Cara memasang mode gelap pada Gmail

Jakarta (ANTARA) – Google bertepatan dengan pembaruan sistem operasi ponsel pintar ke Android 10 juga mengeluarkan fitur mode gelap, termasuk pada aplikasi Gmail.

Mode gelap (dark mode), sejak beberapa waktu belakangan populer diterapkan dalam berbagai platform, seperti Facebook Messenger dan YouTube. Apple juga ikut memasang dark mode di iPhone dan iPad melalui iOS 13, dikutip dari laman CNet.

Dark mode akan membuat layar ponsel lebih nyaman dilihat terutama saat malam hari, juga lebih sedikit mengonsumsi daya baterai.

Berikut ini cara mengaktifkan dark mode pada aplikasi Gmail;

Baca juga: Cara cepat bersihkan email di inbox

1. Setelah membuka Gmail, ketuk menu hamburger atau tiga garis di kiri atas aplikasi.

2. Pilih “Settings”, lalu “General Settings”.

3. Di bagian atas, ketuk “Theme”.

4. Pilih “Dark”, jika sudah memakai dark mode sebagai setelan tetap di Android 10, pilih “System default”.

Pastikan ponsel sudah berjalan dengan Android 10 sebelum mencari fitur dark mode pada aplikasi Gmail.

Baca juga: Gmail sudah berusia 15 tahun, ini transformasinya

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spotify perketat verifikasi pakai GPS agar tak disalahgunakan

Jakarta (ANTARA) – Spotify akan memperketat verifikasi untuk langganan versi Premium Family demi memastikan program tersebut tidak disalahgunakan oleh para pengguna mereka.

Spotify mengenakan biaya 15 dolar AS per bulan untuk langganan versi Premium Family, yang berlaku maksimal bagi enam anggota keluarga.

Laman Billboard tahun lalu menulis hampir separuh pelanggan Spotify memilih program Premium Family dan rata-rata digunakan oleh tiga sampai empat orang.

Sayangnya, seperti dikutip dari laman The Verge, ada pelanggan yang menyalahgunakan program itu, misalnya berbagi iuran dengan teman, bukan anggota keluarga, agar mendapat biaya berlangganan yang lebih murah.

Spotify pada Agustus lalu akhirnya mengubah syarat dan kebijakan untuk langganan Premium Family. Mereka akan meminta pengguna memberikan data lokasi “dari waktu ke waktu” untuk memastikan pengguna Premium Family adalah anggota keluarga.

Menurut laman Cnet, pengguna diberikan waktu 30 hari untuk membatalkan langganan setelah kebijakan baru itu.

Program baru tersebut pertama kali hadir di Irlandia pada 19 Agustus, dan menyusul di Amerika Serikat pada 5 September.

Spotify pernah menguji coba melacak lokasi pengguna dengan GPS pada tahun lalu, namun, urung dipakai karena pengguna mereka protes keras. Data lokasi pengguna tergolong informasi yang sensitif karena berkaitan dengan kehidupan pribadi.

Meski pun data lokasi tercatat anonim, informasi tersebut sangat berisiko karena dalam sekejap bisa dilacak. Spotify menjamin data tersebut dilindungi dengan enkripsi dan tidak akan disalahgunakan.

“Data tersebut dienkripsi dan dapat disunting sesuai dengan kebutuhan pengguna. Data lokasi yang dikumpulkan untuk akun Premium Family hanya digunakan Spotify untuk keperluan tersebut,” kata Spotify.

Masing-masing anggota yang terdaftar di program langganan Premium Family akan diminta untuk memberikan alamat rumah atau mengaktifkan fitur lokasi.

“Setelah verifikasi alamat rumah anggota keluarga selesai, kami tidak menyimpan data lokasi atau melacak lokasi mereka,” kata Spotify.

Spotify, melalui kebijakan tersebut, menganggap keluarga harus tinggal satu atap, mereka tidak mempertimbangkan kemungkinan anggota keluarga tidak tinggal bersama karena urusan sekolah atau pekerjaan.

Ahli keamanan siber mengkhawatirkan kebijakan terbaru itu akan berpengaruh terhadap privasi para penggunanya.

“Perubahan kebijakan ini memungkinkan Spotify secara sewenang-wenang menggunakan lokasi pengguna untuk memastikan apakah mereka tinggal di rumah yang sama ketika menggunakan akun keluarga. Tidak jelas seberapa sering Spotify akan meminta informasi ini dari perangkat,” kata pimpinan lembaga pengawas teknologi Inggris Raya, Privacy International, Christopher Weatherhead.

Wheatherhead juga mengkhawatirkan kerahasiaan data pengguna anak yang ikut berlangganan Spotify lewat program Premium Family. Spotify menetapkan batasan usia 13 tahun ke atas untuk memakai layanan mereka.

Baca juga: Spotify gandeng Snapchat bagikan lagu ke Story

Baca juga: Spotify tiru radio, bisa dengarkan musik dan berita sambil nyetir
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google Maps tambah fitur dukung pemulihan pecandu alkohol di AS

Jakarta (ANTARA) – Google mengumumkan fitur baru yang dirancang untuk mereka yang ingin pulih dari kecanduan alkohol atau narkoba di Amerika Serikat (AS).

Fitur baru tersebut kini menampilkan lebih dari 83.000 pertemuan, beberapa di antaranya dijalankan oleh mereka yang pulih dari kecanduan alkohol dan obat-obat terlarang, seperti Alcoholics Anonymous, Narcotics Anonymous, Al-Anon dan SmartRecovery di lebih dari 33.000 lokasi.

Maps tidak hanya akan mencantumkan lokasi-lokasi pertemuan tersebut, namun jika diketuk, Maps juga akan memberikan arahan ke salah satu pertemuan yang terdaftar.

Dikutip dari Phone Arena, Minggu, Google mengatakan bahwa penambahan informasi tersebut ke Google Maps dilakukan setelah permintaan pencarian untuk “rehabilitasi terdekat,” “perawatan kecanduan terdekat” dan “bagaimana membantu pecandu” mencapai rekor tertinggi.

Sebanyak 21 juta orang Amerika dilaporkan berjuang dengan penyalahgunaan narkoba, dan diperkirakan 1 dari 14 orang dewasa Amerika dalam pemulihan.

Untuk membantu pecandu menemukan kekuatan dan motivasi dalam pemulihan, Google telah merilis serangkaian video yang menampilkan para penyalahguna narkoba berbagi pengalaman mereka.

Selain itu, Google Maps juga akan menunjukkan lokasi tempat Naloxone dapat dibeli tanpa resep dokter. Naloxone adalah obat yang digunakan untuk memblokir efek opioid, terutama penurunan pernapasan pada overdosis, yang telah menyelamatkan banyak nyawa.

Google Maps akan memberi tahu di mana obat itu bisa diperoleh, dengan memasukkan kata kunci “Naloxone terdekat” atau “Narcan terdekat” ke dalam bilah pencarian.

Bulan September adalah bulan pemulihan nasional atau National Recovery Month, dan Google telah membuat situs web baru berjudul Recover Together, demikian Phone Arena.

Baca juga: Tandingi Google Maps, Huawei akan luncurkan “Map Kit”

Baca juga: Heboh penampakan hantu, begini cara kerja Google Maps

Baca juga: 100 pengendara di Denver tersesat bareng karena ikuti Google Maps

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Verifikasi dua langkah” jaga kerahasiaan informasi di WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk dapat menjaga kerahasian informasi serta keamanan aplikasi WhatsApp, salah satunya dengan memanfaatkan fitur “verifikasi dua langkah” atau two-step verification.

Fitur ini sangat berguna jika ada seseorang yang tidak dikehendaki ingin mengakses akun WhatsApp Anda sehingga kerahasiaan informasi tetap terjaga.

“Fitur ini membantu Anda jika ada seseorang yang ingin mengakses WA anda ketika handphone anda hilang. Itu bisa dijaga dengan verifikasi dua langkah,” kata Sravanthi selaku Director of Communications WhatsApp saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Fitur itu bisa diaktifkan dengan membuka menu “pengaturan” lalu pilih “akun” dan pilih “verifikasi dua langkah”. Setelah itu, pengguna diminta untuk memasukkan enam digit PIN.

Baca juga: Cara ampuh jaga privasi di WhatsApp

Baca juga: WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Setelah diminta membuat PIN, kemudian pengguna akan diminta mendaftarkan email yang berguna jika sewaktu-waktu lupa enam digit PIN tersebut.

“Ini sama halnya bila Anda di rumah dan punya mobil atau motor, maka Anda tidak akan mungkin meninggalkan rumah dan kendaraan Anda tanpa terkunci. Anda tidak akan menaruh barang ditempat ramai tanpa dijaga,” ujar Sravanthi.

Sravanthi menambahkan bahwa pengguna WhatsApp juga bisa memanfaatkan fitur keamanan dalam smartphone untuk membantu menjaga privasi, termasuk segala informasi yang ada di WhatsApp.

“Satu lagi yang penting, gunakan perlindungan yang diberikan handphone Anda seperti sidik jari atau face id. Itu dapat gunakan sehingga perlindungan benar-benar ada di tangan Anda,” imbuhnya.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook Cafe hadir di Jakarta, kampanyekan pentingnya jaga privasi

Jakarta (ANTARA) – Facebook secara resmi membuka kafe pop up Facebook Cafe yang berlokasi di kawasan Melawai, Jakarta, untuk mengampanyekan pentingnya menjaga privasi di media sosial.

“Banyak sekali masyarakat belum menyadari betul fitur privasi, kita ingin meningkatkan kesadaran itu agar antusiasme itu diiringi dengan keamanan privasi,” kata Manajer Kampanye Kebijakan Facebook Indonesia Noudhy Valdryno di Jakarta, Jumat.

Facebook Cafe akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (15/9), bertempat di Filosofi Kopi. Di tempat tersebut, tim Facebook Indonesia akan menjawab pertanyaan seputar fitur privasi yang tersedia di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Melalui Facebook Cafe, Facebook Indonesia juga ingin mensosialisasikan fitur autentikasi dua faktor.

“Ini sangat penting karena banyak sekali pengguna aplikasi keluarga Facebook Indonesia yang sudah mendapatkan jumlah follower-nya yang sangat banyak, jadi kita ingin melindungi mereka dari upaya-upaya seperti hacking, phising dan aplikasi autentikasi dua faktor ini sangat efektif untuk menjaga para pengguna kami dari upaya-upaya tersebut,” ujar Noudhy.

Baca juga: Facebook luncurkan aplikasi kencan pesaing baru Tinder

Ice Coffee Latte yang bisa didapatkan gratis di Facebook Cafe, di Jakarta, Jumat (13/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia) Di Facebook Cafe, pengunjung akan diajak untuk mengikuti tes privasi yang akan membantu mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang fitur dan kendali privasi di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan pengaturan privasi mereka, sambil menikmati sajian dan camilan dari Facebook.

Indonesia merupakan negara ketiga yang dipilih Facebook, setelah Inggris dan Jepang, untuk menghadirkan Facebook Cafe. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna Facebook, Instagram dan WhatsApp yang begitu besar di Indonesia.

“Kita bangga sekali keluarga Facebook Indonesia bisa membawa Facebook Cafe di sini. Kita lihat nanti mudah-mudahan di Jakarta antusiasnya positif, dan mudah-mudahan bisa membawa Facebook Cafe di Indonesia untuk di kemudian hari,” ujar Noudhy.

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”
 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apple Arkade tawarkan 100 judul gim eksklusif

Jakarta (ANTARA) – Layanan gim berlangganan yang akan dirilis Apple, yakni Arkade, akan menawarkan lebih dari 100 judul gim terbaru dan eksklusif kepada para pengguna yang bisa dimainkan di perangkat Apple mereka.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, pada Rabu, beberapa mitra Apple dalam layanan itu seperti Sega, juga akan menyuguhkan beberapa gim klasik mereka, misalnya “Sonic the Hedgehog” yang populer pada 90-an, selain menawarkan gim-gim terbaru.

Selain Sega, mitra lainnya yang bergabung dalam Arkade antara lain Annapurna Interactive, Konami, Disney, Lego dan Skybound Entertainment.

Selain varian judul gim, Apple juga menyatakan Arkade-nya tidak akan memiliki iklan atau memerlukan pembelian tambahan (additional purchase), serta dapat dimainkan secara luar jaringan (offline) di perangkat-perangkat Apple.

Baca juga: Apple hadirkan generasi terbaru iPad dengan harga lebih murah

Apple Arkade dijadwalkan hadir di lebih dari 150 negara pada 19 September 2019.

Biaya berlangganan yang ditawarkan sebesar USD5 (sekitar Rp70 ribu) per bulan dengan family mode yang bisa diakses hingga enam orang pengguna, dan uji coba gratis (free trial) selama satu bulan.

Arkade akan menjadikan pesaing baru dalam layanan khusus gim (streaming game-centric) terhadap pemain yang sudah ada sebelumnya seperti Google Stadia dan Microsoft Project xCloud.

Baca juga: Apple resmi luncurkan iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Media sosial kini jadi wadah diplomasi secara digital

Jakarta (ANTARA) – Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia Agung Yudha mengatakan media sosial kini menjadi wadah untuk berdiplomasi secara digital seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Komunikasi dunia berubah saat ini, yang membuat perubahan cara berkomunikasi dalam hal diplomatik. Hampir semua pemimpin menggunakan platform Twitter,” ujar Agung dalam acara Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa.

Dalam presentasinya, Agung menyebutkan sebanyak 951 akun Twitter adalah milik para pemimpin dunia.

Twitter menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh pemimpin dunia. Facebook pada urutan kedua dengan 677 akun, sementara Instagram di urutan ketiga dengan 403 akun.

Hal tersebut, menurut Agung, dikarenakan konten Twitter yang “hidup.”

“Twitter dibuat untuk mendiskusikan sesuatu dan biasanya tempat untuk bertemu orang yang tidak kita kenal secara personal. Pembicaraan yang timbul di Twitter ini mendukung usaha diplomasi,” kata dia.

Percakapan yang sedang hangat-hangatnya di Twitter sering kali dimanfaatkan oleh akun kedutaan besar untuk mempromosikan diri.

Sebagai contoh, Yudha menyebutkan, akun @KBRIWashDC memanfaatkan momentum tingginya percakapan Marvel vs DC saat film “Justice League” meluncur pada 2017.

Akun kedutaan besar Indonesia di Washington DC itu ikut dalam obrolan tersebut untuk “mengiklankan” keberadaan kantor kedutaan besar tersebut.

Akun Twitter Swedia @swedense juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kuliner khas bola daging Swedia, yang bisa ditemui di IKEA.

Baca juga: Twitter matikan fitur cuit via SMS usai akun CEO diretas

Baca juga: Facebook, Google bahas keamanan medsos untuk Pilpres AS 2020
 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kamus digital Bali raih penghargaan UNESCO

750 juta orang dewasa di dunia memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi digital kamus bahasa Bali berhasil meraih penghargaan literasi dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

Penghargaan tersebut diberikan kepada organisasi di Bali yakni BASAbali, yang berupaya melestarikan Bahasa Bali melalui aplikasi digital kamus bahasa Bali    pembuatan seperti tertulis dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Atas upaya pelestarian bahasa daerah tersebut, BASABali mendapatkan The UNESCO Confucius Prize for Literacy yang diberikan di Paris, Perancis, Senin.

Selain Indonesia terdapat dua negara lain yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Kolombia dan Italia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini kepada Direktur BASABali Gde Nala Antara. Nala didampingi oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar dan Surya Rosa Putra, Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.

Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini mengatakan pada tahun ini UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema Literacy and Multilingualism, sebab literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa.

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic pada tahun 2019 terdapat sekira 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

Baca juga: Berjasa untuk UNESCO, anggota AIPI raih penghargaan

“Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah,” kata Stefania.

Direktur BASABali Gde Nala Antara menuturkan program BASABali menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa.

Gde yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengatakan program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASABali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” kata Gde Nala.

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASABali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosa kata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, menegaskan penghargaan itu merupakan pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

Baca juga: Kembali, Bandara Bali raih penghargaan terbaik dunia

Sebelumnya, pada 2012 Indonesia juga mendapatkan penghargaan sejenis, yakni UNESCO King Sejong Literacy Prize.

“Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO,” kata Surya.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar, menegaskan bahwa kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

Hal itu merupakan hasil berkolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali. Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam.

“Dengan adanya kolaborasi itu dapat memperkaya bahasa Indonesia. Pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru bahasa Indonesia dari bahasa daerah. Lestarikan bahasa daerah, kembangkan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju,” ajak Harris yang juga Komite Pengarah Aliansi Literasi Dunia (Global Alliance for Literacy) UNESCO itu.* 

Baca juga: Ani Yudhoyono terima penghargaan dari UNESCO

Pewarta: Indriani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bukalapak buka suara soal perampingan karyawan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan Bukalapak mengonfirmasi kabar yang beredar soal pemutusan hubungan kerja karyawan, yang mereka sebut sebagai “penataan internal perusahaan”.

“Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company, terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang, ” kata Bukalapak melalui keterangan resmi, Selasa.

Menurut Bukalapak, penataan internal ini akan mendukung strategi bisnis mereka.

“Tentunya sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak,” katanya.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia, Bukalapak ranking pertama

Baca juga: Promosi ekspor produk UKM Indonesia melalui BukaGlobal

Sumber Antara menginformasikan cukup banyak karyawan yang terdampak kebijakan penataan internal Bukalapak ini, ada kemungkinan jumlahnya mencapai ratusan orang.

Pemutusan hubungan kerja menimpa beberapa divisi di Bukalapak, termasuk bagian engineering dan pemasaran, menurut sang sumber.

Bukalapak masuk ke kelompok startup unicorn di Indonesia, perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya ini sudah beroperasi selama sembilan tahun.

Berangkat sebagai e-commerce, Bukalapak menjelma menjadi perusahaan berbasis teknologi dan mengembangkan beragam layanan di platform mereka, termasuk layanan finansial dan investasi.

Selain kantor pusat di Jakarta, Bukalapak juga memiliki pusat riset di Bandung dan Surabaya.

Baca juga: Suka duka Achmad Zaky bangun Bukalapak, pernah ditinggal karyawan

Baca juga: Bayar paspor kini bisa via Tokopedia, Finnet dan Bukalapak

Baca juga: Bukalapak dan Tokopedia dilibatkan setoran penerimaan negara

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spotify gandeng Snapchat bagikan lagu ke Story

Jakarta (ANTARA) – Spotify resmi bermitra dengan pelopor format story, Snapchat, yang membuat pengguna dapat langsung membagikan lagu kesukaan mereka ke jejaring sosial tersebut.

“Anda dalam waktu dekat bisa menggabungkan keduanya secara tanpa batas dan membagikan apa yang Anda dengarkan ke Snap (story),” kata Spotify dalam blog resmi mereka.

Pengguna Spotify bisa membagikan lagu, daftar putar, album dan podcast langsung ke Snapchat. Tentu, pengguna harus memasang aplikasi Spotify dan Snapchat di ponsel mereka.

Saat sednag mendengarkan lagu atau podcast di Spotify, ketuk menu bagikan atau “share”, berupa tiga titik di kanan layar, akan muncul “Snapchat” dari daftar.

Baca juga: Pelanggan Apple Music saingi Spotify

Baca juga: Spotify buat fitur mirip Instagram Stories

Setelah di klik, pengguna akan diarahkan ke Snap baru dari Snapchat, termasuk dengan sampul album lagu yang sedang didengar. Ketuk send atau kirim, atau pengguna ingin menyuntingnya dulu sebelum disiarkan.

Integrasi Spotify dengan Snapchat ini juga memiliki fitur untuk mengirimkan lagu ke teman lain di jejaring sosial tersebut.

Jika mendapat kiriman Snap dari teman berisi lagu, Snapchat juga memberikan kemudahan untuk mendengarkannya.

Sapu layar dari bawah ke atas, ketuk context card berisi informasi lagu. daftar putar atau podcast yang diterima. Pengguna akan langsung diarahkan ke Spotify untuk mendengar lagu tersebut.

Pembaruan ini berlaku untuk Spotify dan Snapchat versi iOS dan Android.

Baca juga: Spotify tiru radio, bisa dengarkan musik dan berita sambil nyetir

Baca juga: Setelah Netflix, Obama geluti bisnis podcast bersama Spotify

Baca juga: “Kill This Love” BLACKPINK rajai tangga lagu K-pop di Spotify
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasang OS Harmony, Huawei berencana tinggalkan Gmail

Jakarta (ANTARA) – Huawei baru saja mengumumkan sistem operasi Harmony yang akan dipakai di sejumlah perangkat pintar mereka setelah tidak lagi bermitra dengan Google Android, termasuk upaya alternatif untuk aplikasi surel Gmail.

Huawei mulai berdiskusi dengan penyedia layanan surat elektronik dari Swiss, ProtonMail, untuk menjadi aplikasi bawaan (preloaded) seperti Gmail untuk perangkat berbasis Android, dikutip dari laman Bloomberg, Senin.

Jika bukan menjadi aplikasi preloaded, ProtonMail bisa saja masuk pasar aplikasi buatan Huawei, AppGallery, seperti dikatakan CEO ProtonMail Andy Yen.

Baca juga: Huawei luncurkan dua varian baru untuk P30 Pro

“Yang mereka cari dari kami adalah alternatif dari Google jika mereka tidak bisa menawarkan apa-apa lagi ke Google,” kata Yen.

Namun, perwakilan Google dan Huawei belum memberikan komentar.

ProtonMail telah memiliki 17 juta pengguna di seluruh dunia untuk layanan surel terenkripsi end-to-end.

Yen menyatakan akan mempertahankan netralitas mereka terhadap isu politik yang melekat pada Huawei. Tujuan mereka memberikan layanan ke Huawei adalah garansi keamanan dan privasi pengguna.

Baca juga: Huawei prediksi 5G dorong ekonomi digital Asia Pasifik

Swiss selama ini dikenal sebagai tempat yang netral terhadap permasalahan politik.

Meskipun bisnis dengan Huawei akan membuka kesempatan untuk mendapat audiens yang lebih besar, ProtonMail tetap mempertimbangkan risiko berbisnis.

Yen melihat rencana dengan Huawei itu sebagai kesempatan bisnis bagi Eropa untuk menyediakan teknologi alternatif selain dari Amerika Serikat serta masuk ke kompetisi.

Baca juga: Huawei paparkan empat perbedaan Harmony OS dengan Android

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satuair, aplikasi untuk para pecinta ikan hias

Jakarta (ANTARA) – Para pecinta ikan hias kini bisa bertransaksi jual beli dengan ribuan pelaku dalam industri tersebut dari seluruh Indonesia lewat aplikasi Satuair.

Pendiri Satuair Danang Prima dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, mengatakan kehadiran aplikasi itu bermula dari kegelisahan dan harapan sebagian besar pelaku industri ikan hias untuk menghadirkan platform yang tidak hanya berkonsentrasi sebagai tempat berjualan namun juga menjaga dan menciptakan ekosistem yang kuat dan sehat.

Aplikasi Satuair memiliki sejumlah fitur yakni obrolan (chat), satu kontak, transaksi, serta profil.

Fitur chat memungkinkan penjual dan pembeli saling berkomunikasi secara aman di dalam aplikasi.

Satu kontak menjadi wadah untuk menyimpan kontak yang diinginkan, sementara fitur transaksi meliputi pencatatan transaksi yang sedang dilakukan pengguna.

Jenis-jenis ikan hias telah dikategorikan dalam aplikasi tersebut mulai dari arwana, guppy, koi hingga platty.

“Perbedaan mendasar antara Satuair dengan marketplace yang lain tidak hanya terletak di komoditas utama yang dijajakan, tapi Satuair juga membangun algoritma yang mengakomodir seluruh proses transaksi dimulai dari pengkategorian jenis ikan hias sampai dengan mekanisme klaim garansi,” kata Dodi Soufiadi selaku co-Founder Satuair.

Diklaim sebagai satu-satunya marketplace ikan hias di Indonesia, Satuair bisa diunduh melalui Google Play untuk pengguna Android.

Hingga saat ini aplikasi itu sudah diunduh lebih dari 500 kali.

Baca juga: Nelayan gunakan aplikasi “Laut Nusantara” meningkat

Baca juga: “Marketplace” ini bantu UMKM dapat pinjaman modal
 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YouTube beri penghargaan “Red Diamond” bagi pemilik 100 juta subcriber

Jakarta (ANTARA) – Salah satu platform streaming video terbesar di dunia, YouTube, memberikan penghargaan terbarunya, “Red Diamond Creator Award“, bagi pembuat konten atau “YouTuber” yang menembus angka 100 juta pelanggan (subscribers).

“Rekor pelanggan 100 juta telah dilampaui, dan itu berarti kami memiliki penghargaan baru bagi para kreator! Memperkenalkan: Red Diamond Creator Award, dinamai berdasarkan salah satu warna berlian yang paling langka,” demikian unggahan YouTube dalam akun Twitter resminya, Sabtu.

Dikutip dari unggahan YouTube itu, kanal pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan itu adalah kanal kategori musik India, T-Series dengan 111 juta pelanggan.

Sedangkan YouTuber kedua yang mendapatkan Play Button itu adalah pemain gim digital asal Swedia, PewDiePie dengan 100,9 juta pelanggan yang mengikutinya. YouTube sedang membuatkan tombol khusus Play Button bagi kedua kanal YouTube itu.

Baca juga: YouTube dorong kreator lokal dari luar Jakarta

YouTube menyampaikan pembuatan Red Play Button bagi kreator yang bisa menembus angka 100 juta pelanggan itu dibuat di Miami, Florida, Amerika Serikat.

Sebelumnya, YouTube telah mengeluarkan empat play button sebagai penghargaan yang menandai capaian jumlah pelanggan para pembuat konten pada platform-nya.

Pertama, Silver Play Button untuk 100 ribu pelanggan. Lalu, ada Golden Play Button untuk kanal yang berhasil menembus 1 juta pelanggan.

Berikutya Diamond Play Button untuk kreatornya dengan angka 10 juta pelanggan. Lantas Ruby Play Button sebagai penanda pencapaian 50 juta pelanggan.

Baca juga: Alasan Youtube penuhi feed berkonten anak-anak
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook luncurkan aplikasi kencan, pesaing baru Tinder

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi kencan dalam jaringan (online) Tinder kini mendapatkan pesaing baru karena raksasa internet Facebook resmi meluncurkan platform berkencan Facebook Dating.

“Facebook Dating mempermudah Anda mencari cinta berdasarkan apa yang Anda suka, membantu Anda memulai hubungan yang bermakna melalui hal-hal yang sama, seperti kesukaan, acara atau grup,” kata Manajer Produk Facebook Dating, Nathan Sharp, dalam keterangan di blog resmi Facebook, dikutip Jumat.

Facebook Dating baru diluncurkan di Amerika Serikat, dan akan tersedia di 19 negara lainnya yaitu Malaysia, Argentina, Bolivia, Brazil, Kanada, Chile, Kolombia, Ekuador, Guyana, Laos, Paraguay, Peru, Singapura, Filipina, Suriname, Uruguay, Thailand dan Vietnam.

Baca juga: Facebook menghentikan fitur “tag suggestion” secara otomatis

Facebook Dating hanya tersedia untuk pengguna usia 18 tahun ke atas. Mereka bisa memilih untuk masuk ke platform itu dan membuat profil baru, yang terpisah dari profil utama.

Facebook tidak mengadopsi gaya swiping atau geser dari Tinder untuk mencari teman kencan. Pengguna bisa mulai berkomentar atau menyukai unggahan untuk memberi sinyal tertarik. Jika tidak tertarik, lewati saja profil tersebut.

Facebook tidak akan menjodohkan pengguna dengan temannya sendiri, kecuali masing-masing memasukkan nama pengguna ke daftar Secret Crush. Facebook akan memasangkan pengguna dengan teman dari pengguna lain (mutual friend) atau siapa pun yang tidak berada dalam lingkaran pertemanan.

Facebook juga menyambungkan unggahan di Instagram ke Facebook Dating dan mereka berencana memasukkan Stories akhir tahun ini,

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Baca juga: Cari teman lewat aplikasi serupa Tinder
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkominfo bocorkan startup unicorn baru dari bidang pendidikan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memprediksi bahwa sebelum akhir tahun 2019 akan lahir satu perusahaan rintisan (startup) berlabel unicorn dari bidang pendidikan.

“Ini perkiraan ya, karena saya tidak bisa pastikan, tergantung yang mau investasi, (startup) di bidang edu-tech,” ujar Rudiantara di sela Google Cloud Summit di Jakarta, Kamis.

Namun, Rudiantara enggan menyebut nama startup tersebut. “Yang sudah pendanaannya di ronde-ronde atas, bukan di level seed capital atau di seri A, tapi sudah di seri D atau ke atas,” kata dia.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

Startup bidang edu-tech yang diprediksi Rudiantara bakal memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar atau menjadi unicorn karena pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan.

“Kalau tahun depan Rp2.500 triliun, berarti Rp500 triliun untuk pendidikan, kalau dapat 10 persen-20 persen sudah Rp5 triliun-Rp10 triliun, dengan GMV (Gross Merchandise Volume) segitu sudah bisa jadi startup unicorn,” ujar Rudiantara.

Startup tersebut akan menjadi kandidat unicorn ke-5 di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memiliki empat startup unicorn yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Sementara itu, pemerintah telah memiliki program Next Indonesian Unicorn (NexICorn) untuk mengasilkan lebih banyak startup unicorn di Indonesia.

Baca juga: Belva Devara jatuh cinta ke dunia pendidikan karena Ruangguru

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru

Baca juga: Wapres sebut “unicorn” di Indonesia sama saja seperti koperasi

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter matikan fitur cuit via SMS usai akun CEO diretas

Jakarta (ANTARA) – Twitter untuk sementara waktu mematikan fitur mencuit melalui pesan teks atau SMS untuk melindungi akun para pengguna platform mikroblog tersebut.

Langkah itu diambil tidak lama setelah akun CEO Twitter Jack Dorsey diretas dan peretas mencuitkan kata-kata rasial dan kasar atas nama Dorsey.

“Kami mengambil langkah ini karena kelemahan yang harus diatasi oleh operator mobile dan kepercayaan kami untuk menyambungkan nomor ponsel untuk verifikasi dua langkah (kami akan memperbaikinya),” cuit akun resmi @TwitterSupport, dikutip Kamis.

Twitter akan kembali mengaktifkan fitur ini di tempat-tempat di mana SMS adalah sistem komunikasi terpercaya. Twitter sedang menyiapkan strategi jangka panjang untuk fitur mencuit lewat SMS.

Baca juga: Sebelum diamankan, akun bos Twitter yang diretas kirim cuitan rasis

Laman The Verge menuliskan nomor ponsel menjadi celah masuk peretas karena operator sering kali tidak memberikan proteksi yang memadai untuk nomor ponsel.

Kasus yang terjadi pada Dorsey kemarin, seperti ditulis The Verge, akibat nomor ponsel yang tidak diproteksi oleh operator.

Ketika peretas sudah mengantongi nomor ponsel, mereka bisa menggunakan pesan teks untuk mencuit atas nama akun Jack Dorsey meski pun dia tidak log in ke akun tersebut.

Baca juga: Twitter uji coba fitur “follow topic”

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Baca juga: Twitter investasi di medsos lokal India demi bahasa

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JD.ID gelar kampanye “SEBUT” selama 100 hari

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan e-commerce yang terafiliasi dengan JD.com yakni JD.ID menyiapkan kampanye untuk seluruh pelanggan selama 100 hari hingga akhir tahun, bertajuk “Seratus Hari Belanja Untung (SEBUT)”, mulai 4 September 2019 hingga 12 Desember 2019.

“Kami sangat antusias sekali saat mulai merencanakan, hingga mengeksekusi kampanye “SEBUT” yang akan dilaksanakan selama 100 hari ke depan. Ini merupakan kali pertama kami menggelar sebuah kampanye tematik yang terintegrasi non-stop memanjakan para pelanggan kami di momen 9.9 (September), 10.10 (Oktober), 11.11 (November) hingga puncaknya pada 12.12 di bulan Desember nanti,” kata Mia Fawzia, Marketing Chief JD.ID dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis.

Tema “SEBUT” dipilih untuk menggambarkan bahwa selama 100 hari ke depan, JD.ID akan menawarkan 100 persen barang original.

“Selain itu kami memberikan 100 hari non-stop promo terbaik, 100 hari brand maraton, dan kami ingin para pelanggan setia kami mendapatkan manfaat dan keuntungan selama momen belanja nasional tahun ini,” kata Mia.

Baca juga: Alasan Dimas Beck geluti bisnis kuliner

Rangkaian promo menarik dan seru pada kampanye “SEBUT” tersebut antara lain Super Deal 24 Jam yakni promo kilat alias flash sale dengan harga terbaik akan bergulir bergantian selama 24 jam penuh setiap harinya. Golden Ticket & Mystery Box adalah program unggulan special JD.ID yang memberikan kesempatan pelanggan untuk mendapatkan produk dengan harga khusus.

Diskon Hingga 99 persen untuk produk favorit di JD.ID hingga 99 persen. JD Auction Special, program lelang produk pilihan di akun resmi Instagram JD.ID setiap minggunya.

Promo Gajian Special yakni diskon besar-besaran dan voucher gajian akan diberikan setiap minggu terakhir di tiap bulannya. Hot Deals yakni produk-produk pilihan dari berbagai merek dengan promo terbaik akan digulirkan secara bergantian setiap harinya.

Baca juga: Ulang tahun ke-3, JD.ID traktir konsumen

Promo Gratis Ongkir, pembelian dibawah Rp90 ribu akan mendapatkan keuntungan gratis ongkos pengiriman untuk semua produk. Brand Day Festival, promo menarik dari brand-brand terbaik di JD.ID.

JD Star Battle, penawaran produk-produk pilihan, berkolaborasi dengan figur publik pilihan JD.ID

Kampanye “SEBUT” juga didukung sejumlah mitra brand JD.ID seperti Intel, Jabra, Philips, Unilever, P&G dan banyak brand-brand terbaik lainnya.

Selain itu JD.ID telah menghadirkan berbagai permainan untuk menambah keseruan berbelanja, diantaranya fitur dan apps “Flip & Match”, “JD Quiz”, “Tebak Harga”, “Running Game” hingga “Wheel of Joy” yang mengajak seluruh pelanggan untuk menjelajahi merek-merek #DijaminOri yang berpartisipasi pada kampanye “SEBUT”.

Baca juga: Samsung, Xiaomi dan Wardah terpopuler di Harbolnas JD.ID

Baca juga: Kilas balik e-commerce sepanjang 2018 (video)

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook, Google bahas keamanan medsos untuk Pilpres AS 2020

Jakarta (ANTARA) – Raksasa internet Facebook, Google, Twitter dan perusahaan teknologi Microsoft bertemu dengan badan intelijen Amerika Serikat untuk membahas keamanan dunia maya menjelang pemilu presiden AS pada November 2020 mendatang.

“Tujuannya untuk merespons diskusi-diskusi sebelumnya dan memperkuat strategi kolaborasi tentang keamanan negara bagian AS, federal dan pemilu presiden 2020,” kata kepala kebijakan keamanan siber di Facebook, Nathaniel Gleicher, dikutip dari Reuters.

Pertemuan tersebut diadakan di markas Facebook Menlo Park, dihadiri perwakilan FBI, Kantor Direktur Intelijen Nasional dan Departemen Keamanan Dalam Negeri pada Rabu (5/9) waktu setempat.

“Secara spesifik, peserta membahas bagaimana industri dan pemerintah dapat memperbaiki bagaimana kita berbagi informasi dan koordinasi respons kami untuk mendeteksi dan mencegah ancaman,” kata Gleicher.

Juru bicara Twitter juga menyatakan pertemuan tersebut menbahas respons terhadap ancaman di dunia maya.

“Kami berkomitmen untuk melakukan tugas kami,” kata Twitter.

Google, mengenai pertemuan tersebut, menyatakan sudah berinvestasi membuat sistem yang dapat mendeteksi phishing dan percobaan peretasan hingga mengidentifikasi intervensi asing di platform mereka.

“Teknologi hanya salah satu dari solusi tersebut,” kata direktur Google untuk penegakan hukum dan informasi keamanan, Richard Salgado.

Sementara Microsoft menyatakan perlu ada kolaborasi untuk menjaga keamanan siber menjelang pemilu.

“Merupakan yang penting bagi industri, penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi mencegah ancaman terhadap integritas pemilu,” kata Microsoft.

Media sosial mendapat kritik tajam saat pemilu AS 2016 lalu karena diduga menjadi tempat penyebaran propaganda asal Rusia yang membantu Presiden Donald Trump menang.

Rusia membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Facebook menghentikan fitur “tag suggestion” secara otomatis

Baca juga: Facebook Cafe gelar kampanye keamanan privasi pengguna

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokopedia rancang program sambut ibu kota baru

Jakarta (ANTARA) – Tokopedia sudah mulai merancang program apa yang akan mereka buat terkait rencana ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Kami masih rancang, semua inisiatif untuk seluruh Indonesia,” kata Chief Operating Officer Tokopedia, Melissa Siska Juminto saat ditemui di Tokopedia Care Puri Kembangan, Rabu.

Tokopedia saat ini bukan lagi platform dagang online melainkan perusahaan berbasis teknologi yang menyediakan ekosistem, mereka mengembangkan inisiatif untuk warung dan pedagang kecil baik untuk teknologi maupun akses ke stok produk dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Tokopedia resmikan layanan aduan tatap muka “offline” di Jakarta

Program-program Tokopedia ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ibu kota baru, agar layanan mereka merata di semua tempat.

Tokopedia juga kini memiliki Tokopedia Care Tower untuk memberikan layanan bantuan tatap muka atau offline di Jakarta, Semarang dan Yogyakarta, tidak menutup kemungkinan layanan serupa akan hadir di ibu kota baru.

“Pasti kami eksplorasi terus di mana kami akan kembangkan terus, tidak menutup kemungkinan untuk ada di ibu kota baru,” kata Vice President of Operations Rudy Dalimunthe.

Tokopedia saat ini memiliki 6,2 juta penjual yang bergabung di platform mereka, sementara pengguna aktif bulanan mereka lebiih dari 90 juta. Tokopedia sudah mencakup sekitar 97 persen kecamatan yang ada di Indonesia.

Baca juga: Tokopedia: Kami sejak awal beroperasi di Indonesia

Baca juga: Batik Kultur by Dea Valencia kini bisa dibeli di Tokopedia

Baca juga: Tokopedia gandeng Modalku luncurkan layanan pinjaman modal

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokopedia resmikan layanan aduan tatap muka “offline” di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Tokopedia, e-commerce yang kini menjelma perusahaan teknologi, meresmikan layanan pengaduan tatap muka Tokopedia Care di Puri Kembangan, Jakarta Barat yang terbuka untuk semua konsumen mereka.

“Tokopedia Care Puri Kembangan menjadi salah satu jembatan untuk membangun kepercayaan pengguna dengan memberikan kemudahan bagi mereka dalam mengakses layanan Tokopedia lebih dekat,” kata Chief Operating Officer Tokopedia, Melissa Siska Juminto, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Pusat layanan konsumen Tokopedia Care sudah ada sejak mereka pertama kali beroperasi pada 2009 lalu melalui berbagai kanal secara online, saat ini tersedia melalui email, live chat hingga melalui media sosial.

Baca juga: Leontinus Alpha Edison, sosok dibalik Tokopedia

Setelah beberapa tahun berdiri, Tokopedia menyadari mereka memerlukan pusat bantuan offline agar pengguna memiliki opsi untuk datang langsung dan berdiskusi mengenai kendala yang mereka alami dengan petugas Tokopedia.

Vice President of Operations Tokopedia Rudy Dalimunthe mengatakan layanan bantuan di offline di Tokopedia Care Puri Kembangan memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna platform tersebut untuk menyampaikan kendala mereka.

Rudy menyatakan masih ada konsumen yang lebih suka untuk bertatap muka langsung dengan petugas saat mereka mengalami kendala, melalui layanan Service Experience Center.

Salah satu contoh kasus, misalnya pengguna sudah mengirim foto dokumen yang diperlukan untuk mengatasi masalah transaksi, namun hasilnya buram. Pengguna bisa datang langsung ke gedung Tokopedia Care Tower Puri Kembangan untuk memberikan langsung dokumen-dokumen yang diperlukan agar dapat diverifikasi petugas.

Layanan tatap muka Tokopedia Care Service Experience Center buka setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Selain Jakarta, unicorn ini juga memiliki Tokopedia Care offline di Semarang dan Yogyakarta.

Baca juga: Bayar paspor kini bisa via Tokopedia, Finnet dan Bukalapak

Baca juga: Bukalapak dan Tokopedia dilibatkan setoran penerimaan negara

Baca juga: Tokopedia tegaskan induk perusahaan ada di Indonesia

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Jakarta (ANTARA) – Facebook berencana menyembunyikan fitur yang menjadi hal wajib di berbagai media sosial, “like”, demi kesehatan mental pengguna mereka.

Seorang ahli teknisi bernama Jane Manchun Wong mengunggah prototipe laman Facebook untuk aplikasi Android, tanpa jumlah “like”. Kepada TechCrunch, Facebook membenarkan sedang mempertimbangkan untuk menghapus jumlah “like”.

Facebook belum menguji coba ke publik untuk fitur itu dan belum ingin memberikan keterangan tambahan mengenai jumlah “like” yang disembunyikan.

Beberapa bulan sebelumnya, Instagram, yang juga milik Facebook, menguji coba menyembunyikan jumlah l” di tujuh negara, yaitu Brazil, Jepang, Australia, Selandia Baru, Italia, Irlandia, dan Kanada.

Baca juga: Mengenal fitur “Mengapa Saya Melihat Postingan Ini” di Facebook

Setelah jumlah “like” disembunyikan, foto akan menampilkan beberapa nama akun yang menyukai foto pengguna. Sayangnya, Facebook juga belum mau menjelaskan bagaimana respons fitur itu di Instagram.

Facebook, saat uji coba untuk Instagram, menilai penyembunyian “like” dapat membantu mengurangi perasaan destruktif seperti merasa diri sendiri tidak cukup baik karena tidak mendapatkan banyak “like”.

Penyembunyian “like” juga akan membantu pengguna agar tidak menghapus foto mereka hanya karena tidak mendapat banyak “like”.

Baca juga: Tips aman lindungi akun medsos

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi edit wajah Zao dicurigai tidak aman

Jakarta (ANTARA) – Setelah FaceApp, kini muncul aplikasi untuk mengedit wajah dari China, Zao, yang dapat mengubah wajah penggunanya menjadi selebriti terkenal.

Zao, dikutip dari Reuters, dirilis di iOS China pada Minggu (1/9). Popularitas Zao langsung meroket di negara asalnya, sampai Momo, pengembang Zao, melalui media sosial Weibo menuliskan server mereka nyaris jebol karena lonjakan jumlah penggguna itu.

Untuk memakai Zao, pengguna harus mendaftar dengan memasukkan nomor ponsel. Setelah itu, mereka bisa mengunggah foto wajah. Pengguna bisa memilih video dari sejumlah artis terkenal lalu menggantinya dengan wajah mereka.

Baca juga: Menkominfo: Hati-hati gunakan aplikasi FaceApp

Selebriti yang masuk ke aplikasi Zao antara lain Leonardo DiCaprio dan Marilyn Monroe.

Jika foto telah selesai diedit, pengguna bisa membagikan foto itu ke media jejaring sosial.

Zao akhirnya mendapat kritik tajam setelah aplikasi tersebut viral. Para pengguna protes mengenai kebijakan privasi yang diterapkan.

Salah satu kesepakatan pengguna di Zao adalah konsumen yang mengunggah foto ke Zao setuju untuk memberikan hak kekayaan intelektual dan mengizinkan Zao menggunakan foto tersebut untuk tujuan pemasaran.

Baca juga: Pakar sebut FB, IG, dan Google lebih berbahaya daripada FaceApp

Zao melalui Weibo menyatakan akan mengatasi masalah tersebut.

“Kami sepenuhnya paham kekhawatiran orang terhadap masalah privasi. Kami menerima pertanyaan-pertanyaan kalian. Kami akan memperbaiki area yang belum kami pertimbangkan dan membutuhkan waktu,” kata Zao.

Zao dibuat oleh Momo Inc. Perusahaan itu sebelumnya membuat aplikasi kencan yang lantas berubah menjadi layanan livestreaming. Momo Inc. terdaftar di bursa New York Stock Exchange sejak 2014.

Baca juga: Kominfo imbau masyarakat hati-hati sebelum unduh aplikasi

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sociolla serius garap layanan omnichannel usai dapat pendanaan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan yang terkenal lewat platform belanja produk kecantikan Sociolla, Social Bella, berencana menggunakan pendanaan seri D yang baru mereka dapatkan untuk membesarkan layanan omnichannel yang baru mereka kembangkan.

“Untuk pengembangan omnichannel kami,” kata Presiden Social Bella, Christopher Madiam, ditemui usai pengumuman pendanaan seri D di Jakarta, Senin.

Social Bella mendapatkan dana total ebesar 40 juta dolar dari investor EV Growth, Temasek, Pavilion Capital, EDBI dan Jungle Ventures.

Baca juga: Sociolla raih pendanaan Seri D senilai Rp567 miliar

Baca juga: Keunikan startup jadi syarat utama investor asing suntikan dana

Social Bella baru saja meluncurkan gerai fisik Sociolla di dua mal di Jakarta pertengahan tahun ini, offline store menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki sejumlah karakteristik yang dibutuhkan oleh penjual produk kecantikan.

Melalui toko online, Christopher menilai produk yang ditawarkan jauh lebih beragam dibandingkan ketika berbelanja di toko. Tapi, ketika berbelanja di toko, konsumen bisa langsung mencoba produk sebelum membeli.

Christopher belum menentukan di mana gerai Sociolla berikutnya karena mereka masih memetakan kebutuhan konsumen untuk toko fisik ini.

Melalui toko fisik, Sociolla menggabungkan pengalaman berbelanja online dengan belanja langsung, misalnya saat datang ke toko, konsumen bisa memindai kode untuk melihat penjelasan lebih lengkap soal produk.

Social saat ini baru memiliki dua offline store di Mal Kota Kasablanka dan Lippo Mal Puri Indah, Jakarta.

Baca juga: Selain dana, startup butuh tim berkualitas

Baca juga: Startup Goola milik Gibran raih pendanaan Rp71 miliar

Baca juga: Ralali.com raih pendanaan 13 juta dolar AS

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sociolla raih pendanaan Seri D senilai Rp567 miliar

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan Sociolla yang khusus menjual produk kecantikan, Social Bella, mendapat pendanaan seri D dari sejumlah pemodal senilai total 40 juta dolar, atau sekitar Rp567,76 miliar (1 dolar AS: Rp14,194) pada Senin.

“Pertumbuhan sektor kecantikan di Indonesia sangat pesat, kami ingin menjadikan ekosistem kami lebih baik lagi,” kata Presiden dan pendiri Social Bella, Christopher Mardiam, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Social Bella, yang dikenal dengan e-commerce Sociolla, dalam putaran ini mendapat gelontoran dana dari EV Growth, Temasek, EDBI, Pavilion Capital dan Jungle Ventures. Dana dari penggalangan, fund raising seri ini akan digunakan untuk menambah sumber daya manusia, salah satu faktor penting untuk perusahan berbasis teknologi, menuru CEO Social Bella, John Rasjid.

“Bagaimana kami bergerak, lebih lincah,” kata John di acara yang sama.

Baca juga: Shiseido akuisisi startup teknologi kecantikan asal AS, MATCHCo

Dana 40 juta dolar itu juga akan dialokasikan untuk mengembangkan platform yang mereka miliki, Sociolla dan Soco, serta layanan penjualan omnichannel yang sedang mereka tekuni beberapa waktu belakangan ini.

Social Bella menjanjikan akan ada fitur dan pengalaman baru baik di platform belanja Sociolla maupun Soco, website yang menggabungkan interaksi komunitas, termasuk melihat ulasan, dengan berbelanja.

“Kami berusaha relevan untuk apa yang kami bangun dengan apa yang dibutuhkan pasar,” kata Christopher.

Social Bella, yang berdiri sejak 2015, saat ini memiliki tiga platform untuk kecantikan, selain dua yang telah disebutkan, mereka menggunakan website Beauty Journal agar warganet mendapat pengetahuan tentang produk-produk kecantikan.

Saat ini Social Bella memiliki lebih dari 20,2 juta pengunjung secara kumulatif untuk ketiga platform tersebut.

Social Bella memandang konsumen mereka bukan hanya yang berbelanja produk di Sociolla, melainkan juga mereka yang membaca ulasan di platform Beauty Journal dan Soco.

Baca juga: Start-up LYKE hadirkan cara baru belanja fashion

Baca juga: Startup Goola milik Gibran raih pendanaan Rp71 miliar

Baca juga: Aksara Nusantara diluncurkan untuk dokumen legal pendanaan startup

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019