Facebook tutup aplikasi Moments

Jakarta (ANTARA News) – Facebook akan menutup aplikasi Moments yang mereka rancang untuk membagikan foto dengan teman, mulai 25 Februari karena hanya sedikit yang menggunakan aplikasi tersebut.

“Kami menghentikan dukungan untuk aplikasi Moments, yang semula kami luncurkan sebagai tempat untuk menyimpan foto,” kata Direktur Manajemen Produk untuk Moments, Rushabh Doshi, dikutip dari laman Cnet, Jumat.

Moments digunakan sejak 2015 lalu untuk membagikan foto yang disimpan di ponsel tanpa harus mengunggahnya ke media sosial Facebook. Konsep berbagi foto dengan Moments mirip dengan Google Photos, agar pengguna bisa membagikan foto ke banyak orang sekaligus secara mudah.

Sayangnya, popularitas aplikasi berbagi foto ini tidak sebaik produk lainnya dari Facebook, seperti Instagram. Facebook hanya menyatakan jumlah pengguna Moments sedikit, namun, mereka menolak untuk memberikan angka berapa jumlah pengguna aplikasi tersebut.

Firma analisis Sensor Tower menyatakan sejak diluncurkan, aplikasi tersebut diunduh oleh 87 juta pengguna di App Store dan Google Play Store.

Moments berjaya pada Juni 2016 lalu, aplikasi diunduh 10,7 juta kali pada bulan tersebut. Desember 2018 lalu, jumlah unduhan Moments menyusut hanya 150.000.

Sebelum ditutup, Facebook meminta para pengguna untuk mengunduh kembali foto-foto yang pernah diunggah ke Moments. Akses ini akan diberikan hingga Mei 2019.

Pengguna juga bisa mengunggah foto di Moments ke Facebook, Facebook memberi pilihan agar hanya sang pemilik yang bisa melihat foto tersebut.
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Finansialku jamin keamanan data pengguna

Jakarta (ANTARA News) – Penyedia bantuan perencanaan keuangan, Aplikasi Finansialku, menyatakan bahwa data penggunanya aman karena dienkripsi dengan baik.

Selain perencanaan keuangan lewat aplikasi, Finansialku juga menyediakan kursus online berbayar tentang keuangan. Mereka juga menyediakan ebook yang dapat diunduh secara cuma-cuma antara lain tentang mengelola keuangan di usia 20-an, menyiapkan dana pendidikan dan cara berinvestasi.

“Membahas apa pun tentang keuangan, misalnya keuangan pribadi, dana pendidikan, pensiun, hingga tips mengatur keuangan,” kata COO Finansialku Harris Darmawan, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Finansialku bermula dari lembaga perencanaan keuangan konvensional, mereka menerima klien melalui pertemuan langsung. Mulai 2015 mereka melirik dunia digital untuk mengembangkan kemampuan mereka secara bisnis dan juga agar literasi finansial sampai ke publik yang lebih luas.

Sekitar 2016 lalu, mereka masuk ke aplikasi untuk perangkat seluler dan membuat portal untuk memberikan edukasi dan tips tentang keuangan.

Meski pun sekilas terkesan seperti aplikasi edukasi keuangan, Finansialku tergolong perusahaan rintisan di bidang teknologi finansial karena mereka menyediakan produk perencanaan keuangan.

Aplikasi Finansialku dapat diunduh secara gratis di Google Play Store, mereka masih mengembangkan untuk perangkat iOS. Tapi, untuk menikmati layanan lengkap di aplikasi, pengguna dikenakan biaya berlangganan sebesar Rp350.000 per tahun.

Biaya tersebut antara lain mencakup konsultasi dengan perencana keuangan agar pendapatan yang diterima dapat dikelola sesuai dengan tujuan, misalnya untuk membeli rumah atau biaya pendidikan anak.

Aplikasi Finansialku dilindungi dengan enkripsi untuk memproteksi data-data keuangan yang dimasukkan pengguna sehingga Finansialku, selaku penyedia aplikasi, pun tidak dapat melihat data tersebut.

“Bahkan perencana keuangan, tidak bisa melihat data di aplikasi. Jika ada pengguna yang ingin konsultasi, mereka diminta untuk memberikan datanya, misalnya lewat tangkapan layar,” kata Harris.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Jakarta (ANTARA News) – Facebook dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk penggabungan tiga platform layanan perpesanannya, WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger, yang memungkinkan pengguna mengirim pesan antar-platform perpesanan itu untuk pertama kalinya.

Rencana Facebook itu disampaikan oleh CEO Mark Zuckerberg, menurut New York Times dalam laporannya, dikutip Sabtu. Proses itu akan melibatkan pengkodean ulang perangkat lunak dasar dari tiga aplikasi untuk memastikan mereka bisa dioperasikan sesuai rencana.

Seorang pengguna WhatsApp akan dapat, misalnya, mengirim pesan teks untuk pengguna Instagram untuk pertama kalinya tanpa perlu berganti aplikasi.

Pengkodean ulang perangkat lunak itu juga akan melibatkan pengaktifan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end-encryption/E2E) pada ketiga aplikasi, menurut Mike Isaac dari New York Times.

Baca juga: Lembaga pemantau komunikasi Rusia gugat Facebook, Twitter

Sementara semua pesan WhatsApp akan menggunakan fitur keamanan itu, yang mencegah siapa pun, termasuk Facebook sendiri, untuk mencegat atau menyensor isi pesan.

Facebook Messenger hanya mendukung E2E dalam mode “percakapan aman” khusus, yang tidak aktif secara default dan harus diaktifkan secara terpisah untuk setiap obrolan, sementara Instagram tidak memiliki enkripsi sama sekali.

Meskipun E2E adalah tindakan keamanan yang berharga bagi pengguna, E2E dapat membuat Facebook tidak bisa memindai pesan sebagai bagian dari bisnis periklanannya.

Teknologi ini juga mendapat tentangan dari organisasi penegak hukum, karena menghambat kemampuan mereka untuk mengintersep komunikasi yang dicurigai secara real time.

Baca juga: Facebook tutup aplikasi Moments

Baca juga: Cara Facebook hadapi hoaks jelang Pilpres

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp rilis fitur Picture in Picture

Jakarta (ANTARA News) – Aplikasi perpesanan terpopuler WhatsApp merilis fitur Picture in Picture untuk WhatsApp web melalui pembaruan ke versi 0.3.2041.

Dengan fitur Picture in Picture, pengguna WhatsApp web bisa memutar video yang dibagikan teman baik dari Facebook, YouTube, dan Streamable, menurut laporan WaBetaInfo yang tahu banyak soal pembaruan WhatsApp, dikutip Senin.

Pada versi sebelumnya, 0.3.1846, WhatsApp merilis fitur Picture in Picture, dan sekarang melalui versi pembaruan, WhatsApp akhirnya mengimplementasikan kemampuan baru itu di platform web.

Untuk mencobanya, Anda harus mengunduh versi 0.3.2041 dan membagi atau menerima pesan berisi link video dari platform seperti YouTube, Facebook, maupun Streamable. Jika Anda tekan link itu, maka Anda bisa melihat preview video atau memutarnya di WhatsApp dengan moda Picture in Picture.

Bahkan, pengguna bisa beralih ke obrolan tanpa harus menutup moda Picture in Picture.

Jika Anda tidak bisa menjalankan fitur ini berarti Anda belum memperbarui WhatsApp. Untuk menjalankan versi baru WhatsApp dengan baik, silakan hapus chance pada browser Anda.

Setelah itu restart browser Anda dan moda Picture in Picture akan aktif.

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Baca juga: WhatsApp blokir akun pengguna yang sering kirim hoaks

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokopedia tidak ingin sekadar jadi e-commerce

Jakarta (ANTARA News) – Tokopedia tahun ini mengubah strategi mereka agar tidak lagi dikenal sebagai e-commerce di Indonesia, namun sebagai perusahaan teknologi dalam bidang infrastructure as a service.

“Menjadi tulang punggung, dengan memperbaiki data kami, layanan finansial logistik, supaya bisa jadi mitra terutama untuk UMKM supaya bisa bertumbuh,” kata CEO Office Manager Tokopedia, Priscilla Anais, saat ditemui di Future Commerce Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa.

Sebagai infrastructure as a service, Tokopedia tidak ingin hanya fokus ke perdaganan dalam jaringan, namun juga masuk ke perdagangan konvensional yang belum tersentuh teknologi digital, misalnya toko kelontong atau warung.

“Kami ingin pemerataan teknologi. Demokratisasi commerce, bukan hanya e-commerce, untuk menggerakan ekonomi Indonesia supaya lebih inklusif,” kata Priscilla.

Perusahaan rintisan yang masuk kategori unicorn ini memiliki program Mitra Tokopedia, aplikasi untuk menjembatani retail online dengan offline. Program ini memiliki fitur grosir untuk para pemilik toko kelontong agar mereka bisa membeli stok barang tanpa harus menutup warung mereka untuk berbelanja.

Mitra Tokopedia menyediakan jasa antar barang untuk para pemilik warung sehingga mereka tetap bisa berbisnis sambil mengisi stok barang mereka.

Tokopedia juga akan menjadi platform teknologi finansial dengan menyediakan produk investasi, pinjaman maupun asuransi, dengan menggandeng perusahaan lain.

Tahun ini, Tokopedia berencana untuk mengembangkan sektor logistik agar mereka dapat memberikan nilai tambah pada mitra logistik.

“Ini membutuhkan data, logistik dan sistem pembayaran yang sangat kuat,” kata dia.

Tokopedia sudah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dan big data untuk menggenjot pertumbuhan mereka.

“Peran big data dan AI sangat penting,” kata Priscilla.

Salah satu contoh penggunaan data di Tokopedia adalah untuk “demand prediction”, membawa pasokan sedekat mungkin ke permintaan. Melalui kecerdasan buatan dan big data, Tokopedia dapat melihat di mana permintaan terhadap suatu produk dan kapan.

Jika terdapat permintaan, Tokopedia akan memberi tahu kepada pedagang bahwa di lokasi tertentu banyak permintaan untuk sebuah produk.

Untuk mendukung ketersediaan produk, Tokopedia juga memperkuat kerja sama mereka dengan perusahaan logistik agar dapat mengantarkan barang secara lebih efisien.

Baca juga: Kilas balik e-commerce sepanjang 2018 (video)

Baca juga: CEO Tokopedia ungkap ilmu wirausaha “the power of kepepet”

Baca juga: Investasi emas bisa lewat Tokopedia mulai Rp500

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Traveloka buka pusat litbang di India

Jakarta (ANTARA News) – Biro perjalanan dalam jaringan, Traveloka, meresmikan kantor baru mereka di Bangalore, India yang berfokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan.

“Kantor Traveloka di Bangalore, India ini memainkan peranan yang sangat penting untuk terus menciptakan dan mengembangkan kapasitas inovasi teknologi Traveloka,” kata Wakil Direktur Teknik Traveloka, Prashant Verma, melalui keterangan resmi, Selasa.

Traveloka India Private Limited berlokasi di Embassy Tech Village, yang dikenal sebagai pusat “Silicon Valley” India. Peresmian ini juga menandai ekspansi Traveloka yang keenam setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina.

India juga menjadi negara pertama di luar Asia Tenggara bagi Traveloka. Popularitas negara tersebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan teknologi tercepat di dunia menjadi pertimbangan utama Traveloka membuka pusat riset mereka di Bangalore.

Traveloka India memiliki lebih dari 60 insinyur yang tergabung dalam tim untuk menyiapkan platform dan produk bagi biro perjalanan tersebut. 

Desember lalu, Traveloka dikabarkan sudah mengakuisisi Pegipegi, Mytour dari Vietnam, dan Travelook dari Filipina, senilai 66,8 miliar dolar.

Laman Tech In Asia menyebutkan ketiga perusahaan tersebut tadinya merupakan subsider dari perusahaan Jepang, Recruit Holdings. Dalam pernyataan tertanggal Januari lalu, Recruit Holdings menyatakan mereka menjual seluruh holding ketiga perusahaan tersebut ke Jet Tech Innovation Ventures Pte Ltd, yang terdaftar di Singapura.

Pemegang saham tunggal perusahaan tersebut adalah Jet Tech Ventures Pte Ltd, yang dimiliki Traveloka. CEO Traveloka Ferry Unardi, menurut Tech In Asia menjabat sebagai direktur.

Recruit Holdings menjual ketiga perusahaan mereka karena pasar OTA yang kompetitif di Asia Tenggara.

Taveloka enggan berkomentar mengenai kabar tersebut.

Baca juga: Dikabarkan akuisisi Pegipegi, Traveloka enggan berkomentar

Baca juga: Traveloka akan jadi decacorn? Ini reaksi Menkominfo

Baca juga: Pendiri Traveloka mengundurkan diri

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program Undian Berhadiah PT Whatsapp Indonesia

Jakarta (ANTARA/Jacx) Beredar melalui pesan dalam platform media sosial Whatsapp pengumuman tentang program undian berhadiah bagi pengguna aplikasi tersebut dengan mendapatkan kode dan kemudian masuk ke laman situs yang seolah-olah milik whatsapp.

Modusnya adalah pesan dikirim melalui whatsapp yang memberitahukan bahwasannya pengguna whatsapp tersebut mendapatkan hadiah, kemudian dicantumkan kode verifikasi yang bisa digunakan untuk login pada website yang telah disediakan.Di dalam website juga ditampilkan beberapa kerjasama antara lain dengan sejumlah instansi untuk meyakinkan masyarakat atas program tersebut.

Klaim : Program undian berhadiah dari PT Whatsapp Indonesia bagi masyarakat pengguna aplikasi tersebut 
Rating : Salah/Disinformasi

Penjelasan :
Penelusuran dari Tim Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika, website yang digunakan bukanlah website resmi whatsapp melainkan dalam bentuk blog yang disetting sedemikian rupa agar sama seperti website whatsapp.

Selain itu melalui aplikasi khusus whatsApp web, pihak pengelola whatsApp telah memberikan peringatan kepada pengguna aplikasi itu untuk berhati-hati atas program seperti itu karena mereka tidak pernah menyelenggarakan hal seperti itu.

Cek Fakta : faq.whatsapp.com/id/general/
Cek fakta: WhatsApp blokir akun pengguna yang sering kirim hoaks
Cek fakta: WhatsApp kembangkan perangkat anti penyebaran hoax di India

 

Tangkapan layar klarifikasi anti hoaks tim Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika

Pewarta:
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apple matikan sementara FaceTime karena bug

Jakarta (ANTARA News) – Apple terpaksa mematikan sementara fitur panggilan video FaceTime yang dapat diakses melalui perangkat iOS dan MacOS karena bug yang mengintervensi panggilan di aplikasi tersebut.

Melansir Reuters, pengguna FaceTime yang menggunakan iPhone dapat mendengar suara meskipun orang yang dihubungi belum mengangkat panggilan video tersebut. Bug ini juga menjangkiti panggilan grup di FaceTime.

Laman CNet melaporkan bug ini mengaktifkan mikrofon tanpa sepengetahuan pengguna. The Verge menuliskan bug ini menampilkan video, padahal penerima menolak panggilan tersebut.

Juru bicara Apple menyatakan sudah mengetahui kasus ini dan akan melakukan perbaikan untuk mengatasi bug tersebut.

“Kami sudah mengetahui masalah ini dan sudah mengidentifikasi solusi, akan dirilis dalam bentuk pembaruan perangkat lunak minggu ini,” kata Apple, dikutip dari Reuters.

Apple melalui situs resmi mengumumkan fitur FaceTime untuk sementara dimatikan, mereka belum mengumumkan kapan aplikasi panggilan video ini bisa diakses kembali.

Baca juga: Apple tunda chat video 32 orang di FaceTime

Baca juga: Apple tambah keamanan ekstra untuk iMessage dan FaceTime

Baca juga: Apple dituduh eksploitasi operator Korsel

Baca juga: Ponsel layar lipat Apple akan meluncur 2020

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kontrak Hukum hadir untuk pelaku bisnis startup dan UKM

Jakarta (ANTARA News) – Founder and CEO Kontrak Hukum, Rieke Caroline mengatakan Kontrak Hukum hadir sebagai platform digital hukum pertama di Indonesia yang berfokus pada startup dan UKM,

Hal ini didasari karena semakin berkembangnya teknologi digital dan banyaknya kesempatan mengembangkan usaha kecil dan menengah yang di bantu oleh pemerintah, maka semakin banyak bermunculan startup dan UKM di berbagai daerah. Guna menjalankan usahanya, tentu saja para pengusaha itu membutuhkan beberapa dokumen legal guna pembuatan kontrak, badan usaha dan hal lainnya.

“Kehadiran kami guna memberikan solusi bagi startup dan UKM akan kebutuhan jasa hukum dengan proses yang mudah dan tidak sulit,” kata Rike Caroline di Three Buns, Senopati, Jakarta Selatan, Selasa.

Rieke menambahkan bahwa setiap bisnis startup dan UKM ini mempunyai berbagai kendala mengenai hukum terlebih dalam memenuhi kebutuhan legalnya, dengan lokasi yang sulit dijangkau dengan praktisi hukum atau kurangnya pengertian mengenai dokumen yang memang sangat diperlukan dalam menjalani bisnis mereka.

Baca juga: Menkop sebutkan KUR 2019 lebih banyak diserap produktif UMKM

“Kami berharap dengan hadirnya Kontrak Hukum kedepannya semakin banyak masyrakat Indonesia sadar dan teredukasi akan pentingnya hukum supaya tidak ada startup atau UKM yang berjatuhan akibat kesalahan dalam hal yang berkaitan dengan hukum,” tambahnya.

Sampai saat ini Kontrak Hukum sudah mempunyai user lebih dari 2.000 dan memiliki partner juga sudah lebih dari 100 yang ada di seluruh Indonesia. Kontrak Hukum juga sudah membantu ribuan pelaku usaha yang sebagian besar adalah perusahaan Startup dan UKM. 

“Kami memiliki misi untuk membuka akses masyarakat kepada jasa hukum dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp15 juta below market price serta mudah, terpercaya dan efisien, pada bulan Januari sampai Februari kita juga ada paket “cinta” guna menyambut hari Valentine,”ujarnya.

PT. Legal Tekno Digital adalah digital platform yang bisa diakses melalui www.kontrakhukum.com yang berbasis di Indonesia yang berfokus pada Stsrtup dan UKM melalui tiga layanan hukum yaitu pembuatan badan usaha, pendaftatan HAKI dan review kontrak dengan pelayanan yang cepat, mudah, berkualitas serta dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Startup kendaraan otonom Zoox rekrut eksekutif Intel jadi CEO

Baca juga: MIKTI luncurkan buku database startup 2018

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengembangan digital talent perlu dipercepat

Jakarta (ANTARA News) – Pengembangan digital talent atau keahliah digital di Indonesia perlu terus didorong dan dipercepat untuk menyambut hadirnya Internet of Things (IoT) pada era teknologi 5G mendatang.

Digital talent merupakan salah satu elemen penting untuk membangun ekosistem digital, khususnya dalam pengembangan aplikasi, karena tanpa aplikasi IoT hanya sebatas perangkat semata-mata, kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI), Kemkominfo, Ismail.

“Isu IoT ini bukan soal device atau perangkat semata, masih banyak elemen lain yang jauh lebih penting dan lebih besar yang perlu kita percepat pengembangannya, salah satunya adalah masalah digital talent,” kata Ismail dalam acara Capacity Building Internet of Things di Jakarta, Selasa, sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Bagaimanapun untuk bisa menyukseskan program Indonesia 4.0 atau Industry 4.0 Indonesia yang sudah dicanangkan Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) dan para menteri terkait, IoT merupakan hal yang sangat penting, yang di dalamnya ada banyak elemen, salah satunya digital talent.

Digital talent, lanjut Ismail, merupakan poin penting untuk membangun ekosistem, yang membangun aplikasi, menumbuhkan makers (pengembang). Tanpa aplikasi yang dibangun oleh para makers ini maka IoT hanyalah persoalan device semata-mata dan bisa tidak implemented (tidak sesuai untuk implementasi) situasi di Indonesia.

Baca juga: Kominfo ajak industri bersinergi dukung ekonomi digital

“Dan situasi di Indonesia sekarang, pada semua sektor, sangat tergantung pada proses transformasi digital. Tranformasi digital ini akan mengubah business process pada semua sektor. Ini semua sektor akan mengalami hal seperti itu,” katanya.

Dalam sektor transportasi dan logistik, jelas Ismail, IoT akan membuat proses bisnis sektor ini menjadi lebih efisien. Juga pada sektor lain, seperti pertanian, keuangan atau perbankan, dan lain-lain.

Semua sektor itu harus melalui transformasi digital karena demand (permintaan) masyarakat akan berkembang sangat cepat. Masyarakat Indonesia sekarang ini sudah sangat tergantung dengan konektivitas dan telah menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Sektor-sektor itu, kata Ismail, harus bertransformasi ke teknologi digital karena jika tidak mereka akan hanya menjadi penonton. Sudah banyak contoh-contoh kasus mengenai hal itu, termasuk bagaimana Gojek telah mengubah budaya bertransportasi di Indonesia, kemudian matinya bisnis mainan anak-anak konvensional di dunia.

Baca juga: Optimisme anak muda pacu ekonomi digital

Transformasi digital ini harus terus dibangun, yang menurut Ismail utamanya adalah berkaitan dengan mindset. “Teman-teman yang bergerak dalam industri ini harus punya mindset baru, bagaimana transformasi digital ini akan mendorong efisiensi baru, revenue baru, dari model bisnis baru.”

Contoh-contoh lain, jelas Ismail, banyak perusahaan akomodasi besar dunia bisa sukses meskipun tidak punya hotel, tidak membangun kamar hotel, Gojek dan Grab tidak punya armada sendiri, yang punya mobil orang lain, dan semua ini dibangun dari konektivitas digital.

“Nah dengan IoT nanti ini akan semakin diperkuat dan diperluas. IoT akan mengkoneksikan tidak hanya orang dengan orang, tapi juga machine to machine atau perangkat dengan perangkat, connect to everything,” kata Ismail menambahkan.

Baca juga: Menkominfo sebut Indonesia merdeka internet 2020

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengadilan AS tolak proposal damai kasus peretasan Yahoo

Jakarta (ANTARA News) – Pengadilan di San Jose, California, Amerika Serikat menolak permintaan Yahoo untuk penyelesaian kasus kebocoran data email karena perusahaan teknologi tersebut dinilai tidak transparan.

Hakim Distrik Lucy Koh menyatakan proposal penyelesaian masalah tersebut tidak “adil setara dan masuk akal secara fundamental” karena tidak menyatakan berapa banyak korban yang dapat dipulihkan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu.

Yahoo dinilai lambat melaporkan tiga celah keamanan dari 2013 hingga 206 yang berdampak pada 3 miliar akun, salah satu kebocoran data terbesar. Yahoo menyanggupi membayar 50 juta dolar dan pengawasan gratis selama dua tahun untuk sekitar 200 juta orang di AS dan Israel dengan total akun 1 miliar.

Tapi, hakim mengatakan proposal tersebut tidak menyatakan jumlah dana untuk pengawasan dan jumlah pengguna yang dicantumkan terlalu besar. Hakim menyatakan secara tertutup Yahoo mengemukakan jumlah pengguna aktif padanya, tidak sebesar yang dikemukakan di atas.

Selain itu, Koh juga menilai biaya maksimum 35 juta dolar untuk pengacara penggugat “terlalu tinggi” karena teori legal kasus tersebut “tidak terlalu asing”.

Salah seorang pengacara penggugat tidak berkomentar.

Yahoo saat ini merupakan bagian dari Verizon Communication Inc. Atas kasus ini, Verizon menyatakan “meskipun permintaan penyelesaian tidak dikabulkan, kami yakin dapat menempuh jalur yang berkelanjutan”.

Yahoo baru mengumumkan dampak keboran data tersebut setelah setuju bisnis internet dibeli Verizon senilah 4,83 miliar pada Juli 2016 lalu. Kasus ini mengakibatkan harga jual Yahoo turun menjadi 4,48 miliar dolar.

Jaksa pada 2017 lalu menuduh dua agen rahasia Rusia dan dua peretas berhubungan dengan salah satu kebocoran Yahoo. Seorang peretas dinyatakan bersalah.

Baca juga: Yahoo sanggup bayar 50 juta dolar untuk pengguna yang diretas

Baca juga: Yahoo Together, pengganti Yahoo Messenger

Baca juga: Yahoo rilis aplikasi Android serbaguna

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019