Aplikasi beli tiket Olimpiade Tokyo 2020 dibuka 9 Mei

Jakarta (ANTARA) – Para warga Jepang bisa mendapatkan tiket menonton pertandingan di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 mulai 9 Mei, kata penyelenggara, Kamis.

Dilansir Reuters, masyarakat Negeri Sakura bisa mendapat tiket lewat sistem undian, yang berlangsung pada 9-28 Mei, dan hasilnya diumumkan pada 20 Juni.

Sistem yang berbeda diberlakukan untuk orang-orang di luar Jepang yang harus membeli lewat Penyalur Tiket Resmi (Authorized Ticket Resellers) di negaranya.

Dikutip dari Kyodo, mereka yang gagal mendapatkan tiket lewat undian masih punya kesempatan mendapatkannya dengan datang langsung ke loket, di mana fase pertama dimulai pada musim gugur 2019.

Laman prapendaftaran berbahasa Inggris akan diluncurkan dalam waktu dekat.

SIstem distribusi bervariasi antar negara, tapi penjualan internasional belum bisa dimulai hingga 15 Juni. Setiap Komite Olimpiade Nasional telah mendapat alokasi sejumlah tiket yang akan dijual lewat penjualan resmi yang sudah ditentukan.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 menolak mengungkapkan berapa banyak tiket yang dialokasikan untuk tiap Komite Olimpiade Nasional, juga berapa komisi yang diambil penjual tiket resmi untuk pembeli internasional.

Sekitar 70-80 persen tiket telah dialokasikan untuk penjualan domestik, sisanya untuk penonton internasional dan sponsor.

Penyelenggara mengumumkan harga tiket domestik tahun lalu, berkisar kurang dari 2.000 yen (Rp251.000) hingga 288.000 yen (Rp36 juta) untuk tiket grup. Tiket termahal adalah tiket untuk menghadiri upacara pembukaan.

Harga tiket perorangan yang paling murah adalah 2.500 yen (Rp314.000) dan, seperti pertandingan sebelumnya, atletik adalah cabang olahraga yang tiketnya paling mahal, harga tertinggi untuk menonton atletik adalah 130.000 yen (Rp16 juta).

Harga tiket Olimpiade di Tokyo serupa dengan Olimpiade London 2012, tapi lebih mahal dibandingkan Rio 2016, meski nilai tukar yang fluktuatif membuatnya lebih sulit dibandingkan.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019