Tanggapan Bukalapak soal hilangnya aplikasi dari Google Play

Jakarta (ANTARA) – Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, mengatakan hilangnya aplikasi Bukalapak dari Google Play Store tidak memengaruhi kegiatan jual beli.

“Aplikasi Bukalapak saat ini sedang mengalami kendala untuk diunduh melalui Google Playstore namun tidak mempengaruhi kegiatan layanan jual beli di Bukalapak maupun operasional BukaBantuan yang dapat diakses dengan normal,” kata Intan dalam pernyataan tertulis, Kamis.

Baca juga: Aplikasi Bukalapak hilang di Google Play Store

Lebih lanjut, Bukalapak mengatakan bahwa pengguna yang sudah mengunduh aplikasi Bukalapak tetap dapat menggunakannya dengan normal.

Bukalapak juga meminta maaf atas ketidaknyamanan pengguna baru yang ingin mengunduh aplikasi melalui Google Play Store.

“Saat ini kami sedang melakukan upaya pembaharuan agar Bukalapak dapat segera diunduh oleh pengguna baru melalui Google Playstore,” ujar Intan.

Baca juga: BukaLapak berencana kembangkan fitur syariah

Aplikasi Bukalapak terpantau tidak ada di toko aplikasi Google Play Store, Kamis pagi. Sejumlah warganet bahkan melaporkan hilangnya aplikasi Bukalapak di toko Android tersebut sejak Rabu (18/9) malam.

Dari pantauan ANTARA, hanya aplikasi Bukalapak yang ada di Google Play Store yang hilang untuk saat ini. Sementara, aplikasi Bukalapak di Apple App Store tetap tersedia dan bersanding dengan aplikasi online marketplace lainnya, seperti Tokopedia dan Shopee.

Baca juga: Menkominfo anggap wajar perampingan karyawan Bukalapak

Baca juga: Bukalapak buka suara soal perampingan karyawan

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Bukalapak hilang di Google Play Store

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi Bukalapak terpantau tidak ada di toko aplikasi Google Play Store, Kamis pagi.

Sejumlah warganet bahkan melaporkan hilangnya aplikasi Bukalapak di toko Android tersebut sejak Rabu malam.

“@BukaBantuan Ada apa dengan Bukalapak? Mengapa Play Store menghapus aplikasi Bukalapak?” tanya @joelND1.

Akun customer service @BukaBantuan membalas pertanyaan warganet tersebut dengan menjelaskan bahwa saat ini aplikasi Bukalapak sedang dalam pembaruan.

“Hai Kak, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Bella informasikan saat ini terdapat pembaruan pada sistem pada aplikasi Bukalapak di Playstore dan sedang dalam penanganan tim terkait kami. Namun jangan khawatir, kakak dapat bertransaksi di Bukalapak melalui desktop atau m-web. Terima kasih ^NA,” tulis @BukaBantuan.

ANTARA telah mencoba menghubungi pihak Bukalapak untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai hal ini.

Dari pantauan ANTARA, hanya aplikasi Bukalapak yang ada di Google Play Store yang hilang untuk saat ini. Sementara, aplikasi Bukalapak di Apple App Store tetap tersedia dan bersanding dengan aplikasi online marketplace lainnya, seperti Tokopedia dan Shopee.

Baca juga: Suka duka Achmad Zaky bangun Bukalapak, pernah ditinggal karyawan

Baca juga: Bukalapak buka suara soal perampingan karyawan

Baca juga: BukaLapak sebut kurang dari 10 persen karyawan di PHK

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp dicibir Telegram dan penggunanya

Jakarta (ANTARA) – Alih-alih bermaksud memberi tahu pengguna bahwa aplikasinya bisa untuk berbagi file atau dokumen hingga yang berukuran 100MB, WhatsApp justru dicibir pesaingnya, Telegram, dan penggunanya.

Kejadian lucu itu bermula ketika WhatsApp mencuit di Twitter dan membagikan tips bagaimana cara mengirimkan file berukuran hingga 100MB melalui aplikasi WhatsApp pada 13 September yang lalu.

“Butuh mengirimkan sebuah email tapi lampiran file (file attachment) terlalu besar?, coba WhatsApp sebagai gantinya, Anda bisa mengirimkan file hingga 100MB,” tweet WhatsApp yang diikuti tagar #WhatsAppTricks.

Tweet WhatsApp itu langsung dikomentari dan “dicibir” Telegram yang mengirim pesan dengan kalimat sama, tapi diakhiri dengan kalimat bahwa “Anda bisa mengirimkan file hingga 1,5GB”. Memastikan bahwa Telegram bisa digunakan untuk berbagi file dengan ukuran yang jauh lebih besar.

Baca juga: Apa artinya pesan terenkripsi?

“Telegram lebih baik soal file,” komentar pengguna Telegram Abdo Al-Gafri (@LiveMore2cMore).

“Gunakan @Telegram karena mulai tahun depan WhatsApp memulai fitur yang Anda bisa melihat iklan di WhatsApp. Jadi saya mengurangi mengurangi penggunaan WhatsApp dan menggunakan Telegram sejak setahun terakhir,” tulis Gopinath (@Tanishkq).

Pengguna lain, andre (@DidaroSan), menambahkan dukungan untuk Telegram dengan menuliskan: “WhatsApp tolong, belajar dari Telegram, aplikasi perpesanan terbaik dari seluruh penjuru dunia. Berbasis cloud, begitu banyak fitur, aman, dan banyak lagi.”

Baca juga: Telegram, radikalisasi dan cerita bagaimana napiter Anggi teradikalisasi

Faktanya, memang Telegram memiliki kemampuan lebih dalam soal berbagi file (tidak terkompresi dan menurunkan kualitas dokumen gambar maupun video), selain fitur-fitur lain termasuk keamanan dan privasinya.

Tapi bagaimanapun, sejauh ini WhatsApp masih menjadi aplikasi perpesanan terpopuler di dunia dengan jumlah pengguna jauh lebih banyak dibanding Telegram.

Mengutip Statista, pengguna aktif WhatsApp per bulan saat iniencapai sekitar 1,6 miliar orang di seluruh dunia, menjadikannya aplikasi perpesanan terpopuler sejagat, sedangkan pengguna Telegram per Agustus 2019 hanya 365 juta, menurut perusahaan statistik bisnis, DMR.

Baca juga: Telegram punya fitur pengingat tidak sering chat

Baca juga: WhatsApp dan Telegram rentan disusupi, foto dan dokumen dimanipulasi

Baca juga: Dash Text uji coba integrasi WhatsApp-Telegram

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google rilis empat fitur baru untuk Android TV

Jakarta (ANTARA) – Google, dalam acara peluncuran Android TV Motorola di India, mengumumkan empat fitur baru yang akan tersedia bagi pengguna televisi pintar Android TV.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu, Google memperkenalkan empat fitur baru yang dimaksudkan untuk membantu pengguna mendapatkan hasil maksimal dari TV pintar mereka dengan data seluler terbatas.

Fitur baru pertama adalah Data Saver atau penghemat daya, yang seharusnya mengurangi penggunaan data pada koneksi seluler dan diklaim mampu menambah waktu menonton hingga tiga kali lipat.

Selain itu, ada pula fitur Data Alerts atau peringatan data yang dapat membantu pengguna memantau penggunaan data mereka saat menonton TV.

Selanjutnya, dengan fitur Hotspot Guide atau panduan hotspot, pengguna akan dapat mengatur TV mereka dengan hotspot seluler mereka.

Terakhir, fitur Cast in Files atau memasukkan dokumen yang memungkinkan pengguna melihat media yang diunduh dari ponsel mereka di TV mereka tanpa menggunakan data.

Menurut Google, semua pembaruan yang diumumkan tersebut akan diluncurkan ke perangkat TV Android di India selama beberapa pekan mendatang, dimulai dengan Xiaomi, TCL dan MarQ oleh Flipkart, dengan peluncuran global setelahnya.

Baca juga: Google akan umumkan Pixel 4 dan 4XL bulan depan

Baca juga: Langkah Google dorong adopsi “cloud” di Indonesia
 

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Snapchat tambah fitur mode kamera 3D untuk selfie

Jakarta (ANTARA) – Snapchat terus meningkatkan permainan selfie dengan memperkenalkan mode kamera baru yang membuat selfie terlihat memiliki tiga dimensi 3D.

Dikutip dari The Verge, fitur tersebut sudah dapat digunakan mulai Selasa (17/9) untuk para pengguna iPhone X atau iPhone yang lebih baru.

Baca juga: Snapchat sediakan lensa untuk anjing

Fitur yang diberi nama “3D Camera Mode” itu memungkinkan pengguna untuk mengambil foto selfie dan menerapkan efek, lensa dan filter 3D di dalamnya.

Bagi mereka yang menerima foto dengan fitur tersebut, meski tidak memiliki iPhone X, tetap dapat menggerakkan ponsel mereka untuk mendapatkan dimensi yang lebih baik.

Juru bicara Snap mengatakan Snapchat nantinya akan menghadirkan fitur tersebut kepada perangkat yang lain.

Baca juga: Snapchat keluarkan Year End Story

Snap pertama kali memperkenalkan ide untuk efek 3D dengan Snap ketika mengumumkan versi terbarunya Spectacles, yang dibekali kamera ganda untuk efek bokeh. Efek dan filter tersebut juga bisa ditambah confetti, coretan cahaya dan animasi.

Foto selfie 3D yang ditangkap di Snapchat dapat dibagikan di aplikasi tersebut ataupun disimpan ke rol kamera pengguna dan dibagikan di aplikasi lain.

Baca juga: Spotify gandeng Snapchat bagikan lagu ke Story

Baca juga: Snapchat kini dilengkapi Snap Games dan lensa baru

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara memasang mode gelap pada Gmail

Jakarta (ANTARA) – Google bertepatan dengan pembaruan sistem operasi ponsel pintar ke Android 10 juga mengeluarkan fitur mode gelap, termasuk pada aplikasi Gmail.

Mode gelap (dark mode), sejak beberapa waktu belakangan populer diterapkan dalam berbagai platform, seperti Facebook Messenger dan YouTube. Apple juga ikut memasang dark mode di iPhone dan iPad melalui iOS 13, dikutip dari laman CNet.

Dark mode akan membuat layar ponsel lebih nyaman dilihat terutama saat malam hari, juga lebih sedikit mengonsumsi daya baterai.

Berikut ini cara mengaktifkan dark mode pada aplikasi Gmail;

Baca juga: Cara cepat bersihkan email di inbox

1. Setelah membuka Gmail, ketuk menu hamburger atau tiga garis di kiri atas aplikasi.

2. Pilih “Settings”, lalu “General Settings”.

3. Di bagian atas, ketuk “Theme”.

4. Pilih “Dark”, jika sudah memakai dark mode sebagai setelan tetap di Android 10, pilih “System default”.

Pastikan ponsel sudah berjalan dengan Android 10 sebelum mencari fitur dark mode pada aplikasi Gmail.

Baca juga: Gmail sudah berusia 15 tahun, ini transformasinya

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spotify perketat verifikasi pakai GPS agar tak disalahgunakan

Jakarta (ANTARA) – Spotify akan memperketat verifikasi untuk langganan versi Premium Family demi memastikan program tersebut tidak disalahgunakan oleh para pengguna mereka.

Spotify mengenakan biaya 15 dolar AS per bulan untuk langganan versi Premium Family, yang berlaku maksimal bagi enam anggota keluarga.

Laman Billboard tahun lalu menulis hampir separuh pelanggan Spotify memilih program Premium Family dan rata-rata digunakan oleh tiga sampai empat orang.

Sayangnya, seperti dikutip dari laman The Verge, ada pelanggan yang menyalahgunakan program itu, misalnya berbagi iuran dengan teman, bukan anggota keluarga, agar mendapat biaya berlangganan yang lebih murah.

Spotify pada Agustus lalu akhirnya mengubah syarat dan kebijakan untuk langganan Premium Family. Mereka akan meminta pengguna memberikan data lokasi “dari waktu ke waktu” untuk memastikan pengguna Premium Family adalah anggota keluarga.

Menurut laman Cnet, pengguna diberikan waktu 30 hari untuk membatalkan langganan setelah kebijakan baru itu.

Program baru tersebut pertama kali hadir di Irlandia pada 19 Agustus, dan menyusul di Amerika Serikat pada 5 September.

Spotify pernah menguji coba melacak lokasi pengguna dengan GPS pada tahun lalu, namun, urung dipakai karena pengguna mereka protes keras. Data lokasi pengguna tergolong informasi yang sensitif karena berkaitan dengan kehidupan pribadi.

Meski pun data lokasi tercatat anonim, informasi tersebut sangat berisiko karena dalam sekejap bisa dilacak. Spotify menjamin data tersebut dilindungi dengan enkripsi dan tidak akan disalahgunakan.

“Data tersebut dienkripsi dan dapat disunting sesuai dengan kebutuhan pengguna. Data lokasi yang dikumpulkan untuk akun Premium Family hanya digunakan Spotify untuk keperluan tersebut,” kata Spotify.

Masing-masing anggota yang terdaftar di program langganan Premium Family akan diminta untuk memberikan alamat rumah atau mengaktifkan fitur lokasi.

“Setelah verifikasi alamat rumah anggota keluarga selesai, kami tidak menyimpan data lokasi atau melacak lokasi mereka,” kata Spotify.

Spotify, melalui kebijakan tersebut, menganggap keluarga harus tinggal satu atap, mereka tidak mempertimbangkan kemungkinan anggota keluarga tidak tinggal bersama karena urusan sekolah atau pekerjaan.

Ahli keamanan siber mengkhawatirkan kebijakan terbaru itu akan berpengaruh terhadap privasi para penggunanya.

“Perubahan kebijakan ini memungkinkan Spotify secara sewenang-wenang menggunakan lokasi pengguna untuk memastikan apakah mereka tinggal di rumah yang sama ketika menggunakan akun keluarga. Tidak jelas seberapa sering Spotify akan meminta informasi ini dari perangkat,” kata pimpinan lembaga pengawas teknologi Inggris Raya, Privacy International, Christopher Weatherhead.

Wheatherhead juga mengkhawatirkan kerahasiaan data pengguna anak yang ikut berlangganan Spotify lewat program Premium Family. Spotify menetapkan batasan usia 13 tahun ke atas untuk memakai layanan mereka.

Baca juga: Spotify gandeng Snapchat bagikan lagu ke Story

Baca juga: Spotify tiru radio, bisa dengarkan musik dan berita sambil nyetir
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google Maps tambah fitur dukung pemulihan pecandu alkohol di AS

Jakarta (ANTARA) – Google mengumumkan fitur baru yang dirancang untuk mereka yang ingin pulih dari kecanduan alkohol atau narkoba di Amerika Serikat (AS).

Fitur baru tersebut kini menampilkan lebih dari 83.000 pertemuan, beberapa di antaranya dijalankan oleh mereka yang pulih dari kecanduan alkohol dan obat-obat terlarang, seperti Alcoholics Anonymous, Narcotics Anonymous, Al-Anon dan SmartRecovery di lebih dari 33.000 lokasi.

Maps tidak hanya akan mencantumkan lokasi-lokasi pertemuan tersebut, namun jika diketuk, Maps juga akan memberikan arahan ke salah satu pertemuan yang terdaftar.

Dikutip dari Phone Arena, Minggu, Google mengatakan bahwa penambahan informasi tersebut ke Google Maps dilakukan setelah permintaan pencarian untuk “rehabilitasi terdekat,” “perawatan kecanduan terdekat” dan “bagaimana membantu pecandu” mencapai rekor tertinggi.

Sebanyak 21 juta orang Amerika dilaporkan berjuang dengan penyalahgunaan narkoba, dan diperkirakan 1 dari 14 orang dewasa Amerika dalam pemulihan.

Untuk membantu pecandu menemukan kekuatan dan motivasi dalam pemulihan, Google telah merilis serangkaian video yang menampilkan para penyalahguna narkoba berbagi pengalaman mereka.

Selain itu, Google Maps juga akan menunjukkan lokasi tempat Naloxone dapat dibeli tanpa resep dokter. Naloxone adalah obat yang digunakan untuk memblokir efek opioid, terutama penurunan pernapasan pada overdosis, yang telah menyelamatkan banyak nyawa.

Google Maps akan memberi tahu di mana obat itu bisa diperoleh, dengan memasukkan kata kunci “Naloxone terdekat” atau “Narcan terdekat” ke dalam bilah pencarian.

Bulan September adalah bulan pemulihan nasional atau National Recovery Month, dan Google telah membuat situs web baru berjudul Recover Together, demikian Phone Arena.

Baca juga: Tandingi Google Maps, Huawei akan luncurkan “Map Kit”

Baca juga: Heboh penampakan hantu, begini cara kerja Google Maps

Baca juga: 100 pengendara di Denver tersesat bareng karena ikuti Google Maps

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Verifikasi dua langkah” jaga kerahasiaan informasi di WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk dapat menjaga kerahasian informasi serta keamanan aplikasi WhatsApp, salah satunya dengan memanfaatkan fitur “verifikasi dua langkah” atau two-step verification.

Fitur ini sangat berguna jika ada seseorang yang tidak dikehendaki ingin mengakses akun WhatsApp Anda sehingga kerahasiaan informasi tetap terjaga.

“Fitur ini membantu Anda jika ada seseorang yang ingin mengakses WA anda ketika handphone anda hilang. Itu bisa dijaga dengan verifikasi dua langkah,” kata Sravanthi selaku Director of Communications WhatsApp saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Fitur itu bisa diaktifkan dengan membuka menu “pengaturan” lalu pilih “akun” dan pilih “verifikasi dua langkah”. Setelah itu, pengguna diminta untuk memasukkan enam digit PIN.

Baca juga: Cara ampuh jaga privasi di WhatsApp

Baca juga: WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Setelah diminta membuat PIN, kemudian pengguna akan diminta mendaftarkan email yang berguna jika sewaktu-waktu lupa enam digit PIN tersebut.

“Ini sama halnya bila Anda di rumah dan punya mobil atau motor, maka Anda tidak akan mungkin meninggalkan rumah dan kendaraan Anda tanpa terkunci. Anda tidak akan menaruh barang ditempat ramai tanpa dijaga,” ujar Sravanthi.

Sravanthi menambahkan bahwa pengguna WhatsApp juga bisa memanfaatkan fitur keamanan dalam smartphone untuk membantu menjaga privasi, termasuk segala informasi yang ada di WhatsApp.

“Satu lagi yang penting, gunakan perlindungan yang diberikan handphone Anda seperti sidik jari atau face id. Itu dapat gunakan sehingga perlindungan benar-benar ada di tangan Anda,” imbuhnya.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook Cafe hadir di Jakarta, kampanyekan pentingnya jaga privasi

Jakarta (ANTARA) – Facebook secara resmi membuka kafe pop up Facebook Cafe yang berlokasi di kawasan Melawai, Jakarta, untuk mengampanyekan pentingnya menjaga privasi di media sosial.

“Banyak sekali masyarakat belum menyadari betul fitur privasi, kita ingin meningkatkan kesadaran itu agar antusiasme itu diiringi dengan keamanan privasi,” kata Manajer Kampanye Kebijakan Facebook Indonesia Noudhy Valdryno di Jakarta, Jumat.

Facebook Cafe akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (15/9), bertempat di Filosofi Kopi. Di tempat tersebut, tim Facebook Indonesia akan menjawab pertanyaan seputar fitur privasi yang tersedia di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Melalui Facebook Cafe, Facebook Indonesia juga ingin mensosialisasikan fitur autentikasi dua faktor.

“Ini sangat penting karena banyak sekali pengguna aplikasi keluarga Facebook Indonesia yang sudah mendapatkan jumlah follower-nya yang sangat banyak, jadi kita ingin melindungi mereka dari upaya-upaya seperti hacking, phising dan aplikasi autentikasi dua faktor ini sangat efektif untuk menjaga para pengguna kami dari upaya-upaya tersebut,” ujar Noudhy.

Baca juga: Facebook luncurkan aplikasi kencan pesaing baru Tinder

Ice Coffee Latte yang bisa didapatkan gratis di Facebook Cafe, di Jakarta, Jumat (13/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia) Di Facebook Cafe, pengunjung akan diajak untuk mengikuti tes privasi yang akan membantu mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang fitur dan kendali privasi di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan pengaturan privasi mereka, sambil menikmati sajian dan camilan dari Facebook.

Indonesia merupakan negara ketiga yang dipilih Facebook, setelah Inggris dan Jepang, untuk menghadirkan Facebook Cafe. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna Facebook, Instagram dan WhatsApp yang begitu besar di Indonesia.

“Kita bangga sekali keluarga Facebook Indonesia bisa membawa Facebook Cafe di sini. Kita lihat nanti mudah-mudahan di Jakarta antusiasnya positif, dan mudah-mudahan bisa membawa Facebook Cafe di Indonesia untuk di kemudian hari,” ujar Noudhy.

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”
 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apple Arkade tawarkan 100 judul gim eksklusif

Jakarta (ANTARA) – Layanan gim berlangganan yang akan dirilis Apple, yakni Arkade, akan menawarkan lebih dari 100 judul gim terbaru dan eksklusif kepada para pengguna yang bisa dimainkan di perangkat Apple mereka.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, pada Rabu, beberapa mitra Apple dalam layanan itu seperti Sega, juga akan menyuguhkan beberapa gim klasik mereka, misalnya “Sonic the Hedgehog” yang populer pada 90-an, selain menawarkan gim-gim terbaru.

Selain Sega, mitra lainnya yang bergabung dalam Arkade antara lain Annapurna Interactive, Konami, Disney, Lego dan Skybound Entertainment.

Selain varian judul gim, Apple juga menyatakan Arkade-nya tidak akan memiliki iklan atau memerlukan pembelian tambahan (additional purchase), serta dapat dimainkan secara luar jaringan (offline) di perangkat-perangkat Apple.

Baca juga: Apple hadirkan generasi terbaru iPad dengan harga lebih murah

Apple Arkade dijadwalkan hadir di lebih dari 150 negara pada 19 September 2019.

Biaya berlangganan yang ditawarkan sebesar USD5 (sekitar Rp70 ribu) per bulan dengan family mode yang bisa diakses hingga enam orang pengguna, dan uji coba gratis (free trial) selama satu bulan.

Arkade akan menjadikan pesaing baru dalam layanan khusus gim (streaming game-centric) terhadap pemain yang sudah ada sebelumnya seperti Google Stadia dan Microsoft Project xCloud.

Baca juga: Apple resmi luncurkan iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Media sosial kini jadi wadah diplomasi secara digital

Jakarta (ANTARA) – Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia Agung Yudha mengatakan media sosial kini menjadi wadah untuk berdiplomasi secara digital seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Komunikasi dunia berubah saat ini, yang membuat perubahan cara berkomunikasi dalam hal diplomatik. Hampir semua pemimpin menggunakan platform Twitter,” ujar Agung dalam acara Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa.

Dalam presentasinya, Agung menyebutkan sebanyak 951 akun Twitter adalah milik para pemimpin dunia.

Twitter menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh pemimpin dunia. Facebook pada urutan kedua dengan 677 akun, sementara Instagram di urutan ketiga dengan 403 akun.

Hal tersebut, menurut Agung, dikarenakan konten Twitter yang “hidup.”

“Twitter dibuat untuk mendiskusikan sesuatu dan biasanya tempat untuk bertemu orang yang tidak kita kenal secara personal. Pembicaraan yang timbul di Twitter ini mendukung usaha diplomasi,” kata dia.

Percakapan yang sedang hangat-hangatnya di Twitter sering kali dimanfaatkan oleh akun kedutaan besar untuk mempromosikan diri.

Sebagai contoh, Yudha menyebutkan, akun @KBRIWashDC memanfaatkan momentum tingginya percakapan Marvel vs DC saat film “Justice League” meluncur pada 2017.

Akun kedutaan besar Indonesia di Washington DC itu ikut dalam obrolan tersebut untuk “mengiklankan” keberadaan kantor kedutaan besar tersebut.

Akun Twitter Swedia @swedense juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kuliner khas bola daging Swedia, yang bisa ditemui di IKEA.

Baca juga: Twitter matikan fitur cuit via SMS usai akun CEO diretas

Baca juga: Facebook, Google bahas keamanan medsos untuk Pilpres AS 2020
 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kamus digital Bali raih penghargaan UNESCO

750 juta orang dewasa di dunia memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi digital kamus bahasa Bali berhasil meraih penghargaan literasi dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

Penghargaan tersebut diberikan kepada organisasi di Bali yakni BASAbali, yang berupaya melestarikan Bahasa Bali melalui aplikasi digital kamus bahasa Bali    pembuatan seperti tertulis dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Atas upaya pelestarian bahasa daerah tersebut, BASABali mendapatkan The UNESCO Confucius Prize for Literacy yang diberikan di Paris, Perancis, Senin.

Selain Indonesia terdapat dua negara lain yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Kolombia dan Italia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini kepada Direktur BASABali Gde Nala Antara. Nala didampingi oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar dan Surya Rosa Putra, Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.

Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini mengatakan pada tahun ini UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema Literacy and Multilingualism, sebab literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa.

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic pada tahun 2019 terdapat sekira 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

Baca juga: Berjasa untuk UNESCO, anggota AIPI raih penghargaan

“Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah,” kata Stefania.

Direktur BASABali Gde Nala Antara menuturkan program BASABali menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa.

Gde yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengatakan program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASABali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” kata Gde Nala.

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASABali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosa kata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, menegaskan penghargaan itu merupakan pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

Baca juga: Kembali, Bandara Bali raih penghargaan terbaik dunia

Sebelumnya, pada 2012 Indonesia juga mendapatkan penghargaan sejenis, yakni UNESCO King Sejong Literacy Prize.

“Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO,” kata Surya.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar, menegaskan bahwa kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

Hal itu merupakan hasil berkolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali. Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam.

“Dengan adanya kolaborasi itu dapat memperkaya bahasa Indonesia. Pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru bahasa Indonesia dari bahasa daerah. Lestarikan bahasa daerah, kembangkan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju,” ajak Harris yang juga Komite Pengarah Aliansi Literasi Dunia (Global Alliance for Literacy) UNESCO itu.* 

Baca juga: Ani Yudhoyono terima penghargaan dari UNESCO

Pewarta: Indriani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bukalapak buka suara soal perampingan karyawan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan Bukalapak mengonfirmasi kabar yang beredar soal pemutusan hubungan kerja karyawan, yang mereka sebut sebagai “penataan internal perusahaan”.

“Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company, terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang, ” kata Bukalapak melalui keterangan resmi, Selasa.

Menurut Bukalapak, penataan internal ini akan mendukung strategi bisnis mereka.

“Tentunya sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak,” katanya.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia, Bukalapak ranking pertama

Baca juga: Promosi ekspor produk UKM Indonesia melalui BukaGlobal

Sumber Antara menginformasikan cukup banyak karyawan yang terdampak kebijakan penataan internal Bukalapak ini, ada kemungkinan jumlahnya mencapai ratusan orang.

Pemutusan hubungan kerja menimpa beberapa divisi di Bukalapak, termasuk bagian engineering dan pemasaran, menurut sang sumber.

Bukalapak masuk ke kelompok startup unicorn di Indonesia, perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya ini sudah beroperasi selama sembilan tahun.

Berangkat sebagai e-commerce, Bukalapak menjelma menjadi perusahaan berbasis teknologi dan mengembangkan beragam layanan di platform mereka, termasuk layanan finansial dan investasi.

Selain kantor pusat di Jakarta, Bukalapak juga memiliki pusat riset di Bandung dan Surabaya.

Baca juga: Suka duka Achmad Zaky bangun Bukalapak, pernah ditinggal karyawan

Baca juga: Bayar paspor kini bisa via Tokopedia, Finnet dan Bukalapak

Baca juga: Bukalapak dan Tokopedia dilibatkan setoran penerimaan negara

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spotify gandeng Snapchat bagikan lagu ke Story

Jakarta (ANTARA) – Spotify resmi bermitra dengan pelopor format story, Snapchat, yang membuat pengguna dapat langsung membagikan lagu kesukaan mereka ke jejaring sosial tersebut.

“Anda dalam waktu dekat bisa menggabungkan keduanya secara tanpa batas dan membagikan apa yang Anda dengarkan ke Snap (story),” kata Spotify dalam blog resmi mereka.

Pengguna Spotify bisa membagikan lagu, daftar putar, album dan podcast langsung ke Snapchat. Tentu, pengguna harus memasang aplikasi Spotify dan Snapchat di ponsel mereka.

Saat sednag mendengarkan lagu atau podcast di Spotify, ketuk menu bagikan atau “share”, berupa tiga titik di kanan layar, akan muncul “Snapchat” dari daftar.

Baca juga: Pelanggan Apple Music saingi Spotify

Baca juga: Spotify buat fitur mirip Instagram Stories

Setelah di klik, pengguna akan diarahkan ke Snap baru dari Snapchat, termasuk dengan sampul album lagu yang sedang didengar. Ketuk send atau kirim, atau pengguna ingin menyuntingnya dulu sebelum disiarkan.

Integrasi Spotify dengan Snapchat ini juga memiliki fitur untuk mengirimkan lagu ke teman lain di jejaring sosial tersebut.

Jika mendapat kiriman Snap dari teman berisi lagu, Snapchat juga memberikan kemudahan untuk mendengarkannya.

Sapu layar dari bawah ke atas, ketuk context card berisi informasi lagu. daftar putar atau podcast yang diterima. Pengguna akan langsung diarahkan ke Spotify untuk mendengar lagu tersebut.

Pembaruan ini berlaku untuk Spotify dan Snapchat versi iOS dan Android.

Baca juga: Spotify tiru radio, bisa dengarkan musik dan berita sambil nyetir

Baca juga: Setelah Netflix, Obama geluti bisnis podcast bersama Spotify

Baca juga: “Kill This Love” BLACKPINK rajai tangga lagu K-pop di Spotify
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasang OS Harmony, Huawei berencana tinggalkan Gmail

Jakarta (ANTARA) – Huawei baru saja mengumumkan sistem operasi Harmony yang akan dipakai di sejumlah perangkat pintar mereka setelah tidak lagi bermitra dengan Google Android, termasuk upaya alternatif untuk aplikasi surel Gmail.

Huawei mulai berdiskusi dengan penyedia layanan surat elektronik dari Swiss, ProtonMail, untuk menjadi aplikasi bawaan (preloaded) seperti Gmail untuk perangkat berbasis Android, dikutip dari laman Bloomberg, Senin.

Jika bukan menjadi aplikasi preloaded, ProtonMail bisa saja masuk pasar aplikasi buatan Huawei, AppGallery, seperti dikatakan CEO ProtonMail Andy Yen.

Baca juga: Huawei luncurkan dua varian baru untuk P30 Pro

“Yang mereka cari dari kami adalah alternatif dari Google jika mereka tidak bisa menawarkan apa-apa lagi ke Google,” kata Yen.

Namun, perwakilan Google dan Huawei belum memberikan komentar.

ProtonMail telah memiliki 17 juta pengguna di seluruh dunia untuk layanan surel terenkripsi end-to-end.

Yen menyatakan akan mempertahankan netralitas mereka terhadap isu politik yang melekat pada Huawei. Tujuan mereka memberikan layanan ke Huawei adalah garansi keamanan dan privasi pengguna.

Baca juga: Huawei prediksi 5G dorong ekonomi digital Asia Pasifik

Swiss selama ini dikenal sebagai tempat yang netral terhadap permasalahan politik.

Meskipun bisnis dengan Huawei akan membuka kesempatan untuk mendapat audiens yang lebih besar, ProtonMail tetap mempertimbangkan risiko berbisnis.

Yen melihat rencana dengan Huawei itu sebagai kesempatan bisnis bagi Eropa untuk menyediakan teknologi alternatif selain dari Amerika Serikat serta masuk ke kompetisi.

Baca juga: Huawei paparkan empat perbedaan Harmony OS dengan Android

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satuair, aplikasi untuk para pecinta ikan hias

Jakarta (ANTARA) – Para pecinta ikan hias kini bisa bertransaksi jual beli dengan ribuan pelaku dalam industri tersebut dari seluruh Indonesia lewat aplikasi Satuair.

Pendiri Satuair Danang Prima dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, mengatakan kehadiran aplikasi itu bermula dari kegelisahan dan harapan sebagian besar pelaku industri ikan hias untuk menghadirkan platform yang tidak hanya berkonsentrasi sebagai tempat berjualan namun juga menjaga dan menciptakan ekosistem yang kuat dan sehat.

Aplikasi Satuair memiliki sejumlah fitur yakni obrolan (chat), satu kontak, transaksi, serta profil.

Fitur chat memungkinkan penjual dan pembeli saling berkomunikasi secara aman di dalam aplikasi.

Satu kontak menjadi wadah untuk menyimpan kontak yang diinginkan, sementara fitur transaksi meliputi pencatatan transaksi yang sedang dilakukan pengguna.

Jenis-jenis ikan hias telah dikategorikan dalam aplikasi tersebut mulai dari arwana, guppy, koi hingga platty.

“Perbedaan mendasar antara Satuair dengan marketplace yang lain tidak hanya terletak di komoditas utama yang dijajakan, tapi Satuair juga membangun algoritma yang mengakomodir seluruh proses transaksi dimulai dari pengkategorian jenis ikan hias sampai dengan mekanisme klaim garansi,” kata Dodi Soufiadi selaku co-Founder Satuair.

Diklaim sebagai satu-satunya marketplace ikan hias di Indonesia, Satuair bisa diunduh melalui Google Play untuk pengguna Android.

Hingga saat ini aplikasi itu sudah diunduh lebih dari 500 kali.

Baca juga: Nelayan gunakan aplikasi “Laut Nusantara” meningkat

Baca juga: “Marketplace” ini bantu UMKM dapat pinjaman modal
 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YouTube beri penghargaan “Red Diamond” bagi pemilik 100 juta subcriber

Jakarta (ANTARA) – Salah satu platform streaming video terbesar di dunia, YouTube, memberikan penghargaan terbarunya, “Red Diamond Creator Award“, bagi pembuat konten atau “YouTuber” yang menembus angka 100 juta pelanggan (subscribers).

“Rekor pelanggan 100 juta telah dilampaui, dan itu berarti kami memiliki penghargaan baru bagi para kreator! Memperkenalkan: Red Diamond Creator Award, dinamai berdasarkan salah satu warna berlian yang paling langka,” demikian unggahan YouTube dalam akun Twitter resminya, Sabtu.

Dikutip dari unggahan YouTube itu, kanal pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan itu adalah kanal kategori musik India, T-Series dengan 111 juta pelanggan.

Sedangkan YouTuber kedua yang mendapatkan Play Button itu adalah pemain gim digital asal Swedia, PewDiePie dengan 100,9 juta pelanggan yang mengikutinya. YouTube sedang membuatkan tombol khusus Play Button bagi kedua kanal YouTube itu.

Baca juga: YouTube dorong kreator lokal dari luar Jakarta

YouTube menyampaikan pembuatan Red Play Button bagi kreator yang bisa menembus angka 100 juta pelanggan itu dibuat di Miami, Florida, Amerika Serikat.

Sebelumnya, YouTube telah mengeluarkan empat play button sebagai penghargaan yang menandai capaian jumlah pelanggan para pembuat konten pada platform-nya.

Pertama, Silver Play Button untuk 100 ribu pelanggan. Lalu, ada Golden Play Button untuk kanal yang berhasil menembus 1 juta pelanggan.

Berikutya Diamond Play Button untuk kreatornya dengan angka 10 juta pelanggan. Lantas Ruby Play Button sebagai penanda pencapaian 50 juta pelanggan.

Baca juga: Alasan Youtube penuhi feed berkonten anak-anak
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook luncurkan aplikasi kencan, pesaing baru Tinder

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi kencan dalam jaringan (online) Tinder kini mendapatkan pesaing baru karena raksasa internet Facebook resmi meluncurkan platform berkencan Facebook Dating.

“Facebook Dating mempermudah Anda mencari cinta berdasarkan apa yang Anda suka, membantu Anda memulai hubungan yang bermakna melalui hal-hal yang sama, seperti kesukaan, acara atau grup,” kata Manajer Produk Facebook Dating, Nathan Sharp, dalam keterangan di blog resmi Facebook, dikutip Jumat.

Facebook Dating baru diluncurkan di Amerika Serikat, dan akan tersedia di 19 negara lainnya yaitu Malaysia, Argentina, Bolivia, Brazil, Kanada, Chile, Kolombia, Ekuador, Guyana, Laos, Paraguay, Peru, Singapura, Filipina, Suriname, Uruguay, Thailand dan Vietnam.

Baca juga: Facebook menghentikan fitur “tag suggestion” secara otomatis

Facebook Dating hanya tersedia untuk pengguna usia 18 tahun ke atas. Mereka bisa memilih untuk masuk ke platform itu dan membuat profil baru, yang terpisah dari profil utama.

Facebook tidak mengadopsi gaya swiping atau geser dari Tinder untuk mencari teman kencan. Pengguna bisa mulai berkomentar atau menyukai unggahan untuk memberi sinyal tertarik. Jika tidak tertarik, lewati saja profil tersebut.

Facebook tidak akan menjodohkan pengguna dengan temannya sendiri, kecuali masing-masing memasukkan nama pengguna ke daftar Secret Crush. Facebook akan memasangkan pengguna dengan teman dari pengguna lain (mutual friend) atau siapa pun yang tidak berada dalam lingkaran pertemanan.

Facebook juga menyambungkan unggahan di Instagram ke Facebook Dating dan mereka berencana memasukkan Stories akhir tahun ini,

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Baca juga: Cari teman lewat aplikasi serupa Tinder
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkominfo bocorkan startup unicorn baru dari bidang pendidikan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memprediksi bahwa sebelum akhir tahun 2019 akan lahir satu perusahaan rintisan (startup) berlabel unicorn dari bidang pendidikan.

“Ini perkiraan ya, karena saya tidak bisa pastikan, tergantung yang mau investasi, (startup) di bidang edu-tech,” ujar Rudiantara di sela Google Cloud Summit di Jakarta, Kamis.

Namun, Rudiantara enggan menyebut nama startup tersebut. “Yang sudah pendanaannya di ronde-ronde atas, bukan di level seed capital atau di seri A, tapi sudah di seri D atau ke atas,” kata dia.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

Startup bidang edu-tech yang diprediksi Rudiantara bakal memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar atau menjadi unicorn karena pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan.

“Kalau tahun depan Rp2.500 triliun, berarti Rp500 triliun untuk pendidikan, kalau dapat 10 persen-20 persen sudah Rp5 triliun-Rp10 triliun, dengan GMV (Gross Merchandise Volume) segitu sudah bisa jadi startup unicorn,” ujar Rudiantara.

Startup tersebut akan menjadi kandidat unicorn ke-5 di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memiliki empat startup unicorn yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Sementara itu, pemerintah telah memiliki program Next Indonesian Unicorn (NexICorn) untuk mengasilkan lebih banyak startup unicorn di Indonesia.

Baca juga: Belva Devara jatuh cinta ke dunia pendidikan karena Ruangguru

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru

Baca juga: Wapres sebut “unicorn” di Indonesia sama saja seperti koperasi

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter matikan fitur cuit via SMS usai akun CEO diretas

Jakarta (ANTARA) – Twitter untuk sementara waktu mematikan fitur mencuit melalui pesan teks atau SMS untuk melindungi akun para pengguna platform mikroblog tersebut.

Langkah itu diambil tidak lama setelah akun CEO Twitter Jack Dorsey diretas dan peretas mencuitkan kata-kata rasial dan kasar atas nama Dorsey.

“Kami mengambil langkah ini karena kelemahan yang harus diatasi oleh operator mobile dan kepercayaan kami untuk menyambungkan nomor ponsel untuk verifikasi dua langkah (kami akan memperbaikinya),” cuit akun resmi @TwitterSupport, dikutip Kamis.

Twitter akan kembali mengaktifkan fitur ini di tempat-tempat di mana SMS adalah sistem komunikasi terpercaya. Twitter sedang menyiapkan strategi jangka panjang untuk fitur mencuit lewat SMS.

Baca juga: Sebelum diamankan, akun bos Twitter yang diretas kirim cuitan rasis

Laman The Verge menuliskan nomor ponsel menjadi celah masuk peretas karena operator sering kali tidak memberikan proteksi yang memadai untuk nomor ponsel.

Kasus yang terjadi pada Dorsey kemarin, seperti ditulis The Verge, akibat nomor ponsel yang tidak diproteksi oleh operator.

Ketika peretas sudah mengantongi nomor ponsel, mereka bisa menggunakan pesan teks untuk mencuit atas nama akun Jack Dorsey meski pun dia tidak log in ke akun tersebut.

Baca juga: Twitter uji coba fitur “follow topic”

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Baca juga: Twitter investasi di medsos lokal India demi bahasa

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JD.ID gelar kampanye “SEBUT” selama 100 hari

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan e-commerce yang terafiliasi dengan JD.com yakni JD.ID menyiapkan kampanye untuk seluruh pelanggan selama 100 hari hingga akhir tahun, bertajuk “Seratus Hari Belanja Untung (SEBUT)”, mulai 4 September 2019 hingga 12 Desember 2019.

“Kami sangat antusias sekali saat mulai merencanakan, hingga mengeksekusi kampanye “SEBUT” yang akan dilaksanakan selama 100 hari ke depan. Ini merupakan kali pertama kami menggelar sebuah kampanye tematik yang terintegrasi non-stop memanjakan para pelanggan kami di momen 9.9 (September), 10.10 (Oktober), 11.11 (November) hingga puncaknya pada 12.12 di bulan Desember nanti,” kata Mia Fawzia, Marketing Chief JD.ID dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis.

Tema “SEBUT” dipilih untuk menggambarkan bahwa selama 100 hari ke depan, JD.ID akan menawarkan 100 persen barang original.

“Selain itu kami memberikan 100 hari non-stop promo terbaik, 100 hari brand maraton, dan kami ingin para pelanggan setia kami mendapatkan manfaat dan keuntungan selama momen belanja nasional tahun ini,” kata Mia.

Baca juga: Alasan Dimas Beck geluti bisnis kuliner

Rangkaian promo menarik dan seru pada kampanye “SEBUT” tersebut antara lain Super Deal 24 Jam yakni promo kilat alias flash sale dengan harga terbaik akan bergulir bergantian selama 24 jam penuh setiap harinya. Golden Ticket & Mystery Box adalah program unggulan special JD.ID yang memberikan kesempatan pelanggan untuk mendapatkan produk dengan harga khusus.

Diskon Hingga 99 persen untuk produk favorit di JD.ID hingga 99 persen. JD Auction Special, program lelang produk pilihan di akun resmi Instagram JD.ID setiap minggunya.

Promo Gajian Special yakni diskon besar-besaran dan voucher gajian akan diberikan setiap minggu terakhir di tiap bulannya. Hot Deals yakni produk-produk pilihan dari berbagai merek dengan promo terbaik akan digulirkan secara bergantian setiap harinya.

Baca juga: Ulang tahun ke-3, JD.ID traktir konsumen

Promo Gratis Ongkir, pembelian dibawah Rp90 ribu akan mendapatkan keuntungan gratis ongkos pengiriman untuk semua produk. Brand Day Festival, promo menarik dari brand-brand terbaik di JD.ID.

JD Star Battle, penawaran produk-produk pilihan, berkolaborasi dengan figur publik pilihan JD.ID

Kampanye “SEBUT” juga didukung sejumlah mitra brand JD.ID seperti Intel, Jabra, Philips, Unilever, P&G dan banyak brand-brand terbaik lainnya.

Selain itu JD.ID telah menghadirkan berbagai permainan untuk menambah keseruan berbelanja, diantaranya fitur dan apps “Flip & Match”, “JD Quiz”, “Tebak Harga”, “Running Game” hingga “Wheel of Joy” yang mengajak seluruh pelanggan untuk menjelajahi merek-merek #DijaminOri yang berpartisipasi pada kampanye “SEBUT”.

Baca juga: Samsung, Xiaomi dan Wardah terpopuler di Harbolnas JD.ID

Baca juga: Kilas balik e-commerce sepanjang 2018 (video)

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook, Google bahas keamanan medsos untuk Pilpres AS 2020

Jakarta (ANTARA) – Raksasa internet Facebook, Google, Twitter dan perusahaan teknologi Microsoft bertemu dengan badan intelijen Amerika Serikat untuk membahas keamanan dunia maya menjelang pemilu presiden AS pada November 2020 mendatang.

“Tujuannya untuk merespons diskusi-diskusi sebelumnya dan memperkuat strategi kolaborasi tentang keamanan negara bagian AS, federal dan pemilu presiden 2020,” kata kepala kebijakan keamanan siber di Facebook, Nathaniel Gleicher, dikutip dari Reuters.

Pertemuan tersebut diadakan di markas Facebook Menlo Park, dihadiri perwakilan FBI, Kantor Direktur Intelijen Nasional dan Departemen Keamanan Dalam Negeri pada Rabu (5/9) waktu setempat.

“Secara spesifik, peserta membahas bagaimana industri dan pemerintah dapat memperbaiki bagaimana kita berbagi informasi dan koordinasi respons kami untuk mendeteksi dan mencegah ancaman,” kata Gleicher.

Juru bicara Twitter juga menyatakan pertemuan tersebut menbahas respons terhadap ancaman di dunia maya.

“Kami berkomitmen untuk melakukan tugas kami,” kata Twitter.

Google, mengenai pertemuan tersebut, menyatakan sudah berinvestasi membuat sistem yang dapat mendeteksi phishing dan percobaan peretasan hingga mengidentifikasi intervensi asing di platform mereka.

“Teknologi hanya salah satu dari solusi tersebut,” kata direktur Google untuk penegakan hukum dan informasi keamanan, Richard Salgado.

Sementara Microsoft menyatakan perlu ada kolaborasi untuk menjaga keamanan siber menjelang pemilu.

“Merupakan yang penting bagi industri, penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi mencegah ancaman terhadap integritas pemilu,” kata Microsoft.

Media sosial mendapat kritik tajam saat pemilu AS 2016 lalu karena diduga menjadi tempat penyebaran propaganda asal Rusia yang membantu Presiden Donald Trump menang.

Rusia membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Facebook menghentikan fitur “tag suggestion” secara otomatis

Baca juga: Facebook Cafe gelar kampanye keamanan privasi pengguna

Baca juga: Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokopedia rancang program sambut ibu kota baru

Jakarta (ANTARA) – Tokopedia sudah mulai merancang program apa yang akan mereka buat terkait rencana ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Kami masih rancang, semua inisiatif untuk seluruh Indonesia,” kata Chief Operating Officer Tokopedia, Melissa Siska Juminto saat ditemui di Tokopedia Care Puri Kembangan, Rabu.

Tokopedia saat ini bukan lagi platform dagang online melainkan perusahaan berbasis teknologi yang menyediakan ekosistem, mereka mengembangkan inisiatif untuk warung dan pedagang kecil baik untuk teknologi maupun akses ke stok produk dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Tokopedia resmikan layanan aduan tatap muka “offline” di Jakarta

Program-program Tokopedia ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ibu kota baru, agar layanan mereka merata di semua tempat.

Tokopedia juga kini memiliki Tokopedia Care Tower untuk memberikan layanan bantuan tatap muka atau offline di Jakarta, Semarang dan Yogyakarta, tidak menutup kemungkinan layanan serupa akan hadir di ibu kota baru.

“Pasti kami eksplorasi terus di mana kami akan kembangkan terus, tidak menutup kemungkinan untuk ada di ibu kota baru,” kata Vice President of Operations Rudy Dalimunthe.

Tokopedia saat ini memiliki 6,2 juta penjual yang bergabung di platform mereka, sementara pengguna aktif bulanan mereka lebiih dari 90 juta. Tokopedia sudah mencakup sekitar 97 persen kecamatan yang ada di Indonesia.

Baca juga: Tokopedia: Kami sejak awal beroperasi di Indonesia

Baca juga: Batik Kultur by Dea Valencia kini bisa dibeli di Tokopedia

Baca juga: Tokopedia gandeng Modalku luncurkan layanan pinjaman modal

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokopedia resmikan layanan aduan tatap muka “offline” di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Tokopedia, e-commerce yang kini menjelma perusahaan teknologi, meresmikan layanan pengaduan tatap muka Tokopedia Care di Puri Kembangan, Jakarta Barat yang terbuka untuk semua konsumen mereka.

“Tokopedia Care Puri Kembangan menjadi salah satu jembatan untuk membangun kepercayaan pengguna dengan memberikan kemudahan bagi mereka dalam mengakses layanan Tokopedia lebih dekat,” kata Chief Operating Officer Tokopedia, Melissa Siska Juminto, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Pusat layanan konsumen Tokopedia Care sudah ada sejak mereka pertama kali beroperasi pada 2009 lalu melalui berbagai kanal secara online, saat ini tersedia melalui email, live chat hingga melalui media sosial.

Baca juga: Leontinus Alpha Edison, sosok dibalik Tokopedia

Setelah beberapa tahun berdiri, Tokopedia menyadari mereka memerlukan pusat bantuan offline agar pengguna memiliki opsi untuk datang langsung dan berdiskusi mengenai kendala yang mereka alami dengan petugas Tokopedia.

Vice President of Operations Tokopedia Rudy Dalimunthe mengatakan layanan bantuan di offline di Tokopedia Care Puri Kembangan memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna platform tersebut untuk menyampaikan kendala mereka.

Rudy menyatakan masih ada konsumen yang lebih suka untuk bertatap muka langsung dengan petugas saat mereka mengalami kendala, melalui layanan Service Experience Center.

Salah satu contoh kasus, misalnya pengguna sudah mengirim foto dokumen yang diperlukan untuk mengatasi masalah transaksi, namun hasilnya buram. Pengguna bisa datang langsung ke gedung Tokopedia Care Tower Puri Kembangan untuk memberikan langsung dokumen-dokumen yang diperlukan agar dapat diverifikasi petugas.

Layanan tatap muka Tokopedia Care Service Experience Center buka setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Selain Jakarta, unicorn ini juga memiliki Tokopedia Care offline di Semarang dan Yogyakarta.

Baca juga: Bayar paspor kini bisa via Tokopedia, Finnet dan Bukalapak

Baca juga: Bukalapak dan Tokopedia dilibatkan setoran penerimaan negara

Baca juga: Tokopedia tegaskan induk perusahaan ada di Indonesia

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook juga ingin sembunyikan “like”

Jakarta (ANTARA) – Facebook berencana menyembunyikan fitur yang menjadi hal wajib di berbagai media sosial, “like”, demi kesehatan mental pengguna mereka.

Seorang ahli teknisi bernama Jane Manchun Wong mengunggah prototipe laman Facebook untuk aplikasi Android, tanpa jumlah “like”. Kepada TechCrunch, Facebook membenarkan sedang mempertimbangkan untuk menghapus jumlah “like”.

Facebook belum menguji coba ke publik untuk fitur itu dan belum ingin memberikan keterangan tambahan mengenai jumlah “like” yang disembunyikan.

Beberapa bulan sebelumnya, Instagram, yang juga milik Facebook, menguji coba menyembunyikan jumlah l” di tujuh negara, yaitu Brazil, Jepang, Australia, Selandia Baru, Italia, Irlandia, dan Kanada.

Baca juga: Mengenal fitur “Mengapa Saya Melihat Postingan Ini” di Facebook

Setelah jumlah “like” disembunyikan, foto akan menampilkan beberapa nama akun yang menyukai foto pengguna. Sayangnya, Facebook juga belum mau menjelaskan bagaimana respons fitur itu di Instagram.

Facebook, saat uji coba untuk Instagram, menilai penyembunyian “like” dapat membantu mengurangi perasaan destruktif seperti merasa diri sendiri tidak cukup baik karena tidak mendapatkan banyak “like”.

Penyembunyian “like” juga akan membantu pengguna agar tidak menghapus foto mereka hanya karena tidak mendapat banyak “like”.

Baca juga: Tips aman lindungi akun medsos

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi edit wajah Zao dicurigai tidak aman

Jakarta (ANTARA) – Setelah FaceApp, kini muncul aplikasi untuk mengedit wajah dari China, Zao, yang dapat mengubah wajah penggunanya menjadi selebriti terkenal.

Zao, dikutip dari Reuters, dirilis di iOS China pada Minggu (1/9). Popularitas Zao langsung meroket di negara asalnya, sampai Momo, pengembang Zao, melalui media sosial Weibo menuliskan server mereka nyaris jebol karena lonjakan jumlah penggguna itu.

Untuk memakai Zao, pengguna harus mendaftar dengan memasukkan nomor ponsel. Setelah itu, mereka bisa mengunggah foto wajah. Pengguna bisa memilih video dari sejumlah artis terkenal lalu menggantinya dengan wajah mereka.

Baca juga: Menkominfo: Hati-hati gunakan aplikasi FaceApp

Selebriti yang masuk ke aplikasi Zao antara lain Leonardo DiCaprio dan Marilyn Monroe.

Jika foto telah selesai diedit, pengguna bisa membagikan foto itu ke media jejaring sosial.

Zao akhirnya mendapat kritik tajam setelah aplikasi tersebut viral. Para pengguna protes mengenai kebijakan privasi yang diterapkan.

Salah satu kesepakatan pengguna di Zao adalah konsumen yang mengunggah foto ke Zao setuju untuk memberikan hak kekayaan intelektual dan mengizinkan Zao menggunakan foto tersebut untuk tujuan pemasaran.

Baca juga: Pakar sebut FB, IG, dan Google lebih berbahaya daripada FaceApp

Zao melalui Weibo menyatakan akan mengatasi masalah tersebut.

“Kami sepenuhnya paham kekhawatiran orang terhadap masalah privasi. Kami menerima pertanyaan-pertanyaan kalian. Kami akan memperbaiki area yang belum kami pertimbangkan dan membutuhkan waktu,” kata Zao.

Zao dibuat oleh Momo Inc. Perusahaan itu sebelumnya membuat aplikasi kencan yang lantas berubah menjadi layanan livestreaming. Momo Inc. terdaftar di bursa New York Stock Exchange sejak 2014.

Baca juga: Kominfo imbau masyarakat hati-hati sebelum unduh aplikasi

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sociolla serius garap layanan omnichannel usai dapat pendanaan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan yang terkenal lewat platform belanja produk kecantikan Sociolla, Social Bella, berencana menggunakan pendanaan seri D yang baru mereka dapatkan untuk membesarkan layanan omnichannel yang baru mereka kembangkan.

“Untuk pengembangan omnichannel kami,” kata Presiden Social Bella, Christopher Madiam, ditemui usai pengumuman pendanaan seri D di Jakarta, Senin.

Social Bella mendapatkan dana total ebesar 40 juta dolar dari investor EV Growth, Temasek, Pavilion Capital, EDBI dan Jungle Ventures.

Baca juga: Sociolla raih pendanaan Seri D senilai Rp567 miliar

Baca juga: Keunikan startup jadi syarat utama investor asing suntikan dana

Social Bella baru saja meluncurkan gerai fisik Sociolla di dua mal di Jakarta pertengahan tahun ini, offline store menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki sejumlah karakteristik yang dibutuhkan oleh penjual produk kecantikan.

Melalui toko online, Christopher menilai produk yang ditawarkan jauh lebih beragam dibandingkan ketika berbelanja di toko. Tapi, ketika berbelanja di toko, konsumen bisa langsung mencoba produk sebelum membeli.

Christopher belum menentukan di mana gerai Sociolla berikutnya karena mereka masih memetakan kebutuhan konsumen untuk toko fisik ini.

Melalui toko fisik, Sociolla menggabungkan pengalaman berbelanja online dengan belanja langsung, misalnya saat datang ke toko, konsumen bisa memindai kode untuk melihat penjelasan lebih lengkap soal produk.

Social saat ini baru memiliki dua offline store di Mal Kota Kasablanka dan Lippo Mal Puri Indah, Jakarta.

Baca juga: Selain dana, startup butuh tim berkualitas

Baca juga: Startup Goola milik Gibran raih pendanaan Rp71 miliar

Baca juga: Ralali.com raih pendanaan 13 juta dolar AS

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sociolla raih pendanaan Seri D senilai Rp567 miliar

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan Sociolla yang khusus menjual produk kecantikan, Social Bella, mendapat pendanaan seri D dari sejumlah pemodal senilai total 40 juta dolar, atau sekitar Rp567,76 miliar (1 dolar AS: Rp14,194) pada Senin.

“Pertumbuhan sektor kecantikan di Indonesia sangat pesat, kami ingin menjadikan ekosistem kami lebih baik lagi,” kata Presiden dan pendiri Social Bella, Christopher Mardiam, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Social Bella, yang dikenal dengan e-commerce Sociolla, dalam putaran ini mendapat gelontoran dana dari EV Growth, Temasek, EDBI, Pavilion Capital dan Jungle Ventures. Dana dari penggalangan, fund raising seri ini akan digunakan untuk menambah sumber daya manusia, salah satu faktor penting untuk perusahan berbasis teknologi, menuru CEO Social Bella, John Rasjid.

“Bagaimana kami bergerak, lebih lincah,” kata John di acara yang sama.

Baca juga: Shiseido akuisisi startup teknologi kecantikan asal AS, MATCHCo

Dana 40 juta dolar itu juga akan dialokasikan untuk mengembangkan platform yang mereka miliki, Sociolla dan Soco, serta layanan penjualan omnichannel yang sedang mereka tekuni beberapa waktu belakangan ini.

Social Bella menjanjikan akan ada fitur dan pengalaman baru baik di platform belanja Sociolla maupun Soco, website yang menggabungkan interaksi komunitas, termasuk melihat ulasan, dengan berbelanja.

“Kami berusaha relevan untuk apa yang kami bangun dengan apa yang dibutuhkan pasar,” kata Christopher.

Social Bella, yang berdiri sejak 2015, saat ini memiliki tiga platform untuk kecantikan, selain dua yang telah disebutkan, mereka menggunakan website Beauty Journal agar warganet mendapat pengetahuan tentang produk-produk kecantikan.

Saat ini Social Bella memiliki lebih dari 20,2 juta pengunjung secara kumulatif untuk ketiga platform tersebut.

Social Bella memandang konsumen mereka bukan hanya yang berbelanja produk di Sociolla, melainkan juga mereka yang membaca ulasan di platform Beauty Journal dan Soco.

Baca juga: Start-up LYKE hadirkan cara baru belanja fashion

Baca juga: Startup Goola milik Gibran raih pendanaan Rp71 miliar

Baca juga: Aksara Nusantara diluncurkan untuk dokumen legal pendanaan startup

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belva Devara jatuh cinta ke dunia pendidikan karena Ruangguru

Jakarta (ANTARA) – Belva Devara, CEO Ruangguru, terkadang masih belum percaya platform belajar dalam jaringan (online) yang digagasnya lima tahun lalu kini digunakan jutaan siswa di Indonesia.

“Semakin saya bergelut di Ruangguru, semakin saya jatuh cinta dengan isu-isu pendidikan dan teknologi,” kata Belva, melalui surat elektronik kepada Antara, Sabtu.

Belva memandang pendidikan sebagai sebuah tiket bagi seorang anak untuk naik kelas sosial dan pendidikan bukan hak eksklusif.

Belva tidak menyangka platform Ruangguru, yang bermula dari mimpi, berkembang pesat seperti sekarang. Dia meyakini adopsi teknologi akan sangat berguna bagi pendidikan di Indonesia.

Kesulitan, seperti yang dialami Adamas Belva Syah Devara dan sahabatnya Iman Usman lah yang lantas melahirkan inovasi untuk menciptakan sebuah solusi dalam bidang pendidikan.

Sebelum terpikir soal Ruangguru, Belva dan Iman kesulitan mencari guru privat yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan dapat belajar secara online.

Keterbatasan dan kesulitan guru privat membuat dua sahabat itu tersadar bahwa pasar guru online saat itu tidak efisien dan belum teratur.

Baca juga: 10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

Belva dan Iman juga memperhatikan isu pendidikan di Indonesia yaitu bahwa tidak semua siswa memiliki akses ke sekolah dan guru yang berkualitas.

Belva, yang pernah merasakan pendidikan di Standford University dan Harvard University, menyadari tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

“Kami temukan problem itu di berbagai daerah sehingga membuat kami berpikir bagaimana caranya bisa meratakan akses pendidikan,” katanya.

Ketika menggagas Ruangguru, Belva berharap para siswa di Indonesia dapat mengakses konten pendidikan yang berkualitas di mana pun mereka berada. Akses itu juga terlepas dari status ekonomi siswa.

“Sejak itu, misi saya selalu sama. Bagaimana caranya teknologi bisa dimanfaatkan untuk memajukan bidang pendidikan dan ‘memaksa’ perubahan adopsi teknologi itu terjadi untuk kebaikan pendidikan di Indonesia. Kalau nggak ada teknologi, nggak ada revolusi pendidikan,” kata pria berusia 29 tahun itu.

Ruangguru berkembang
Namun, Belva mengaku tidak mudah membesarkan perusahaan rintisan yang berdiri sejak 2014 itu hingga, menurut data terbaru Ruangguru, memiliki 15 juta pengguna terdaftar.

Jatuh-bangun pada masa awal Ruangguru terus disikapi secara objektif oleh Belva dan Iman. Belva tidak mau berlarut-larut berputus asa ketika menghadapi kegagalan.

Baca juga: Berprestasi di Amerika, Iqbaal “Dilan” ditunjuk jadi duta Ruangguru

“Saya terbiasa untuk selalu melihat masalah secara objektif. Dari situ, saya urai. Saya buat rencana dan saya akan mulai mengejar lalu mengerjakan rencana saya, satu per satu,” katanya.

Strategi Belva dan Iman pun mulai kelihatan. Selain menjadi salah satu platform pendidikan online terpopuler di Indonesia, Ruangguru digadang-gadang akan menjadi the next unicorn atau perusahaan rintisan yang berpeluang menyandang status unicorn pada masa waktu mendatang.

Di samping memiliki jutaan pengguna, Ruangguru memberikan akses kepada lebih dari 300.000 guru privat, dengan berbagai konten belajar mulai dari video animasi sampai infografis untuk membantu para siswa memahami materi pelajaran.

Ruangguru juga dilirik pemerintah untuk membantu mengurus pendidikan, mereka bekerja sama dengan 32 pemerintah provinsi dan lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten se-Indonesia.

Kepopuleran Ruangguru di kalangan pelajar juga di-imbangi dengan siasat pemasaran yang menggandeng pesohor-pesohor muda Tanah Air yang peduli pendidikan, mulai dari aktor dan penyanyi Iqbaal Ramadhan, YouTuber Gita Savitri, hingga pemain gim profesional Jess No Limit.

Bimbingan belajar online dari Ruangguru pun terbuka untuk berbagai tingkatan sekolah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah, atas bahkan bagi mereka yang sudah lulus sekolah dan ingin mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Lima tahun berjalan, Ruangguru terus berinovasi untuk menghadirkan sejumlah fitur agar belajar menjadi pengalaman yang menarik sekaligus lebih efektif bagi para siswa.

Baca juga: Kementerian Perindustrian gandeng Ruangguru genjot kapasitas SDM

Ruangguru bahkan mengembangkan fitur Smart Recommendation untuk mendeteksi kelemahan siswa dan memberikan rekomendasi materi belajar yang dibutuhkan.

Ruangguru juga menggunakan gim digital untuk belajar dalam fitur Adventure. Pengguna membuat avatar dan berlomba mengumpulkan poin dari setiap aktivitas yang mereka jalani di aplikasi belajar online itu. Poin yang terkumpul dapat ditukar dengan sejumlah item di dalam aplikasi.

Ruangguru juga menambah fitur untuk belajar bersama dalam Social Learning. Para pengguna dapat berinteraksi dan berdiskusi soal pelajaran sekolah dengan pengguna lainnya.

Platform Ruangguru pun tidak melulu tentang soal-soal latihan pelajaran. Mereka juga mengembangkan blog berisi artikel untuk memotivasi siswa untuk menggapai cita-cita sampai membedah prospek karier dari jurusan kuliah.

Belva yakin platform belajar online yang dirintisnya itu merupakan usahanya untuk turut membangun negeri melalui sektor pendidikan dan teknologi.

“Merintis Ruangguru merupakan kontribusi saya dan Iman untuk membuka dan meluaskan akses agar semua anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bersama-sama memajukan, dan membangun negara yang kita cintai ini,” kata Belva.

Baca juga: PDIP dorong pembelajaran digital untuk pemerataan pendidikan ala “ruangguru”

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bukan cuma foto, lindungi juga unggahan di Stories

Jakarta (ANTARA) – Berbagi pengalaman di dunia maya bertambah sejak media sosial memiliki format video temporer Stories untuk berbagi cerita.

Sayangnya, unggahan di Stories juga menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber untuk mencuri informasi pribadi pengguna atau mungkin unggahan disalahgunakan oleh orang lain.

Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez menyarankan pengguna untuk memanfaatkan pengaturan privasi dan keamanan di Facebook untuk melindungi unggahan di Stories.

“Kalian bisa memanfaatkan kontrol yang sama dengan yang ada di Facebook Feed,” kata Jimenez saat berkunjung ke kantor Facebook Indonesia, Kamis.

Baca juga: Instagram kenalkan fitur chat di Stories

Pengaturan privasi dan keamanan untuk News Feed, Kabar Berita, di laman utama Facebook juga berlaku untuk unggahan di Stories platform tersebut.

Salah satu pilihan yang tersedia pengguna bisa mengatur siapa saja yang dapat melihat unggahan di Facebook, apakah hanya diri sendiri, hanya teman atau terbuka untuk semua orang.

Jimenez meminta pengguna memahami siapa saja yang dapat melihat unggahan di Stories.

“Stories menyenangkan, pastikan Anda tahu siapa penonton Anda,” kata Jimenez.

Facebook sejak beberapa waktu belakangan menyederhanakan tampilan pengaturan keamanan pribadi agar pengguna mudah menemukan dan memahami apa saja yang mereka ingin bagikan di platform jejaring sosial tersebut.

Beberapa cara lain yang dapat digunakan untuk mengatur keamanan di Facebook adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah, two-factor authentication dan menghapus sambungan Facebook ke aplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Instagram tambah tiga fitur baru

Baca juga: Instagram punya filter Ramadhan dan stiker buatan kreator lokal

Baca juga: Instagram Stories gandeng kreator lokal bikin konten GIF Ramadhan
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tips aman lindungi akun medsos

Jakarta (ANTARA) – Pengguna media sosial perlu khawatir terhadap keamanan akun mereka terutama jika suka membagikan informasi atau aktivitas pribadi.

“Kami mendorong orang-orang untuk mengecek setelan privasi mereka,” kata Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez, saat bertemu media di Jakarta, Kamis.

Pengguna Facebook sebaiknya memahami panduan dan alat-alat yang disediakan oleh platform tersebut agar akun media sosial mereka terlindungi.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan agar pengguna bisa melindungi privasu akun Facebook.

1. Kata kunci kuat

Usahakan tidak menggunakan password atau kata kunci yang sama untuk beberapa akun di dunia maya, termasuk akun email dan media sosial. Buat kata kunci minimal enam karakter dan sulit ditebak, jangan gunakan nama atau identitas dalam kata sandi.

Facebook menyarankan untuk menggunakan kombinasi angka, huruf dan tanda baca. Setelah itu, jangan pernah membagikan kata kunci kepada siapa pun.

2. Cek alamat situs

Luangkan waktu untuk mengecek situs URL yang akan dibuka, pelaku kejahatan siber sering kali membuat website palsu dengan alamat yang mirip dengan situs resmi.

3. Selalu log out

Selalu keluar atau log out setiap kali selesai menggunakan Facebook, terutama jika menggunakan komputer bersama. Jika lupa atau tidak yakin sudah log out, pengguna bisa keluar dari jarak jauh melalui pengaturan keamanan di fitur Setting.

Pilih opsi “di mana Anda masuk” dan klik “keluar” untuk log out dari Facebook di perangkat yang tidak dipakai.

4. Selektif berteman

Jika tidak yakin, jangan terima permintaan pertemanan, friend request, dari orang yang tidak dikenal. Pelaku kejahatan internet sering membuat akun palsu untuk berteman dengan korban.

5. Hati-hati dengan perangkat lunak

Perbarui peramban (browser) secara berkala dan hapus aplikasi yang mencurigakan .

6. Jangan asal klik

Meski pun menerima tautan atau link dari teman, jangan klik jika merasa tautan tersebut mencurigakan.

7. Pakai fitur keamanan tambahan

Aktifkan verifikasi dua langkah, two-factor authentication untuk login ke Facebook. Setelah mengaktifkan fitur ini, penggguna akan mendapat verifikasi tambahan saat login misalnya berupa kode yang dikirimkan melalui SMS.

Baca juga: Facebook tutup puluhan akun di Myanmar karena “ketidakasliannya”

Baca juga: Menkominfo: Buka akun medsos dengan nomor ponsel

Baca juga: Ini kelemahan iOS, 1,4 juta perangkat Apple rentan pencurian password

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook tegaskan tak jual data pengguna

Jakarta (ANTARA) – Raksasa jejaring sosial Facebook menegaskan tidak menjual data pengguna karena bisnis mereka tidak didasari pada praktik tersebut.

“Kami tidak mejual data pengguna. Itu bukan model bisnis kami,” kata Privacy and Public Policy Manager Facebook Asia Pasifik, Arianne Jimenez, kepada media di Jakarta, Kamis.

Bisnis Facebook, seperti dijelaskan Jimenez, berada di penjualan iklan kepada klien mereka.

Platform Facebook sejak tahun lalu diterpa isu keamanan siber setelah skandal kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica terkuak, berdampak pada puluhan juta pengguna terutama di Amerika Serikat.

Baca juga: Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Baca juga: Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Pertengahan Agustus lalu Facebook diketahui bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyalin klip audio dan membuat transkripsi pembicaraan. Cuplikan klip audio tersebut diambil dari aplikasi Facebook Messenger untuk diperiksa apakah kecerdasan buatan mereka benar dalam menafsirkan pesan.

Facebook, melansir Bloomberg, sudah menghentikan tinjauan audio tersebut.

Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters mengirim surat pada Facebook, Mark Zuckerberg terkait masalah ini.

Dikutip dari Reuters, dalam surat tersebut terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Baca juga: Trump peringatkan Google, Facebook dan Twitter agar berhati-hati

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Baca juga: Apple tantang peneliti temukan cacat keamanan iPhone

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa ITTP buat alat pendeteksi asap rokok berbasis internet

Sistem ini mendeteksi asap rokok secara jarak jauh dengan menghubungkannya melalui aplikasi di smartphone

Purwokerto (ANTARA) – Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Muhammad Faiq  membuat
 alat pendeteksi asap rokok berbasis Internet yang bisa diterapkan di dalam toilet kereta api atau ruangan lain yang terlarang untuk merokok.

“Saya memadukan teknologi internet dengan sistem sensor gas MQ-2, sensor yang digunakan sebagai pendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap,” katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu.

Dia menjelaskan, alat pendeteksi asap rokok tersebut  bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran merokok dalam toilet.

“Saya berharap alat ini mempermudah sistem kerja petugas dalam menindaklanjuti pelanggaran merokok di dalam kereta dengan mengetahui adanya asap rokok, karena alat akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan,” katanya.

Mahasiswa program studi D3 telekomunikasi tersebut mengatakan alat tersebut menggunakan sistem yang telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi pada saat ini.

Baca juga: Mahasiswa ITTP rancang aplikasi pengukur kematangan pepaya

“Sistem ini memungkinkan untuk mendeteksi asap rokok secara jarak jauh dengan cara menghubungkannya melalui sebuah aplikasi yang ada pada smartphone yang nantinya akan memberikan sebuah notifikasi atau pesan pemberitahuan,” katanya.

Dia mengatakan, gas yang dapat dideteksi dari alat tersebut sangat beragam, mulai dari gas LPG hingga asap hidrogen, sehingga bisa dikembangkan juga untuk pendeteksian asap dan gas lainnya.

“Untuk output difungsikan sebagai pembacaan tegangan secara analog, sehingga teknologi ini sangat berkaitan dengan alat yang dibuat oleh saya sendiri,” katanya.

 Baca juga: Mahasiswa Untan ciptakan alat ukur kadar asap rokok

Ia berharap alat pendeteksi asap rokok tersebut dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, dosen ITTP, Fikra Titan menjelaskan, perancangan alat pendeteksi rokok itu dalam tahap pengujian dan berjalan sesuai dengan standar operasi prosedur.

“Ketika disimulasikan ada asap dalam ruangan atau toilet, sistem langsung bekerja dengan baik, sistem memberikan notifikasi secara realtime kepada petugas melalui pesan peringatan yang langsung masuk pada aplikasi dalam smartphone,” katanya. 

Untuk aplikasi pemberitahuannya sendiri menggunakan telegram, sehingga petugas akan bertindak secara cepat jika terjadi pelanggaran, katanya.

Baca juga: Mahasiswa ITTP kembangkan aplikasi informasi donor darah

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perjuangan CEO Kudo Agung Nugroho menyulap warung jadi toko daring

Jakarta (ANTARA) – Agung Nugroho masih terus mewujudkan mimpi bersama sahabatnya Albert Lucius untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dengan platform Kudo yang dirintis sejak mereka berkuliah di UC Berkeley, AS pada 2014.

“Kami berdua selalu berpikir bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan teknologi,” kata Agung kepada ANTARA di kantor Kudo di Jakarta, Selasa.

Kudo, kependekan dari Kios Untuk Dagang Online, bermula dari observasi mereka terhadap warung dan pedagang tradisional yang belum tersentuh teknologi. Padahal, teknologi bisa membantu para pedagang konvensional untuk membantu produktivitas dan dapat menambah pendapatan mereka.

Agung memberi contoh bagaimana layanan panggilan moda transportasi (ride-hailing) mengubah pola kerja para sopir ojek pangkalan. Berkat teknologi digital, para pengemudi lebih produktif dan tidak banyak menghabiskan waktu menunggu di pangkalan.

Bagaimana dengan warung dan pedagang kecil?

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru

Transformasi warung
Agung, yang sejak 2018 menggantikan Albert sebagai CEO Kudo, menilai hal yang sama dapat terjadi pada warung dan pedagang kecil. Teknologi akan membantu produktivitas para pedagang dan mentransformasi model bisnis mereka.

“Tradisional sejak awal memang bertolak belakang dengan teknologi. Tapi, di situ lah seninya,” kata Agung tentang perubahan model bisnis warung.

Melalui Kudo, toko kelontong yang sebelumnya menjual kebutuhan sehari-hari dapat juga berjualan pulsa, baju, kosmetik bahkan tiket pesawat berkat kemitraan mereka dengan berbagai platform e-commerce.

Kudo, yang menyasar daerah di luar kota besar di Indonesia, juga memfasilitasi masyarakat yang belum bisa atau enggan berbelanja di platform e-commerce untuk berbelanja produk di sejumlah toko daring (online) melalui toko kelontong.

Namun, kemampuan para pedagang tradisional berbanding terbalik dengan konsumen, apalagi di kota besar, yang sudah akrab dengan teknologi dan berbelanja online.

Kudo tidak bisa hanya membuat platform. Mereka perlu terjun langsung ke lapangan untuk mengajari para pedagang bagaimana memanfaatkan platform Kudo untuk menambah penghasilan.

Baca juga: Perusahaan rintisan luncurkan fitur baru dukung UMKM

Agung dan Albert merancang platform Kudo dengan tampilan sesederhana mungkin agar agen, sebutan untuk mitra, tidak kesulitan untuk menggunakannya.

“Kami punya tim di lapangan untuk mengedukasi mereka,” kata Agung, yang juga alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2007 itu.

Kudo tidak segan berinvestasi untuk mengedukasi agen mereka. Agung mengatakan para pedagang tradisional itu perlu masuk ke ekosistem jika akan masuk ke industri digital Indonesia agar dapat memberikan dampak luas.

Dari sisi bisnis, Agung menilai pedagang tradisional akan terjamah teknologi dan masuk ke platform jual-beli online. Maka, strategi jemput bola yang dilakukan Kudo itu merupakan aksi yang cocok untuk menyikapi tren bisnis itu.

Hampir bangkrut
Hanya saja, misi Agung dan Albert untuk mengajari pedagang memakai platform digital tidak sesederhana fakta di lapangan. Agung harus bergulat dengan berbagai cara agar orang memahami sistemnya dan bersedia menggunakan Kudo.

Agung mengenang tidak ada satu pun pedagang tradisional yang tertarik untuk menggunakan Kudo pada masa-masa awal uji coba platform itu.

“Sudah launching, nggak ada yang mau pakai. Satu orang pun nggak ada yang mau pakai,” kata Agung.

Kenyataan itu tidak lantas membuat Agung mundur. Semangatnya justru semakin menggebu untuk mencari tahu kebutuhan para pedagang agar Kudo bisa lebih dekat ke target pasar mereka.

Baca juga: Jakarta masuk jajaran 30 kota teratas dengan ekosistem rintisan global

Agung dan timnya memetakan apa saja yang diperlukan seorang pedagang tradisional. Para pedagang, lanjut Agung, sebenarnya membutuhkan tambahan pendapatan, peningkatan jumlah pelanggan, dan harga produk yang murah untuk menunjang bisnis mereka.

Keengganan para pedagang untuk memakai platform Kudo justru berbuah inovasi produk hingga platform itu berkembang seperti sekarang.

Kudo bahkan hampir bangkrut pada suatu waktu jelang penggalangan dana.

“Awal fund-raising, pernah beberapa hari lagi hampir bangkrut. Tapi karena ada usaha luar biasa dan invisible hands dari atas, semuanya kembali on track”.

Usaha Agung dan tim Kudo pun berbuah manis. Platform itu sudah digunakan oleh 2,6 juta agen yang tersebar di 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Kemasyhuran Kudo juga mampu memikat Grab yang pada 2017 mengakuisisi Kudo.

Agung mengakui banyak hal baru membawa dampak positif sejak mereka bergabung dengan Grab.

“Kami bisa tambah banyak kesempatan untuk agen, dengan Grab. Teknologi kami juga bisa masuk dan berkembang di Asia Tenggara,” kata Agung tentang keuntungan penggabungan Kudo ke Grab.

Salah satu bentuk kemitraan Grab dengan Kudo, melansir situs resmi Kudo, adalah agen akan mendapat kemudahan jika mendaftar sebagai pengemudi Grab. Agen juga dapat mendaftarkan orang lain untuk bergabung sebagai pengemudi Grab dan akan mendapat sejumlah keuntungan tambahan, misalnya mendapat tambahan saldo di dompet digital Ovo.

Baca juga: Bekraf dorong “startup” usung ide bisnis lebih beragam

Untuk Indonesia
Startup atau perusahaan rintisan menjadi salah satu sorotan pemerintah dan sejalan dengan misi Indonesia untuk menjadi kekuatan terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020.

Anak-anak muda Tanah Air pun digadang-gadang menjadi generasi yang dapat membawa perubahan dan membangun Indonesia.

Agung, ketika ditanya pendapatnya mengenai membangun negeri, berpendapat membangun negeri adalah sesuatu hal yang terjadi alamiah baginya sebagai warga negara Indonesia.

“Membangun negeri adalah tugas saya sebagai orang Indonesia,” kata Agung.

Apa yang telah Agung capai, termasuk membangun platfom Kudo, terjadi karena Indonesia, selain juga orang tua.

“Sekarang, apa yang saya lakukan adalah saya membangun negeri. Saya kasih balik apa yang sudah saya capai ke Indonesia. Seterusnya, seumur hidup saya,” ujarnya.

Baca juga: Grab umumkan rencana akuisisi startup pembayaran Kudo

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

EMUI 10 Huawei terinspirasi gaya majalah

Jakarta (ANTARA) – Sistem antarmuka terbaru Huawei EMUI 10 terinspirasi dari gaya majalah dan dilengkapi sejumlah kelebihan, kata Senior Manager of EMUI Product Marketing, Huawei Consumer Business Group, James Lu.

“Terinspirasi dari gaya majalah, dilengkapi sistem grid, lebih banyak white space sehingga banyak fokus visual. Harapannya saat memegang ponsel seperti Anda memegang majalah di tangan,” ujarnya saat memperkenalkan EMUI 10 di Jakarta, Selasa.

Ada sekitar 16 gaya warna, ikon adaptif yang bisa diubah sesuai keinginan pengguna dan mode gelap yang dirancang berbeda dari antarmuka ponsel lainnya.

“Warna putih (dalam dark mode) tidak akan terlalu terang, juga warna biru, sehingga lebih nyaman saat pengguna berada dalam kondisi ruangan gelap,” katanya.

Selain itu, EMUI 10 dirancang dengan performa 71 persen lebih cepat dari kecepatan rata-rata dan 36 persen lebih konsisten.

Lebih lanjut, ada sejumlah fitur yang ditingkatkan, salah satunya teknologi GPU Turbo yang meningkatkan pengolahan grafis hingga 60 persen, sementara teknologi agregasi jaringan Link Turbo memungkinkan ponsel untuk mengakses banyak jaringan seperti WiFi dan 4G.

Fitur lain, EROFS super file system meningkatkan tingkat random read Android sebanyak 20 persen dan Ark Compiler yang membuat aplikasi pihak ketiga berjalan lebih halus 60 persen.

Selain itu, EMUI 10 mengadopsi teknologi terdistribusi untuk mendukung panggilan video resolusi HD ke beberapa perangkat Huawei.

EMUI 10 akan meluncur dalam versi beta pada September 2019.

Baca juga: Huawei paparkan empat perbedaan Harmony OS dengan Android

Baca juga: Huawei mulai lawan teknologi AI milik Amerika Serikat
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook rancang aplikasi baru Threads untuk Instagram

Jakarta (ANTARA) – Facebook sedang mengembangkan aplikasi berkirim pesan Threads, yang akan menjadi pendamping pengguna Instagram untuk berbagi dengan teman-teman mereka.

Dikutip dari laman The Verge, Threads berfungsi untuk berkirim pesan teks, foto dan video dengan fitur-fitur gambar yang ada di Instagram, sekaligus membagikan lokasi, kecepatan hingga daya baterai.

Aplikasi Threads ini ditujukan untuk berbagi antarteman dekat, close friend, yang ada di Instagram, saat ini sedang diuji coba secara internal di Facebook.

Instagram menolak berkomentar untuk aplikasi ini.

The Verge menyatakan mendapatkan tangkapan layar aplikasi Threads, aplikasi dapat memperbarui status, membagikan informasi aktual lokasi pengguna dan kecepatan bergerak.

Saat ini Threads tidak menampilkan lokasi terkini pengguna, namun, menggunakan keterangan ketika seorang teman sedang “bergerak” atau “on the move”.

Status dapat diperbarui secara manual, fitur ini akan muncul di laman utama Threads. Pesan-pesan dari teman akan muncul di laman utama, teman yang sedang aktif akan ditandai dengan titik hijau.

Threads juga memiliki fitur kamera, gambar dapat dikirimkan langsung ke teman dekat.

Mei lalu, Instagram memutuskan menghentikan Direct, aplikasi pesan terpisah yang mereka kembangkan sejak 2017 lalu. Peserta uji coba beta mengalami kesulitan berganti dari Instagram ke aplikasi kedua ketika ingin berkirim pesan.

Instagram masih tertarik untuk mengembangkan aplikasi pesan, beberapa karyawan yang mengurus perpesanan pindah ke tim Facebook Messenger karena induk perusahaan ingin konsolidasi.

 Baca juga: Instagram tambah fitur laporkan hoaks

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook akhirnya serahkan kendali data pada pengguna

Off-Facebook Activity’ mempersilakan Anda untuk melihat sebuah rangkuman dari aktivitas Anda dalam aplikasi-aplikasi dan situs-situs kami dan menghapus informasi-informasi itu dari akun Anda jika Anda menginginkannya

Jakarta (ANTARA) – Facebook, pada Selasa (20/8) waktu setempat, mengumumkan perubahan kebijakan penggunaan data penggunanya dalam perusahaan media jejaring sosial itu, baik melalui aplikasi ataupun melalui situs.

Baca juga: Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Direktur Manajemen Produk Facebook David Baser dan Kepala Kebijakan dan Privasi Facebook Erin Egan, dalam akun resmi perusahaan yang berbasis di Menlo Park California AS itu menyebut kemampuan melihat dan mengendalikan data langsung dari para pengguna Facebook itu disebut “Off-Facebook Activity”.

“‘Off-Facebook Activity’ mempersilakan Anda untuk melihat sebuah rangkuman dari aktivitas Anda dalam aplikasi-aplikasi dan situs-situs kami dan menghapus informasi-informasi itu dari akun Anda jika Anda menginginkannya,” demikian tulis Baser dan Egan.

Kebijakan baru itu menjadi langkah baru Facebook untuk memberikan transparansi kepada para penggunanya selain kendali pada akun Facebook mereka masing-masing.

Namun, Facebook juga akan tetap memperbarui kebijakan mereka dalam Pustaka Iklan, “Mengapa saya melihat iklan itu?” dan peluncuran fitur baru disebut “Mengapa saya melihat unggahan itu?”

Baca juga: Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Kebijakan “Off-Facebook Activity” memberikan tiga kewenangan kepada para pengguna untuk, pertama melihat sebuah rangkuman informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain yang telah dikirim ke Facebook melalui perangkat bisnis daring (online) seperti Facebook Pixel dan Facebook Login.

Kedua, memutus koneksi tentang informasi-informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain ke akun para pengguna jika mereka menginginkannya.

Ketiga, memilih untuk memutus koneksi pada masa berikutnya aktivitas off-Facebook dari akun Anda. Anda dapat melakukan itu untuk semua aktivitas off-Facebook Anda, atau hanya spesifik pada sejumlah aplikasi dan situs.

“Kami mulai secara bertahap dengan memungkinkan ‘Off-Facebook Activity’ kepada para pengguna di Irlandia, Korea Selatan, dan Spanyol. Kami akan melanjutkan penerapan kebijakan itu kepada semua orang pada beberapa bulan berikutnya,” tulis Baser dan Egan.

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Facebook menekankan jika pengguna melakukan penghapusan aktivitas mereka dalam media jejaring sosial itu, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu akan menghapus informasi identitas pengguna dari data di aplikasi-aplikasi dan situs-situs yang memilih pengguna itu.

“Kami tidak tahu situs-situs mana yang telah Anda kunjungi atau apa yang Anda lakukan di sana. Kami tidak akan menggunakan data-data Anda yang telah diputus dari target iklan kepada Anda lewat Facebook, Instagram, dan Messenger,” tulis mereka.

Ketika para pengguna mengunjungi “Off-Facebook Activity”, mereka dapat melihat situs-situs dan aplikasi-aplikasi apa yang mereka pakai secara rutin. “Tapi, Anda mungkin dapat melihat sejumlah layanan yang tidak Anda kenali,” tulis mereka.

Baser dan Egan mencontohkan sebuah situs yang tidak pernah dikunjungi pengguna dapat muncul dalam akun Facebook pengguna itu karena seorang teman mereka melihat situs itu melalui ponsel sang pengguna.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Sicerdas siap digunakan sekolah di Kalbar

penggunaan aplikasi Sicerdas lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru

Pontianak (ANTARA) – Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap semua sekolah terutama di tingkat SMA/sederajat di Kalbar siap menggunakan aplikasi Sistem Informasi Cepat Dari Sekolah (Sicerdas) yang diluncurkan oleh Telkomsel di SMA Negeri 1 Pontianak belum lama ini.

“Karena dengan menggunakan aplikasi Sicerdas ini segala interaksi khususnya dalam hal belajar-mengajar antara siswa dengan guru akan lebih mudah, sehingga bagus sekali diterapkan di sekolah-sekolah,” kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.

Aplikasi digital dengan spesifikasi smartphone berbasis android ini menyediakan berbagai informasi dan data yang bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan mengasah kepandaian siswa di sekolah, ujarnya.

Aplikasi ini juga memberi kemudahan bagi para siswa dalam melakukan absensi, mengerjakan tugas sekolah, forum untuk berdiskusi antara guru dan siswa, mendapat data perpustakaan, bahkan juga dapat melakukan transaksi LinkAja di kantin sekolah.

Selain itu, dengan aplikasi ini orang tua juga dapat mengontrol anak-anaknya saat berada di sekolah.

“Aplikasi Sicerdas ini bagus, bahkan semua sekolah seharusnya punya aplikasi ini. Teknologi informasi itu sangat penting untuk kita kuasai dan gunakan,” katanya.

Namun, dia juga mengingatkan para pengguna smartphone haruslah menggunakan smartphone-nya dengan bijak. Para orang tua khususnya, termasuk para guru juga perlu mengawasi penggunaan smartphone anak-anak didik mereka agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Suprianus Herman mengatakan penggunaan aplikasi Sicerdas itu lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru.

“Dan tripartit pendidikan ini sekarang lagi digetolkan oleh pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar ada interaksi antar orang tua, anak atau murid dan guru,” katanya.

Ia meyakinkan, saat ini aplikasi Sicerdas itu siap diterapkan di sekolah-sekolah menengah khususnya menengah atas sederajat di seluruh Kalbar.

Baca juga: Telkomsel: Indonesia siap menjadi negara ekonomi digital terbesar Asia
 Baca juga: CSR Telkomsel siap akselerasi pembangunan masyarakat digital Indonesia
 

Apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman karhutla

Pewarta: Slamet Ardiansyah dan Andilala
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Sicerdas siap digunakan semua sekolah di Kalbar

penggunaan aplikasi Sicerdas lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru

Pontianak (ANTARA) – Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap semua sekolah terutama di tingkat SMA/sederajat di Kalbar siap menggunakan aplikasi Sistem Informasi Cepat Dari Sekolah (Sicerdas) yang diluncurkan oleh Telkomsel di SMA Negeri 1 Pontianak belum lama ini.

“Karena dengan menggunakan aplikasi Sicerdas ini segala interaksi khususnya dalam hal belajar-mengajar antara siswa dengan guru akan lebih mudah, sehingga bagus sekali diterapkan di sekolah-sekolah,” kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.

Aplikasi digital dengan spesifikasi smartphone berbasis android ini menyediakan berbagai informasi dan data yang bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan mengasah kepandaian siswa di sekolah, ujarnya.

Aplikasi ini juga memberi kemudahan bagi para siswa dalam melakukan absensi, mengerjakan tugas sekolah, forum untuk berdiskusi antara guru dan siswa, mendapat data perpustakaan, bahkan juga dapat melakukan transaksi LinkAja di kantin sekolah.

Selain itu, dengan aplikasi ini orang tua juga dapat mengontrol anak-anaknya saat berada di sekolah.

“Aplikasi Sicerdas ini bagus, bahkan semua sekolah seharusnya punya aplikasi ini. Teknologi informasi itu sangat penting untuk kita kuasai dan gunakan,” katanya.

Namun, dia juga mengingatkan para pengguna smartphone haruslah menggunakan smartphone-nya dengan bijak. Para orang tua khususnya, termasuk para guru juga perlu mengawasi penggunaan smartphone anak-anak didik mereka agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Suprianus Herman mengatakan penggunaan aplikasi Sicerdas itu lebih menekankan proses tripartit pendidikan antara orang tua, murid dan guru.

“Dan tripartit pendidikan ini sekarang lagi digetolkan oleh pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar ada interaksi antar orang tua, anak atau murid dan guru,” katanya.

Ia meyakinkan, saat ini aplikasi Sicerdas itu siap diterapkan di sekolah-sekolah menengah khususnya menengah atas sederajat di seluruh Kalbar.

Baca juga: Telkomsel: Indonesia siap menjadi negara ekonomi digital terbesar Asia
 Baca juga: CSR Telkomsel siap akselerasi pembangunan masyarakat digital Indonesia
 

Apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman karhutla

Pewarta: Slamet Ardiansyah dan Andilala
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bingung cari ide untuk startup? Sri Mulyani: Baca nota keuangan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan kepada para pelaku startup yang sedang mencari ide membuat aplikasi di bidang teknologi finansial, untuk membaca nota keuangan 2020.

“Saya ingin teman-teman baca sedikit nota keuangan, memang tidak kayak Twitter yang 140 karakter, harus lebih tekun. Tapi, ada begitu banyak yang bisa Anda bayangkan. Anda bisa membuat aplikasi,” kata Sri Mulyani dalam acara Ignite The Nation di Istora Senayan, Minggu.

Menurut Menkeu, ada banyak ide yang bisa didapat semisal berkaitan dengan pendidikan. Seperti diketahui, anggaran untuk pendidikan dalam RAPBN 2020 naik menjadi Rp 505,8 triliun.

Ia menuturkan, kementerian ingin mengetahui bagaimana dana operasional untuk sekolah benar-benar sampai ke targetnya, sekolah maupun siswa.

“Menjalankan manajemen sekolah itu luar biasa penting, bisa jadi ide untuk Anda,” katanya.

Sementara itu, Ignite The Nation merupakan bagian dari Gerakan National 1000 Startup Digital yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan di Indonesia.

Ignite The Nation bertema “Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1000 Inovasi Digital – Indonesia Maju” itu bertujuan mengobarkan semangat ekonomi digital yang bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Ignite The Nation yang dihadiri di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, berlangsung di Stadion Istora Senayan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Sri Mulyani berharap Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini dapat menelurkan unicorn, bahkan decacorn baru.

Baca juga: Jusuf Kalla ajak pemuda bangun negeri lewat startup

Baca juga: Ignite The Nation bidik kemunculan unicorn baru
 

Pembangunan ibu kota negara baru mencapai hampir Rp500 triliun

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram tambah fitur laporkan hoaks

Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi kekeliruan informasi.”

Jakarta (ANTARA) – Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk menangkal hoaks.

“Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi kekeliruan informasi,” kata juru bicara Facebook, Stephanie Otway, dikutip dari Reuters, Jumat.

Pengguna sebenarnya tidak dilarang mengunggah konten yang berisi informasi keliru di platform media sosial Facebook, namun mereka berusaha mengurangi sebaran konten tersebut dan memberi peringatan bahwa klaim dalam konten tersebut menjadi perdebatan.

Facebook sejak Mei lalu memperkenalkan teknologi deteksi gambar (image detection) untuk Instagram untuk menemukan konten yang di-debunk. Facebook juga meluaskan jaringan pengecek fakta mereka hingga ke platform Instagram.

Konten yang sudah dilabeli sebagai hoaks oleh pengecek fakta akan dihapus dari tempat para pengguna mencari konten baru, misalnya tab Explore berlaku juga untuk pencarian tanda pagar (hashtag).

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Instagram dan platform media sosial Facebook juga mendapat tekanan untuk memblokir hoaks mengenai kesehatan, termasuk unggahan tentang anti-vaksin.

Facebook pimpinan Mark Zuckerberg membeli perusahaan pembuat aplikasi Instagram senilai seniliar dolar AS pada 2012, dan senantiasa berupaya memperbaiki plafform media jejaring sosialnya. Facebook pada 2009 juga membeli perusahaan pembuat aplikasi Whatsapp senilai 19 miliar dolar AS.

Baca juga: Jennie BLACKPINK punya akun Instagram rahasia

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara ampuh jaga privasi di WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan paling populer di dunia, dan menurut Statista, per Juli 2019 ada 1,6 miliar orang yang menggunakan platform ini setiap bulannya.

Sebagai platform komunikasi, WhatsApp secara default diatur untuk membagikan informasi tentang Anda sebanyak mungkin kepada teman atau pengguna lain.

Namun, tanpa Anda sadari bahwa WhatsApp telah membagikan informasi tentang Anda lebih banyak dari yang Anda kira, yang bagi sebagian orang, itu sangat mengganggu privasinya.

Saat Anda bergabung dengan WhatsApp, Anda diberi opsi untuk mengunggah gambar profil dan mengubah “Hei, di sana! Saya menggunakan WhatsApp” menjadi pesan yang lebih pribadi.

Banyak orang mengubah itu dengan memasukkan informasi tentang pekerjaan mereka, situs web, akun media sosial lainnya, universitas tempat belajar dulu, atau tempat di mana mereka tinggal.

Semua informasi ini tersedia untuk siapa saja yang mengirimi Anda pesan di WhatsApp–bahkan orang yang tidak Anda kenal. Ini bisa membuat beberapa pengguna rentan.

Misalnya, jika Anda memberikan info kontak WhatsApp kepada orang asing yang baru saja Anda temui di aplikasi kencan, orang itu dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuntuti Anda, terutama jika keterangan “Tentang Anda” mencantumkan tempat Anda bekerja atau tinggal.

Itu sebabnya Anda harus memastikan opsi izin untuk siapa yang dapat melihat foto profil Anda dan Tentang bio tidak diatur ke “Semua Orang” dan sebaliknya diatur ke “Tidak Ada” atau hanya “Kontak Saya.”

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Anda dapat melakukan ini dengan masuk ke pengaturan WhatApp. dan mengetuk Akun> Privasi> Foto Profil dan Akun> Privasi> Tentang.

WhatsApp juga menawarkan fitur yang disebut “Status” yang memungkinkan Anda berbagi foto atau teks sebagai pembaruan status. Secara default, semua kontak WhatsApp Anda dapat melihat pembaruan status ini–baik itu teman atau bos Anda.

Kadang ada status yang menurut Anda tidak pantas dilihat bos atau mitra kerja lain institusi, meskipun teman mengganggap status Anda lucu dan menghibur.

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Karena alasan itu, Anda bisa selektif siapa yang bisa melihat status Anda. Dalam pengaturan WhatsApp, buka Akun> Privasi> Status dan ubah dari “Kontak Saya” menjadi “Kontak Saya Kecuali” atau “Hanya Dibagikan Dengan”.

Opsi pertama memungkinkan Anda mengecualikan orang tertentu agar tidak melihat pembaruan status Anda. Yang kedua memungkinkan Anda untuk memberikan hanya beberapa kontak tertentu kemampuan untuk melihatnya.

Secara umum, “Hanya Berbagi Dengan” adalah opsi yang lebih aman karena secara otomatis akan mengecualikan kontak WhatsApp baru yang Anda tambahkan sejak terakhir kali Anda mengubah pengaturan ini.

Jangan biarkan seseorang yang tidak Anda inginkan menguntit Anda. Kadang penguntit selalu mengecek kapan terakhir Anda online atau selalu mengirimkan pesan saat Anda terlihat online, sementara Anda merasa tidak enak jika tidak meresponsnya.

Untuk menghindari hal itu dan menyembunyikan kapan terakhir Anda online, Anda cukup mengetuk Akun> Privasi dan ketuk “Terakhir Terlihat”>pilih “Tidak ada” bukan “Semua orang” atau “Kontak saya”.

Agar tidak terganggu dengan pesan-pesan kurang penting, sementara Anda sedang sibuk dan tidak ingin membalasnya segera, Anda bisa menonaktifkan “Read Receipts”. Langkahnya, tekan Akun>Privasi dan geser sakelar ke mati (off).

Meskipun pemilik WhatsApp, Facebook, mengklaim tidak melakukan apa pun yang jahat terhadap data Anda yang terhubung WhatsApp, ada baiknya Anda tetap bersikap skeptis.

Lebih amannya Anda perlu membatasi kemampuan WhatsApp untuk mengakses data Anda di luar aplikasi.

Di iOS dan Android, Anda bisa mengatur izin akses WhatsApp ke lokasi Anda, foto, kontak, kalender, mikrofon, dan kamera. Untuk mengatur itu, Anda bisa lakukan melalui “Pengaturan” ponsel.

Pilih Apps & notifications>WhatsApp> Permission> dan nonaktifkan akses WhatsApp ke lokasi Anda, foto, kontak, kalender, mikrofon, dan kamera.

Tapi, itu ada konsekuensinya. Anda tidak bisa melakukan panggilan suara dan video, selain hanya obrolan text. Anda harus mengubah pengaturan secara manual jika ingin melakukan video call, panggilan suara, dan mengambil foto ke galeri. Kemudian kembalikan pengaturan setelah selesai.

Pemblokiran WhatsApp ke Kontak Anda tentu tidak disukai oleh Facebook karena perusahaan induk WhatsApp ini ingin tahu siapa yang Anda kenal, mulai dari teman Anda hingga bos Anda hingga dokter Anda.

Dan jika Anda pernah melarang akses WhatsApp ke Kontak Anda, Facebook akan menghapus kemampuan Anda untuk melihat nama-nama kontak WhatsApp Anda di aplikasi, meskipun aplikasi tersebut masih dapat dengan mudah menunjukkan nama setiap kontak karena setiap pengguna WhatsApp menetapkan nama pengguna (biasanya mereka sendiri) ketika mereka bergabung dengan aplikasi.

Ini adalah salah satu hal paling manipulatif yang dilakukan Facebook dengan WhatsApp. Tetapi perusahaan tahu hanya melihat nomor telepon pengguna sudah cukup untuk memaksa orang menyerahkan data Kontak mereka.

Untuk melindungi percakapan Anda di WhatsApp agar tidak diintip orang lain, Anda perlu mengaktifkan kunci pembuka aplikasi dengan verifikasi dua langkah.

Anda melakukan ini di pengaturan WhatsApp dengan masuk ke Akun> Verifikasi Dua Langkah. Dengan ini diaktifkan, Anda harus memasukkan PIN saat mendaftarkan nomor telepon Anda dengan WhatsApp lagi.

Ini memastikan orang jahat yang telah memalsukan nomor Anda tidak akan bisa masuk ke akun WhatsApp Anda di ponsel mereka dan melihat semua pesan Anda tanpa PIN itu.

Selanjutnya, jika Anda menggunakan iPhone, Anda bisa menambahkan lapisan keamanan biometrik tambahan ke aplikasi WhatsApp. Untuk melakukan ini, dalam pengaturan WhatsApp, masuk ke Akun> Privasi> Kunci Layar. Di iOS, aktifkan sakelar “Require Face ID” atau “Require Touch ID” ke ON dan pilih seberapa cepat Anda ingin meminta otentikasi ini untuk membuka aplikasi lagi setelah menutupnya.

Di ponsel Android terbaru, pengguna sudah bisa mengaktifkan kunci aplikasi WhatsApp dengan sidik jari.

Terakhir, Anda harus menonaktifkan backup cloud dari pesan WhatsApp Anda. Mengatur WhatsApp untuk mencadangkan pesan Anda ke layanan cloud online seperti Apple iCloud berguna karena memberi Anda cara untuk mengambil pesan-pesan itu di perangkat baru jika yang lama hilang atau dicuri.

Namun, ketika Anda mencadangkan pesan WhatsApp Anda ke layanan seperti iCloud, pesan WhatsApp Anda yang dienkripsi secara end-to-end disimpan dalam format yang tidak dienkripsi, memberikan siapa saja yang dapat mengakses akun cloud Anda, seperti peretas, kemampuan untuk membaca setiap pesan WhatsApp yang pernah Anda kirim.

WhatsApp bahkan secara eksplisit memperingatkan pengguna tentang risiko ini di aplikasi. Jika itu terlalu berisiko bagi Anda, hal terbaik adalah menonaktifkan cadangan cloud. Pada iPhone, buka Obrolan> Obrolan Cadangan> Cadangan Otomatis dan setel opsi ini ke Off.

Pada ponsel Android, buka Obrolan> Obrolan Cadangan dan pastikan “Cadangkan ke Google Drive” disetel ke “Tidak pernah.”

Baca juga: WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter investasi di medsos lokal India demi bahasa

Jakarta (ANTARA) – Twitter menginvestasikan dana sebesar 100 juta dolar AS (lebih dari Rp1,4 triliun) pada media sosial lokal di India, ShareChat, bersama sejumlah perusahaan lain seperti TrustBridge Partners, Shunwei Capital, Lightspeed Venture Partners, SAIF Capital, India Quotient, dan Morningside Venture Capital.

ShareChat, seperti dilansir The Next Web, Jumat, merupakan aplikasi berbahasa lokal yang populer di India dengan pengguna aktif bulanan mencapai 60 juta pengguna.

Aplikasi itu telah diunduh lebih dari 100 juta kali dan mendapatkan dukungan 15 bahasa, tidak termasuk bahasa Inggris.

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Investasi itu merupakan investasi pertama Twitter pada perusahaan rintisan India. Direktur Twitter di India Manish Maheshwari mengatakan investasi itu dapat dipahami karena kedua aplikasi itu berbagi sebuah tujuan luas untuk memprakarsai percakapan publik.

“Twitter dan ShareChat beraliansi pada tujuan luas untuk menyediakan percakapan publik, membantu dunia untuk belajar lebih cepat, dan menyelesaikan tantangan bersama. Investasi itu akan membantu ShareChat untuk tumbuh dan menyediakan tim manajemen perusahaan untuk mengakses ke pimpinan Twitter sebagai mitra sepemikiran,” kata Manish.

Namun, sebagaimana perusahaan-perusahaan aplikasi di India, ShareChat juga harus melawan persoalan berita-berita hoaks di India.

Pada April, perusahaan itu mengklaim telah menghapus lebih dari 54 ribu akun dan hampir setengah juta konten sejak Februari 2019 menyusul pelanggaran aturan penggunaan aplikasi itu.

ShareChat mengaku akan menggunakan dana investasi untuk penguatan teknologi infrastruktur mereka dan merekrut lebih banyak pegawai.

Sebuah laporan dari KPMG dan Google yang dipublikasikan pada 2017 menyebut akan terdapat lebih dari 536 juta pengguna Internet di India yang tidak berbahasa Inggris pada 2021.

Pada Maret 2019, lembaga penelitian Kantar IMRB menayangkan laporan yang menyebut populasi Internet di India akan tembus hingga 627 juta pengguna hingga akhir 2019.

Angka itu menjadi peluang besar bagi perusahaan-perusahaan global untuk “mencaplok” pasar itu dan menarik lebih banyak pengguna ke aplikasi mereka.

Baca juga: Twitter uji coba fitur “follow topic”

Baca juga: Gedung Putih panggil perusahaan teknologi untuk batasi ekstremisme

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Kemenkominfo Miliki Akses Blokir Konten Negatif

Penerjemah: Imam Santoso
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Jakarta (ANTARA) – Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters menanyakan kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg perihal testimoninya pada April 2018 lalu tentang Facebook diduga mengambil audio dari pengguna dan mengirimnya ke pihak ketiga untuk dianalisis dan dibuat transkripsi.

“Saya secara spesifik bertanya apakah Facebook menggunakan audio yang diambil dari perangkat mobile untuk memperkaya informasi tentang pengguna. Jawaban empatik Anda adalah tidak,” kata Peters dalam surat untuk Zuckerbeg, dikutip dari Reuters, Jumat.

“Jika laporan-laporan tersebut akurat, saya khawatir testimoni Anda di hadapan Kongres tidak lengkap,” kata Peters.

Facebook tidak berkomentar atas kabar tersebut.

Dalam surat tersebut, terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Peter menilai Facebook dalam surat tersebut tidak “menjelaskan apa yang dilakukan dengan audio yang diakses dalam keadaan tersebut, tujuan Facebook menggunakan praktik tersebut atau alasan ketidakcocokan testimoni Anda mengenai masalah ini dalam sidang”.

Komisi Perlindungan Data Irlandia beberapa waktu lalu menanyakan bagaimana Facebook menangani data transkripsi manual rekaman suara. Komisi sudah memanggil delapan orang dari Facebook, termasuk dua orang dari WhatsApp dan seorang dari Instagram.

“Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio lebih dari sepekan yang lalu,” kata Facebook beberapa hari lalu.

Facebook memiliki tim manusia untuk meninjau audio pribadi dari aplikasi Messenger untuk memperbaiki transkripsi yang dibuat oleh sistem kecerdasan buatan. Facebook menyatakan tidak ada pengguna di Uni Eropa yang terdampak.

Facebook menyamarkan audio tersebut agar identitas individu tidak terungkap dan Facebook tidak pernah mendengarkan mikrofon pengguna tanpa aktivasi eksplisit.

Baca juga: Instagram tambah fitur laporkan hoax

Baca juga: Cara menghindari sensor Facebook di Messenger

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Jokowi Menerima Kunjungan Pendiri Facebook

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram tambah fitur laporkan hoax

Jakarta (ANTARA) – Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk menangkal hoax.

“Ini langkah awal pendekatan komprehensif kami untuk mengatasi misinformasi,” kata juru bicara Facebook, Stephanie Otway, dikutip dari Reuters, Jumat.

Pengguna sebenarnya tidak dilarang mengunggah konten yang berisi misinformasi di platform media sosial Facebook, namun, mereka berusaha mengurangi sebaran konten tersebut dan memberi peringatan bahwa klaim dalam konten tersebut menjadi perdebatan.

Facebook sejak Mei lalu memperkenalkan teknologi deteksi gambar, image detection, untuk Instagram untuk menemukan konten yang di-debunk. Facebook juga meluaskan jaringan pengecek fakta mereka hingga ke platform Instagram.

Konten yang sudah dilabeli sebagai hoax oleh pengecek fakta akan dihapus dari tempat para pengguna mencari konten baru, misalnya tab Explore, berlaku juga untuk pencarian tanda pagar, hashtag.

Program cek fakta Instagram saat ini baru berlaku di Amerika Serikat.

Instagram dan platform media sosial Facebook juga mendapat tekanan untuk memblokir hoax mengenai kesehatan, termasuk unggahan tentang anti-vaksin.

Baca juga: Jennie BLACKPINK punya akun Instagram rahasia

Baca juga: Instagram “tendang” pengiklan yang salah gunakan data pengguna

Baca juga: Sering “online” bikin tak kreatif, Channing Tatum pamit dari medsos

Profesi Selebgram, pekerjaan milenial yang menghasilkan

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Makassar segera luncurkan Aplikasi Qlue

nanti dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore

Makassar (ANTARA) – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan segera meluncurkan aplikasi bernama Qlue yang merupakan salah satu bentuk  media sosial guna mengajak partisipasi masyarakat melaporkan kondisi di sekitarnya.

“Aplikasi ini sangat membantu pemimpin kota agar dapat menentukan keputusan berbasis data. Data yang dihimpun termasuk data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, insiden, pajak dan sebagainya,” ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb di Makassar, Kamis.

Melalui aplikasi ini, warga Makassar dapat melaporkan kondisi lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain, ujarnya.

Selain itu, setiap laporan dapat dipantau progresnya untuk memastikan semua keluhan yang disampaikan segera ditindaklanjuti tim dinas terkait.

Ia juga mengatakan di sela kunjungannya di Operation Room lantai 10, Menara Balai Kota, dengan adanya Qlue yang digunakan secara masif, Pemkot Makassar dapat menghimpun dan memvisualisasikan data sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih efektif.

Aplikasi Qlue nantinya usai diluncurkan  dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore.

Selain itu, aplikasi ini akan banyak memberikan masukan seperti memperbaiki puluhan kamera CCTV milik Kota Makassar yang tidak berfungsi. Misalnya yang berada di Jalan Arief Rate, Batu Putih, BTP, Karebosi dan beberapa titik sentral lainnya.

Ia juga meminta dua hari ke depan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar agar memunculkan itext di layar operation room.

“Tadi bapak Pj Wali Kota mau melihat langsung berapa realisasi pajak tiap harinya secara real di layar operation room ini sehingga bisa langsung memantau,” kata Kepala bidang informasi dan komunikasi publik Pemkot Makassar, Ade Ismar Gobel menambahkan.

Baca juga: Qlue gelar Smart Citizen Day, soroti peran warga ciptakan Smart City
Baca juga: Qlue tetap jadi solusi masyarakat Jakarta siapa pun pemimpinnya

3X Sehari, RT/RW Wajib Lapor Kondisi Lingkungan

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Microsoft dengarkan suara di Skype

Jakarta (ANTARA) – Microsoft melalui pembaruan kebijakan privasi mengakui terdapat tim individu yang meninjau sejumlah rekaman di aplikasi Skype.

Microsoft hanya mendengarkan rekaman untuk fitur penerjemahan di Skype, bukan untuk panggilan, seperti diberitakan laman The Verge.

Microsoft juga mendengarkan potongan suara dari asisten virtual Cortana, termasuk dari perangkat komputer untuk keperluan analisis.

Temuan mengenai Microsoft mendengarkan suara di Skype dan Cortana pertama kali dikemukakan oleh laman Motherboard, mereka menemukan terdapat tim kontraktor yang mendengarkan audio dari Sype dan Cortana.

Menurut Motherboard, Microsoft mendengarkan percakapan personal jika dilihat dari cache dokumen, tangkapan layar dan rekaman audio.

Apple, Google dan Facebook sudah menghentikan tim manusia untuk tugas seperti itu.

Juru bicara Microsoft menyatakan mereka menggunakan manusia untuk meninjau sejumlah konten agar dapat bekerja lebih baik.

Baca juga: Amazon dan Microsoft boyong Skype ke perangkat Alexa

Baca juga: Microsoft akan berhentikan dukungan untuk Skype Klasik

Baca juga: Microsoft mulai uji SMS Connect untuk Skype di perangkat Android

Saatnya Kaum Muda Berwirausaha

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp sediakan fitur kunci sidik jari, begini cara mengaktifkannya

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi perpesanan terpopuler dunia WhatsApp akan segera menyediakan fitur keamanan baru untuk melindungi privasi pengguna, yakni Fingerprint Lock, pengunci aplikasi dengan autentifikasi sidik jari.

Fitur Fingerprint Lock, yang sebelumnya disebut Authentication atau Screen Lock, akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan, menurut WaBetaInfo, yang selalu memberikan informasi paling awal mengenai pembaruan-pembaruan WhatsApp.

“Setelah menyediakan fitur Screen Lock untuk pengguna iOS beta (lebih dari 3 bulan lalu), WhatsApp akhirnya siap merilis itu untuk semua pengguna Android,” WaBetaInfo mengumumkan, dikutip Rabu.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mencoba fitur ini, tidak perlu menunggu beberapa bulan lagi, karena WhatsApp versi 2.19.221 beta Android sudah bisa diunduh. Dalam versi 2.19.221 itu sudah tersedia fitur Fingerprint lock.

Jika sudah memperbarui dengan versi beta terbaru itu masih belum juga menemukan fitur itu, silakan Anda cadangkan dulu riwayat obrolan (chat history) dan instal kembali Whatsapp. Apabila sudah melakukan langkah itu tapi tetap tidak bisa, berarti Anda harus menunggu saat pembaruan mendatang tersedia.

Menurut WaBetaInfo, apabila versi pembaruan 2.19.3 sudah tersedia, maka semua pengguna Android (versi Marshmallow atau lebih baru) akan bisa menikmati fitur Fingerprint lock.

Lalu, bagaimana cara mengaktifkan fitur Fingerprint Lock?

Anda cukup membuka WhatsApp Setting > Account > Privacy, dan di sini akan ditemukan opsi baru disebut Fingerprint lock.
  Fitur Fingerprint lock WhatsApp. (ANTARA/WaBetaInfo)

Jika Anda membuka Fingerprint lock, Anda dapat memverifikasi yang akhirnya memungkinkan untuk mengaktifkan fitur. Jika Anda memilih untuk mengaktifkan fitur kunci sidik jari, Anda masih bisa membalas pesan dari notifikasi dan menjawab panggilan WhatsApp, karena otentikasi hanya diperlukan ketika membuka WhatsApp.

Dalam fitur Fingerprint lock, WhatsApp juga menyediakan opsi waktu, setiap berapa menit aplikasi akan terkunci ketika tidak digunakan. Namun, sayangnya, di fitur itu hanya tersedia opsi “segera”, kemudian “setelah 1 menit”, dan “setelah 30 menit”. Tiga opsi yang terlalu cepat dan terlalu lama.

Perbaikan fitur terbaru nanti juga menyediakan opsi yang disebut “Tampilkan konten dalam notifikasi”, sehingga Anda bisa memutuskan apakah ingin menampilkan pesan dan pengirim dalam notifikasi di layar atau tidak, ketika fitur Fingerprint lock diaktifkan.
  Fitur Fingerprint lock WhatsApp. (ANTARA/WaBetaInfo)

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter uji coba fitur “follow topic”

Jakarta (ANTARA) – Twitter sedang menguji coba fitur baru yang saat ini baru tersedia untuk platform Android agar pengguna mereka dapat mengikuti (follow) topik pembicaraan, bukan hanya akun.

“Kami sedikit lebih ambisius tentang perubahan yang kami perkenalkan ke publik,” kata pimpinan produk Twitter, Kayvon Beykpour, dikutip dari laman Cnet.

Selama masa uji coba, pengguna bisa mengikuti topik pembicaraan seputar New England Patriots, kriket dan gulat. Twitter berencana membuat lini masa terpisah untuk topik atau akun tertentu yang diikuti.

Jika tidak menyukai topik-topik tersebut, Twitter memberi opsi untuk membisukan (mute) cuitan.

Twitter berencana memperluas fitur itu secara global pada akhir tahun, yang merupakan salah satu cara mereka untuk menarik pengguna baru.

Laman The Verge melaporkan fitur follow topic saat ini hanya diuji coba untuk topik olahraga. Topik akan dikurasi oleh Twitter menggunakan machine learning untuk cuitan individu, sementara untuk artikel dikurasi oleh tim editorial.

Twitter sengaja membatasi topik untuk melihat bagaimana fitur itu memengaruhi pengalaman pengguna memakai platform tersebut. Mereka sudah menyiapkan cara agar fitur ini tidak disalahgunakan, salah satunya dengan tidak membuat semua topik dapat diikuti.

Twitter juga sedang merencanakan fitur pencarian pesan pribadi atau Direct Message, mengatur ulang foto setelah ditautkan di unggahan serta dukungan untuk Live Photo dari Apple.

Baca juga: Twitter punya regulasi baru untuk cuitan politikus

Baca juga: Twitter hapus fitur geotag
 

Kemenkominfo Miliki Akses Blokir Konten Negatif

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TikTok sediakan berbagai fitur demi jaga konten positif

Jakarta (ANTARA) – Di tengah maraknya isu konten negatif di media sosial, platform video pendek TikTok memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menjaga konten di platform tersebut.

“Kami menggunakan machine learning untuk mengatasi video-video sensitif,” kata pimpinan komunikasi TikTok Indonesia, Chaterine SIswoyo, saat berkunjung ke Antara, Rabu.

Kemampuan mesin untuk mendeteksi video yang tidak pantas dipadukan dengan tim manusia yang akan meninjau video-video di TikTok. TikTok akan menghapus video tersebut jika memuat konten negatif.

TikTok, yang tahun lalu menembus 10 juta pengguna di Indonesia, memberi batasan usia minimal 14 tahun untuk bergabung ke platform tersebut, lebih ketat jika dibandingkan dengan media sosial lain yang membatasi usia minimum 13 tahun.

TikTok melengkapi platform mereka dengan kontrol orang tua, parental control, agar dapat mengawasi konten yang dikonsumsi anak.

Tidak hanya urusan konten, TikTok juga memasukkan sejumlah fitur agar kesehatan mental para penggunanya terpantau selama memakai platform tersebut, melalui program digital wellbeing.

TikTok menyediakan opsi untuk membatasi waktu bermain, antara lain 40 menit, 60 menit dan 120 menit. Setelah durasi habis, pengguna secara otomatis akan keluar (log out) dari platform.

Konten-konten yang beredar di media sosial kembali menjadi pembicaraan hangat sejak kasus blokir sejumlah video YouTuber Kimi Hime yang dianggap vulgar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa pekan lalu.

Tidak lama setelah kasus tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana mengawasi konten di platform streaming agar masyarakat mendapat tontonan yang berkualitas dan memiliki nilai edukasi.

Wacana KPI untuk mengawasi platform streaming mendapat banyak protes, termasuk dari ahli dunia digital, lantaran dinilai belum memiliki wewenang untuk mengawasi platform seperti Netflix dan YouTube.

Masyarakat juga tidak setuju dengan rencana tersebut karena platform streaming merupakan siaran alternatif untuk memperoleh tontonan dan merupakan barang konsumsi karena konsumen membayar untuk mendapatkan tontonan.

Baca juga: TikTok sedang siapkan ponsel khusus

Baca juga: TikTok didenda Rp80 miliar karena kumpulkan data anak-anak

Baca juga: Parlemen India minta pemerintah blokir TikTok

Lebih 600 kanal dalam penyebaran konten negatif

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa ITTP rancang aplikasi pengukur kematangan pepaya

teknologi yang diterapkan dalam sistem adalah teknologi perekaman citra melalui pengukuran dari Red-Blue-Green (RGB)

Purwokerto (ANTARA) – Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Muhammad Lutfi Firdhaus berhasil merancang aplikasi pengukur kematangan buah pepaya berbasis android.

“Aplikasi ini saya rancang untuk membantu petani melakukan identifikasi kematangan pepaya dengan teknologi android di smartphone,” kata  mahasiswa program studi S1 Informatika ITTP tersebut di Purwokerto, Rabu.

Ini terjadi ketika dia berkunjung ke petani pepaya yang berada di daerah Cilongok, Kabupaten Banyumas. “Para petani pepaya di era modern seperti sekarang ini masih mengukur kematangan pepaya secara manual,” katanya.

Karenanya, dia menilai perlunya suatu pembaharuan pada sistem pemilahan yang dilakukan para petani pepaya ketika mereka akan memasarkan pepaya ke para konsumen.

Dia menjelaskan, teknologi yang diterapkan dalam sistem adalah teknologi perekaman citra melalui pengukuran dari Red-Blue-Green (RGB) untuk mengetahui tingkat kemanisan atau derajat brix.

“Dengan demikian, dalam aplikasi ini sangat penting perangkat smartphone yang memiliki fitur kamera,” katanya.

Dia menambahkan, teknologi pengolahan citra merupakan sebuah teknik yang biasanya digunakan untuk melakukan proses citra atau gambar. Dengan data gambar tersebut akan didapatkan sebuah informasi tertentu dari gambar yang diamati.

 Teknologi tersebut dapat menentukan tingkat kematangan pada buah dengan dilihat dari warna kulitnya. “Sedangkan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan yang paling mudah dapat diidentifikasi yaitu dari warna kulit pada buah, dan warna kulit buah tersebut mengandung nilai RGB,” katanya.

Dia menambahkan, nilai RGB digunakan sebagai nilai acuan dalam melakukan sebuah penelitian tingkat kematangan pada buah pepaya.

“Nantinya pada aplikasi akan mengirimkan data  matang, mengkal, setengah matang, mentah, serta dilengkapi dengan munculnya tingkat kadar gula yang terkandung dalam pepaya,” katanya.

Dia berharap, rancangannya tersebut akan dapat mempermudah petani pepaya yang ada di wilayah setempat.

“Harapan saya perancangan teknologi yang saya ciptakan ini, mampu menjadikan para petani pepaya memiliki pengetahuan akan teknologi kekinian, dan mampu memenuhi  tantangan revolousi industri 4.0,” katanya.

Baca juga: Petani Lebak kembangkan pepaya california seluas 22 hektare
Baca juga: BPPT kombinasikan citra satelit data produksi padi

Mahasiswa USU ciptakan minuman serum probiotik

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hati-hati, Facebook mentranskrip percakapan Anda

Jakarta (ANTARA) – Facebook Inc. telah membayar ratusan tenaga kontrak untuk menyalin klip audio dari pengguna layanannya, demikian dilaporkan Bloomberg mengutip narasumber anonim yang mengetahui tentang aktivitas itu.

Pekerjaan itu telah membingungkan karyawan kontrak, yang tidak diberi tahu di mana audio direkam atau bagaimana diperoleh, mereka hanya diminta untuk mentranskrip audio itu, kata sumber-sumber yang tidak mau disebut identitas mereka karena takut kehilangan pekerjaan.

Mereka mendengar percakapan pengguna Facebook, kadang-kadang dengan konten vulgar, tetapi tidak tahu mengapa Facebook membutuhkan transkrip itu..

Facebook mengakui telah menyalin audio pengguna dan mengatakan tidak akan melakukannya lagi.

“Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio orang-orang (pengguna) lebih dari seminggu yang lalu,” demikian pernyataan Facebook, Selasa (13/8).

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Perusahaan itu menyatakan para pengguna yang terkena dampak telah memilih opsi agar percakapan suara mereka ditranskrip di aplikasi Messenger Facebook. Para tenaga kontrak lantas memeriksa apakah kecerdasan buatan Facebook benar dalam menafsirkan pesan.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar termasuk Amazon.com, Inc. dan Apple Inc. juga dikecam karena mengumpulkan cuplikan audio dari perangkat komputasi konsumen dan menjadikan klip-klip itu ditinjau oleh orang-orang, sebuah praktik yang menurut para kritikus melanggar privasi.

Bloomberg pertama kali melaporkan pada April bahwa Amazon memiliki tim yang terdiri dari ribuan pekerja di seluruh dunia mendengarkan percakapan audio Alexa dengan tujuan meningkatkan perangkat lunak, dan bahwa ulasan orang-orang yang serupa digunakan untuk Google Assistant dan Siri Apple.

Apple dan Google sejak itu mengatakan mereka tidak lagi terlibat dalam praktik seperti itu dan Amazon mengatakan akan membiarkan pengguna memilih keluar dari ulasan orang-orang.

Facebook, yang baru saja membayar penyelesaian lima miliar dolar AS dengan Komisi Perdagangan Federal AS setelah penyelidikan praktik privasinya, telah lama membantah bahwa mereka mengumpulkan audio dari pengguna untuk menginformasikan iklan atau membantu menentukan apa yang dilihat orang dalam feed mereka.

Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg membantah ide itu secara langsung dalam kesaksian Kongres AS.

Baca juga: Langgar privasi, regulator AS denda Facebook lima miliar dolar AS

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – Peneliti keamanan siber dari Check Point saat konferensi Black Hat membeberkan tiga masalah keamanan di WhatsApp, yang menurut mereka berakibat serius untuk para penggunanya.

Temuan pertama dari Check Point, seperti diberitakan laman Phone Arena, berupa celah yang dapat disalahgunakan oleh peretas untuk membaca pesan yang dikirim lewat WhatsApp.

Peretas, menurut Check Point, tidak hanya bisa membaca pesan walau pun pesan tersebut sudah dienkripsi end-to-end, tapi, juga dapat mengubah pesan tersebut. Gambaran ideal enkripsi end-to-end adalah pesan hanya dapat dibaca oleh si penerima pesan, WhatsApp bahkan tidak dapat melihat pesan tersebut.

Check Point juga menemukan bahwa peretas bisa membajak akun WhatsApp seseorang, dia dapat mengirim pesan dengan akun asli tersebut.

Temuan terakhir, Check Point melihat bahwa celah keamanan di WhatsApp juga bisa digunakan oleh peretas untuk menyamarkan pesan publik menjadi pesan pribadi. Penerima pesan mengira jawaban yang dia berikan bersifat pribadi, padahal pesan tersebut bisa dilihat oleh orang lain.

Check Point sudah memberi tahukan masalah-masalah ini ke Facebook tahun lalu, perusahaan induk WhatsApp itu sudah memperbaiki masalah yang terakhir. Dua masalah pertama menurut laman tersebut belum terselesaikan, Check Point menyebutnya “threat actor“, aktor ancaman.

“Kami sudah meninjau secara cermat masalah ini tahun lalu dan keliru jika mengira kami memberikan celah keamanan di WhatsApp,” kata Facebook.

Facebook menilai mereka perlu berhari-hati mengatasi masalah yang diperlihatkan oleh Check Point karena khawatir mengurangi sifat privasi WhatsApp, misalnya dengan menyimpan informasi asal pesan.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Layanan pembayaran WhatsApp hadir di India tahun ini

Baca juga: WhatsApp kini tersedia di KaiOS, OS-nya Nokia

Permohonan Paspor Melalui Aplikasi Whatsapp

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembayaran digital GoPay bisa dinikmati di ribuan gerai JNE

Jakarta (ANTARA) – Platform pembayaran digital, GoPay, kini hadir sebagai opsi baru yang bisa digunakan pada lebih dari 7.000 titik layanan pengiriman barang JNE di seluruh Indonesia.

“GoPay merupakan platform uang elektronik pertama yang bisa digunakan sebagai salah satu opsi pembayaran di JNE. Semoga kemudahan bertransaksi dengan GoPay bisa dinikmati di semua titik layanan JNE di seluruh Indonesia,” kata Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti di Jakarta, Selasa.

Selain itu Ardelia juga menyampaikan bahwa GoPay dan JNE berupaya mendukung perkembangan pedagang online, yang sebagian besar di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“GoPay sebagai pemimpin pembayaran digital tanah air. Saat ini, GoPay sudah bisa diterima di 420.000 rekan usaha, 90 persen di antaranya adalah UMKM,” ujarnya.

Baca juga: GoPay resmi jadi sponsor utama Persik Kediri

Sementara VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi juga mengatakan bahwa JNE sangat mendukung para pengusaha online terutama dalam meningkatkan mutu pengiriman barang.

“JNE selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan menjangkau semua kebutuhan pelanggan. Upaya ini kami lakukan untuk pengembangan inovasi,” kata Eri

Eri juga menambahkan bahwa pengembangan akan dilakukan salah satunya dengan menghadirkan sistem pembayaran cashless atau digital payment.

“Sebagai langkah awal, kami menggandeng GoPay sebagai salah satu platform uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dengan kolaborasi ini, pelanggan JNE bisa melakukan transaksi untuk pengiriman paket menggunakan GoPay di semua titik layanan JNE yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Permudah turis, Moka beri layanan nontunai internasional

Baca juga: SPIL gandeng Go-Pay perkuat ekosistem pembayaran digital

Baca juga: Go-Pay paling banyak digunakan generasi milenial

Masyarakat Diimbau Siapkan Kartu Uang Elekronik

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ilmuwan ciptakan aplikasi AI bantu petani pisang selamatkan panen

Jakarta (ANTARA) – Ilmuwan telah menciptakan aplikasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mudah digunakan untuk membantu petani pisang mendeteksi penyakit dan hama pada tanaman.

Kehadiran aplikasi ponsel tersebut merupakan kabar baik bagi petani kecil karena mereka dapat menjalankan pertaniannya lebih efisien, menghubungkan dengan pasar, pekerja penyuluhan, gambar satelit, dan mendapat informasi cuaca melalui ponsel dengan aplikasi AI tersebut.

“Petani di dunia berjuang untuk mempertahankan pertanian mereka dari hama dan penyakit,” kata Michael Selvaraj, yang mengembangkan alat tersebut bersama koleganya dari Bioversity International di Afrika.

Pisang adalah buah paling popular di dunia, dan dengan populasi global mencapai 10 miliar pada 2050, tekanan untuk menghasilkan makanan yang cukup pun meningkat.

Baca juga: Pakar: Perangkat IoT paling rawan terhadap malware

Pisang merupakan sumber nutrisi, dan makanan pokok bagi banyak keluarga, sekaligus sumber pendapatan. Namun, penyakit seperti layu Fusarium, Xanthomanas, dan bercak daun hitam mengancam merusak buah. Dan ketika wabah penyakit itu menghantam, petani kecil akan sangat merugi.

Tumaini, nama aplikasi itu, dalam bahasa Swahili berarti “harapan”. Aplikasi tersebut akan menghubungkan petani dengan petugas penyuluhan untuk menghentikan wabah dengan cepat. Juga dapat mengunggah data ke sistem global untuk pemantauan dan kendali skala besar.

Teknologi itu menjadi pertahanan pertama melawan penyakit tanaman dan hama yang berpotensi menghancurkan panen pisang. Lewat ponselnya, petani pisang bisa memindai tanda lima penyakit utama dan satu hama.

Dalam pengujian di Kolombia, Republik Demokratik Kongo, India, Benin, China, dan Uganda, Tumaini itu memberikan tingkat deteksi 90 persen, demikian seperti disadur dari Science Daily, Senin (12/8), mengutip laporan jurnal Plant Methods.

Baca juga: AI bukan cuma milik ponsel mahal

“Hanya ada sedikit data hama dan penyakit pada pisang untuk negara berpenghasilan rendah, tapi alat AI seperti ini menawarkan kesempatan meningkatkan pengawasan tanaman, kendali jalur cepat dan upaya mitigasi, serta membantu petani mencegah kehilangan produksi.”

Tumaini menggunakan teknologi pengenalan gambar yang telah ditingkatkan. Untuk membuatnya, peneliti mengunggah 20.000 gambar penyakit dan gejala hama pada pisang.

Dengan informasi itu, aplikasi akan memindai foto dari buah, tandan, atau tanaman untuk menentukan sifat penyakit dan hama yang menyerang dan kemudian memberi langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.

Selain itu, Tumaini, juga mencatat data, termasuk lokasi geografis dan memasukkannya ke basis data yang lebih besar.

“Ini bukan sekadar aplikasi,” kata Selvaraj. “Tapi alat yang berkontribusi pada sistem peringatan dini yang mendukung petani secara langsung, memungkinkan perlindungan dan pengembangan tanaman yang lebih baik serta pengambilan keputusan untuk mengatasi keamananan pangan.”

Baca juga: Era kecerdasan buatan, pemerintah siapkan UU perlindungan data pribadi

Baca juga: Di China, foto wajah dibayar panci demi latih kemampuan AI

Baca juga: Mahasiswa FTUI berhasil raih juara dunia CIOB

Tantangan profesi baru di Era Industri 4.0

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Telegram punya fitur pengingat tidak sering chat

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi berkirim pesan Telegram mendapat pembaruan baru yaitu fitur yang memungkinkan admin grup mengatur jeda pengiriman pesan bagi anggota-anggotanya.

Dikutip dari laman TechCrunch, Minggu, Telegram memiliki fitur Slow Mode. Fitur itu memberikan kuasa kepada admin grup percakapan untuk mengatur berapa detik atau menit jeda waktu saat anggotanya akan mengirim pesan di grup itu.

Jika admin mengaktifkan fitur Slow Mode, anggota grup harus menunggu, misalnya satu menit agar bisa mengirim pesan lagi.

Telegram memperkenalkan fitur itu agar suasana mengobrol di grup percakapan lebih teratur dan “menghargai setiap pesan dari masing-masing anggota”.

Baca juga: Telegram tuduh China dalang serangan DDoS

Telegram menyarankan admin untuk mengaktifkan fitur Slow Mode secara permanen atau sewaktu-waktu saat dibutuhkan untuk menjaga arus percakapan di grup.

Namun, Telegram mengaku tidak merancang fitur itu sebagai perang melawan hoaks, tetapi untuk menciptakan ketenangan.

Berbeda dengan aplikasi berbagi pesan WhatsApp yang membatasi keanggotaan sebuah grup percakapan sebanyak 256 anggota, Telegram bisa menampung 200.000 orang dalam satu grup percakapan.

Pembaruan lainnya di Telegram yaitu penerima pesan tidak akan mendapatkan suara tanda pesan masuk jika pengirim pesan menginginkan pesan itu tidak bersuara. Maka, pesan yang terkirim itu pun akan masuk tanpa suara walaupun sang penerima pesan tidak mengatifkan pilihan “Do Not Disturb”.

Baca juga: WhatsApp dan Telegram rentan disusupi, foto dan dokumen dimanipulasi

Kemkominfo akan Buka Kembali Telegram

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook siapkan tab khusus berita dari media yang bermitra

Jakarta (ANTARA) – Facebook akan membuat tab khusus yang menampilkan deretan “News” atau berita dari media massa yang telah bermitra dengan mereka.

Tab khusus “News” diperkirakan akan berada di tempat yang cukup mencolok, di samping fitur Messenger, Videos dan Marketplace.

Laman Phone Arena melansir laporan dari Wall Street Journal, menyebutkan Facebook menjajaki kerja sama dengan ABC, The Washington Post dan Bloomberg senilai 3 juta dolar per tahun untuk lisensi.

Baca juga: Facebook siapkan tab khusus untuk berita berkualitas

Lisensi tersebut mencakup headline dan preview dari artikel berita yang akan dimuat di Facebook.

Facebook berniat bekerja sama selama tiga tahun dan memberi kebebasan pada media untuk konten berita yang masuk ke tab “News”.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengemukakan, ide tab khusus untuk berita sudah dikatakan pada April lalu, tujuannya agar pengguna Facebook mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya.

Baca juga: Instagram dan WhatsApp dapat nama tambahan dari Facebook

Baca juga: Perangkat video Facebook Portal hadir tahun ini

Baca juga: “Sign In with Apple” akan saingi Google dan Facebook

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Startup SehatQ hubungkan pengguna dengan 9.000-an dokter di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan rintisan (startup) penyedia layanan kesehatan digital SehatQ mampu menghubungkan penggunanya dengan lebih dari sembilan ribu dokter dari enam ribu fasilitas kesehatan di Indonesia, selain info-info kesehatan secara umum.

“SehatQ hadir untuk membantu pengguna mendapatkan informasi lengkap mengenai kesehatan, serta mempermudah akses ke fasilitas kesehatan,” kata pendiri dan CEO SehatQ Linda Wijaya, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Platform SehatQ menyediakan layanan hingga pengguna akhir (end-to-end) yang menjawab semua kebutuhan kesehatan. Pengguna bisa memperoleh informasi kesehatan lengkap, termasuk tentang gaya hidup, penyakit, obat-obatan, serta jenis perawatan medis dari artikel-artikel di laman SehatQ.

SehatQ telah memproduksi lebih dari 2.000 konten kesehatan yang semuanya ditinjau oleh tim dokter, yang juga melayani tanya jawab dengan pengguna.

Di platform yang sama, pengguna dapat terhubung dengan fasilitas kesehatan, lewat fitur booking langsung sesuai jadwal dokter yang dibutuhkan. Konektivitas itu yang menjadi fitur utama dari SehatQ.

Baca juga: DEEP, aplikasi mobile komunikasikan penyakit diabetes

“Kami menerapkan pendekatan patients first, di mana SehatQ mengutamakan kebutuhan pengguna sebagai pasien dengan menyediakan platform terbuka untuk semua fasilitas kesehatan,” ujar Linda.

Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, saat ini SehatQ sedang mengembangkan fitur chat, voice dan video conference dengan dokter. Sementara untuk aplikasi berbasis Android dan IOS akan dapat diakses pada kuartal ketiga tahun ini.

SehatQ yang berada dalam naungan Sinar Mas, berdiri pada November 2018 dan dalam kurun waktu setahun telah menjangkau ratusan rumah sakit, klinik, serta laboratorium klinik.

Saat ini pengguna SehatQ yang teregistrasi mencapai 10.000 dan pengguna aktif harian 70.000.

Baca juga: Startup Indonesia ini bawa inovasi TeleCTG ke tingkat internasional
 

Pewarta: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019