra kerja lain institusi, meskipun teman mengganggap status Anda lucu dan menghibur.

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Karena alasan itu, Anda bisa selektif siapa yang bisa melihat status Anda. Dalam pengaturan WhatsApp, buka Akun> Privasi> Status dan ubah dari “Kontak Saya” menjadi “Kontak Saya Kecuali” atau “Hanya Dibagikan Dengan”.

Opsi pertama memungkinkan Anda mengecualikan orang tertentu agar tidak melihat pembaruan status Anda. Yang kedua memungkinkan Anda untuk memberikan hanya beberapa kontak tertentu kemampuan untuk melihatnya.

Secara umum, “Hanya Berbagi Dengan” adalah opsi yang lebih aman karena secara otomatis akan mengecualikan kontak WhatsApp baru yang Anda tambahkan sejak terakhir kali Anda mengubah pengaturan ini.

Jangan biarkan seseorang yang tidak Anda inginkan menguntit Anda. Kadang penguntit selalu mengecek kapan terakhir Anda online atau selalu mengirimkan pesan saat Anda terlihat online, sementara Anda merasa tidak enak jika tidak meresponsnya.

Untuk menghindari hal itu dan menyembunyikan kapan terakhir Anda online, Anda cukup mengetuk Akun> Privasi dan ketuk “Terakhir Terlihat”>pilih “Tidak ada” bukan “Semua orang” atau “Kontak saya”.

Agar tidak terganggu dengan pesan-pesan kurang penting, sementara Anda sedang sibuk dan tidak ingin membalasnya segera, Anda bisa menonaktifkan “Read Receipts”. Langkahnya, tekan Akun>Privasi dan geser sakelar ke mati (off).

Meskipun pemilik WhatsApp, Facebook, mengklaim tidak melakukan apa pun yang jahat terhadap data Anda yang terhubung WhatsApp, ada baiknya Anda tetap bersikap skeptis.

Lebih amannya Anda perlu membatasi kemampuan WhatsApp untuk mengakses data Anda di luar aplikasi.

Di iOS dan Android, Anda bisa mengatur izin akses WhatsApp ke lokasi Anda, foto, kontak, kalender, mikrofon, dan kamera. Untuk mengatur itu, Anda bisa lakukan melalui “Pengaturan” ponsel.

Pilih Apps & notifications>WhatsApp> Permission> dan nonaktifkan akses WhatsApp ke lokasi Anda, foto, kontak, kalender, mikrofon, dan kamera.

Tapi, itu ada konsekuensinya. Anda tidak bisa melakukan panggilan suara dan video, selain hanya obrolan text. Anda harus mengubah pengaturan secara manual jika ingin melakukan video call, panggilan suara, dan mengambil foto ke galeri. Kemudian kembalikan pengaturan setelah selesai.

Pemblokiran WhatsApp ke Kontak Anda tentu tidak disukai oleh Facebook karena perusahaan induk WhatsApp ini ingin tahu siapa yang Anda kenal, mulai dari teman Anda hingga bos Anda hingga dokter Anda.

Dan jika Anda pernah melarang akses WhatsApp ke Kontak Anda, Facebook akan menghapus kemampuan Anda untuk melihat nama-nama kontak WhatsApp Anda di aplikasi, meskipun aplikasi tersebut masih dapat dengan mudah menunjukkan nama setiap kontak karena setiap pengguna WhatsApp menetapkan nama pengguna (biasanya mereka sendiri) ketika mereka bergabung dengan aplikasi.

Ini adalah salah satu hal paling manipulatif yang dilakukan Facebook dengan WhatsApp. Tetapi perusahaan tahu hanya melihat nomor telepon pengguna sudah cukup untuk memaksa orang menyerahkan data Kontak mereka.

Untuk melindungi percakapan Anda di WhatsApp agar tidak diintip orang lain, Anda perlu mengaktifkan kunci pembuka aplikasi dengan verifikasi dua langkah.

Anda melakukan ini di pengaturan WhatsApp dengan masuk ke Akun> Verifikasi Dua Langkah. Dengan ini diaktifkan, Anda harus memasukkan PIN saat mendaftarkan nomor telepon Anda dengan WhatsApp lagi.

Ini memastikan orang jahat yang telah memalsukan nomor Anda tidak akan bisa masuk ke akun WhatsApp Anda di ponsel mereka dan melihat semua pesan Anda tanpa PIN itu.

Selanjutnya, jika Anda menggunakan iPhone, Anda bisa menambahkan lapisan keamanan biometrik tambahan ke aplikasi WhatsApp. Untuk melakukan ini, dalam pengaturan WhatsApp, masuk ke Akun> Privasi> Kunci Layar. Di iOS, aktifkan sakelar “Require Face ID” atau “Require Touch ID” ke ON dan pilih seberapa cepat Anda ingin meminta otentikasi ini untuk membuka aplikasi lagi setelah menutupnya.

Di ponsel Android terbaru, pengguna sudah bisa mengaktifkan kunci aplikasi WhatsApp dengan sidik jari.

Terakhir, Anda harus menonaktifkan backup cloud dari pesan WhatsApp Anda. Mengatur WhatsApp untuk mencadangkan pesan Anda ke layanan cloud online seperti Apple iCloud berguna karena memberi Anda cara untuk mengambil pesan-pesan itu di perangkat baru jika yang lama hilang atau dicuri.

Namun, ketika Anda mencadangkan pesan WhatsApp Anda ke layanan seperti iCloud, pesan WhatsApp Anda yang dienkripsi secara end-to-end disimpan dalam format yang tidak dienkripsi, memberikan siapa saja yang dapat mengakses akun cloud Anda, seperti peretas, kemampuan untuk membaca setiap pesan WhatsApp yang pernah Anda kirim.

WhatsApp bahkan secara eksplisit memperingatkan pengguna tentang risiko ini di aplikasi. Jika itu terlalu berisiko bagi Anda, hal terbaik adalah menonaktifkan cadangan cloud. Pada iPhone, buka Obrolan> Obrolan Cadangan> Cadangan Otomatis dan setel opsi ini ke Off.

Pada ponsel Android, buka Obrolan> Obrolan Cadangan dan pastikan “Cadangkan ke Google Drive” disetel ke “Tidak pernah.”

Baca juga: WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter investasi di medsos lokal India demi bahasa

Jakarta (ANTARA) – Twitter menginvestasikan dana sebesar 100 juta dolar AS (lebih dari Rp1,4 triliun) pada media sosial lokal di India, ShareChat, bersama sejumlah perusahaan lain seperti TrustBridge Partners, Shunwei Capital, Lightspeed Venture Partners, SAIF Capital, India Quotient, dan Morningside Venture Capital.

ShareChat, seperti dilansir The Next Web, Jumat, merupakan aplikasi berbahasa lokal yang populer di India dengan pengguna aktif bulanan mencapai 60 juta pengguna.

Aplikasi itu telah diunduh lebih dari 100 juta kali dan mendapatkan dukungan 15 bahasa, tidak termasuk bahasa Inggris.

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Investasi itu merupakan investasi pertama Twitter pada perusahaan rintisan India. Direktur Twitter di India Manish Maheshwari mengatakan investasi itu dapat dipahami karena kedua aplikasi itu berbagi sebuah tujuan luas untuk memprakarsai percakapan publik.

“Twitter dan ShareChat beraliansi pada tujuan luas untuk menyediakan percakapan publik, membantu dunia untuk belajar lebih cepat, dan menyelesaikan tantangan bersama. Investasi itu akan membantu ShareChat untuk tumbuh dan menyediakan tim manajemen perusahaan untuk mengakses ke pimpinan Twitter sebagai mitra sepemikiran,” kata Manish.

Namun, sebagaimana perusahaan-perusahaan aplikasi di India, ShareChat juga harus melawan persoalan berita-berita hoaks di India.

Pada April, perusahaan itu mengklaim telah menghapus lebih dari 54 ribu akun dan hampir setengah juta konten sejak Februari 2019 menyusul pelanggaran aturan penggunaan aplikasi itu.

ShareChat mengaku akan menggunakan dana investasi untuk penguatan teknologi infrastruktur mereka dan merekrut lebih banyak pegawai.

Sebuah laporan dari KPMG dan Google yang dipublikasikan pada 2017 menyebut akan terdapat lebih dari 536 juta pengguna Internet di India yang tidak berbahasa Inggris pada 2021.

Pada Maret 2019, lembaga penelitian Kantar IMRB menayangkan laporan yang menyebut populasi Internet di India akan tembus hingga 627 juta pengguna hingga akhir 2019.

Angka itu menjadi peluang besar bagi perusahaan-perusahaan global untuk “mencaplok” pasar itu dan menarik lebih banyak pengguna ke aplikasi mereka.

Baca juga: Twitter uji coba fitur “follow topic”

Baca juga: Gedung Putih panggil perusahaan teknologi untuk batasi ekstremisme

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Kemenkominfo Miliki Akses Blokir Konten Negatif

Penerjemah: Imam Santoso
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Jakarta (ANTARA) – Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters menanyakan kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg perihal testimoninya pada April 2018 lalu tentang Facebook diduga mengambil audio dari pengguna dan mengirimnya ke pihak ketiga untuk dianalisis dan dibuat transkripsi.

“Saya secara spesifik bertanya apakah Facebook menggunakan audio yang diambil dari perangkat mobile untuk memperkaya informasi tentang pengguna. Jawaban empatik Anda adalah tidak,” kata Peters dalam surat untuk Zuckerbeg, dikutip dari Reuters, Jumat.

“Jika laporan-laporan tersebut akurat, saya khawatir testimoni Anda di hadapan Kongres tidak lengkap,” kata Peters.

Facebook tidak berkomentar atas kabar tersebut.

Dalam surat tersebut, terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Peter menilai Facebook dalam surat tersebut tidak “menjelaskan apa yang dilakukan dengan audio yang diakses dalam keadaan tersebut, tujuan Facebook menggunakan praktik tersebut atau alasan ketidakcocokan testimoni Anda mengenai masalah ini dalam sidang”.

Komisi Perlindungan Data Irlandia beberapa waktu lalu menanyakan bagaimana Facebook menangani data transkripsi manual rekaman suara. Komisi sudah memanggil delapan orang dari Facebook, termasuk dua orang dari WhatsApp dan seorang dari Instagram.

“Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio lebih dari sepekan yang lalu,” kata Facebook beberapa hari lalu.

Facebook memiliki tim manusia untuk meninjau audio pribadi dari aplikasi Messenger untuk memperbaiki transkripsi yang dibuat oleh sistem kecerdasan buatan. Facebook menyatakan tidak ada pengguna di Uni Eropa yang terdampak.

Facebook menyamarkan audio tersebut agar identitas individu tidak terungkap dan Facebook tidak pernah mendengarkan mikrofon pengguna tanpa aktivasi eksplisit.

Baca juga: Instagram tambah fitur laporkan hoax

Baca juga: Cara menghindari sensor Facebook di Messenger

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Jokowi Menerima Kunjungan Pendiri Facebook

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram tambah fitur laporkan hoax

Jakarta (ANTARA) – Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk menangkal hoax.

“Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi misinformasi,” kata juru bicara Facebook, Stephanie Otway, dikutip dari Reuters, Jumat.

Pengguna sebenarnya tidak dilarang mengunggah konten yang berisi misinformasi di platform media sosial Facebook, namun, mereka berusaha mengurangi sebaran konten tersebut dan memberi peringatan bahwa klaim dalam konten tersebut menjadi perdebatan.

Facebook sejak Mei lalu memperkenalkan teknologi deteksi gambar, image detection, untuk Instagram untuk menemukan konten yang di-debunk. Facebook juga meluaskan jaringan pengecek fakta mereka hingga ke platform Instagram.

Konten yang sudah dilabeli sebagai hoax oleh pengecek fakta akan dihapus dari tempat para pengguna mencari konten baru, misalnya tab Explore, berlaku juga untuk pencarian tanda pagar, hashtag.

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Instagram dan platform media sosial Facebook juga mendapat tekanan untuk memblokir hoax mengenai kesehatan, termasuk unggahan tentang anti-vaksin.

Baca juga: Jennie BLACKPINK punya akun Instagram rahasia

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Makassar segera luncurkan Aplikasi Qlue

nanti dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore

Makassar (ANTARA) – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan segera meluncurkan aplikasi bernama Qlue yang merupakan salah satu bentuk  media sosial guna mengajak partisipasi masyarakat melaporkan kondisi di sekitarnya.

“Aplikasi ini sangat membantu pemimpin kota agar dapat menentukan keputusan berbasis data. Data yang dihimpun termasuk data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, insiden, pajak dan sebagainya,” ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb di Makassar, Kamis.

Melalui aplikasi ini, warga Makassar dapat melaporkan kondisi lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain, ujarnya.

Selain itu, setiap laporan dapat dipantau progresnya untuk memastikan semua keluhan yang disampaikan segera ditindaklanjuti tim dinas terkait.

Ia juga mengatakan di sela kunjungannya di Operation Room lantai 10, Menara Balai Kota, dengan adanya Qlue yang digunakan secara masif, Pemkot Makassar dapat menghimpun dan memvisualisasikan data sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih efektif.

Aplikasi Qlue nantinya usai diluncurkan  dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore.

Selain itu, aplikasi ini akan banyak memberikan masukan seperti memperbaiki puluhan kamera CCTV milik Kota Makassar yang tidak berfungsi. Misalnya yang berada di Jalan Arief Rate, Batu Putih, BTP, Karebosi dan beberapa titik sentral lainnya.

Ia juga meminta dua hari ke depan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar agar memunculkan itext di layar operation room.

“Tadi bapak Pj Wali Kota mau melihat langsung berapa realisasi pajak tiap harinya secara real di layar operation room ini sehingga bisa langsung memantau,” kata Kepala bidang informasi dan komunikasi publik Pemkot Makassar, Ade Ismar Gobel menambahkan.

Baca juga: Qlue gelar Smart Citizen Day, soroti peran warga ciptakan Smart City
Baca juga: Qlue tetap jadi solusi masyarakat Jakarta siapa pun pemimpinnya

3X Sehari, RT/RW Wajib Lapor Kondisi Lingkungan

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Microsoft dengarkan suara di Skype

Jakarta (ANTARA) – Microsoft melalui pembaruan kebijakan privasi mengakui terdapat tim individu yang meninjau sejumlah rekaman di aplikasi Skype.

Microsoft hanya mendengarkan rekaman untuk fitur penerjemahan di Skype, bukan untuk panggilan, seperti diberitakan laman The Verge.

Microsoft juga mendengarkan potongan suara dari asisten virtual Cortana, termasuk dari perangkat komputer untuk keperluan analisis.

Temuan mengenai Microsoft mendengarkan suara di Skype dan Cortana pertama kali dikemukakan oleh laman Motherboard, mereka menemukan terdapat tim kontraktor yang mendengarkan audio dari Sype dan Cortana.

Menurut Motherboard, Microsoft mendengarkan percakapan personal jika dilihat dari cache dokumen, tangkapan layar dan rekaman audio.

Apple, Google dan Facebook sudah menghentikan tim manusia untuk tugas seperti itu.

Juru bicara Microsoft menyatakan mereka menggunakan manusia untuk meninjau sejumlah konten agar dapat bekerja lebih baik.

Baca juga: Amazon dan Microsoft boyong Skype ke perangkat Alexa

Baca juga: Microsoft akan berhentikan dukungan untuk Skype Klasik

Baca juga: Microsoft mulai uji SMS Connect untuk Skype di perangkat Android

Saatnya Kaum Muda Berwirausaha

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi perpesanan terpopuler dunia WhatsApp akan segera menyediakan fitur keamanan baru untuk melindungi privasi pengguna, yakni Fingerprint Lock, pengunci aplikasi dengan autentifikasi sidik jari.

Fitur Fingerprint Lock, yang sebelumnya disebut Authentication atau Screen Lock, akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan, menurut WaBetaInfo, yang selalu memberikan informasi paling awal mengenai pembaruan-pembaruan WhatsApp.

“Setelah menyediakan fitur Screen Lock untuk pengguna iOS beta (lebih dari 3 bulan lalu), WhatsApp akhirnya siap merilis itu untuk semua pengguna Android,” WaBetaInfo mengumumkan, dikutip Rabu.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mencoba fitur ini, tidak perlu menunggu beberapa bulan lagi, karena WhatsApp versi 2.19.221 beta Android sudah bisa diunduh. Dalam versi 2.19.221 itu sudah tersedia fitur Fingerprint lock.

Jika sudah memperbarui dengan versi beta terbaru itu masih belum juga menemukan fitur itu, silakan Anda cadangkan dulu riwayat obrolan (chat history) dan instal kembali Whatsapp. Apabila sudah melakukan langkah itu tapi tetap tidak bisa, berarti Anda harus menunggu saat pembaruan mendatang tersedia.

Menurut WaBetaInfo, apabila versi pembaruan 2.19.3 sudah tersedia, maka semua pengguna Android (versi Marshmallow atau lebih baru) akan bisa menikmati fitur Fingerprint lock.

Lalu, bagaimana cara mengaktifkan fitur Fingerprint Lock?

Anda cukup membuka WhatsApp Setting > Account > Privacy, dan di sini akan ditemukan opsi baru disebut Fingerprint lock.
  Fitur Fingerprint lock WhatsApp. (ANTARA/WaBetaInfo)

Jika Anda membuka Fingerprint lock, Anda dapat memverifikasi yang akhirnya memungkinkan untuk mengaktifkan fitur. Jika Anda memilih untuk mengaktifkan fitur kunci sidik jari, Anda masih bisa membalas pesan dari notifikasi dan menjawab panggilan WhatsApp, karena otentikasi hanya diperlukan ketika membuka WhatsApp.

Dalam fitur Fingerprint lock, WhatsApp juga menyediakan opsi waktu, setiap berapa menit aplikasi akan terkunci ketika tidak digunakan. Namun, sayangnya, di fitur itu hanya tersedia opsi “segera”, kemudian “setelah 1 menit”, dan “setelah 30 menit”. Tiga opsi yang terlalu cepat dan terlalu lama.

Perbaikan fitur terbaru nanti juga menyediakan opsi yang disebut “Tampilkan konten dalam notifikasi”, sehingga Anda bisa memutuskan apakah ingin menampilkan pesan dan pengirim dalam notifikasi di layar atau tidak, ketika fitur Fingerprint lock diaktifkan.
  Fitur Fingerprint lock WhatsApp. (ANTARA/WaBetaInfo)

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter uji coba fitur “follow topic”

Jakarta (ANTARA) – Twitter sedang menguji coba fitur baru yang saat ini baru tersedia untuk platform Android agar pengguna mereka dapat mengikuti (follow) topik pembicaraan, bukan hanya akun.

“Kami sedikit lebih ambisius tentang perubahan yang kami perkenalkan ke publik,” kata pimpinan produk Twitter, Kayvon Beykpour, dikutip dari laman Cnet.

Selama masa uji coba, pengguna bisa mengikuti topik pembicaraan seputar New England Patriots, kriket dan gulat. Twitter berencana membuat lini masa terpisah untuk topik atau akun tertentu yang diikuti.

Jika tidak menyukai topik-topik tersebut, Twitter memberi opsi untuk membisukan (mute) cuitan.

Twitter berencana memperluas fitur itu secara global pada akhir tahun, yang merupakan salah satu cara mereka untuk menarik pengguna baru.

Laman The Verge melaporkan fitur follow topic saat ini hanya diuji coba untuk topik olahraga. Topik akan dikurasi oleh Twitter menggunakan machine learning untuk cuitan individu, sementara untuk artikel dikurasi oleh tim editorial.

Twitter sengaja membatasi topik untuk melihat bagaimana fitur itu memengaruhi pengalaman pengguna memakai platform tersebut. Mereka sudah menyiapkan cara agar fitur ini tidak disalahgunakan, salah satunya dengan tidak membuat semua topik dapat diikuti.

Twitter juga sedang merencanakan fitur pencarian pesan pribadi atau Direct Message, mengatur ulang foto setelah ditautkan di unggahan serta dukungan untuk Live Photo dari Apple.

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Baca juga: Twitter hapus fitur geotag
 

Kemenkominfo Miliki Akses Blokir Konten Negatif

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TikTok sediakan berbagai fitur demi jaga konten positif

Jakarta (ANTARA) – Di tengah maraknya isu konten negatif di media sosial, platform video pendek TikTok memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menjaga konten di platform tersebut.

“Kami menggunakan machine learning untuk mengatasi video-video sensitif,” kata pimpinan komunikasi TikTok Indonesia, Chaterine SIswoyo, saat berkunjung ke Antara, Rabu.

Kemampuan mesin untuk mendeteksi video yang tidak pantas dipadukan dengan tim manusia yang akan meninjau video-video di TikTok. TikTok akan menghapus video tersebut jika memuat konten negatif.

TikTok, yang tahun lalu menembus 10 juta pengguna di Indonesia, memberi batasan usia minimal 14 tahun untuk bergabung ke platform tersebut, lebih ketat jika dibandingkan dengan media sosial lain yang membatasi usia minimum 13 tahun.

TikTok melengkapi platform mereka dengan kontrol orang tua, parental control, agar dapat mengawasi konten yang dikonsumsi anak.

Tidak hanya urusan konten, TikTok juga memasukkan sejumlah fitur agar kesehatan mental para penggunanya terpantau selama memakai platform tersebut, melalui program digital wellbeing.

TikTok menyediakan opsi untuk membatasi waktu bermain, antara lain 40 menit, 60 menit dan 120 menit. Setelah durasi habis, pengguna secara otomatis akan keluar (log out) dari platform.

Konten-konten yang beredar di media sosial kembali menjadi pembicaraan hangat sejak kasus blokir sejumlah video YouTuber Kimi Hime yang dianggap vulgar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa pekan lalu.

Tidak lama setelah kasus tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana mengawasi konten di platform streaming agar masyarakat mendapat tontonan yang berkualitas dan memiliki nilai edukasi.

Wacana KPI untuk mengawasi platform streaming mendapat banyak protes, termasuk dari ahli dunia digital, lantaran dinilai belum memiliki wewenang untuk mengawasi platform seperti Netflix dan YouTube.

Masyarakat juga tidak setuju dengan rencana tersebut karena platform streaming merupakan siaran alternatif untuk memperoleh tontonan dan merupakan barang konsumsi karena konsumen membayar untuk mendapatkan tontonan.

Baca juga: TikTok sedang siapkan ponsel khusus

Baca juga: TikTok didenda Rp80 miliar karena kumpulkan data anak-anak

Baca juga: Parlemen India minta pemerintah blokir TikTok

Lebih 600 kanal dalam penyebaran konten negatif

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa ITTP rancang aplikasi pengukur kematangan pepaya

teknologi yang diterapkan dalam sistem adalah teknologi perekaman citra melalui pengukuran dari Red-Blue-Green (RGB)

Purwokerto (ANTARA) – Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Muhammad Lutfi Firdhaus berhasil merancang aplikasi pengukur kematangan buah pepaya berbasis android.

“Aplikasi ini saya rancang untuk membantu petani melakukan identifikasi kematangan pepaya dengan teknologi android di smartphone,” kata  mahasiswa program studi S1 Informatika ITTP tersebut di Purwokerto, Rabu.

Ini terjadi ketika dia berkunjung ke petani pepaya yang berada di daerah Cilongok, Kabupaten Banyumas. “Para petani pepaya di era modern seperti sekarang ini masih mengukur kematangan pepaya secara manual,” katanya.

Karenanya, dia menilai perlunya suatu pembaharuan pada sistem pemilahan yang dilakukan para petani pepaya ketika mereka akan memasarkan pepaya ke para konsumen.

Dia menjelaskan, teknologi yang diterapkan dalam sistem adalah teknologi perekaman citra melalui pengukuran dari Red-Blue-Green (RGB) untuk mengetahui tingkat kemanisan atau derajat brix.

“Dengan demikian, dalam aplikasi ini sangat penting perangkat smartphone yang memiliki fitur kamera,” katanya.

Dia menambahkan, teknologi pengolahan citra merupakan sebuah teknik yang biasanya digunakan untuk melakukan proses citra atau gambar. Dengan data gambar tersebut akan didapatkan sebuah informasi tertentu dari gambar yang diamati.

 Teknologi tersebut dapat menentukan tingkat kematangan pada buah dengan dilihat dari warna kulitnya. “Sedangkan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan yang paling mudah dapat diidentifikasi yaitu dari warna kulit pada buah, dan warna kulit buah tersebut mengandung nilai RGB,” katanya.

Dia menambahkan, nilai RGB digunakan sebagai nilai acuan dalam melakukan sebuah penelitian tingkat kematangan pada buah pepaya.

“Nantinya pada aplikasi akan mengirimkan data  matang, mengkal, setengah matang, mentah, serta dilengkapi dengan munculnya tingkat kadar gula yang terkandung dalam pepaya,” katanya.

Dia berharap, rancangannya tersebut akan dapat mempermudah petani pepaya yang ada di wilayah setempat.

“Harapan saya perancangan teknologi yang saya ciptakan ini, mampu menjadikan para petani pepaya memiliki pengetahuan akan teknologi kekinian, dan mampu memenuhi  tantangan revolousi industri 4.0,” katanya.

Baca juga: Petani Lebak kembangkan pepaya california seluas 22 hektare
Baca juga: BPPT kombinasikan citra satelit data produksi padi

Mahasiswa USU ciptakan minuman serum probiotik

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Jakarta (ANTARA) – Facebook Inc. telah membayar ratusan tenaga kontrak untuk menyalin klip audio dari pengguna layanannya, demikian dilaporkan Bloomberg mengutip narasumber anonim yang mengetahui tentang aktivitas itu.

Pekerjaan itu telah membingungkan karyawan kontrak, yang tidak diberi tahu di mana audio direkam atau bagaimana diperoleh, mereka hanya diminta untuk mentranskrip audio itu, kata sumber-sumber yang tidak mau disebut identitas mereka karena takut kehilangan pekerjaan.

Mereka mendengar percakapan pengguna Facebook, kadang-kadang dengan konten vulgar, tetapi tidak tahu mengapa Facebook membutuhkan transkrip itu..

Facebook mengakui telah menyalin audio pengguna dan mengatakan tidak akan melakukannya lagi.

“Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio orang-orang (pengguna) lebih dari seminggu yang lalu,” demikian pernyataan Facebook, Selasa (13/8).

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Perusahaan itu menyatakan para pengguna yang terkena dampak telah memilih opsi agar percakapan suara mereka ditranskrip di aplikasi Messenger Facebook. Para tenaga kontrak lantas memeriksa apakah kecerdasan buatan Facebook benar dalam menafsirkan pesan.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar termasuk Amazon.com, Inc. dan Apple Inc. juga dikecam karena mengumpulkan cuplikan audio dari perangkat komputasi konsumen dan menjadikan klip-klip itu ditinjau oleh orang-orang, sebuah praktik yang menurut para kritikus melanggar privasi.

Bloomberg pertama kali melaporkan pada April bahwa Amazon memiliki tim yang terdiri dari ribuan pekerja di seluruh dunia mendengarkan percakapan audio Alexa dengan tujuan meningkatkan perangkat lunak, dan bahwa ulasan orang-orang yang serupa digunakan untuk Google Assistant dan Siri Apple.

Apple dan Google sejak itu mengatakan mereka tidak lagi terlibat dalam praktik seperti itu dan Amazon mengatakan akan membiarkan pengguna memilih keluar dari ulasan orang-orang.

Facebook, yang baru saja membayar penyelesaian lima miliar dolar AS dengan Komisi Perdagangan Federal AS setelah penyelidikan praktik privasinya, telah lama membantah bahwa mereka mengumpulkan audio dari pengguna untuk menginformasikan iklan atau membantu menentukan apa yang dilihat orang dalam feed mereka.

Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg membantah ide itu secara langsung dalam kesaksian Kongres AS.

Baca juga: Langgar privasi, regulator AS denda Facebook lima miliar dolar AS

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – Peneliti keamanan siber dari Check Point saat konferensi Black Hat membeberkan tiga masalah keamanan di WhatsApp, yang menurut mereka berakibat serius untuk para penggunanya.

Temuan pertama dari Check Point, seperti diberitakan laman Phone Arena, berupa celah yang dapat disalahgunakan oleh peretas untuk membaca pesan yang dikirim lewat WhatsApp.

Peretas, menurut Check Point, tidak hanya bisa membaca pesan walau pun pesan tersebut sudah dienkripsi end-to-end, tapi, juga dapat mengubah pesan tersebut. Gambaran ideal enkripsi end-to-end adalah pesan hanya dapat dibaca oleh si penerima pesan, WhatsApp bahkan tidak dapat melihat pesan tersebut.

Check Point juga menemukan bahwa peretas bisa membajak akun WhatsApp seseorang, dia dapat mengirim pesan dengan akun asli tersebut.

Temuan terakhir, Check Point melihat bahwa celah keamanan di WhatsApp juga bisa digunakan oleh peretas untuk menyamarkan pesan publik menjadi pesan pribadi. Penerima pesan mengira jawaban yang dia berikan bersifat pribadi, padahal pesan tersebut bisa dilihat oleh orang lain.

Check Point sudah memberi tahukan masalah-masalah ini ke Facebook tahun lalu, perusahaan induk WhatsApp itu sudah memperbaiki masalah yang terakhir. Dua masalah pertama menurut laman tersebut belum terselesaikan, Check Point menyebutnya “threat actor“, aktor ancaman.

“Kami sudah meninjau secara cermat masalah ini tahun lalu dan keliru jika mengira kami memberikan celah keamanan di WhatsApp,” kata Facebook.

Facebook menilai mereka perlu berhari-hati mengatasi masalah yang diperlihatkan oleh Check Point karena khawatir mengurangi sifat privasi WhatsApp, misalnya dengan menyimpan informasi asal pesan.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: WhatsApp kini tersedia di KaiOS, OS-nya Nokia

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembayaran digital GoPay bisa dinikmati di ribuan gerai JNE

Jakarta (ANTARA) – Platform pembayaran digital, GoPay, kini hadir sebagai opsi baru yang bisa digunakan pada lebih dari 7.000 titik layanan pengiriman barang JNE di seluruh Indonesia.

“GoPay merupakan platform uang elektronik pertama yang bisa digunakan sebagai salah satu opsi pembayaran di JNE. Semoga kemudahan bertransaksi dengan GoPay bisa dinikmati di semua titik layanan JNE di seluruh Indonesia,” kata Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti di Jakarta, Selasa.

Selain itu Ardelia juga menyampaikan bahwa GoPay dan JNE berupaya mendukung perkembangan pedagang online, yang sebagian besar di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“GoPay sebagai pemimpin pembayaran digital tanah air. Saat ini, GoPay sudah bisa diterima di 420.000 rekan usaha, 90 persen di antaranya adalah UMKM,” ujarnya.

Baca juga: GoPay resmi jadi sponsor utama Persik Kediri

Sementara VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi juga mengatakan bahwa JNE sangat mendukung para pengusaha online terutama dalam meningkatkan mutu pengiriman barang.

“JNE selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan menjangkau semua kebutuhan pelanggan. Upaya ini kami lakukan untuk pengembangan inovasi,” kata Eri

Eri juga menambahkan bahwa pengembangan akan dilakukan salah satunya dengan menghadirkan sistem pembayaran cashless atau digital payment.

“Sebagai langkah awal, kami menggandeng GoPay sebagai salah satu platform uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dengan kolaborasi ini, pelanggan JNE bisa melakukan transaksi untuk pengiriman paket menggunakan GoPay di semua titik layanan JNE yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Permudah turis, Moka beri layanan nontunai internasional

Baca juga: SPIL gandeng Go-Pay perkuat ekosistem pembayaran digital

Baca juga: Go-Pay paling banyak digunakan generasi milenial

Masyarakat Diimbau Siapkan Kartu Uang Elekronik

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ilmuwan ciptakan aplikasi AI bantu petani pisang selamatkan panen

Jakarta (ANTARA) – Ilmuwan telah menciptakan aplikasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mudah digunakan untuk membantu petani pisang mendeteksi penyakit dan hama pada tanaman.

Kehadiran aplikasi ponsel tersebut merupakan kabar baik bagi petani kecil karena mereka dapat menjalankan pertaniannya lebih efisien, menghubungkan dengan pasar, pekerja penyuluhan, gambar satelit, dan mendapat informasi cuaca melalui ponsel dengan aplikasi AI tersebut.

“Petani di dunia berjuang untuk mempertahankan pertanian mereka dari hama dan penyakit,” kata Michael Selvaraj, yang mengembangkan alat tersebut bersama koleganya dari Bioversity International di Afrika.

Pisang adalah buah paling popular di dunia, dan dengan populasi global mencapai 10 miliar pada 2050, tekanan untuk menghasilkan makanan yang cukup pun meningkat.

Baca juga: Pakar: Perangkat IoT paling rawan terhadap malware

Pisang merupakan sumber nutrisi, dan makanan pokok bagi banyak keluarga, sekaligus sumber pendapatan. Namun, penyakit seperti layu Fusarium, Xanthomanas, dan bercak daun hitam mengancam merusak buah. Dan ketika wabah penyakit itu menghantam, petani kecil akan sangat merugi.

Tumaini, nama aplikasi itu, dalam bahasa Swahili berarti “harapan”. Aplikasi tersebut akan menghubungkan petani dengan petugas penyuluhan untuk menghentikan wabah dengan cepat. Juga dapat mengunggah data ke sistem global untuk pemantauan dan kendali skala besar.

Teknologi itu menjadi pertahanan pertama melawan penyakit tanaman dan hama yang berpotensi menghancurkan panen pisang. Lewat ponselnya, petani pisang bisa memindai tanda lima penyakit utama dan satu hama.

Dalam pengujian di Kolombia, Republik Demokratik Kongo, India, Benin, China, dan Uganda, Tumaini itu memberikan tingkat deteksi 90 persen, demikian seperti disadur dari Science Daily, Senin (12/8), mengutip laporan jurnal Plant Methods.

Baca juga: AI bukan cuma milik ponsel mahal

“Hanya ada sedikit data hama dan penyakit pada pisang untuk negara berpenghasilan rendah, tapi alat AI seperti ini menawarkan kesempatan meningkatkan pengawasan tanaman, kendali jalur cepat dan upaya mitigasi, serta membantu petani mencegah kehilangan produksi.”

Tumaini menggunakan teknologi pengenalan gambar yang telah ditingkatkan. Untuk membuatnya, peneliti mengunggah 20.000 gambar penyakit dan gejala hama pada pisang.

Dengan informasi itu, aplikasi akan memindai foto dari buah, tandan, atau tanaman untuk menentukan sifat penyakit dan hama yang menyerang dan kemudian memberi langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.

Selain itu, Tumaini, juga mencatat data, termasuk lokasi geografis dan memasukkannya ke basis data yang lebih besar.

“Ini bukan sekadar aplikasi,” kata Selvaraj. “Tapi alat yang berkontribusi pada sistem peringatan dini yang mendukung petani secara langsung, memungkinkan perlindungan dan pengembangan tanaman yang lebih baik serta pengambilan keputusan untuk mengatasi keamananan pangan.”

Baca juga: Era kecerdasan buatan, pemerintah siapkan UU perlindungan data pribadi

Baca juga: Di China, foto wajah dibayar panci demi latih kemampuan AI

Baca juga: Mahasiswa FTUI berhasil raih juara dunia CIOB

Tantangan profesi baru di Era Industri 4.0

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Telegram punya fitur pengingat tidak sering chat

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi berkirim pesan Telegram mendapat pembaruan baru yaitu fitur yang memungkinkan admin grup mengatur jeda pengiriman pesan bagi anggota-anggotanya.

Dikutip dari laman TechCrunch, Minggu, Telegram memiliki fitur Slow Mode. Fitur itu memberikan kuasa kepada admin grup percakapan untuk mengatur berapa detik atau menit jeda waktu saat anggotanya akan mengirim pesan di grup itu.

Jika admin mengaktifkan fitur Slow Mode, anggota grup harus menunggu, misalnya satu menit agar bisa mengirim pesan lagi.

Telegram memperkenalkan fitur itu agar suasana mengobrol di grup percakapan lebih teratur dan “menghargai setiap pesan dari masing-masing anggota”.

Baca juga: Telegram tuduh China dalang serangan DDoS

Telegram menyarankan admin untuk mengaktifkan fitur Slow Mode secara permanen atau sewaktu-waktu saat dibutuhkan untuk menjaga arus percakapan di grup.

Namun, Telegram mengaku tidak merancang fitur itu sebagai perang melawan hoaks, tetapi untuk menciptakan ketenangan.

Berbeda dengan aplikasi berbagi pesan WhatsApp yang membatasi keanggotaan sebuah grup percakapan sebanyak 256 anggota, Telegram bisa menampung 200.000 orang dalam satu grup percakapan.

Pembaruan lainnya di Telegram yaitu penerima pesan tidak akan mendapatkan suara tanda pesan masuk jika pengirim pesan menginginkan pesan itu tidak bersuara. Maka, pesan yang terkirim itu pun akan masuk tanpa suara walaupun sang penerima pesan tidak mengatifkan pilihan “Do Not Disturb”.

Baca juga: WhatsApp dan Telegram rentan disusupi, foto dan dokumen dimanipulasi

Kemkominfo akan Buka Kembali Telegram

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Jakarta (ANTARA) – Facebook akan membuat tab khusus yang menampilkan deretan “News” atau berita dari media massa yang telah bermitra dengan mereka.

Tab khusus “News” diperkirakan akan berada di tempat yang cukup mencolok, di samping fitur Messenger, Videos dan Marketplace.

Laman Phone Arena melansir laporan dari Wall Street Journal, menyebutkan Facebook menjajaki kerja sama dengan ABC, The Washington Post dan Bloomberg senilai 3 juta dolar per tahun untuk lisensi.

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus untuk berita berkualitas

Lisensi tersebut mencakup headline dan preview dari artikel berita yang akan dimuat di Facebook.

Facebook berniat bekerja sama selama tiga tahun dan memberi kebebasan pada media untuk konten berita yang masuk ke tab “News”.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengemukakan, ide tab khusus untuk berita sudah dikatakan pada April lalu, tujuannya agar pengguna Facebook mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Perangkat video Facebook Portal hadir tahun ini

Baca juga: “Sign In with Apple” akan saingi Google dan Facebook

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Startup SehatQ hubungkan pengguna dengan 9.000-an dokter di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan (startup) penyedia layanan kesehatan digital SehatQ mampu menghubungkan penggunanya dengan lebih dari sembilan ribu dokter dari enam ribu fasilitas kesehatan di Indonesia, selain info-info kesehatan secara umum.

“SehatQ hadir untuk membantu pengguna mendapatkan informasi lengkap mengenai kesehatan, serta mempermudah akses ke fasilitas kesehatan,” kata pendiri dan CEO SehatQ Linda Wijaya, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Platform SehatQ menyediakan layanan hingga pengguna akhir (end-to-end) yang menjawab semua kebutuhan kesehatan. Pengguna bisa memperoleh informasi kesehatan lengkap, termasuk tentang gaya hidup, penyakit, obat-obatan, serta jenis perawatan medis dari artikel-artikel di laman SehatQ.

SehatQ telah memproduksi lebih dari 2.000 konten kesehatan yang semuanya ditinjau oleh tim dokter, yang juga melayani tanya jawab dengan pengguna.

Di platform yang sama, pengguna dapat terhubung dengan fasilitas kesehatan, lewat fitur booking langsung sesuai jadwal dokter yang dibutuhkan. Konektivitas itu yang menjadi fitur utama dari SehatQ.

Baca juga: DEEP, aplikasi mobile komunikasikan penyakit diabetes

“Kami menerapkan pendekatan patients first, di mana SehatQ mengutamakan kebutuhan pengguna sebagai pasien dengan menyediakan platform terbuka untuk semua fasilitas kesehatan,” ujar Linda.

Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, saat ini SehatQ sedang mengembangkan fitur chat, voice dan video conference dengan dokter. Sementara untuk aplikasi berbasis Android dan IOS akan dapat diakses pada kuartal ketiga tahun ini.

SehatQ yang berada dalam naungan Sinar Mas, berdiri pada November 2018 dan dalam kurun waktu setahun telah menjangkau ratusan rumah sakit, klinik, serta laboratorium klinik.

Saat ini pengguna SehatQ yang teregistrasi mencapai 10.000 dan pengguna aktif harian 70.000.

Baca juga: Startup Indonesia ini bawa inovasi TeleCTG ke tingkat internasional
 

Pewarta: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Jakarta (ANTARA) – Instagram memutus kemitraan mereka dengan perusahaan rintisan bidang pemasaran, Hyp3r, karena ketahuan mengumpulkan data pengguna tanpa izin.

Instagram mengetahui penyalahgunaan tersebut melalui laporan dari laman Business Insider, bahwa Hyp3r mengambil data yang tersimpan di Instagram Stories, yang tersedia melalui API Instagram.

Data-data yang terkumpul, seperti dikutip dari Cnet, berupa lokasi pengguna, informasi profil dan foto, digunakan untuk memperbaiki iklan target.

“Aksi Hyp3r tidak dibenarkan dan melanggar kebijakan kami. Kami menghapus mereka dari platform kami. Kami juga membuat perubahan produk yang dapat membantu perusahan lain mengetahui lokasi publik dengan cara ini,” kata juru bicara Instagram.

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Hyp3r membantah mereka melanggar kebijakan Instagram.

“Hyp3r dari dulu dan sekarang merupakan perusahaan yang menghadirkan pemasaran yang otentik dan tunduk pada regulasi keamanan data konsumen serta kebijakan jejaring sosial,” kata CEO Hyp3r, Carlos Gracia melalui keterangan resmi.

“Kami tidak melihat konten atau informasi yang tidak dapat diakses secara publik oleh orang-orang yang sedang online,” kata dia.

Salah satu data yang diambil Hyp3r berupa laman lokasi Instagram, berisi foto-foto dari akun publik. Data itu semula dapat dilihat oleh semua orang dan mereka tidak harus masuk ke akun Instagram.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Kunci manfaatkan Instagram agar laris berjualan

Baca juga: Akademi Instagram bantu usahawan muda kembangkan bisnis

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spotify dan Rich Brian gelar pameran “The Sailor Experience”

Jakarta (ANTARA) – Spotify resmi meluncurkan pameran interaktif perdana rapper internasional Rich Brian, dalam merayakan album terbarunya,”The Sailor”.

“The Sailor bercerita tentang penjelajah — yakni seseorang yang tidak takut mencoba hal baru dan mengejar mimpinya, walaupun mimpi tersebut terdengar gila. The Sailor mewakili diri saya sendiri, dan juga banyak pendengar saya di luar sana. Ini merupakan perjalanan yang luar biasa dan saya ingin membagikan kisah ini pada dunia, dari negara asal saya, lewat acara seperti The Sailor Experience,” kata Rich Brian dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Dalam peluncuran eksklusif, para undangan dan sejumlah fans terpilih berkesempatan menjadi yang pertama untuk menyaksikan kisah perjalanan serta inspirasi artistik Rich Brian di pameran yang bertajuk “The Sailor Experience” tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan menyaksikan debut sinematik “Rich Brian is The Sailor” — sebuah film pendek arahan Sing J. Lee.

Sutradara ternama ini dikenal berkat sejumlah karyanya untuk artis-artis dunia, seperti Childish Gambino (Donald Glover), Halsey, Aluna George, Muse, Chvrches, Charlie XCX, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Rich Brian rilis film pendek “The Sailor”, pendamping album baru

Film “Rich Brian is The Sailor” menyoroti berbagai proses di balik layar pembuatan album “The Sailor”.

Saat membuka pameran, Rich Brian sempat memandu pengunjung menelusuri kisah di balik karya-karya yang dipamerkan.

Ia berbagi cerita tentang ruang kreatifnya, serta proses dan inspirasi di balik pameran tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan Spotify yang telah membantu saya merealisasikan visi kreatif saya untuk peluncuran ini, serta atas dukungan mereka terhadap musik saya selama ini,” katanya.

Baca juga: Rich Brian rilis lagu baru berjudul “Kids”

Sepanjang perjalanan karier Rich Brian, internet memegang peran penting dalam menjembatani komunikasi Rich Brian dengan fansnya secara digital.

Bahkan, jauh sebelum itu, internet juga menjadi platform baginya untuk belajar Bahasa Inggris dan memperkenalkan karyanya ke dunia internasional.

Dengan lebih dari 232 juta pengguna di seluruh dunia, Spotify, sebagai platform streaming musik terpopuler di dunia, menjadi mitra yang sempurna untuk menyajikan The Sailor Experience kepada para fans di Indonesia dan seluruh dunia.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Rich Brian dalam menggelar pameran The Sailor Experience di Jakarta. Ini adalah pameran interaktif pertama kami di Asia dan kami sangat senang dapat melakukannya bersama Rich Brian yang penuh talenta. Kisahnya telah menjadi inspirasi untuk banyak orang dan, melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membawa fans lebih dekat dengan visi, hasrat berkarya, dan kisah hidupnya,” ujar Chee Meng Tan, Head of Artist and Label Marketing, Asia Tenggara, Spotify.

Pameran interaktif “The Sailor Experience” digelar di Gudang Gambar, Jakarta pada 8-10 Agustus 2019, tanpa biaya masuk. Karya-karya seni yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan representasi visual dari perjalanan Rich Brian, serta simbol hidup dari album barunya, yang menceritakan kisahnya sebagai seorang penjelajah dalam mengarungi perjalanan hidup yang belum pernah ia lewati sebelumnya.

Berkaca dari pengalaman hidup Rich Brian, pameran ini diharap dapat memberikan inspirasi bagi para fans untuk menjaga keingintahuan, motivasi, dan kegigihan mereka.

Baca juga: Bekraf ingin lahirkan Rich Brian lain lewat ICINC

Baca juga: Presiden Jokowi bahas musik dengan Rapper Rich Brian di Bogor

Baca juga: Rich Brian rilis single baru “Yellow”

Presiden terima rapper Rich Brian di Istana Bogor

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gim atau aplikasi yang lebih baik hilangkan stres?

Jakarta (ANTARA) – Sebuah penelitian yang dilakukan di University College London dan The University of Bath, mengungkap salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan stres setelah seharian bekerja yakni bermain gim di ponsel.

Bahkan menurut penelitian itu, gim di ponsel jauh lebih efektif daripada aplikasi mindfulness yang diciptakan untuk membantu penggunanya agar tenang, mengontrol pernapasan mereka, dan berlatih meditasi.

Penelitian dilakukan lewat dua percobaan untuk mengambil data. Pertama, peneliti meminta 45 siswa untuk bersantai melalui media yang berbeda setelah tes matematika.

Percobaan kedua, peneliti meminta 20 peserta untuk menggunakan permainan ponsel pintar atau aplikasi mindfulness untuk bersantai setelah bekerja.

Baca juga: Stres bikin otak mengecil

Kedua percobaan itu menunjukkan mereka yang memilih gim ponsel pintar lebih santai dan lebih terkendali, demikian seperti dilansir Medical Daily, beberapa waktu lalu.

“Untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang kita, kita harus dapat bersantai dan memulihkan diri setelah bekerja. Studi kami menunjukkan bermain gim digital bisa menjadi cara yang efektif untuk melakukan itu,” kata penulis utama penelitian itu, Dr Emily Collins.

Emily juga mencatat bahwa pemulihan dan relaksasi pasca-bekerja jauh lebih efektif ketika seseorang benar-benar menikmati permainan di ponselnya itu dan bukan hanya untuk sekadar menghabiskan waktu saja.

Baca juga: 5 fitur yang hanya ada di ponsel jadul

Atur stres jadi motivasi capai keberhasilan

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Listrik padam ganggu layanan ujian “online” Edubox

total sekitar 300 sekolah yang sudah menggunakan Edubox

Bandung (ANTARA) – Pemadaman listrik di wilayah sebagian Pulau Jawa mengganggu pelaksanaan ujian yang menggunakan aplikasi berbasis web Edubox di sekolah-sekolah.

Chief Operation Officer Edubox Fathi Nashrullah, di Bandung, Senin, mengatakan pemadaman listrik akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sekolah yang sudah terbiasa menggunakan Edubox saat ujian sehari-hari.

“Jadi adanya pemadaman listrik ini tentunya akan sangat berpengaruh, apalagi untuk sekolah besar dengan jumlah murid yang banyak, yang menggunakan server yang terpusat,” kata Fathi seusai memberikan penghargaan kepada SMA Negeri 17 Bandung.

Edubox adalah aplikasi berbasis web yang terdiri dari aplikasi ujian, tugas, dan materi dalam jaringan lokal (intranet) buatan PT Pinisi Teknologi Edukasi (Pinisi Edubox).

Menurut dia, kasus aliran listrik yang terputus dan memengaruhi ujian lewat Edubox biasanya terjadi di sekolah di pelosok dan menggunakan jaringan komputer.

“Biasanya sekolah kalau mau ujian, meminta PLN untuk menjaga aliran listriknya. Akan terganggu kalau sampai ada pemadaman bergilir,” katanya.

Lebih lanjut Fathi mengatakan Provinsi Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah pengguna Edubox terbanyak di Indonesia.

Dia menuturkan semua SMP negeri dan puluhan SMP swasta di Kota Bandung sudah menggunakan Edubox untuk ujiannya. Sarana tersebut pun digunakan SMA dan SMK di Jabar dan total sekitar 300 sekolah yang menggunakan Edubox.

Dia menjelaskan dengan Edubox, ujian dilakukan melalui komputer, laptop, tablet, atau gawai lainnya yang terkoneksi dengan browser.

Apabila biasanya saat ujian dibutuhkan sampai sepuluh lembar kertas per siswa per mata pelajaran, dengan Edubox semuanya dilakukan tanpa kertas.

Edubox sejak 2017 meluncurkan Edupress sebagai converter soal instan dan dengan mengunduh template dari Edupress, para guru secara daring bisa mengubah soal yang dimiliki menjadi bentuk soal yang siap unggah ke Edubox tanpa kendala terutama untuk soal gambar, rumus, equation, dan huruf asing, baik huruf Arab, Mandarin, sampai aksara Sunda.

“Jadi untuk guru di sekolah-sekolah bisa sharing soal dan tidak tergantung buku penerbit atau lembar kerja siswa. Ini seperti membuat bank soal. Memudahkan guru berbagi soal,” katanya.

Pada momentum upacara bendera Senin pagi di SMA Negeri 17 Bandung, Edubox secara simbolis memberikan penghargaan kepada SMA Negeri 17 Bandung sebagai sekolah dengan jumlah postingan soal terbanyak dengan jumlah 410 paket soal ujian.

Secara berturut-turut, jumlah sekolah 10 besar postingan terbanyak adalah SMA Negeri 17 Bandung (410 paket soal ujian), SMA Negeri 1 Bandung (353), SMP Daarut Tauhid Boarding School (338), SMP Negeri 54 Bandung (326), SMP Negeri 36 Bandung (320), SMP Negeri 1 Sumber (270), SMP Negeri 40 Bandung (268), SMA Negeri 2 Padalarang (260), SMP Negeri 6 Bandung (252), dan SD Negeri Cijambe 2 dengan jumlah postingan 246 paket soal ujian.

“Hingga genap dua tahun perjalanan Edupress, sudah ada 23.525 ujian yang ter-publish dari seluruh user sekolah. Jika dirata-ratakan dalam satu ujian terdapat 35 soal, maka jumlah total soal tersiar adalah 823.375 soal. Ini menjadikan Edupress sebagai crowdsourcing bank soal terbesar di Indonesia,” katanya.

Edubox sebagai salah satu start up di dunia digital, berkomitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan dalam perjalanannya, Edubox mulai memacu para guru untuk masuk ke era digitalisasi tanpa melupakan konten lokal. 

Baca juga: 120 sekolah Bandung gunakan sistem smart city pendidikan
Baca juga: UN CBT lebih hemat waktu
 

Inovasi Edubox untuk Pantau Siswa Bolos

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan raksasa media sosial, Facebook Inc, akan menggunakan nama mereknya pada dua aplikasi berbagi foto dan pesan populer, Instagram dan WhatsApp.

Kendati tidak dapat langsung dilihat oleh pengguna, namun pada aplikasi Instagram kini tertulis “Instagram from Facebook” pada bagian bawah layar pengaturan.

Facebook juga berencana menambahkan namanya dalam layanan perpesanan WhatsApp, meski saat ini nama itu belum terlihat pada WhatsApp versi pembaruan 2.19.203.

Langkah itu dilakukan karena perusahaan media sosial terbesar di dunia itu menghadapi pengawasan ketat dari regulator di seluruh dunia terkait transparansi data, bagaimana dan dengan siapa Facebook berbagi informasi pengguna.

“Kami ingin lebih jelas terkait produk dan layanan yang menjadi bagian dari Facebook,” kata juru bicara perusahaan kepada Reuters, Sabtu.
  Keterangan “Instagram from Facebook” kini tertera pada laman aplikasi Instagram (ANTARA News/Alviansyah P)

Beberapa anggota parlemen AS, termasuk Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat, mendorong tindakan konkret dari Facebook, Amazon.com Inc dan Google Alphabet Inc terkait keamanan data pengguna.

Salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes dalam sebuah opini di New York Times pada Mei, mendesak regulator AS agar memisahkan Facebook menjadi tiga perusahaan.

Facebook menaungi tiga aplikasi terbesar di dunia, meliputi Facebook itu sendiri, Instagram setelah diakusisi pada 2012 dan WhatsApp pada 2014. Masing-masing aplikasi digunakan lebih dari 1 miliar orang di dunia.

Baca juga: Facebook dekati Netflix dan Disney, ada apa?

Baca juga: Facebook tutup sejumlah akun dari empat negara
 

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan Youtube penuhi feed berkonten anak-anak

Jakarta (ANTARA) – Youtube diam-diam mengubah algoritma-nya pada Juli 2019 dengan tujuannya menghadirkan konten-konten yang lebih ramah keluarga menyusul penyelidikan oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat, demikian laporan Bloomberg dikutip The Verge, Kamis (1/8) waktu setempat.

Perubahan algoritma itu menyebabkan konten tertentu muncul dan direkomendasikan untuk para pengguna Youtube sedangkan konten lainnya diabaikan.

Meskipun perubahan itu disebut-sebut sebagai pembaruan rutin yang sering dilakukan tim teknik Youtube, seorang juru bicara mengatakan kepada Bloomberg bahwa perubahan itu merupakan upaya untuk meningkatkan “kemampuan bagi pengguna untuk menemukan konten keluarga yang berkualitas.”

Terkait video yang direkomendasikan disebut sebagai konten keluarga yang berkualitas, komunitas pengguna Youtube dalam situs Reddit masih memperdebatkan konten-konten itu.

Baca juga: Google akan perluas mode Incognito ke Maps dan Search

Kanal Youtube dalam Reddit penuh dengan orang-orang yang mengeluh tentang rekomendasi konten anak-anak, termasuk konten lagu anak-anak yang bukan berbahasa Inggris.

“Saya tidak menonton satu video pun yang ada kaitannya dengan (perubahan algoritma) itu. (Saya) hanya menonton video skate,” tulis seorang pengguna Youtube dalam Reddit.

Komentator lain menulis bahwa perubahan algoritma itu bukan pertama kalinya mengubah rekomendasi YouTube dan justru merekomendasikan konten anak-anak yang aneh.

“Sepertinya mereka hanya mendorong omong kosong itu secara harfiah di seluruh platform untuk meraih sebanyak mungkin pandangan anak-anak,” tulis seorang pengguna di Reddit.

Baca juga: Vietnam tingkatkan tekanan terhadap YouTube

Youtube telah berjuang melewati banyak kontroversi dan skandal seputar konten anak-anak selama beberapa tahun.

Laporan dari The New York Times, Wired, dan bahkan investigasi yang dilakukan oleh para kreator telah menemukan banyak masalah, termasuk jaringan predator menggunakan bagian komentar dari video yang menampilkan anak-anak untuk mengirim pesan yang mengganggu.

FTC juga meluncurkan investigasi ke Youtube. Youtube berulang kali mengatakan bahwa situs webnya tidak ditujukan untuk anak di bawah usia 13 tahun.

Baca juga: Pesohor YouTube Emily Hartridge tewas dalam kecelakaan skuter

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Moka-GoPay berkolaborasi, transaksi nontunai UMKM makin gampang

Jakarta (ANTARA) – Penyedia sistem pengelolaan kasir atau yang juga disebut dengan point-of-sale (PoS), Moka bekerja sama dengan Gopay untuk menyediakan transaksi nontunai bagi pelaku UMKM pengguna jasa Moka.

“Para pelaku UMKM bertransaksi selama ini dengan konsumennya lebih banyak menggunakan tunai, bekerja sama dengan Gopay ini kita dorong kedepannya semakin sedikit penggunaan transaksi tunai,” kata Vice President Marketing and Brand Moka Bayu Ramadhan di Jakarta, Kamis.

Saat ini UMKM yang menggunakan aplikasi PoS Moka sudah berjumlah sebanyak 20.000 pengguna yang tersebar di lebih 200 kota dan kabupaten di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, pada 2018 transaksi nontunai baru dicatat tak lebih dari 10 persen saja, sedangkan 80 persen lebih masih mengandalkan uang tunai dalam bertransaksi.

“Gopay saat ini sudah menjadi sistem pembayaran nontunai yang cukup besar, dipakai oleh masyarakat luas, bahkan telah menjadi habit (kebiasaan) masyarakat, oleh sebab itu kita menjalin kerjasama dengan Gopay,” kata dia.

Bahkan untuk 2019 ini Moka menargetkan transaksi nontunai UMKM pengguna jasanya bisa meningkat sampai 40 persen.

“Moka dan GoPay memiliki visi yang sama, mendukung program pemerintah dalam memperluas jangkuan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT),” ujarnya.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook dekati Netflix dan Disney, ada apa?

Jakarta (ANTARA) – Facebook Inc telah mendekati Netflix Inc, Walt Disney Co dan sejumlah perusahaan media lainnya yakni Hulu, HBO, dan Amazon.com Inc, demikian menurut The Information yang dikutip Reuters.

Alasannya, Facebook ingin menempatkan layanan streaming perusahaan media tersebut ke perangkat baru buatannya.

Perangkat baru Facebook dijadwalkan hadir pada musim gugur tahun ini, berupa alat untuk panggilan video dari televisi.

Perangkat yang belum diketahui namanya itu akan menggunakan teknologi panggilan yang sama dengan yang Facebook benamkan di Portal.

Menurut sumber anonim, perangkat dari Facebook itu saat ini diberi sandi Catalina, dengan remote control dan layanan streaming video mirip dengan Apple TV.

Facebook belum memberikan komentar atas kabar ini.

Baca juga: Facebook tutup sejumlah akun dari empat negara
 

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019