Tasya Kamila senang jadi guru Geografi

Jakarta (ANTARA) – Tasya Kamila menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan dengan menjadi guru Geografi untuk aplikasi berbasis teknologi pendidikan bernama Quipper.

“Salah satu hal yang ingin aku lakukan itu jadi pengajar. Aku senang disuruh mengajar tapi belum ada kesempatan untuk itu, baru terwujudnya sekarang,” ujar Tasya dalam diskusi bersama Quipper, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu.

Alasan Tasya memutuskan untuk bergabung menjadi Quipper Super Teacher sebagai pengajar Geografi karena mata pelajaran tersebut menjadi favoritnya ketika sekolah.

“Di Geografi ada salah satu subjek yang membahas mengenai lingkungan dan perubahan iklim yang mana itu menjadi isu yang termasuk dalam interest dan passion aku,” tutur pelantun “Libur Telah Tiba” itu.

Menurut penyanyi cilik kelahiran 22 November 1992 itu, teknologi saat ini dapat mempermudah proses belajar mengajar.

“Sekarang bisa mengajar seluruh anak Indonesia dengan cara yang interaktif dan dibantu animasi sehingga membuat konten menjadi menarik. Kita ingin membuat proses belajar mengajar ini meyenangkan dan bisa diakses di seluruh Indonesia,” katanya.

Mantan penyanyi cilik sekaligus aktris yang meraih gelar Master of Public Speaking dari Columbia University itu mengungkapkan, generasi Z yang lahir setelah tahun 1996 membutuhkan penyajian materi yang menarik dan berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

“Dulu belajar Geografi tidak semenyenangkan ini, dengan adanya Quipper disajikan materi yang related dengan kehidupan jadi kebayang fungsinya di kehidupan nyata seperti apa,” ujar Tasya.

Tasya berharap dengan adanya aplikasi ini, kualitas pendidikan di seluruh Indonesia bisa merata dan terbuka bagi siapapun termasuk di kota kecil.

Platform berbasis teknologi pendidikan ini bukan satu-satunya di Indonesia, sebelumnya sudah ada aplikasi serupa yakni Ruang Guru dan KelasKita.

Baca juga: Tasya Kamila kesal atas anggapan ibu tak perlu sekolah tinggi

Baca juga: Tasya Kamila bercita-cita jadi menteri di 2029

Baca juga: Tasya Kamila, salah satu pemilik iPhone XR pertama di Indonesia

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grab punya fitur rute angkutan umum

Jakarta (ANTARA) – Penyedia layanan ojek online Grab menyediakan fitur “Trip Planner” untuk mengecek rute dan layanan transportasi umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Melalui fitur ‘Rute’, kami memberikan akses ke pilihan transportasi massal untuk penggunaan sehari-hari dan hal yang lebih penting adalah dapat menjadi alternatif dari penggunaan kendaraan pribadi,” kata Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam keterangan pers, Selasa.

Peluncuran aplikasi ini berdekatan dengan peresmian transportasi baru di Jakarta, MRT, yang melayani rute Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Fitur Trip Planner dapat diakses melalui laman utama atau Home aplikasi Grab. Setelah memasukkan lokasi awal dan tujuan, pengguna akan melihat opsi angkutan umum yang tersedia di rute tersebut, beserta dengan perkiraan waktu perjalanan.

Pengguna bisa melihat opsi perjalanan dengan TransJakarta dan bahkan sudah ada MRT dalam fitur Trip Planner tersebut.

Cara kerja fitur Trip Planner dari Grab ini mirip dengan mencari rute lewat Google Map, pengguna akan melihat berbagai opsi angkutan umum disertai petunjuk apakah harus berjalan kaki untuk menuju lokasi tersebut.

Grab juga memberikan estimasi berapa biaya perjalanan dengan transportasi yang mereka sediakan, saat ini pengguna bisa melihat opsi dengan GrabBike dalam fitur tersebut.

Baca juga: KPPU nilai “Grab to Work” Bandung langgar prinsip persaingan usaha

Baca juga: Grab hadirkan teknologi deteksi dan cegah kecurangan

Baca juga: Grab akui bahas perkembangan mobil listrik dengan Luhut
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MUI putuskan fatwa haram Game PUBG bulan depan

(Antara)- Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyebut MUI akan memutuskan fatwa perihal game Player Unknown’s Battleground (PUBG)  paling lama satu bulan.  Diakuinya saat ini, pihak MUI masih meminta masukan dan kajian dari berbagai pihak perihal game tersebut.

Konektivitas pintar senjata Samsung pada pasar non-ponsel

Singapura (ANTARA) – Produsen perangkat elektronika Samsung Electronic mengandalkan kemampuan konektivitas antar-perangkatnya menyusul tren Internet of Things (IoT) agar tidak “tenggelam” dari kepopuleran pasar produk ponsel pintar di kawasan ASEAN dan Oseania.

“Kami meyakini inovasi terbaru menawarkan pengalaman lebih dari apa yang kita lihat dan alami. Produk dan fitur terbaru produk kami dapat membuka potensi baru dengan membuat hidup konsumen lebih mudah dan lebih terkoneksi,” kata Presiden Samsung Electronics Singapura Eugene Goh dalam jumpa pers di Singapura, Senin.

Eugene mengatakan perangkat elektronika seperti televisi pintar, lemari es, alat pembersih ruangan, mesin cuci, dan sistem keamanan yang saling terhubung dengan internet itu semakin mudah terwujud dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan jaringan Internet 5G.

Demi menguatkan kemampuan konektivitas perangkat itu, Samsung memperbarui sistem asistensi pintar Bixby dan aplikasi “Family Hub” yang terdapat pada layar pintar lemari es.

Kepala Divisi Konsumen Samsung Electronics Indonesia Vega Susantyo mengatakan perangakat-perangkat elektronika yang saling terhubung melalui jaringan Internet 5G dan teknologi AI itu sesuai dengan kebutuhan konsumen di ASEAN dan Oseania, terutama segmen milenial di Indonesia.

“Konsumen milenial lebih memilih praktis dan nyaman dalam pemakaian perangakat elektronik seperti mengoperasikan mesin cuci lewat Family Hub yang ada pada lemari es,” kata Vega.

Baca juga: Samsung kembangkan chip mobil otonom kecepatan tinggi

Namun, Vega mengakui sejumlah produk elektronik asal Korea Selatan itu tidak masuk pasar Indonesia karena Samsung punya pertimbangan tentang kondisi pasar, kebutuhan dan pilihan konsumen Tanah Air.

Produk Samsung Electronics yang masih dipertimbangkan masuk pasar Indonesia antara lain lemari Family Hub yang dilengkapi dengan layar sentuh.

“Tentu saja infrastruktur pendukung konektivitas pintar di Indonesia masih terbatas, baik jaringan telekomunikasi ataupun listrik. Tapi, kami tetap optimistis infrastruktur itu akan semakin mendukung, baik listrik ataupun telekomunikasi,” kata Vega.

Vega menambahkan produsen yang telah populer dengan ponsel pintar Samsung Galaxy itu secara bertahap akan menghadirkan perangkat elektronik rumah tangga yang menggunakan teknologi AI dan IoT di Indonesia.

Baca juga: Jelajah salju Uludag sambil menjajal Prograde Camera Galaxy S10

Baca juga: Samsung pasarkan Galaxy A30-A50 mulai Rp3,39 juta
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp siapkan fitur kenali spam

Jakarta (ANTARA) – WhatsApp dikabarkan sedang menyiapkan fitur yang jika diaktifkan akan dapat mendeteksi informasi tentang pesan berantai, membantu penggunanya mengenali apakah pesan tersebut tergolong spam atau berita palsu.

Laman WABetaInfo menulis di aplikasi berkirim pesan versi 2.19.80, WhatsApp memasukkan fitur bernama “Forwarding Info” yang ada di bagian Message Info.

Jika pengguna mengklik pesan yang mereka kirim ke pengguna lain, dia akan bisa melihat apakah pesan tersebut sudah sampai dan sudah dibaca oleh lawan bicara mereka, fitur yang sudah ada saat ini.

Jika pengguna mendapatkan pesan berantai dan ingin tahu berapa kali pesan tersebut sudah dikirimkan, kirim ulang pesan tersebut lalu klik dan tahan pesan yang kita kirimkan untuk membuka Message Info.

Fitur baru ini akan memperlihatkan berapa kali pesan tersebut sudah pernah dikirimkan, menurut WABetaInfo. Fitur ini diperkirakan akan tersedia dalam versi beta dalam beberapa waktu ke depan.

Sebuah pesan tergolong “sering dikirim ulang” jika dikirimkan lebih dari empat kali. WhatsApp dalam versi terbaru akan memberikan gelembung yang sedikit lebih besar pada pesan yang sering diteruskan.

Melalui fitur ini, WhatsApp mengajak para penggunanya untuk memahami bahwa pesan yang sangat populer, yang terlalu sering diteruskan, patut dicurigai mengandung informasi yang belum tentu benar.

Sayangnya, fitur Forwarding Info ini tidak terlihat jika pesan tersebut tergolong “sering dikirim ulang” atau sudah lebih dari lima kali diteruskan, menurut laman tersebut.

Baca juga: WhatsApp Business segera hadir di iOS

Baca juga: Facebook Messenger punya fitur kayak WhatsApp

Baca juga: Awas akun WhatsApp Anda diblokir

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mulai pakai MRT-J? Cobain aplikasinya yuk

Jakarta (ANTARA) – Warga Jakarta mulai merasakan tranposrtasi umum baru Moda Raya Terpadu atau MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu.

Euforia transportasi baru itu sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir setelah PT MRT Jakarta menggelar uji coba secara gratis.

Transportasi massal seperti MRT itu boleh jadi menjadi moda baru bagi warga Ibukota.  Mekanismenya pun sedikit berbeda dengan angkutan umum yang sudah ada, misalnya kereta Commuter Line.

PT MRT Jakarta menyediakan aplikasi untuk ponsel Android bernama “MRT-J” sebagai pemandu para pengguna MRT menentukan perjalanan mereka dengan transportasi itu.

Saat mencari “MRT Jakarta” di Google Play Store, pengguna akan menemukan banyak aplikasi tentang peta MRT di Jakarta. Pastikan mengunduh aplikasi resmi MRT-J. Caranya, ketuk kolom “read more” dan pastikan nama PT. MRT Jakarta tertera pada informasi pembuat aplikasi.
  Tangkapan layar aplikasi MRT-J (ANTARA News/Google Play Store)

Setelah mengunduh aplikasi MRT-J, pengguna akan dipilih untuk mengakses sebagai tamu atau log in, pilihannya menyambungkan aplikasi ini dengan akun Google, Facebook dan Twitter.

Tampilan utama aplikasi MRT-J berisi tentang informasi terkini tentang transportasi tersebut. Jika digulirkan ke bawah, penggun akan melihat fitur-fitur antara lain Cara Menggunakan MRT.

Fitur Cara Menggunakan MRT berisi video dan infografis tentang bagaimana menggunakan transportasi itu, mulai dari membeli tiket hingga tata tertib mengantre saat keluar dan masuk kereta bernama “Ratangga” itu.

Fitur utama dari aplikasi itu tentu merencanakan perjalanan penggunanya dengan MRT dan peta rute mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Pada laman utama aplikasi MRT-J, klik ikon “Mulai”. Pengguna akan diarahkan ke laman berikutnya berisi rute MRT. Isi stasiun awal dan akhir, pengguna akan bisa melihat berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan.

Antara mencoba mengisi stasiun awal “Bundaran HI” ke stasiun tujuan “Istora Mandiri”, terlihat perjalanan ini memerlukan waktu 8 menit 30 detik dan akan melewati empat stasiun.

Baca juga: Presiden Jokowi tiba di Stasiun MRT Senayan
  Tangkapan layar aplikasi MRT-J (ANTARA News/Google Play Store)

Pengguna juga bisa melihat transportasi umum lainnya yang berada di stasiun tujuan, antara lain bus TransJakarta.

Jika ingin melihat informasi mengenai stasiun tujuan, pengguna bisa mengetuk ikon menu di pojok kiri atas dan pilih fitur “Informasi”. Informasi yang diberikan antara lain fasilitas yang tersedia dan gerai penjual yang ada di stasiun tersebut.

Baca juga: Masyarakat antusias sambut peresmian MRT
  Tangkapan layar aplikasi MRT-J (ANTARA News/Google Play Store)

Aplikasi MRT-J juga memiliki fitur saldo. Tapi, fitur iitu belum bisa diakses, begitu juga dengan tiket isi ulang.

Aplikasi MRT-J tersedia untuk pengguna Android dan kapasitas yang dibutuhkan untuk mengunduh aplikasi sebesar 56MB.

Baca juga: Anies ucapkan terima kasih kepada para gubernur Jakarta
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

16 universitas tembus final e-Sport PUBG

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 16 tim dari 16 universitas telah lolos ke putaran final turnamen e-Sport PUBG Mobile Campus Championship Indonesia (PMCC) 2018/2019 dan akan saling bertempur di Jakarta.

Direktur PUBG Mobile untuk Indonesia Gaga Li, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, mengatakan penyelenggaraan PMCC 2018//2019 itu merupakan bentuk apresiasi terhadap minat yang tinggi para pemain PUBG di Indonesia serta untuk ikut berkontribusi dalam perkembangan dunia e-sport di Indonesia.

Putaran final turnamen berhadiah Rp300 juta ini akan digelar 23 dan 24 Maret ini di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. 16 lolos ke putaran ini setelah memenangi kualifikasi yang melibatkan 2.000 peserta dari 350 univesitas di seluruh Indonesia.

“Sebagai turnamen offline PUBG Mobile terbesar pertama di Indonesia, kami berharap dapat berbagi pesan tentang semangat sportivitas yang tinggi dari para finalis yang mewakili universitasnya masing-masing,” ujar Li.

Baca juga: MUI pertimbangkan fatwa untuk permainan daring PUBG

Seluruh 16 skuat itu akan memperebutkan gelar juara PMCC 2018/2019 dalam delapan putaran dengan mode FPP (first person perspective) dan TPP (third person perspective) pada dua peta berbeda, yaitu Erangel dan Miramar.

“Kami juga berharap turnamen itu dapat memberikan pengalaman positif yang luar biasa bagi para peserta dan para pemain PUBG Mobile lainnya serta masyarakat umum,” ujar Li.

PUBG MOBILE merupakan game yang dikembangkan oleh Tencent Games and PUBG Corp berdasarkan pada PLAYERUNKNOWN’s BATTLEGROUNDS, fenomena pertempuran royal asli, berasal dari permainan PC dan Xbox One yang membawa kehebohan di dunia hiburan interaktif pada 2017.

Berikut 16 tim yang masuk final PUBG Mobile Campus Championship 2018/2019:

1. Skuat PG.BarracX dari Universitas Pelita Harapan, Surabaya
2. Skuat Adhigana (Universitas Diponegoro, Semarang)
3. Skuat PG. Orca (UIN Ar-Raniry, Aceh)
4. Skuat AB Matador (Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin)
5. Skuat Sayur Koool (Universitas Gunadarma, Depok)
6. Skuat Bothunter (Universitas Dian Nuswantoro, Semarang)
7. Skuat Veteran E-Sport (UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya)
8. Skuat Hubungan International Ale (UPN Veteran, Yogyakarta)
9. Skuat GGWP (Universitas Trunojoyo, Madura)
10. Skuat DKV OI (Universitas Bina Nusantara, Jakarta)
11. Skuat Blue Corner (Institut Pertanian Bogor, Bogor)
12. Skuat Tuan Jeux (Universitas Hasanuddin, Makassar)
13. Skuat Gunslinger (Universitas Sam Ratulangi, Manado)
14. Skuat Partai Ketawa (Universitas Amikom, Yogyakarta)
15. Skuat UNNES Pride (Universitas Negeri Semarang, Semarang)
16. Skuat Grimz of Death (Universitas Muhammadiyah Malang, Malang)

Baca juga: PBNU akan bahas permainan PUBG

Pewarta: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagaimana mengaktifkan “Dark Mode” YouTube?

Jakarta (ANTARA) – Fitur Dark Mode, mode latar belakang gelap (hitam), sudah lama diluncurkan YouTube untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para pengguna selain kenyamanan ketika menikmati konten-konten video di jejaring sosial itu.

Fitur latar belakang gelap memberikan kenyamanan kepada para pengguna YouTube yang menggunakan jejaring sosial itu pada malam hari. Latar belakang gelap memudahkan pengguna untuk melihat judul dan daftar video karena adanya peredaan warna yang mencolok.

Pada Maret, Google juga merilis pembaruan ekstensi YouTube Themes dan Dark Mode Themes Pro pada aplikasi perambah Internet Chrome. Dengan pembaruan itu, pengguna Chrome akan mendapatkan banyak pilihan untuk mengatur warna latar belakang, termasuk warna gelap (hitam).

Baca juga: YouTube hentikan “share” otomatis ke Twitter dan Google+

Jika Anda tertarik untuk menggunakan latar gelap pada halaman YouTube Anda, berikut langkah-langkahnya:

1. Ketuk tombol akun—yang bersimbpl ikon orang atau foto profil Anda—, yang terletak di kanan atas halaman “Home” YouTube.

2. Ketuk “Setting” atau “Pengaturan”. Langkah-langkah mengaktifkan Dark Mode pada aplikasi YouTube di Android. (ANTARA News/Suryanto)

3. Pada halaman Setting, ketuk “General” untuk membuka sejumlah pengaturan YouTube.

4. Di menu “General”, Anda akan menemukan pengaturan “Dark Mode”. Untuk mengaktifkan Dark Mode, Anda cukup menggeser tombol ke kanan dan jika ingin menonaktifkan kembali geser tombol ke kiri.

5. Setelah selesai silakan kembali ke halaman “Home” YouTube dan Dark Mode sudah aktif.

Baca juga: YouTube larang konten tantangan dan candaan berbahaya

Pewarta: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menimbang regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet (bagian VII)

GDPR secara ketat dan komprehensif mengatur prinsip-prinsip perlindungan data pribadi para pengguna internet atau layanan digital. 

Jakarta (ANTARA/Jacx) General Data Protection Regulation (GDPR) yang disahkan oleh Parlemen Uni Eropa pada 27 April 2016 dianggap sebagai sebuah contoh pengaturan yang relevan untuk perlindungan data pribadi pengguna internet.

Dalam tulisan sebelumnya dibahas mengenai bagaimana di satu sisi GDPR merupakan contoh yang banyak digunakan sebagai pengaturan perlindungan data pribadi namun di sisi lain juga mengandung banyak kelemahan.

Terlepas dari kritik dan keberatan yang disampaikan berbagai pihak, GDPR diakui sebagai pioneer pelembagaan perlindungan data pribadi. GDPR memberikan model sekaligus fondasi bagi pelembagaan perlindungan data di seluruh dunia. 

Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian I)
Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian II)
Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian III)

Standar perlindungan data konsumen atau pengguna yang dikembangkan perusahaan digital global seperti Google, Amazon dan Facebook pun sedikit atau banyak juga menjadikan GDPR sebagai acuan. 

Bukan hanya kalangan korporasi yang menjadikan GDPR sebagai barometer pengelolaan dan pengendalian data, tetapi juga institusi resmi negara, lembaga intelijen, organisasi non pemerintah dan lain-lain. 

Bagi individu sebagai Subyek Data, GDPR adalah upaya untuk mengembalikan kekuasaan individu atas data dan informasi yang mereka miliki tetapi selama ini kendalinya berada di tangan pihak lain.  

GDPR mengatur syarat perlindungan data berikut sanksi denda yang berat untuk organisasi atau perusahaan yang gagal memenuhi syarat tersebut.  Dengan kebijakan perlindungan data yang sangat ketat, Uni Eropa berharap akan terwujud sistem perlindungan yang memadai atas penyimpanan data dan privasi.

Dalam konteks inilah GDPR dapat diletakkan dalam perdebatan tentang data as labor. Pertanyaannya adalah apakah data-perilaku-pengguna-internet (user behavior data) merupakan aset milik perusahaan penyedia layanan digital (data-as-capital) atau merupakan hak milik setiap orang pengguna layanan tersebut (data-as-labor)? 

Seperti dijelaskan dalam Bab Data As Labor,  perdebatan ini dilatarbelakangi fakta yang telah sedemikian jauh berlangsung, bahwa data-perilaku-pengguna-internet diperlakukan sebagai semata-mata aset perusahaan penyedia layanan digital (capital) daripada sebagai jerih-payah atau aset dari pengguna layanan-layanan itu (labor). 

Sebagai pengguna smartphone, masyarakat terus-menerus didorong untuk membelanjakan lebih banyak waktu, tenaga dan biaya untuk mengakses berbagai layanan dan aplikasi digital. 

Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian IV)
Artikel terkait : Menimbang regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet (bagian V)
Artikel terkait : Menimbang regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet (bagian VI)

Dengan cara yang sama, mereka sesungguhnya didorong untuk menghasilkan data-perilaku-pengguna-internet sebanyak-banyaknya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam prakteknya, data tersebut hanya dimanfaatkan untuk pengembangan produk dan operasionalisasi bisnis perusahaan penyedia layanan digital. GDPR ingin mengoreksi praktek semacam ini.

GDPR adalah suatu antitesa dengan perspektif data-as-capital yang melihat data-perilaku-pengguna-internet sebagai properti perusahaan penyedia layanan digital yang telah memberikan layanan digital cuma-cuma kepada masyarakat. 

Di tangan pengguna internet, data tersebut memang hanya merupakan sampah konsumsi digital yang tak termanfaatkan. Di tangan perusahaan digital, sampah itu dikumpulkan dan diolah kembali untuk memiliki nilai ekonomi tertentu. 

Perspektif data-as-capital mengafirmasi upaya perusahaan digital untuk memberi nilai-tambah ekonomis atas sampah digital itu untuk pengembangan kecerdasan-buatan, mesin-pembelajar dan iklan digital tertarget. 

Sementara GDPR –paralel dengan perspektif data-as-labor– menempatkan data-perilaku-pengguna-internet sebagai hak milik pribadi para pengguna layanan digital. Pemanfaatan data tersebut mesti atas sepengetahuan dan seizin pengguna. 

Pemanfaatan data itu juga mesti memberikan keuntungan –alih-alih membahayakan keselamatan—pengguna. GDPR memberikan kekuasaan yang besar kepada pengguna internet atas pemanfaatan data-perilaku-pengguna-internet dan melindungi mereka dari pemanfaatan yang merugikan atau mengancam keselamatan.

Dalam perspektif data-as-capital, pengelolaan data-perilaku-pengguna-internet oleh perusahaan digital adalah sesuatu yang legal karena dilakukan atas persetujuan pengguna. 

Persetujuan itu merupakan sebentuk perjanjian antara pengguna internet dan penyedia layanan-layanan digital untuk melakukan barter yang sepadan antara layanan digital gratis dengan pengambilan data yang gratis. 

Dalam kaitan ini, GDPR ingin memastikan persetujuan itu terjadi dengan pengetahuan, kesadaran dan kebebasan pengguna. GDPR ingin memastikan persetujuan itu tidak dipaksakan atau tidak memanfaatkan ketidaktahuan pengguna tentang transfer otomatis data pribadi yang terjadi berikut konsekuensi-konsekuensinya ketika mereka memanfaatkan layanan digital gratis tersebut. 

Paralel dengan perspektif data-as-labor, GDPR beranggapan masyarakat sebagai pengguna internet membutuhkan kehadiran lembaga resmi baru yang berfungsi mengawasi dan mengendalikan kemampuan perusahaan digital dalam mengambil dan mengelola data penggunanya dan memaksimalkan kekuatan monopsoni atau monopoli atas industri digital yang berbasis pada komodifikasi data-perilaku-pengguna-internet. 

Tujuannya adalah mewujudkan sistem pasar informasi dan data yang adil dan transparans berlandaskan prinsip data-as-labor.

Monopsoni adalah keadaan di mana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan yang tersedia atau menjadi pembeli atau penguasa tunggal atas suatu produk dalam suatu pasar. 

Pasar monopsoni atau oligopsoni merujuk pada jenis pasar di mana satu atau sedikit pelaku usaha menguasai penyerapan produk di pasar tersebut. 

Pengertian monopsoni atau oligopsoni dengan demikian merupakan kebalikan dari pengertian monopoli atau oligopoli di mana satu atau beberapa pelaku usaha menguasai penjualan produk di suatu pasar. 

Monopsoni itulah yang terjadi dalam dunia digital. Data-perilaku-pengguna-internet yang besarannya berskala global hanya dikuasai segelintir perusahaan raksasa yang memiliki kapasitas untuk memonetisasi data tersebut: Amazon, Google, Facebook, Uber, Microsoft dan lain-lain. 

Kapitalisasi dan penetrasi perusahaan-perusahaan ini terjadi sedemikian pesat sehingga tak bisa lagi ditandingi oleh pemain yang lain. 

Terciptalah kemudian iklim, struktur dan sistem digital yang sedemikian rupa memusatkan perhatian pengguna internet dan pasokan data-perilaku-pengguna-internet untuk menopang pengembangan big-data, sistem cloud, iklan digital tertarget dan kecerdasan-buatan hanya pada sedikit perusahaan digital saja.  

GDPR juga perlu diletakkan dalam konteks ini. GDPR dapat dilihat sebagai instrumen legal untuk mengurai lanskap monopsonistik dari industri pemanfaatan data pribadi  atau data-perilaku-pengguna-internet  secara global. 

Intervensi yang dilakukan tidak secara langsung menukik pada dimensi-dimensi ekonomi atau ekonomi-politik lanskap digitalisasi secara langsung, tetapi dalam konteks perlindungan data pribadi.

GDPR pada konteks yang kurang-lebih sama juga merupakan sebuah koreksi atas surveillance capitalism, jenis kapitalisme baru yang mendasarkan diri pada tindakan pengawasan terhadap hidup semua orang melalui berbagai layanan atau aplikasi digital yang diproduksi dan dipasarkan secara global. 

Tanpa banyak disadari, penyedia layanan mesin-pencari, ecommerce dan media-sosial, seperti Google, Amazon, Facebook, Twiter sebenarnya selalu memata-matai penggunanya. Melalui sistem algoritma yang semakin lama semakin canggih, raksasa teknologi digital itu mampu melacak dan merekam identitas diri, kebiasaan dan perilaku para penggunanya. 

Mereka menyediakan berbagai layanan atau aplikasi digital yang diberikan secara cuma-cuma kepada penggunanya. Namun dengan layanan yang sama, mereka mampu melacak di mana kita berada, kendaraan yang kita gunakan atau yang sedang kita cari, restauran seperti apa yang sering kita kunjungi, barang apa yang kita koleksi atau ingin koleksi, liburan ke mana yang kita dambakan, gangguan kesehatan yang sedang kita hadapi dan seterusnya.  

Data perilaku itu kemudian diolah untuk menghasilkan surplus-perilaku (behavioral surplus), yakni ketika perusahaan media-sosial, mesin-pencari atau ecommerce mampu mengolah data perilaku penggunanya untuk menghasilkan prediksi pola konsumsi, keputusan dan interaksi sosial pengguna tersebut. 

Surplus-perilaku inilah sebenarnya instrumen utama bisnis perusahaan-perusahaan digital. Menguasai dan mengelola data prediksi pola konsumsi dan interaksi sosial pengguna internet di seluruh dunia tentu saja menghasilkan kekuasaan ekonomi yang sangat besar. 

Secara faktual terlihat, surplus-perilaku ini pada tataran global dikuasai hanya sedikit perusahaan raksasa seperti Google, Amazon dan Facebook. 

Hidup di bawah bayang-bayang surveillance-capitalism dalam konteks ini adalah hidup yang menegasikan privasi. Semakin banyak aspek dalam hidup kita menjadi obyek pengawasan dan pengendalian. 

Pengawasan dan pengendalian itu terakumulasi ke tangan perusahaan-perusahaan digital serta ke pihak ketiga seperti perusahaan, lembaga pemerintah, pribadi yang memanfaatkan layanan perusahaan digital itu. 

Menurut Geoff Webb dalam Say Goodbye to Privacy, Internet of things, big-data dan teknologi cloud membuat masyarakat semakin sulit mengendalikan kehidupannya sendiri seiring dengan semakin terbukanya akses perusahaan-perusahaan digital ke kehidupan setiap orang secara langsung dan real time.

Dalam konteks inilah kita menemukan relevansi GDPR. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, GDPR secara ketat dan komprehensif mengatur prinsip-prinsip perlindungan data pribadi para pengguna internet atau layanan digital. 

Sebaliknya, GDPR membebani pihak Pengendali Data atau Pengolah Data dengan berbagai kewajiban ,berikut sanksi yang memberatkan, untuk mewujudkan perlindungan privasi dan keselamatan para pengguna internet atau layanan digital itu sebagai Subyek Data.

*Agus Sudibyo, Head of New Media Research Center ATVI Jakarta.
 

Pewarta: Agus Sudibyo*
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Save Yourselves, tempat “curhat” masalah kesehatan mental

Jakarta (ANTARA) – Di tengah berkembangnya perusahaan rintisan anak muda, Save Yourselves hadir sebagai salah satu startup penyedia layanan sosial yang berbeda dari model usaha independen lainnya.

Pada 2016, Indri Mahadiraka membuka akun di aplikasi Line yang menjadi platform “curhat” yang dinamakan Save Yourselves. Indri, bersama sang adik, Riva Respati Rumamby, membuka ruang bagi siapapun untuk berbagi keluh kesah mengenai permasalahan yang sedang dihadapi.

“Saat itu kami posting tautan dari akun itu dan bilang siapapun yang ingin bercerita, kami akan mendengarkan. Kami bukan ahli psikologi tapi kami bisa menjadi teman yang mendengarkan tanpa menghakimi,” Indri di Jakarta, Kamis.

Inisiatif sederhana tersebut muncul karena keduanya menyadari kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di masyarakat.

“Padahal gangguan mental adalah gangguan yang tidak mendiskriminasi. Siapapun dapat terdampak. Tak perduli apakah anda seorang raja atau pekerja biasa, Anda bisa mengalami permasalahan mental,” kata Indri.

Dalam skala nasional, isu tentang kesehatan mental memang belum dianggap sebagai permasalahan yang mendesak.

Meski laporan yang diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat lebih dari sembilan juta kasus kejiwaan dalam bentuk depresi di Indonesia, Indri mengatakan angka tersebut hanya 10 persen dari total masalah kesehatan di Indonesia.

Angka tersebut, menurut Indri, cukup besar, namun masih tertutupi oleh angka penyakit lain yang masih menjadi prioritas di Indonesia, sehingga penanggulangan dan pencegahannya belum banyak dipromosikan.

Animo dari masyarakat terkait layanan Save Yourselves cukup besar, sehingga platform itu berkembang dan memiliki berbagai layanan, termasuk konseling via webchat dengan admin, suicide hotline atau saluran pencegahan bunuh diri dan juga premium chat yang dapat menghubungkan penelepon dengan ahli psikologi klinis.

Sekitar 30 orang admin konseling webchat setiap hari bekerja aktif mendengarkan keluh kesah pelanggan. Sistem bekerja mereka adalah mobile, artinya mereka dapat bekerja dari mana saja.

“Seluruh admin webchat tersebar di berbagai kota,” jelas Indri, kemudian menambahkan bahwa terdapat 15-20 admin untuk layanan suicide hotline yang biasanya menerima 30 keluhan dalam sehari melalui webchat.

Menjadi bisnis
Dalam menopang operasional layanan, Save Yourselves melakukan layanan konseling berbayar melalui webchat. Indri menjelaskan bahwa ada program “free trial” pada beberapa menit pertama.

“Setelah free trial itu, konseling via webchat bisa dilanjutkan tetapi dikenakan biaya,” katanya. Selain itu, untuk mencari pendanaan tambahan, Save Yourselves juga melakukan stress management training untuk level institusi, baik perkantoran maupun sekolah.

Biaya yang dikenakan bervariasi, tergantung jumlah orang yang mengikuti program serta durasi dan model program yang diterapkan.

Meski fokus pada layanan sosial, Indri menyatakan tak mau menerapkan konsep organisasi nirlaba dan hanya bergantung pada donasi saja. Ia justru ingin usaha rintisannya menghasilkan pendapatan agar dapat membiayai operasional layanan konseling secara berkelanjutan.

Pada Juni 2017, Save Yourselves lolos seleksi top 100 pebisnis pemula di Echelon Asia Summit di Singapura dan masuk sebagai startup terbaik dari kategori Health and Lifestyle Vertical, serta masuk dalam peringkat 6 teratas dari Asia. “Dijadikan bisnis karena ingin melihat apakah platform ini dapat menjadi usaha yang sustainable,” jelas Indri.

Peserta Susdape XIX/Aria Cindyara

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Aria Cindyara
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengguna akan dapat belanja tanpa tinggalkan Instagram

Jakarta (ANTARA) – Facebook telah melakukan banyak pembaruan pada sejumlah aplikasi media sosial miliknya, termasuk Instagram, dengan menyematkan fitur yang memungkinkan para penggunanya untuk membeli produk di aplikasi berbagi foto dan video itu.

Instagram memperkenalkan fitur baru bernama checkout. “Ketika Anda menemukan produk yang Anda sukai, Anda bisa langsung membelinya tanpa meninggalkan aplikasi,” kata Instagram dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis.

Para pengguna hanya perlu mengetuk untuk melihat produk yang diminati dari daftar “posting belanja merek”. Mereka bisa langsung membeli produk itu dengan menekan tombol chekout on Instagram di halaman produk.

Ketuk untuk memilih dari berbagai opsi seperti ukuran atau warna, maka Anda akan melanjutkan ke pembayaran tanpa meninggalkan Instagram. Anda hanya perlu memasukkan nama, email, informasi penagihan, dan alamat pengiriman saat pertama kali Anda check out.

Setelah pesanan pertama Anda selesai, informasi Anda akan disimpan dengan aman untuk kenyamanan saat berbelanja pada kesempatan berikutnya. Anda juga akan menerima pemberitahuan tentang pengiriman yang tepat di dalam Instagram sehingga Anda dapat melacak pembelian Anda.

Namun sayangnya, fitur itu saat ini baru tersedia dalam versi beta dan tertutup untuk bisnis. Fitur itu juga tersedia sementara bagi pengguna di Amerika Serikat.

Beberapa brand besar yang sudah bergabung dalam fitur berbelanja di Instagram antara lain Adidas, Anastasia Beverly Hills, Balmain, Burberry, ColourPop, Dior, H&M, Huda Beauty, Kylie Cosmetics, Nike, NARS, NYX, Prada, Revolve, Uniqlo, dan Zara.

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Baca juga: Instagram permudah cara membagi cuplikan konten IGTV di Feed
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MUI pertimbangkan fatwa untuk permainan daring PUBG

Bandung (ANTARA) – MUI Jawa Barat akan mempertimbangkan fatwa untuk permainan daring tembak-tembakan “PlayerUnknown’s Battlegrounds” (PUBG) karena memiliki dampak negatif untuk anak dan remaja, khususnya setelah aksi teror penembakan di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

“Jadi apa pun yang berdampak sangat merusak itu jadi tidak boleh. Akan segera kami adakan fatwa supaya  hati-hati, perlu supaya tidak ada yang keliru,” kata Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei di Bandung, Kamis.

Dalam video terorisme yang diunggah oleh pelaku penembakan di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, penempatan angle video serta senjata yang digunakan oleh pelaku diduga terinspirasi dan mirip permainan PUBG.

Pihaknya juga mengutuk keras  aksi terorisme yang menewaskan 49 orang usai melaksanakan ibadah sholat Jumat pada sebuah Masjid di Selandia Baru.

“Bentuk apapun kalau kekerasan itu haram hukumnya, kita tunggu penyelesaian masalah hukum di sana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat, Rafani Akhyar meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video terorisme tersebut.

“Karena itu sama saja dengan kita memberikan amunisi kepada mereka teroris. Kepada siapapun untuk jangan menyebarkan video,” kata Rafani. 

Baca juga: PUBG gelar kompetisi berhadiah 2 juta dolar
Baca juga: Game mobile “PUBG” lampaui 100 juta download
 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkominfo: UMKM masa depan ekonomi digital

Jakarta (ANTARA) – Keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada pasar dalam jaringan (online) harus mendapatkan dukungan penyedia layanan jual-beli secara elektronik (e-commerce), demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“UMKM adalah masa depan ekonomi digital dan e-commerce Indonesia. Pertumbuhannya harus mendapatkan dukungan secara serius dari para pelaku e-commerce,” kata Rudiantara dalam peluncuruan “Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global” di Jakarta, Kamis.

Rudiantara menyatakan program “Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global” yang digelar e-commerce Shopee dapat mengurangi defisit neraca berjalan (current account deficit) Indonesia karena memaksimalkan potensi penjualan produk lokal ke luar negeri.

Melalui program itu, sejumlah UMKM Indonesia dapat mengeksport produk-produk mereka ke sejumlah negara ASEAN melalui Shopee sebagai penyedia layanan jual-beli secara elektronik (market place).

Baca juga: Ekonom: teknologi digital dan internet dorong pertumbuhan UMKM

“Apa yang dilakukan oleh Shopee berkaitan dengan bagaimana upaya Indonesia mengurangi current account deficit. Mudah-mudahan ada market place lain yang juga akan membantu UMKM melakukan transaksi lintas negara (cross border transactions),” ujarnya.

Namun, Rudiantara mengatakan kesadaran para pelaku UMKM untuk masuk pada market place dan menjual produk lewat pasar digital masih rendah.  

“Kominfo pernah punya program satu juta domain gratis jika UMKM akan masuk pasar digital. Tapi, jumlah UMKM yang tercatat tidak sampai 100 ribu,” katanya.

Usaha mikro, lanjut Rudiantara, tidak terdaftar karena tidak punya akses. “Itulah yang kami harapkan, bagaimana mendorong agar UMKM masuk digital. Tapi, tidak semua UMKM dapat masuk pasar digital,” ujarnya.

Baca juga: Wapres minta pelaku pasar digital bina UMKM, tingkatkan industri kreatif

Rudiantara berharap market place yang ada di Indonesia semakin peduli dengan UMKM karena mampu mengurangi perantara jual-beli.

Program Kreasi Nusantara telah mengkurasi sekitar 25.000 produk lokal setiap pekan dengan peningkatan transaksi hingga delapan kali lipat sejak diluncurkan pada 2018.

Shopee telah melakukan edukasi ke sejumlah daerah agar UKMK mempersiapkan produk dengan kualitas terbaik dan menunjang program itu.

“Kami sebagai regional unicorn berencana meluncurkan program ekspor pertama dari Indonesia ke global. Semoga kami dapat menjalin hubungan dan dukungan sehingga usaha kecil dan menengan Indonesia siap untuk bersaing. Kami mungkin mengawali ekspor pertama itu di pasar Asia Tenggara dan berlanjut ke negara lainnya,” ujar Kepala Hubungan Pemerintahan Shopee Radityo Triatmojo.

Baca juga: Modal dan teknologi digital jadi penguat UMKM Indonesia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook Messenger punya fitur kayak WhatsApp

Jakarta (ANTARA) – Messenger, aplikasi perpesanan milik Facebook, sekarang memiliki sejumlah fitur yang sebelumnya hanya ada di WhatsApp, seolah mengindikasikan bahwa rencana integrasi dua aplikasi itu dengan Instragram semakin dekat.

Facebook hari ini merilis pembaruan Messenger dan mengumumkan sejumlah fitur baru dalam versi terbaru aplikasi ini, di antaranya adalah dalam hal membalas pesan (reply). Sekarang pengguna bisa mengutip pesan teman untuk membalasnya (quoted replies) seperti yang selama ini ada di aplikasi perpesanan paling populer milik Facebook juga, yakni WhatsApp.

Hadirnya fitur ini memungkinkan pengguna Messenger bisa membalas secara khusus pesan teman tertentu dalam obloran grup yang ramai, sehingga tetap tidak kehilangan konteks pembicaraan.

Selain menghadirkan quoted replies, dalam pembaruan ini pengguna juga dapat melihat Messenger Stories teman di dalam satu obrolan, demikian juga sebaliknya teman bisa melihat Messenger Stories Anda.

“Messenger ingin Anda membangun percakapan yang lebih baik dan lebih bermakna dengan teman dan keluarga Anda,” kata Facebook dalam rilis versi terbaru Messenger, dikutip Kamis.

Seperti halnya WhatsApp, Messenger juga bisa digunakan untuk berbagi foto dan video, melalui Messenger Camera, tambahkan filter, lalu kirim ke teman atau bagikan ke Stories.

Messenger juga bisa untuk panggilan suara dan video, berbagi lokasi, dan sudah terintegrasi dengan SMS melalui nomor ponsel pengguna. Jadi, pengguna cukup menggunakan satu aplikasi, Messenger, untuk ngobrol dan menerima atau mengirimkan SMS.

Bahkan, Messenger bisa digunakan untuk mengirimkan uang, meskipun sejauh ini baru bisa dinikmati untuk pengguna di AS, Inggris, dan Prancis.

Pengguna bisa mengirim uang dan terima kirman uang dari temen melalui aplikasi ini dengan menambahkan kartu kredit atau akun PayPal.

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Baca juga: Facebook Messenger kini punya fitur baru untuk selfie dan stiker AR

Baca juga: Facebook buat Messenger terbaru lebih sederhana

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shopee ekspor produk lokal ke ASEAN

Jakarta (ANTARA) – Rayakan satu tahun Kreasi Nusantara, Shopee meluncurkan program ekspor pertamanya yakni “Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global” dengan memaksimalkan potensi produk UMKM domestik agar bisa dijual ke mancanegara melalui platform Shopee.

Sejak diluncurkan tahun lalu, Kreasi Nusantara telah mengkurasi sekitar 25.000 produk lokal setiap pekan, dengan peningkatan transaksi hingga delapan kali lipat.

Untuk menunjang program ini, Shopee mengedukasi para UMKM agar mempersiapkan produk berkualitas terbaik, serta memahami target pasar yang akan dituju.

“Kami sebagai regional unicorn, berencana meluncurkan program ekspor pertama dari Indonesia ke global. Semoga ke depannya kita bisa menjalin hubungan dan support sehingga UKM kita siap bersaing. Mungkin ini akan diawali dengan Asia Tenggara dulu, terus ke negara lain berikutnya,” ujar Radityo Triatmojo, Head of Goverment Relations Shopee dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara menyambut baik usaha yang dilakukan oleh Shopee dalam memajukan UKM. Menurutnya, UKM adalah masa depan dari ekonomi digital.

“UMKM adalah masa depan ekonomi digital dan e-commerce Indonesia. Pertumbuhannya harus didukung dengan serius oleh para pelaku e-commerce seperti melalui sesi edukasi yang telah dilakukan oleh Shopee dalam mempersiapkan kematangan bisnis UMKM di ranah online,” kata Rudiantara.

Rudiantara juga mengatakan bahwa UMKM adalah bisnis yang mampu bertahan di tengah gempuran krisis moneter beberapa waktu lalu. Dia berharap para pelaku UMKM bisa masuk ranah digital.

“Saat masuk krisis ekonomi, yang punya daya tahan kuat adalah UMKM. Ini punya daya tahan tinggi tapi kalau mau lebih cepat lagi butuh dukungan juga dari e-commerce besar,” jelas Rudiantara.

Saat ini “Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global” akan menyasar pasar Malaysia dan Singapura. Para UMKM terpilih akan mengikuti serangkaian kelas di Shopee Kampus dengan materi edukasi meliputi regulasi dan logistik yang bersinggungan dengan kegiatan ekspor dan tips marketing untuk memasarkan produk di luar negeri.

“Semoga nantinya kita juga bisa mengajak teman-teman Bea Cukai untuk memberikan edukasi kayak ekspor tuh apa, dokumennya apa. Untuk meningkatkan konfiden mereka, untuk mencoba, kami disiapkan modul-modul ini. Misalnya kayak kerudung, kerudung seperti apa yang laku di Malaysia,” kata Radityo.

Baca juga: Palapa Ring permudah konsultasi dokter daerah terdepan

Baca juga: Shopee berkomitmen kedepankan konten berguna untuk publik

Baca juga: Asian Games buka peluang UMKM tembus ekspor

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penjelasan GO-PAY soal saldo tak bertambah setelah isi ulang

Natuna (ANTARA) – GO-PAY menyatakan tengah mengalami kendala teknis sehingga menyebabkan pengguna kesulitan mengisi ulang, hingga saldo berubah menjadi Rp0 walaupun tidak dipakai untuk bertransaksi.

“Siang ini sistem kami sempat mengalami kendala teknis namun sedang kami atasi hingga bisa kembali normal secepatnya,” kata Kepala Komunikasi Korporat GO-PAY, Winny Triswandhani, melalui pesan singkat, Kamis.

GO-PAY memastikan kendala yang dialami pengguna bukan serangan siber, melainkan kendala teknis, namun mereka tidak menjelaskan lebih lanjut terkait masalah tersebut.

Baca juga: Warganet keluhkan saldo GO-PAY hilang dan tidak bisa isi ulang

GO-PAY meminta pengguna mengecek saldo secara berkala pada aplikasi guna memastikan saldo sesuai dengan nominal yang diisi ulang.

Jika mengalami saldo hilang atau tidak bisa mengisi ulang, pengguna bisa menghubungi layanan pelanggan (customer service) melalui email cs@Go-pay.co.id atau langsung melalui aplikasi melalui fitur bantuan atau “help”.

Sejumlah warganet siang ini mengeluh di media sosial karena tidak bisa mengisi ulang saldo GO-PAY dan saldo tetap Rp0 kendati sudah mengisi ulang dompet digital.

Beberapa pengguna bahkan mengaku kehilangan saldo hingga angka di dalam aplikasi menunjukkan Rp0.

Baca juga: GOJEK dan GO-PAY gandeng Lazismu dorong “sedekah digital”

Baca juga: Ada 2000 outlet bergabung di GO-PAY Day

Baca juga: GoPay minta biaya isi ulang, ini kata Bank Mandiri

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warganet keluhkan saldo GO-PAY hilang dan tidak bisa isi ulang

Natuna (ANTARA) – Sejumlah warganet mengeluh di media sosial tidak bisa mengisi ulang saldo GO-PAY , dan saldo merela tetap 0 kendati sudah mengisi ulang dompet digita, bahkan ada juga pengguna yang kehilangan saldonya hingga Rp0.

Monalisa, salah seorang pengguna GO-PAY  saat dikonfirmasi Antara menyatakan saldonya berubah menjadi 0 meski pun dia tidak memakainya. Ketika diisi ulang, saldonya pun tak bertambah.

“Saya sudah isi ulang, tapi tetap nol,” kata Monalisa.

Pengguna lainnya, Muttya Keteng mengaku sempat tidak bisa mengisi saldo GO-PAY  hari ini. Dia tidak mengalami saldo hilang seperti pengguna sebelumnya.

“Tadi, saya isi GO-PAY  gagal terus,” kata dia.

Sejumlah warganet di Twitter juga mengeluhkan kejadian serupa, mereka tidak bisa mengisi ulang GO-PAY  dan tidak menerima saldo yang sudah ditransfer. Keluhan warganet isi langsung muncul jika mengetikkan kata “gopay” di Twitter.

Mereka mencuit sambil menandai akun resmi GOJEK dan menanyakan apakah saat ini GO-PAY  sedang mengalami gangguan.

Pengguna GO-PAY  lainnya, Abbas Arditya mengaku tidak mengalami kendala saat mengisi GO-PAY  siang ini.

Perwakilan GO-PAY  saat dihubungi Antara menyatakan sedang memeriksa kejadian tersebut, namun, belum mengonfirmasi apakah terdapat gangguan pada layanan dompet digital tersebut.

Baca juga: GOJEK dan GO-PAY gandeng Lazismu dorong “sedekah digital”

Baca juga: Tren terus naik, GO-PAY kembangkan layanan donasi

Baca juga: Pengguna Go-Jek bisa berzakat lewat GO-PAY

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp Business segera hadir di iOS

Natuna (ANTARA) – WhatsApp dikabarkan akan segera membuat aplikasi bisnis untuk perangkat iOS, setelah tahun lalu memperkenalkan aplikasi itu untuk platform Android.

WABetaInfo menemukan aplikasi WhatsApp Business tersebut muncul di App Store, namun diperkirakan hanya beredar di negara-negara tertentu.

WABetaInfo mencuitkan temuan itu di Twitter dan meminta pengguna lain yang menemukan WhatsApp Business di App Store untuk melaporkan temuan mereka melalui komentar di unggahan tersebut.

Berdasarkan laporan warganet, WhatsApp Business belum beredar di Argentina, Brasil, Prancis, Paraguay dan Meksiko. Amerika Serikat juga belum mendapatkan aplikasi tersebut, demikian seperti diberitakan Phone Arena, yang dikutip Kamis.

WhatsApp Business dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang menggunakan platform berbagi pesan tersebut guna berkomunikasi dengan pelanggan mereka.

Sama seperti versi reguler, WhatsApp Business juga dapat diunduh secara gratis, namun fitur-fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kecil-menengah.

Pengguna aplikasi itu bisa membalas pesan dari pelanggan mereka secara cepat karena WhatsApp menyediakan fitur untuk menyortir dan membalas pesan secara otomatis.

Untuk membuat akun bisnis pengguna harus memberikan informasi seperti alamat email, alamat website dan alamat toko.

Baca juga: WhatsApp resmi hadirkan aplikasi Bisnis
Baca juga: Ini isi WhatsApp Bisnis

 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Opera untuk Android tambah fitur VPN gratis

Natuna (ANTARA) – Peramban Opera memasang fitur virtual private network (VPN) yang terpasang secara otomatis dan gratis dalam aplikasi versi terbaru.

“Sudah ada lebih dari 650 juta pengguna layanan VPN secara global. Pengguna kini dapat menikmati layanan gratis tanpa harus log in (berarti Opera tidak menghimpun data dari kebiasaan penelusuran pengguna di peramban), yang akan lebih meningkatkan kerahasiaan dan keamanan data pribadi,” kata Wakil Direktur Senior Opera Browser untuk Android, Peter Wallman, dalam keterangan pers, dikutip Kamis.

Setelah VPN diaktifkan, layanan akan membuat koneksi terenkripsi 256-bit antara perangkat ponsel milik pengguna dengan server VPN jarak jauh. VPN akan menyembunyikan data lokasi pengguna.

Server tidak akan mencatat dan menyimpan data kegiatan pengguna karena tidak membutuhkan log in ke VPN tersebut.

VPN ini berguna bagi pengguna yang sering terhubung ke Wi-Fi di tempat umum, misalnya di kafe atau hotel.

VPN akan meminta pengguna menggunakan jalur aman, yang mengenkripsi lalu lintas Internet yang keluar-masuk di perangkat yang digunakan.

Opera menilai permintaan VPN dari pengguna di Indonesia cukup banyak karena generasi muda peduli keamanan data pribadi.

Data Global World Index pada 2018 yang dikutip Opera menyatakan pemakaian VPN pada ponsel meningkat, lebih dari 42 persen pengguna mengaktifkan VPN di ponsel dan 35 persen di komputer setiap hari.

40 juta dari 650 juta pengguna VPN berasal dari Indonesia.

Baca juga: Opera berinvestasi Rp450 miliar untuk StarMaker
Baca juga: Opera tambah fitur perlindungan mining

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GOJEK dan GO-PAY gandeng Lazismu dorong “sedekah digital”

Jakarta (ANTARA) – GOJEK dan GO-PAY berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) untuk memudahkan masyarakat beramal melalui sarana digital.

“Hari ini kami sangat berbahagia dan bersyukur bisa satu langkah lebih maju melakukan sedekah dan infaq secara digital,” kata Chief Corporate Affairs GOJEK Nila Marita saat jumpa pers kerja sama dengan Lazismu di Jakarta, Selasa.

Menambahkan penjelasan Nila, SVP Marketing GO-PAY Galuh Chandra Kirana menjelaskan bahwa masyarakat nantinya bisa memanfaatkan kode QR dari GO-PAY untuk berzakat, infaq, dan sedekah.

“Dengan teknologi QR, pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah menjadi lebih transparan dan cepat karena donasinya akan langsung masuk ke rekening Lazismu,” katanya.

Galuh merincikan bahwa inovasi sedekah digital menjadi dasar sejak bulan Ramadhan tahun 2018 lalu, yang telah membantu mengumpulkan Rp13 miliar dari sekitar 131 ribu donatur.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama Lazismu Hilman Latief mengapresiasi kerja sama Lazismu, GOJEK dan GO-PAY dalam mendigitalisasi ekosistem Lazismu.

“Saya mengucapkan terima kasih pada GOJEK dan GO-PAY telah kesediaannya menjadi mitra kami,” kata Hilman.

Hilman mengatakan Lazismu selalu mencari cara baru untuk meningkatkan efisiensi termasuk mempermudah masyarakat berdonasi, seperti memperkenalkan metode zakat, infaq, dan sedekah non-tunai yang bekerja sama dengan GO-PAY.

“Kami ingin memfasilitasi masyarakat dengan mudah dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan juga kemanusiaan,” kata Hilman.

Hilman menjelaskan, Lazismu sebagai lembaga dari Muhammadiyah merespon perkembangan melalui kolaborasi dengan lembaga yang memiliki ekosistem atau komunitas besar.

“Kami terus mendorong inovasi kemudahan zakat melalui berbagai layanan digital, baik digital banking, melalui e-commerce maupun financial technology. Agar layanan tersebut dapat makin mudah dijangkau,” katanya.

Ia berharap lebih dari 500 kantor layanan Lazismu di Indonesia dapat mengembangkan kerja sama dengan GOJEK dan GO-PAY, terutama dalam mendigitalisasi ekosistem yang terkait institusi pendidikan, koperasi, dan unit usaha lainnya.

Baca juga: GOJEK sediakan fitur keamanan tombol darurat, bagaimana cara kerjanya?
Baca juga: Astra dan GOJEK bentuk perusahaan patungan
Baca juga: Lazismu salurkan zakat Rp78 miliar pada Ramadhan 2017

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Game Angry Birds versi AR akan hadir di iOS

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan game kenamaan dari Finlandia, Rovio, akan mengeluarkan game baru Angry Birds Isle of Pigs tahun ini, bekerjsa sama dengan studio game Swedia Resolution Games yang membuat aplikasi untuk perangkat Apple.

Rovio akan membuat Angry Birds Isle of Pigs dalam versi augmented reality, seperti diberitakan Reuters.

Laman TechCrunch melaporkan bahwa game ini bulan lalu sudah tersedia di platform Steam untuk perangakt HTC Vive dan Oculus Rift. Sebelumnya, game AR ini bisa dimainkan di peranagkat buatan Magic Leap.

Game ini akan dibuat versi mobile, pertama untuk perangkat iOS, dan akan meluncur. Direktur Kreatif Sami Ronkainen menyatakan versi arus utama game ini memakai beberapa fitur yang sudah ada di versi-versi sebelumnya.

Game ini memakai mode first person shooter, pemain akan melempar Angry Birds dengan ketapel ke arah bangunan berisi Pigs, ciri khas utama game ini. Berbeda dengan game sebelumnya, ponsel akan mendeteksi bidang yang layak untuk dijadikan struktur bangunan tempat Pigs bersembunyi dan pemain menggerakkan ponsel ke arah yang tepat agar bisa menembak dengan ketapel.

Pemain bisa berpindah tempat untuk menemukan sudut yang pas agar bisa menjatuhkan bangunan berisi Pigs.

Rovio menjanjikan game ini akan tersedia di platform iOS pada musim semi tahun ini.

Baca juga: Nicki Minaj isi suara film “Angry Bird Movie 2”
Baca juga: Pembuat Angry Birds pangkas pegawai
Baca juga: Angry Birds jadi serial animasi

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menimbang regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet (bagian VI)

Jangan sampai yang terjadi adalah peraturan yang dikeluarkan pemerintah atau DPR justru menghambat perusahaan-perusahaan rintisan digital nasional

Jakarta (ANTARA/JAcx) Regulasi perlindungan data pribadi bagi pengguna internet menjadi isu yang penting setelah meningkatnya penggunaan internet dan lalu lintas data di dalamnya.

Dalam tulisan seri lalu disampaikan bagaimana Indonesia bisa mencontoh adanya regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet sebagaimana yang ada di Uni Eropa melalui General Data Protection Regulation (GDPR).

Namun bukan berarti GDPR adalah role model yang sempurna bagi sebuah aturan perlindungan data pribadi. Berikut ini disampaikan Kritik yang muncul terhadap GDPR. Benar dalam maksud dan tujuan tetapi berlebihan dalam pengaturan. Sangat dibutuhkan tetapi berpotensi melenceng dari tujuan awal. 

Dua kalimat itu barangkali tepat untuk menggambarkan GDPR. GDPR dianggap sebagai pengaturan yang berlebihan (overregulation) tentang perlindungan data pribadi. GDPR membebani organisasi atau perusahaan penyedia layanan digital dengan kewajiban membangun sistem perlindungan data pribadi yang sangat kompleks, menyeluruh dan dalam beberapa hal kurang realistis untuk dilaksanakan. 

Sebagai konsekuensinya, organisasi atau perusahaan penyedia layanan digital harus menginvestasikan lebih banyak dana untuk memperbarui sistem perlindungan data pribadi, mengembangkan teknologi perlindungan data yang lebih sempurna, merekrut lebih banyak orang untuk menjalankan syarat dan standar GDPR. 

Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian I)
Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian II)

Bahkan mereka juga mesti mengevaluasi kembali proyeksi-proyeksi ke depan. Sanksi denda yang diterapkan GDPR juga sangat signifikan dan memberatkan.

Pertanyaannya kemudian, siapakah yang kira-kira yang memiliki kemampuan untuk memenuhi syarat dan standar GDPR? Siapa yang memiliki dana besar untuk berinvestasi membangun sistem pengelolaan data yang ramah privasi? Siapa yang memiliki kemampuan finansial untuk menebus denda yang ditetapkan GDPR? 

Pada titik ini, kita dihadapkan pada suatu kemungkinan bahwa GDPR “salah sasaran”. Pada awalnya GDPR sebenarnya dimaksudkan untuk mengurai dominasi atau monopsoni perusahaan-perusahaan raksasa digital seperti Google (Alphabet), Amazon, Facebook, Microsoft, Apple dalam pengendalian data-pribadi pengguna internet di seluruh dunia. 

Namun dalam kenyataan, sangat mungkin justru perusahaan-perusahaan ini yang memiliki kekuatan finansial, SDM dan teknologi untuk menghadapi situasi pasca GDPR. Bisa jadi mereka yang memiliki kemampuan untuk secara cepat menyesuaikan diri standar baru perlindungan privasi. Karena menderita kerugian dalam skala yang relatif besar, mereka pada awalnya memang menolak GDPR.

Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian III)
Artikel terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian IV)
Artikel terkait : Menimbang regulasi perlindungan data pribadi pengguna internet (bagian V)

Namun penolakan ini sepertinya hanya merupakan strategi untuk mengulur-ulur waktu agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.  Pada akhirnya merekalah yang paling siap memenuhi syarat dan standar GDPR.

Lalu bagaimana dengan perusahaan digital berskala menengah atau kecil? Bagaimana nasib perusahaan digital nasional atau lokal?  GDPR tidak mengenal pandang bulu. GDPR berlaku sama untuk semua perusahaan atau organisasi, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang nasional maupun yang internasional. 

Dalam konteks ini, jangan-jangan justru perusahaan digital yang kecil, menegah, nasional atau lokal yang akan berguguran lebih dulu karena tidak mampu memenuhi syarat dan standar GDPR? Mereka tidak memiliki ketangguhan finansial, teknologi, jaringan dan SDM yang memadai untuk bertransformasi ke era pasca GDPR di mana standar perlindungan data pribadi menjadi sedemikian tinggi. 

Sementara perusahaan digital global seperti seperti Google, Facebook, Amazon, Alibaba dan lain-lain sekali lagi –meskipun menderita kerugian signifikan sebagai dampak pemberlakuan GDPR– tetap mampu bertahan dan menjaga dominasi.

Hal ini yang perlu dipertimbangkan jika Indonesia hendak melembagakan GDPR. Kita perlu menimbang benar dampaknya terhadap industri digital nasional. Mesti dipastikan bahwa regulasi semacam GDPR memberikan afirmasi yang tegas terhadap pembangunan lanskap digital nasional. 

Berbicara tentang lanskap digital nasional, berarti kita sekaligus berbicara tentang nasib media (jurnalistik) online, perusahaan ecommerce, perusahaan-perusahaan lain yang berdasar pada pemanfaatan teknologi internet, serta lingkup industri kreatif secara keseluruhan. 

Jangan sampai yang terjadi adalah peraturan yang dikeluarkan pemerintah atau DPR justru menghambat perusahaan-perusahaan rintisan digital nasional, tetapi hanya memberikan “sedikit goncangan” buat  perusahaan-perusahaan digital global yang beroperasi di Indonesia.

Meskipun di sisi lain juga perlu diakui, keberadaan GDPR sangat mendesak untuk melindungi privasi dan keselamatan setiap orang dari berbagai bentuk kejahatan digital, serta untuk mengoreksi hegemoni perusahaan-perusahaan digital global di Indonesia. Operasi perusahaan-perusahaan ini perlu untuk secara sah dan transparan segera dikendalikan demi melindungi kepentingan nasional Indonesia yang warganya sedang bereuforia dengan media-media baru berbasis teknologi internet dan smartphone.

*Agus Sudibyo, Head of New Media Research Center ATVI Jakarta.

Pewarta: *Agus Sudibyo
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

OVO gandeng Bareksa perluas layanan keuangan

Jakarta (ANTARA) – Platform pembayaran digital OVO memperluas produk finansial dalam aplikasi mereka melalui kerja sama dengan marketplace reksadana Bareksa dan penyedia layanan pinjaman Do-It serta Taralite.

“Kemitraan ini merupakan bentuk nyata komitmen OVO untuk menghadirkan layanan finansial yang mampu merangkul seluruh masyarakat Indonesia,” kata CEO OVO, Jason Thompson, dalam keterangan pers, Selasa.

Pengguna bisa mendapatkan akses investasi reksadana secara langsung melalui aplikasi OVO.

CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra dalam keterangan yang sama menilai kemitraan dengan OVO merupakan usaha mereka untuk memperluas jangkauan produk investasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi keuangan.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, terutama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berinvestasi,” kata dia.

Menurut dia, saat ini sangat sedikit masyarakat Indonesia yang mempertimbangkan untuk memiliki investasi karena pengetahuan dan tingkat kepercayaan terhadap produk investasi masih rendah.

Menurut Kanaya, baru 0,3 persen masyarakat Indonesia yang mempertimbangkan untuk berinvestasi.

General Manager Do-It, Jennifer Claudia menilai kemitraan dengan OVO sebagai cara mereka untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna saat mengakses produk keuangan.

Sementara melalui kerja sama dengan Taralite, OVOPayLater hadir di Tokopedia, terintegrasi langsung di dalam platform.

Baca juga: OVO kini jadi opsi pembayaran di Tokopedia
Baca juga: Isi ulang OVO di pengemudi Grab
Baca juga: Perluas kemitraan, OVO targetkan 60 juta pengguna

 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LIPI catat 382.568 artikel sudah dalam bentuk digital

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan digitalisasi terhadap 382.568 artikel yang dikelola oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI.

“Saat ini telah terkumpul metadata sebanyak 382.568 artikel dari 14.801 jurnal ilmiah,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Dokumentasi dan Data Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hendro Subagyo dalam diskusi publik “Transformasi Perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0,” di kantor LIPI, Jakarta, Senin.

Hendro menuturkan digitalisasi koleksi di PDII LIPI sudah berjalan sejak 2009 lewat digitalisasi jurnal dalam negeri yang disimpan dan dapat diakses publik di http://isjd.pdii.lipi.go.id/.

Meningkatnya jumlah jurnal dan artikel ilmiah mendorong PDII untuk memperkuat proses dokumentasi dan digitalisasi.

Pengadaan fisik jurnal ilmiah dialihkan kepada layanan akses ‘online‘ (dalam jaringan) dengan berlangganan penyedia jurnal internasional, sedangkan untuk akses koleksi jurnal dalam negeri digunakan pangkalan data jurnal ilmiah Indonesia atau Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Garba Rujukan Digital (Garuda) dan repositori-repositori milik univeritas dan lembaga.

Melalui program repositori dan depositori ilmiah, PDII memfokuskan ke preservasi data primer hasil penelitian dan kekayaan intelektual.

“Kami melakukan proses digitalisasi aset-aset koleksi bersejarah agar tetap awet serta lebih mudah diakses masyarakat tanpa harus datang langsung ke perpustakaan PDII LIPI,” katanya.

 
Baca juga: Perpustakaan Nasional sudah digitalkan 8000-an naskah kuno
Baca juga: ANRI berupaya rampungkan digitalisasi arsip

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yogyakarta targetkan 50 persen warga unduh Jogja Smart Service

Yogyakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan sekitar 50 persen dari total penduduk di kota tersebut mengunduh aplikasi Jogja Smart Service untuk mempermudah akses layanan dan penyampaian aduan serta informasi ke pemerintah daerah.

“Kami targetkan sekitar 210.000 penduduk Kota Yogyakarta mengunduh aplikasi ini. Namun, saat ini jumlah warga yang sudah mengunduh aplikasi tersebut masih tergolong sedikit,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono di Yogyakarta, Senin.

Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, aplikasi Jogja Smart Service (JSS) baru diunduh sebanyak 11.500 kali. Aplikasi tersebut juga baru bisa diunduh melalui telepon pintar dengan platform android.

Tri Hastono menambahkan, jumlah unduhan aplikasi JSS saat ini mengalami perlambatan jika dibanding saat aplikasi tersebut diluncurkan pertama kali.

JSS diluncurkan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-71 Pemerintah Kota Yogyakarta pada pertengahan 2018. Pada awal diluncurkan, JSS memliki 22 jenis layanan publik mulai dari kegawatdaruratan, perizinan hingga aduan warga.

“Meski belum semua warga mengunduh aplikasi ini, namun kami berharap agar figur-figur publik atau tokoh masyarakat di wilayah termasuk perangkat RT dan RW, PKK atau lembaga lain di wilayah tetap mengunduh aplikasi ini,” katanya.

Selain mendorong tokoh masyarakat mengunduh aplikasi tersebut, Tri menyebut, salah satu cara agar masyarakat mulai memanfaatkan JSS dalam mengakses layanan adalah memaksimalkan seluruh layanan publik secara daring.

“Dengan demikian, masyarakat ‘dipaksa’ untuk menggunakan layanan. Misalnya saja, pemerintah tidak membuka layanan manual untuk layanan di kelurahan dan kecamatan. Seluruhnya dialihkan ke online sehingga masyarakat pun harus mengunduh aplikasi tersebut,” katanya.

Tri menambahkan, aplikasi JSS dibangun untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi tentang Pemerintah Kota Yogyakarta hingga penyampaian aduan atau permintaan layanan kegawatdaruratan.

Aplikasi tersebut juga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan wifi gratis yang disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta di sebanyak 100 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kota Yogyakarta.

“Memang masih ada yang perlu diperbaiki, seperti korelasi dengan data kependudukan dan pemanfaatan sumber data yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan smart city  di Kota Yogyakarta tidak semata-mata mengubah layanan publik menjadi terkomputerisasi tetapi memberikan akses layanan publik ke masyarakat secara lebih mudah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. 

Baca juga: Aplikasi JSS bisa dipakai mengakses layanan terpadu Kemenag Yogyakarta
Baca juga: Layanan online “Lapor Sleman” masih banyak dikeluhkan masyarakat

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Startup di Indonesia capai 1.000?

Jakarta (ANTARA) – Benarkah jumlah perusahaan rintisan atau “startup” di Indonesia sudah mencapai 1.000 dalam lima tahun terakhir seperti disampaikan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin dalam Debat Ketiga Pilpres 2019 di Jakarta, Minggu malam?

Memastikan jumlah pasti startup yang telah populer sejak 2010 tentu sulit menyusul dinamika bisnis rintisan itu, belum lagi penyebarannya di seluruh wilayah di Tanah Air.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2016 memiliki program Gerakan 1.000 Startup Digital untuk melahirkan perusahaan-perusahaan rintisan baru.

Berdasarkan data Kominfo pada Oktober 2018, program itu sudah melahirkan 525 startup.

Namun, jumlah startup yang tercatat itu merupakan para peserta yang tergabung dengan program Kominfo. Padahal, terdapat banyak gerakan untuk mengakselerasi startup di Indonesia.

Program Indigo Creative Nation yang digagas PT Telkom, misalnya, pada pertengahan 2018 sudah menginkubasi 111 usaha rintisan.

Sementara, data terbaru dari situs registrasi perusahaan rintisan startupranking.com, Indonesia telah memiliki 2.079 perusahaan rintisan dan menempati posisi kelima di dunia. Indonesia berada di bawah Kanada yang memiliki 2.485 startup.

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), di sisi lain, mencatat jumlah startup di Indonesia pada 2018 mencapai 992 perusahaan rintisan.

Riset yang termuat dalam buku “Mapping & Database Startup Indonesia 2018” itu bertujuan agar Indonesia memiliki data valid tentang jumlah startup di Indonesia.

Angka itu didapatkan tim MIKTI berdasarkan verifikasi langsung ke lapangan maupun mengakses situs dan aplikasi resmi perusahaan terkait.

Data dari MIKTI menunjukkan lebih dari separuh perusahaan rintisan itu berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Persentasenya mencapai 52,62 persen dengan jumlah total 522 startup.

Sumatera berada di urutan kedua dengan jumlah startup terbanyak, yaitu 115 atau 11,53 persen.

Jawa Tengah memiliki 30 startup (3,02 persen), Yogyakarta 54 startup (5,44 persen), Jawa Barat 44 startup (4,44 persen), dan Jawa Timur 113 startup (11,39 persen).

Wilayah lainnya, berdasarkan data MIKTI, yaitu Bali dan NTB punya 32 startup (3,23 persen), Kalimantan 24 startup (2,42 persen), Sulawesi 34 startup (3,43 persen) dan tidak diketahui domisili sebanyak 24 startup (2,42 persen).

Sebanya 60,89 persen atau 604 startup berdiri pada 2013 hingga 2018. Mayoritas startup itu berbadan usaha dalam bentuk perseroan terbatas (PT) dengan total sejumlah 504 startup.

Sebanyak 352 startup yang didata bergerak dalam bidang e-commerce. Sedangkan bidang untuk teknologi finansial sebanyak 53 startup dan 55 startup pada bidang gim.

Temuan lain yang menarik dari MIKTI adalah sebanyak 69,20 persen para pendiri startup itu merupakan generasi Y yang lahir pada periode 1981-1994 dengan tingkat pendidikan mayoritas Strata 1.

Dari segi gender, 91,18 persen pendiri startup adalah laki-laki. Sedangkan perempuan sebanyak 8,82 persen.

Sebanyak 992 startup itu menyerap 55.903 tenaga kerja. Mayoritas startup yang didata (88,25 persen) memiliki jumlah karyawan lebih dari 50 orang dan hanya 1,90 persen startup di Indonesia yang memiliki karyawan lebih dari 500 orang.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres resmikan PR TV, layanan aplikasi TV daring

Bandung (ANTARA) – Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla meresmikan PR TV, sebuah layanan siaran televisi berupa aplikasi dalam jaringan (daring) yang berada dalam naungan surat kabar Pikiran Rakyat.

Wapres dalam peresmian tersebut  di Kota Bandung, Minggu, meminta media sebagai salah satu pilar demokrasi selalu menjaga objektivitas dan berada di posisi netral.

Wapres Jusuf Kalla juga menegaskan, kini  sesuai dengan tuntutan zaman, media cetak perlu melengkapi diri dengan berbagai platform berita lainnya.

Sekarang berita mudah diakses melalui media daring dan TV streaming. “Semua informasi itu bisa diperoleh melalui telefon seluler, informasi yang didapat pun adalah yang paling aktual,” kata Wapres.

Wapres juga memaparkan di masa lalu media tidak sebebas sekarang. Saat itu  jika media bertentangan dengan pemerintah, media tersebut bisa langsung ditutup.

“Sekarang media bisa menyampaikan berita secara bebas dan objektif,” katanya menambahkan.

Media pun kini tidak hanya membahas berita atas peristiwa yang lalu, tetapi juga berita yang menyangkut prediksi masa depan, ujarnya.

Di masa kini, lanjut dia, media juga memiliki analisis yang mendalam dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bagi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Komisaris Utama Grup Pikiran Rakyat, Witjaksono mengatakan bahwa aplikasi tersebut merupakan inovasi dalam menghadirkan televisi yang lebih terkini, terutama bagi anak muda, mengingat saat ini, masyarakat lebih dekat dengan gadget dibanding televisi.

“Target kita anak muda atau milenial, dengan melihat kondisi sekarang maka pergeseran dari televisi konvensional ke streaming akan terjadi. Dengan aplikasi ini, kita siap menyambut hal tersebut,” katanya.

Ia menerangkan, program yang muncul pada aplikasi tersebut, mirip dengan yang ada di televisi konvensional namun diupayakan  lebih banyak melibatkan peran serta masyarakat, melalui citizen journalism.

Dalam aplikasi tersebut, akan ditayangkan secara live berbagai berita sehingga pemirsa  bisa langsung berinteraksi. Terlebih dengan sifatnya “live”, maka akan menyajikan berita yang lebih  faktual, ujarnya.

“Aplikasi ini sudah bisa diunduh di playstore, dan diharapkan melalui fitur live akan lebih objekif dan faktual. Kita klaim bahwa aplikasi dengan konsep seperti ini belum ada di manapun,” katanya. 

Baca juga: Teknologi baru TV bawa penonton masuk pertandingan
Baca juga: Pengamat: Debat capres bukan “tv show”
 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook hapus 1,5 juta video penyerangan masjid Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan media sosial Facebook Inc. mengklaim telah menghapus 1,5 juta video terkait serangan di dua masjid di Selandia Baru dalam 24 jam setelah peristiwa itu pada Jumat (15/3).

“Pada 24 jam pertama, kami menghapus 1,5 juta video secara global terkait serangan itu. Sebanyak 1,2 juta video di antaranya telah diblokir ketika mengunggah,” demikian pernyataan Facebook dalam akun Twitter resmi mereka pada Sabtu malam waktu setempat.

Sebelumnya, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California, AS itu menyampaikan simpati mereka dalam Twitter pada Jumat (15/3). “Hati kami bersama para korban, keluarga mereka dan komunitas yang terdampak oleh penembakan yang menghebohkan di Selandia Baru,” demikian pernyataan Facebook.

Facebook mengaku telah mendapatkan peringatan siaga dari Kepolisian AS terkait video pada media jejaring sosial mereka setelah siaran langsung terkait serangan yang menewaskan 50 orang itu.

“Kami segera menghapus Facebook si penembak dan akun Instagramnya serta video di dalamnya. Kami juga telah menghapus segala pujian dan dukungan terkait tindak kriminal itu segera setelah kami menyadarinya,” lanjut Facebook.

Kepala Facebook Selandia Baru Mia Garlick, dalam akun Twitter itu, menyatakan perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu juga menghapus berbagi video editan terkait serangan teror di dua masjid di Selandia Baru itu.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang terdampak tragedi itu dan perhatian dari otoritas setempat, kami juga menghapus semua versi editan video yang tidak menampilkan konten grafis,” ujar Garlick.

Sebelumnya, YouTube dalam akun Twitternya juga akan menghapus konten-konten video terkait penyerangan dua masjid di Selandia Baru itu.

“Hati kami telah patah karena tragedi mengerikan di Selandia Baru. Mohon diketahui, kami sedang bekerja secara waspada demi menghapus segala rekaman yang berisi kekerasan,” demikian pernyataan YouTube pada Jumat (15/3).

Baca juga: Keluarga Zulfirman Syah korban penembakan di Christchurch akan berangkat ke Selandia Baru

Baca juga: Arifin putra sebut penembakan Selandia Baru serangan kemanusiaan

Baca juga: Nico Siahaan ajak jangan sebar video penembakan masjid Selandia Baru

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tinder tak lagi pakai skor “kesukaan” untuk memeringkat orang

Jakarta (ANTARA) – Tinder kini tak lagi pakai skor “kesukaan” untuk memeringkat orang, ungkap Tinder dalam sebuah unggahan blog, Jumat (15/3).

Sebelumnya, skor Elo yang dipakai Tinder jadi perbincangan hangat beberapa tahun lalu pasalnya Elo digunakan Tinder untuk memeringkat orang berdasarkan daya tariknya.

Skor Elo juga dipakai untuk memeringkat pemain catur, namun dalam konteks Tinder, makin banyak orang yang menggeser ke kanan (atau Suka) profil seseorang, maka akan semakin tinggi pula skor-nya.

Profil mereka kemudian akan disajikan kepada orang lain dengan skor yang sama, sehingga akan menjaga orang yang paling diinginkan untuk tetap berinteraksi satu sama lain.

Di Tinder, di mana profil relatif terbatas dalam ruang lingkup, penampilan seseorang sering kali memicu keinginan untuk mencocokkan, sehingga orang berspekulasi bahwa skor ini membuat orang-orang yang punya penampilan menarik berhubungan satu sama lain dan membuat orang yang tidak diinginkan berkubang dengan peringkat rendah.

Tinder, tidak seperti aplikasi lain, hanya mengharuskan pengguna untuk memasukkan usia, jarak, dan preferensi gender mereka. Tinder tidak melihat skor kompatibilitas, seperti OkCupid, atau menawarkan filter berdasarkan tinggi badan, agama, atau etnis, seperti kebanyakan kompetisinya.

“Algoritma kami dirancang untuk terbuka,” kata perusahaan. “Hari ini, kami tidak bergantung pada Elo – meskipun masih penting untuk mempertimbangkan kedua belah pihak yang menyukai profil untuk membentuk pertandingan.”

Tinder menyesuaikan potensi kecocokan yang dilihat pengguna setiap kali seseorang melakukan sesuatu di profilnya, katanya. Perusahaan menata ulang profil yang memungkinkan pengguna ini dalam 24 jam setelah tindakan diambil. Itu sama konkretnya dengan Tinder dalam posting blognya, tetapi kedengarannya seperti Tinder mengandalkan sesuatu yang mirip dengan algoritma Gale-Shapley, atau algoritma yang digunakan oleh Hinge.

Algoritma ini mengidentifikasi pola di sekitar suka. Jika saya menyukai satu pria, dan begitu juga wanita lain di Tinder, dia dan saya mungkin memiliki selera yang sama. Jika dia menyukai seseorang di Tinder yang belum saya lihat, Tinder dapat menunjukkan profilnya kepada saya dengan harapan saya juga akan menyukainya.

Tentu saja, Tinder yang merupakan penghasil uang terbesar Match Group, memberikan pengguna opsi untuk sepenuhnya melompati salah satu dari peringkat algoritma ini dengan pembelian dalam aplikasi.

Itu bisa dalam bentuk Super Like, yang secara otomatis memindahkan profil ke bagian atas tumpukan profil seseorang (dan secara visual menunjukkan kepadanya bahwa mereka telah Super Disukai), atau peningkatan profil, yang menurut Tinder membawa profil lebih dekat ke bagian atas tumpukan profil pengguna lain selama 30 menit.

Tinder terasa seperti aplikasi gratis untuk semua, tempat semua orang benar-benar ada, tetapi seiring pertumbuhan platform, ia perlu memesan profil dengan cara yang agak pribadi, atau menemukan kecocokan akan terasa mustahil.

https://www.theverge.com/2019/3/15/18267772/tinder-elo-score-desirability-algorithm-how-worksTinder kini tak lagi pakai skor “kesukaan” untuk memeringkat orang, ungkap Tinder dalam sebuah unggahan blog, Jumat (15/3).

Sebelumnya, skor Elo yang dipakai Tinder jadi perbincangan hangat beberapa tahun lalu pasalnya Elo digunakan Tinder untuk memeringkat orang berdasarkan daya tariknya.

Skor Elo juga dipakai untuk memeringkat pemain catur, namun dalam konteks Tinder, makin banyak orang yang menggeser ke kanan (atau Suka) profil seseorang, maka akan semakin tinggi pula skor-nya.

Profil mereka kemudian akan disajikan kepada orang lain dengan skor yang sama, sehingga akan menjaga orang yang paling diinginkan untuk tetap berinteraksi satu sama lain.

Di Tinder, di mana profil relatif terbatas dalam ruang lingkup, penampilan seseorang sering kali memicu keinginan untuk mencocokkan, sehingga orang berspekulasi bahwa skor ini membuat orang-orang yang punya penampilan menarik berhubungan satu sama lain dan membuat orang yang tidak diinginkan berkubang dengan peringkat rendah.

Tinder, tidak seperti aplikasi lain, hanya mengharuskan pengguna untuk memasukkan usia, jarak, dan preferensi gender mereka. Tinder tidak melihat skor kompatibilitas, seperti OkCupid, atau menawarkan filter berdasarkan tinggi badan, agama, atau etnis, seperti kebanyakan kompetisinya.

“Algoritma kami dirancang untuk terbuka,” kata perusahaan. “Hari ini, kami tidak bergantung pada Elo – meskipun masih penting untuk mempertimbangkan kedua belah pihak yang menyukai profil untuk membentuk pertandingan.”

Tinder menyesuaikan potensi kecocokan yang dilihat pengguna setiap kali seseorang melakukan sesuatu di profilnya, katanya. Perusahaan menata ulang profil  dalam 24 jam setelah tindakan diambil. Itu sama konkretnya dengan Tinder dalam posting blognya, tetapi kedengarannya seperti Tinder mengandalkan sesuatu yang mirip dengan algoritma Gale-Shapley, atau algoritma yang digunakan oleh Hinge.

Algoritma ini mengidentifikasi pola di sekitar suka. Jika seseorang menyukai satu pria, dan begitu juga wanita lain di Tinder, dia dan yang disukainya itu mungkin memiliki selera yang sama. Jika seseorang menyukai orang lain di Tinder, aplikasi ini akan menunjukkan profil orang itu kepada orang yang menyukainya.

Tentu saja, Tinder yang merupakan penghasil uang terbesar Match Group, memberikan pengguna opsi untuk sepenuhnya melompati salah satu dari peringkat algoritma ini dengan pembelian dalam aplikasi.

Itu bisa dalam bentuk Super Like, yang secara otomatis memindahkan profil ke bagian atas tumpukan profil seseorang (dan secara visual menunjukkan kepadanya bahwa mereka telah Super Disukai), atau peningkatan profil, yang menurut Tinder membawa profil lebih dekat ke bagian atas tumpukan profil pengguna lain selama 30 menit.

Tinder terasa seperti aplikasi gratis untuk semua, tempat semua orang benar-benar ada, tetapi seiring pertumbuhan platform, ia perlu memesan profil dengan cara yang agak pribadi, atau menemukan kecocokan akan terasa mustahil.

Baca juga: Cari teman lewat aplikasi serupa Tinder

Baca juga: Tinder Gold sediakan fitur melihat orang yang menyukai profil

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akan ada game di Snapchat bulan depan?

Jakarta (ANTARA) – Snapchat dikabarkan akan meluncurkan platform game untuk Snapchat di Snap Partner Summit, Los Angeles pada 4 April, The Verge melansir laporan Cheddar, Kamis (15/3).

Snapchat sebelumnya telah mencoba-coba game dengan meluncurkan “Snappables,” satu set permainan lensa AR tahun lalu – tetapi platform baru (dikatakan dengan nama kode “Project Cognac”) akan menjadi perintis yang lebih besar ke dalam dunia game, dan itu akan memungkinkan pengembang luar membuat game yang akan hidup di dalam aplikasi Snapchat.

Snapchat juga dilaporkan membeli studio game Australia Prettygreat pada bulan Januari, menurut laporan dari CNET, yang selanjutnya dapat mengisyaratkan dorongan game baru.

Selain itu, The Information melaporkan pada musim panas 2018 bahwa Snap bekerja pada platform game untuk musim gugur tahun itu.

Tencent – konglomerat teknologi China yang memiliki Riot Games dan League of Legends serta aplikasi perpesanan populer WeChat – juga membeli 12 persen saham di Snap tahun lalu.

Tencent mengatakan pada saat itu bahwa itu bisa “mengeksplorasi peluang kerja sama dengan perusahaan pada penerbitan game mobile dan newsfeed,” yang juga tampaknya mengindikasikan dorongan untuk dikembangkannya game untuk Snap.

Mengenai mengapa Snap ingin game di Snapchat, jawabannya cukup sederhana: lebih banyak uang dan lebih banyak keterlibatan pengguna. Sama seperti Facebook Messenger sebelumnya, yang telah menampilkan game langsung di aplikasi selama bertahun-tahun, menambahkan game ke Snapchat dapat menawarkan sumber pendapatan baru untuk Snap dari pengembang yang ingin menempatkan game di aplikasi, dari pengiklan yang ingin menempatkan iklan di game, dan mungkin bahkan dari pembelian dalam-game gaya iPhone dan Android juga.

Selain itu, ada masalah sederhana memonopoli perhatian orang: pengguna yang bermain game di aplikasi Snapchat tidak menjelajah Instagram.

Snap menolak berkomentar ketika The Verge menghubungi tentang laporan Cheddar.

Baca juga: Snapchat kembali ditinggal salah seorang bosnya

Baca juga: Snap luncurkan dua model baru Spectacles 2

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

CEO Apple sampaikan simpati tragedi Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Pemimpin Apple Tim Cook menyampaikan simpati atas tragedi penembakan dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat, yang menewaskan 40 orang dan lebih dari 20 orang terluka parah.

“Hancur oleh laporan tentang Selandia Baru. Komunitas di Christchurch yang terdampak oleh serangan mengerikan itu ada di hati kami,” ujar Cook dalam akun Twitternya, pada Jumat.
 

Pria berusia 58 tahun itu lantas mengutip kalimat tokoh pergerakan asal AS Martin Luther King Jr, “Saya telah memutuskan untuk melekat pada cinta. Kebencian terlalu besar sebagai sebuah beban untuk ditanggung,” demikian ujarnya.

Sebelumnya, Sebanyak 40 orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka parah dalam aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat, yang disebut Perdana Menteri Jacinda Ardern sebagai serangan teroris.

Pembunuhan oleh sedikitnya seorang pria bersenjata itu dilakukan saat salat Jumat berlangsung di Kota Christchurch. Itu merupakan penembakan massal terburuk di negara itu dan dikutuk di seluruh wilayah Asia.

“Kami mendapat laporan bahwa 40 orang meninggal dalam aksi kekerasan ekstrim ini,” kata Ardern. “Jelas serangan ini dapat dilukiskan sebagai serangan teroris.”

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan dua orang warga negara Indonesia menjadi korban dalam aksi teror itu.

“Kami baru menerima informasi bahwa terdapat dua WNI yang tertembak dalam peristiwa penembakan di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat.

Arrmanatha menyatakan berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh KBRI di Wellington dari kelompok WNI di Christchurch, bahwa dua WNI yang tertembak dalam peristiwa tersebut adalah seorang ayah dan anaknya. Keduanya sekarang masih mendapatkan perawatan di Christchurch Public Hospital.

Ardern mengatakan Selandia Baru telah ditempatkan dalam tingkat ancaman keamanan tertinggi. Ia mengatakan empat orang yang sedang dalam penahanan pihak kepolisian memiliki pandangan ekstrim, tetapi mereka tidak masuk dalam daftar pengawasan kepolisian.

Baca juga: Satu WNI korban penembakan Christchurch masih kritis

Baca juga: Kominfo imbau tidak sebarkan video penembakan Selandia Baru

Baca juga: Tim Cook: Apple ingin donasi untuk Sulawesi Tengah

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google Android Q, lebih aman dan hormati privasi

Jakarta (ANTARA) – Penguasa internet, Google, telah memperkenalkan sistem operasi versi terbarunya Android Q yang diklaim lebih aman dan menghormati privasi penggunanya, khususnya dalam hal pelacakan lokasi.

“Sistem operasi itu memang belum versi resmi, tapi masih Beta 1 dan sudah tersedia bagi pengembang. Android Q Beta 1 sudah bisa dijalankan di ponsel Google Pixel dan Pixel XL,” kata Wakil Presiden Teknik Google Dave Burke di blog resmi Google, dikutip Jumat.

Menurut Burke, pada tahun ini inovasi perangkat mobile lebih variatif dari sebelumnya dengan teknologi baru 5G hingga layar lipat. “Android tepat berada di tengah putaran inovasi itu dan terima kasih kepada ekosistem mitra luas miliaran perangkat,” ujar Burke.

Android Q menghadirkan sejumlah fitur privasi dan keamanan tambahan bagi pengguna, serta peningkatan untuk perangkat layar lipat, API baru untuk konektivitas, codec media baru, kemampuan kamera, ekstensi NNAPI, Nulkan, dukungan Vulkan 1.1, dan pembukaan aplikasi yang lebih cepat.

Android baru itu, lanjut Burke, telah dirancang dengan keamanan dan privasi sebagai hal utama. Dengan semakin matangnya Android, Google telah menambahkan berbagai fitur untuk melindungi pengguna, seperti enkripsi berbasis file, kontrol OS yang menempatkan aplikasi harus meminta izin ketika mengakses sumber daya sensitif.

Kemudian mengunci akses latar belakang kamera/mik, mode penguncian, cadangan terenkripsi, dan Google Play Proctect yang memindai lebih dari 50 miliar aplikasi dalam sehari untuk memastikan aplikasi itu aman bagi sistem ponsel pengguna.

Baca juga: Bocoran Android Q beta ungkap fitur baru

“Di Android Q, kami telah membuat lebih banyak peningkatan untuk melindungi pengguna kami. Banyak dari peningkatan ini merupakan bagian dari pekerjaan kami di Project Strobe,” ujar Burke.

Android Q juga memberikan pengguna lebih banyak kendali pada lokasi. OS ini membantu pengguna mempunyai kontrol lebih banyak ketika aplikasi meminta akses lokasi. Semua aplikasi akan mendapatkan akses ke lokasi setelah mendapatkan izin dari pengguna.

Bahkan pengguna bisa mengizinkan atau tidak mengizinkan satu aplikasi mengakses lokasi baik ketika aplikasi di jalankan maupun tidak.

“Di luar perubahan lokasi, kami membuat pembaruan lebih lanjut untuk memastikan transparansi, memberikan kendali kepada pengguna, dan mengamankan data pribadi,” ujarnya.

Android Q juga memberi pengguna kontrol lebih besar atas aplikasi, mengendalikan akses ke file bersama. Pengguna akan dapat mengontrol akses aplikasi ke Foto dan Video atau koleksi Audio melalui izin runtime baru.

Untuk Unduhan, aplikasi harus menggunakan pemilih file sistem, yang memungkinkan pengguna untuk memutuskan file unduhan mana yang dapat diakses aplikasi. Bagi pengembang, ada perubahan pada bagaimana aplikasi dapat menggunakan area bersama pada penyimpanan eksternal.

Google mempersilakan pengembang untuk mengunduh dan mencoba Android Q Beta 1 dan mengharapkan umpan balik jika menemukan masalah atau “bug” (lubang kelemahan pada sistem).

Baca juga: Selektif pilih aplikasi Android dan iOS jika tak ingin dimata-matai

Pewarta: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PUBG gelar kompetisi berhadiah 2 juta dolar

Jakarta (ANTARA) – Pengembang game PUBG Inc telah membuka turnamen PUBG MOBILE Club Open (PMCO) 2019 yang berhadiah total 2 juta dolar atau sekira Rp28,4 miliar dengan pendaftaran pada 8 – 18 Maret ini.

Para pemain semi pro dan pro dapat segera mendaftarkan diri, dan melihat cara registrasi PMCO 2019 di laman Pubgmobile.com/esport/clubopen, kata PUBG Inc dalam pernyataan persnya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

PMCO 2019 mensyaratkan bahwa semua pemain harus berumur 16 tahun atau lebih pada saat turnamen atau paling tidak sudah 16 tahun berdasarkan perhitungan kalender. Sementara pemain yang masih di bawah umur harus mengantongi izin atau persetujuan dari orang tua.

Batasan usia atau aturan diterapkan sesuai dengan hukum yang berlaku di setiap wilayah, dan setidaknya tiga pemain dari masing-masing tim yang bersaing harus berasal dari wilayah perwakilan yang sama.

Baca juga: PUBG kini hadir di PlayStation 4

Semua pemain yang berpartisipasi harus memiliki peringkat Platinum pada akhir musim sebelumnya.

Kompetisi PMCO 2019 terbagi dalam turnamen musim semi dan musim gugur dengan total hadiah yang terpisah dan hadiah pada saat babak final global. Babak final global turnamen musim semi digelar pada Juli 2019.

PMCO 2019 diumumkan kali pertama pada akhir 2018 dalam PUBG MOBILE STAR CHALLENGE 2018, sebuah turnamen skala dunia yang disaksikan oleh lebih dari 230 juta penonton online dan dihadiri lebih dari 5.000 penonton di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dalam turnamen tersebut, tim RRQ Athena asal Thailand berhasil meraih gelar Juara Dunia sehingga berhak membawa pulang hadiah 200.000 dolar.

PUBG MOBILE terus berkomitmen mendorong pemain di seluruh dunia untuk menikmati keseruan dan semangat dari mobile e-sports ini. “Kami percaya dunia e-sports PUBG MOBILE akan mencapai tingkat lebih tinggi dan menarik lebih banyak pemain pada tahun ini,” terang PUBG Inc.

Baca juga: Game mobile “PUBG” lampaui 100 juta download

Pewarta: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GOJEK sediakan fitur keamanan tombol darurat, bagaimana cara kerjanya?

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi layanan ride hailing GOJEK menyediakan fitur keamanan baru berupa tombol darurat yang dapat diakses oleh pengguna untuk menjaga keamanan mereka selama perjalanan.

“Tombol ini akan tersambung ke kontak hotline darurat kami,” kata Kepala Transportasi Global GOJEK, Radityo Wibowo, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Tombol darurat atau emergency hotline akan disediakan di pojok kanan bawah aplikasi berupa ikon perisai.

Pengguna yang mengakses tombol ini akan tersambung ke layanan Unit Darurat GOJEK, yang bekerja selama 24 jam dan tujuh hari seminggu, dan akan dimintai data-data terkait kasus yang dialami, antara lain nama konsumen, nama mitra pengemudi dan nomor pemesanan.

Unit Darurat ini terdiri dari tim internal GOJEK yang bekerja sama dengan kepolisian.

Tim GOJEK akan memverifikasi kondisi darurat tersebut dan mengirimkan bantuan langsung ke lokasi kejadian.

Fitur tombol darurat ini akan dimulai untuk layanan mobil GO-CAR di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Secara bertahap, fitur ini akan tersebar ke wilayah lainnya, termasuk untuk layanan ojek GO-RIDE.

GOJEK juga memperkenalkan fitur baru selain tombol darurat untuk menjaga keamanan pengguna mereka, yaitu membagikan perjalanan atau share trip.

Setelah mengklik ikon perisai, pengguna dapat membagikan perjalanan mereka bersama GOJEK ke kontak yang dipilih dan perjalanan dapat dilacak secara realtime.

Informasi yang dibagikan melalui fitur ini berupa lokasi penjemputan dan pengantaran, data lengkap mitra pengemudi (nama, plat kendaraan, nomor pemesanan), status perjalanan dan perkiraan waktu sampai di lokasi serta rute yang ditempuh.

Fitur-fitur ini dapat diakses setelah memperbarui aplikasi GOJEK.

GOJEK mengaku, fitur itu sudah disiapkan sejak lama, bukan setelah kasus pelecehan seksual yang menimpa mitra GO-Massage yang mencuat baru-baru ini.

Aplikasi ride-hailing lainnya yang beroperasi di Indonesia, Grab, sudah menyediakan fitur tombol darurat bernama SOS sejak pertengahan 2018. Perbedaanya, tombol SOS di Grab terhubung dengan tiga kontak milik keluarga atau teman yang dipilih sehingga secara otomatis akan tersambung ke nomor-nomor tersebut jika tombol ditekan.

Baca juga: Grab hadirkan teknologi deteksi dan cegah kecurangan

Baca juga: Grab dapat suntikan miliaran dolar dari Softbank

Baca juga: Astra dan GOJEK bentuk perusahaan patungan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LINE Today buat tab khusus Pemilu 2019

Jakarta (ANTARA) – Agregator berita LINE Today menyiapkan tab khusus untuk Pemilihan Umum 2019 yang dilakukan secara serentak agar pengguna mereka dapat mengetahui kandidat siapa saja yang maju ke kontestasi tersebut.

“Kami perbarui fitur supaya pengguna bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh tentang Pemilu,” kata Managing Director LINE Indonesia, Dale Kim, saat peluncuran di Jakarta, Kamis.

Tab bernama “Election” ini akan tersedia di aplikasi LINE Today, baik untuk versi Android maupun iOS, berisi informasi-informasi yang diperlukan agar pengguna  dapat mengetahui perkembangan terkini tentang Pemilu

LINE Today Election Tab memiliki fitur utama LIVE TV Debate, menyiarkan secara langsung debat calon presiden dan wakil presiden pada 17 Maret mendatang serta fitur Live Comments agar pengguna bisa memberikan komentar langsung tentang acara debat tersebut.

LINE juga menyediakan fitur pengaduan terhadap komentar-komentar yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Manager Produk LINE Today Indonesia, Andi Firmanata menyatakan berdasarkan survei mereka, 8 dari 10 orang tidak tahu siapa kandidat calon anggota DPR dan DPD yang mencalonkan diri di Pemilu 2019. Mayoritas pengguna mereka, yang berusia 17-35 tahun, hanya mengetahui pasangan calon presiden dan wakilnya.

LINE membuat fitur Check My Candidat di tab Election agar pengguna bisa mengetahui calon legislatif yang akan mereka pilih di Pemilu April mendatang. Fitur Check My Candidate disusun berdasarkan daerah pemilihan, partai dan provinsi, serta menampilkan profil dan visi-misi para kandidat.

Tab ini juga menyediakan Check My TPS, pengguna akan diarahkan langsung ke situs resmi KPU untuk dapat melihat di mana dia akan menggunakan hak suaranya.

Menjelang hari H Pemilu, mulai 14 April LINE akan menambah fitur untuk mengecek toko atau restoran mana saja yang mengadakan promosi.

LINE TODAY Election Tab akan tersedia mulai Kamis malam ini dan tetap ada selama masa Pemilu 2019.

Baca juga: LINE Today Movie berikan informasi film terbaru

Baca juga: Begini kebiasaan orang Indonesia berkirim pesan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kormo bantu kamu cari kerja informal

Jakarta (ANTARA) – Kekurangan informasi dan saluran pencarian kerja pada sektor informal menjadi celah bisnis bagi Kormo menyusul potensi penyerapan tenaga kerja sebesar 58 persen pada 2018 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kami ingin Kormo lebih dari sekadar sarana pencarian kerja pada sektor informal. Kami mendorong para pencari kerja untuk menggunakan fitur belajar dari aplikasi itu sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sebelum wawancara kerja,” ujar Pendiri sekaligus pemimpin Kormo Bickey Russell dalam keterangan pers kepada Antara di Jakarta, Kamis.

BPS melansir jumlah pekerja sektor informal mencapai 70,5 juta orang per Agustus 2018. Angka itu merupakan alasan kehadiran aplikasi hasil proyek eksperimental Google Area 120 itu.

Aplikasi yang fokus pada layanan pencarian kerja dengan penyedia kerja sektor informal itu menggunakan program “machine learning” Google. Kormo merekomendasikan lowongan kerja yang disesuaikan dengan profil pengguna dan aktivitas pengguna dalam aplikasi.

Russell mengatakan Kormo masih dalam tahap pengembangan awal dan terus mengembangkan fitur untuk memaksimalkan dampak positif pada sektor tenaga kerja informal.

Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur “Belajar” sebagai layanan penyediaan modul pembelajaran dalam bentuk video dan artikel.

Para pencari kerja akan mendapatkan lencana setiap kali mereka selesai mempelajari sebuah modul. Para penyedia kerja pun dapat mengetahui jenis keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki pelamar.

Kormo juga menghadirkan transparansi bagi pencari dan penyedia kerja dalam bentuk notifikasi. Pencari kerja akan diberitahu saat lamaran mereka sudah dibaca. Kemudian, mereka dipanggil wawancara hingga sampai ke pengumuman akhir.

Sementara penyedia kerja akan diberitahu ketika lamaran pekerjaan yang mereka unggah ke Kormo telah dibaca dan direspon oleh para pencari kerja.

Untuk menghadirkan peluang kerja yang relevan, aplikasi yang tersedia secara gratis di Google Play store itu menggandeng berbagai mitra berdasarkan skala bisnis, yaitu kecil, menengah, dan besar.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, ponsel baru Oppo hingga Google down

Jakarta (ANTARA) – Oppo merilis ponsel F11 Pro yang memiliki kamera belakang sebesar 48MP dan kamera depan pop up.

Warganet mengeluhkan beberapa aplikasi Google tidak bisa diakses, belakangan terungkap layanan Google terganggu di beberapa negara.

1. Sakitkah pemeriksaan pap smear?
Sebagian perempuan yang sudah menikah dan aktif melakukan hubungan seksual perlu menjalani prosedur pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi kanker serviks.

Selengkapnya di sini.

2. Afgan, Isyana dan Rendy Pandugo rilis single kolaborasi kedua
Setelah merilis “Heaven”, kolaborasi tiga solois yang tergabung dalam Project AIR yakni Afgan, Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo menyuguhkan karya terbaru berjudul “Feel So Right”.

Selengkapnya di sini.

3. Nissan buka diler baru berkonsep global di Bekasi Timur
Nissan Indonesia menambah jaringan penjualannya dengan membuka diler baru di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang mengadopsi konsep global Nissan Retail Concept (NRC).

Selengkapnya di sini.

4. Sempat down, layanan Google mulai pulih
Layanan Google sempat mengalami gangguan untuk Gmail, Drive, Hangouts dan Google Maps.

Selengkapnya di sini.

5. Oppo resmi luncurkan F11 Pro di Indonesia
Oppo resmi memboyong ponsel F11 Pro, termasuk versi reguler F11, yang menyasar segmen anak muda yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelindo bangun aplikasi berbasis digital

Medan (ANTARA) – PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I berkerja sama dengan PT. Telkom Indonesia akan membangun aplikasi berbasis digital yang dikenal dengan Integrated Talent Management System (ITMS) dalam upaya merealisasikan komitmen perusahaan untuk mengelola karir dan talenta berbasis digital.

“Aplikasi ITMS ini bertujuan untuk membuat sistem pengelolaan dan kesempatan pengembangan karir pegawai yang sistematis,” kata Direktur SDM Pelindo 1 M.Hamied Wijaya di Medan, Rabu.

Ia mengatakan, dalam pengelolaan SDM, Pelindo 1 saat ini tidak lagi menerapkan sistem manual, melainkan bertransformasi kepada sistem digital.

Pembangunan Aplikasi ITMS itu akan membuat sistem pengelolaan karir pegawai yang transparan dan sistem yang memungkinkan karyawan untuk mengelola karir dan pengembangan diri.

“Aplikasi ini juga nantinya akan memudahkan integrasi data talenta ke Kementerian BUMN. Direncanakan aplikasi ini akan diluncurkan 17 Agustus 2019,” katanya.

Sementara Steering Committee pembangunan aplikasi ITMS, Deta Septianto, mengatakan dengan adanya aplikasi ITMS itu, pengelolaan talenta akan lebih tertata secara sistematis dan rapi.

Perusahaan dapat dengan mudah mencari dan menentukan bakat-bakat yang unggul dalam suatu bidang pekerjaan.

“Aplikasi ini juga mampu meningkatkan keaktifan pegawai dalam menentukan karirnya dalam perusahaan karena dalam setiap proses tahapan akan ada beberepa penilaian yang diukur sehingga membuat pegawai aktif untuk melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap dirinya,” katanya.

Selain itu, Aplikasi ITMS tersebut juga memiliki keunggulan lainnya seperti tata kelola karir yang lebih baik, kemampuan untuk visualisasi dan analisis data perusahaan, dan ITMS memastikan bahwa data dapat di kumpulkan secara baik, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan data.

“Aplikasi ini direncanakan akan diterapkan kepada seluruh pegawai, baik talent dan top talent,” katanya. 

Baca juga: Pelindo I resmikan program magang bersertifikat
Baca juga: Pelindo I rampungkan modernisasi Pelabuhan Tanjung Balai Asahan
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Balai latihan kerja ini akan rilis game online lokal perdana Mei 2019

Jakarta (ANTARA) – Balai Pengembangan dan Pelatihan Kerja (BPLK) Cevest, Kota Bekasi, Jawa Barat, menargetkan rilis produksi game online lokal perdana bertajuk “Anti Hoax” pada Mei 2019.

“Produksi game karya anak bangsa ini baru tahun ini kita luncurkan. Temanya anti-hoaks dan keberagaman,” kata Kepala Seksi Pemberdayaan Cevest, Muhammad Adenin di Bekasi, Rabu.

Game online tersebut bernuansa petualangan layaknya Pokemon GO yang sempat tenar di kalangan masyarakat pecinta game pada kurun 2017. Pengguna game nantinya diajak berpetualang mencari sejumlah petunjuk untuk mengungkap kabar bohong atau hoaks.

“Kita melihat perkembangan tren milenial, mungkin dulu kelihatan tabu anak-anak main game. Tapi tahun ini kita mulai garap game lokal dibuka dua kelas game masing-masing 16 orang per kelas,” ujarnya.

Produksi game tersebut saat ini telah memasuki tahap pembuatan tokoh serta skenario petualangan.

Digarap sejak awal Maret, “Anti Hoax” ditargetkan selesai dan dipasarkan melalui platform Android pada Mei 2019 secara gratis.

Ide pembuatan game online itu digagas oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam rangka pengembangan keterampilan BPLK Cevest.

“Produksi game ini merupakan program upgrading BPLK selain pembuatan animasi. Kegiatan ini sesuai instruksi Menaker,” kata Adenin.

(Penulis: Peserta Susdape XIX: Andi Firdaus)

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grab hadirkan teknologi deteksi dan cegah kecurangan

Jakarta (ANTARA) – Grab Holdings Inc meluncurkan perangkat Grab Defence, sebuah teknologi untuk mendeteksi dan mencegah tindak kecurangan kepada mitra strategis, sekaligus memperkuat ekosistem teknologi dan arus transaksi.

Wui Ngiap Foo, Head of User Trust Grab mengatakan, teknologi itu menggunakan machine learning yang menganalisis jutaan data secara reaI-time untuk mendeteksi pola kecurangan, baik yang telah ada maupun yang baru.

“Tindak kecurangan akan terus berevolusi, oleh karena itu kami membangun algoritma yang juga dapat berevolusi dan mempelajari polanya sehingga kita bisa selangkah lebih maju dari pelaku kejahatan,” kata Wui Ngiap Foo di acara peluncuran Grab Defence di Jakarta, Rabu.

Nantinya rangkaian Grab Defence ini akan menjadi bagian dan strategi GrabPlatform, sebuah platform terbuka milik Grab dengan serangkaian API (application programming interface) untuk membantu mitra mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab.

Ia menerangkan, saat ini semakin maraknya tindak kecurangan yang tidak hanya terjadi di industri hailing, namun kini menjadi salah satu masalah bagi pemain ekonomi digital.

“…akibat adanya kecurangan, dan kecurangan ini juga terjadi pada bisnis kami yang disebabkan oleh pengemudi yang menggunakan GPS palsu, transaksi palsu dan lain sebagainya,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menambahkan, “Kita telah melihat bagaimana sindikat kejahatan mendapatkan keuntungan secara ilegal untuk mencuri insentif hasil kerja keras mitra pengemudi dan menciptakan pengalaman buruk bagi pengguna di platform Grab.”

“Kami telah meluncurkan kampanye ‘Grab Lawan Opik’ tahun lalu di Indonesia untuk memerangi order fiktif dan mencanangkan Grab FairPlay yang mendorong mitra pengemudi kami untuk melaporkan tindak kecurangan yang terjadi dalam ekosistem Grab,” tambah Ridzki di lokasi yang sama.

“Kami senang dapat menghadirkan layanan Grab Defence bagi para mitra strategis kami demi menciptakan perkembangan ekosistem teknologi yang sehat di Indonesia,” tambahnya.

Fitur

Layanan Grab Defence mempunyai tiga fitur utama. Masing-masing fitur berfungsi secara terpisah pengaplikasiannya yakni, Event Risk Management Suite yang dapat digunakan kalangan pebisnis untuk memprediksi resiko secara realtime dengan menetapkan sejumlah tolak ukur kecurangan (Rules Engine) sesuai dengan model bisnis dan kebutuhan.

Kedua, Entity Intelligence Services yang menggunakan database Grab serta keahlian dalam mengidentifikasi berbagai jenis entitas pelaku kejahatan (seperti nomor telepon, alamat e-mail, dan lain-lain) untuk memprediksi potensi risiko kepada semua pengguna yang berinteraksi dengan platform tersebut.

Adapun yang terakhir adalah Device dan Network Intelligence Services yang mendeteksi pelaku kejahatan melalui perangkat yang digunakan oleh pengguna.

Selama beberapa tahun belakangan, Grab telah berinvestasi besar untuk pengembangan sistem yang lebih kuat berkat dukungan machine learning serta kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan mencegah kecurangan pada platform Grab.

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uber tambah barisan penjamin IPO di AS

Jakarta (ANTARA) – Uber Technologies, perusahaan penghubung layanan transportasi, telah menggandeng sejumlah bank investasi dalam sindikat penjamin penawaran saham perdana (IPO) menyusul rencana untuk masuk pasar saham di Amerika Serikat, demikian laporan sumber Reuters, Rabu.

Uber disebut tidak akan menjadi pesaing bagi perusahaan layanan serupa bernama Lyft. Lyft akan masuk pasar saham Amerika Serikat pada akhir Maret 2019, sedangkan Uber diperkirakan paling cepat pada paruh pertama 2019.

Uber telah merapatkan barisan sindikat penjamin IPO seperti Bank of America Corp, Barclays Plc, Citigroup Inc, Allen & Company, Deutsche Bank AG, dan JMP Securities.

Bank-bank itu akan menambah dukungan bagi perusahaan asal San Francisco, California itu setelah kehadiran Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group pada akhir 2018.

Bukan itu saja, Uber juga menyiapkan penambahan daftar bank dalam waktu dekat untuk menyempurnakan persiapan sindikat IPO.

Perwakilan Bank of America, Barclays, Citigroup, dan JMP Securities, menurut laporan Reuters, menolak berkomentar terkait rencana Uber melantai di bursa saham AS. Demikian pula Uber, Allen & Company, dan Deutsche Bank juga belum memberikan komentar.

Beberapa bank justru menahan diri terlibat dalam rencana IPO Lyft karena berharap ditarik oleh sindikat Uber. Sindikat Uber dinilai lebih menguntungkan karena status dan ukuran nilai sahamnya.

Sebagaimana Lyft, Uber juga telah mengajukan rencana IPO secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Desember 2018. IPO Uber diperkirakan sejumlah analis bank bernilai 120 miliar dolar AS. Sedangkan analis lain memperkirakan IPO itu bernilai sekitar 100 miliar dolar AS.

Di sisi lain, nilai IPO Lyft diperkirakan mencapai 25 miliar dolar AS.

Pada Selasa (12/3), Uber menyepakati pembayaran gugatan senilai 20 juta dolar AS yang diajukan pada 2013 oleh pengemudi yang mengklaim sebagai karyawan dan bukan kontraktor independen.

Perusahaan yang berdiri pada Maret 2009 itu juga masih menghadapi ribuan klaim arbitrase dari para pengemudinya yang tidak tercakup dalam gugatan itu.

Baca juga: Mobil swakemudi makin pintar, bisa menebak gerakan pejalan kaki
Baca juga: Sopir Uber di Denmark bayar denda untuk tiap tumpangan

Penerjemah: Imam Santoso
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga kreator

Tiga kreator

Tiga kreator “board game” yakni Rio Frederico, Erwin Skripsiadi dan  Andre Dubari berbicara tentang karya mereka di London Book Fair 2019, di Olympia London, Selasa (12/3/2019). Mereka menciptakan permainan kartu dengan konten yang digali dari legenda tradisional dari seluruh nusantara untuk mengajarkan nilai-nilai atau kearifan lokal.

Tiga kreator “board game” tampil di London Book Fair 2019

Tiga kreator

Tiga kreator “board game” yakni Rio Frederico, Erwin Skripsiadi dan  Andre Dubari berbicara tentang karya mereka di London Book Fair 2019, di Olympia London, Selasa (12/3/2019). Mereka menciptakan permainan kartu dengan konten yang digali dari legenda tradisional dari seluruh nusantara untuk mengajarkan nilai-nilai atau kearifan lokal.

Awas akun WhatsApp Anda diblokir

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi perpesanan populer milik Facebook, WhatsApp, mengingatkan seluruh penggunanya untuk tidak menggunakan aplikasi yang sudah dimodifikasi oleh pihak ketiga dan bagi yang menggunakannya akunnya akan diblokir sementara.

Jika Anda menerima pesan dalam aplikasi yang menyebutkan bahwa akun Anda “telah diblokir sementara”, itu berarti Anda kemungkinan menggunakan versi WhatsApp yang tidak didukung aplikasi resmi, kata WhastApp dalam halaman FAQ, dikutip Selasa.

Tapi jangan khawatir, blokir itu memang sementara, karena pengguna selanjutnya akan bisa terus menggunakan WhatsApp dengan mengunduh aplikasi resmi. Lalu, aplikasi apa saja yang bisa membuat akun Anda diblokir?

Beberapa aplikasi yang tidak didukung oleh WhatsApp di antaranya WhatsApp Plus dan GB WhatsApp, yang merupakan aplikasi WhatsApp yang telah diubah oleh pihak ketiga.

“WhatsApp tidak mendukung aplikasi pihak ketiga ini karena kami tidak dapat memvalidasi praktik keamanannya,” jelas WhatsApp.

Bagi pengguna yang sekarang menggunakan aplikasi WhatsApp tidak resmi, sebelum beralih ke aplikasi resmi disarankan untuk membuat cadangan riwayat obrolan agar histori obrolan penting tidak hilang.

Apabila Anda ragu apakah aplikasi WhatsApp yang Anda gunakan itu aplikasi resmi atau tidak, silakan cek dengan mengetuk Pengaturan (Setting), Bantuan (Help), dan Info aplikasi.

Baca juga: Dash Text uji coba integrasi WhatsApp-Telegram

Baca juga: WhatsApp ubah antarmuka setelah beberapa tahun

Baca juga: WhatsApp rilis fitur Picture in Picture

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Microsoft ingatkan ada masalah pada pembaruan Windows 10

Jakarta (ANTARA) – Microsoft belum lama lalu mengeluarkan peringatan bahwa pembaruan Windows 10 patch KB4482887 telah membuat performa perangkat desktop turun terutama saat digunakan untuk memainkan game dengan resolusi tinggi.

“Setelah menginstal KB4482887, pengguna dapat melihat penurunan kinerja grafis dan mouse dengan game desktop saat memainkan game tertentu, seperti Destiny 2,” kata Microsoft dalam pernyataan di laman resmi dukungan, dikutip Selasa.

Microsoft bahkan meminta pengguna untuk menyopot (uninstall) pembaruan KB4482887 untuk kembali mendapatkan kinerja seperti sebelumnya dan menghindari penurunan kinerja akibat pembaruan tersebut.

Raksasa perangkat lunak mengaku sedang bekerja untuk mengatasi masalah resolusi dan akan menyediakan satu pembaruan dalam rilis selanjutnya.

Tidak hanya itu masalahnya, setelah menginstal pembaruan itu, Internet Explorer 11 mungkin mengalami masalah otentikasi. Ini terjadi ketika dua orang atau lebih menggunakan akun pengguna yang sama untuk beberapa sesi login bersamaan, pada mesin Windows Server yang sama, termasuk Remote Desktop Protocol (RDP) dan login Terminal Server.

Itu termasuk gejala yang sudah dilaporkan oleh pelanggan, meskipun tidak terbatas hanya pada masalah ukuran chace dan lokasi yang kosong, kemudian shortcuts keyboard tidak bekerja seperti yang diharapkan, dan halaman web gagal terunduh saat menggunakan perambah.

Baca juga: Microsoft hentikan dukungan Windows 10 Mobile tahun ini

Baca juga: Windows 10 kalahkan popularitas Windows 7

Baca juga: Microsoft Store hapus aplikasi Instagram untuk Windows 10 Mobile

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sam Altman lengser dari jabatan presiden akselerator Y Combinator

Jakarta (ANTARA) – Sam Altman lengser dari jabatan presiden Y Combinator (YC), sebuah perusahaan akselerator startup di Silicon Valley, yang membina ribuan perusahaan rintisan.

Tapi Sam masih menjadi petinggi YC dengan menjabat sebagai ketua (chairman), dan perubahan ini memungkinkan ia menghabiskan lebih banyak waktu untuk berfokus pada OpenAI sambil tetap bertanggung jawab bersama mitra, tulis YC dalam pernyataan resminya di blog perusahaan, dikutip Minggu.

YC tidak menyebutkan siapa pengganti Sam, dan mengatakan, karena YC dijalankan sebagai kemitraan, tidak akan ada perubahan operasional yang signifikan menyusul perubahan manajemen tersebut.

Semuanya berjalan baik dalam dua tahun terakhir, dan YC telah meluncurkan Startup School, progam Seri A yang mencakup program YC Growth, Work at a Startup, dan YC China.

Total kapitalisasi pasar perusahaan YC saat ini sekitar 150 miliar dolar (sekitar Rp2,1 triliun). Jaringan YC sekarang memiliki lebih dari 4.000 alumni dan 1.900 perusahaan, serta telah menjadi sumber nasihat, pelanggan, persahabatan, dan dukungan yang dapat diandalkan bagi para pendiri YC.

Sekarang YC menerima lebih dari 12.000 pelamar untuk angkatan musim dingin 2019, meningkat 30 persen dibandingkan musim panas 2018.

“Kami mendanai lebih dari 200 perusahaan dalam angkatan ini,” katanya.

Dengan perkembangan pesat itu, YC yang beroperasi untuk menumbuhkan dan mencari pendanaan bagi perusahaan-perusahaan rintisan binaannya itu, dalam waktu dekat juga akan memindahkan operasionalnya.

“Dengan ruang yang lebih besar, kami dapat mengundang lebih banyak investor sehingga perusahaan investasi dapat mengirim lebih banyak orang. Karena perubahan ini, kami harus pindah ke venue baru. Kami telah berbicara selama beberapa waktu tentang pindah ke San Francisco, dan ini sepertinya waktu yang wajar untuk melakukannya,” jelas YC.

Melalui Startup School, YC mempunyai program daring gratis untuk mengajari orang-orang cara memulai startup dan memberikan saran dan komunitas. Tahun lalu YC memiliki 10.500 perusahaan yang berpartisipasi.

Baca juga: Tak hanya “unicorn”, ini enam tingkatan valuasi startup
Baca juga: “Startup” ini ubah sms sampah jadi bisnis ratusan juta rupiah

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan keamanan, Google ingatkan pengguna segera perbarui Chrome

Jakarta (ANTARA) – Google mengingatkan seluruh penggunanya untuk segera memperbarui perambah (browser) Chrome setelah ditemukan kerentanan keamanan yang memengaruhi Google Chrome dan Microsoft Windows dalam waktu bersamaan.

Untuk memulihkan kerentanan Chrome (CVE-2019-5786), Google merilis pembaruan untuk semua platform Chrome dan pengguna telah diberikan notifikasi melalui pembaruan otomatis, menurut Clement Lecigne, dari Threat Analysis Group di Google dalam pernyataannya, dikutip Minggu.

“Kami mendorong pengguna untuk memverifikasi bahwa pembaruan otomatis Chrome telah memperbarui Chrome ke 72.0.3626.121 atau lebih baru,” katanya.

Kerentanan kedua ada di Microsoft Windows. Ini adalah eskalasi hak istimewa lokal di driver kernel Windows win32k.sys yang dapat digunakan sebagai jalan keluar sandbox keamanan.

Kerentanan tersebut adalah dereferensi penunjuk NULL di win32k! MNGetpItemFromIndex saat NtUserMNDragOver () panggilan sistem dipanggil dalam keadaan tertentu. Tim Google percaya bahwa kerentanan ini hanya bisa dieksploitasi pada Windows 7 karena mitigasi baru-baru ini ditambahkan dalam versi Windows yang lebih baru.

Itu artinya, kerentanan tersebut kecil kemungkinannya bisa dieksploitasi pada Windows 8 maupun Windows 10. Sejauh ini, Google hanya mengamati eksploitasi aktif terhadap sistem Windows 7 32-bit.

“Berdasarkan kebijakan pengungkapan kerentanan Google, ketika kami menemukan kerentanan kami melaporkannya ke Microsoft,” terang Lecigne.

Kerentanan pada Windows itu, jelas Lecigne, sangat serius dan sedang dieksploitasi secara aktif oleh penyerang dalam serangan yang ditargetkan.

Kerentanan Windows yang belum ditambal masih dapat digunakan untuk meningkatkan hak istimewa atau dikombinasikan dengan kerentanan perambah lain untuk menghindari benteng keamanan.

“Microsoft telah memberi tahu kami bahwa mereka sedang memperbaiki. Sebagai saran mitigasi untuk kerentanan ini, pengguna harus mempertimbangkan untuk memutakhirkan ke Windows 10 jika mereka masih menjalankan versi Windows yang lebih lama,” tambah Lecigne.
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Microsoft open source-kan Kalkulator Windows

Jakarta (ANTARA) – Raksasa perangkat lunak Microsoft telah merelakan kode sumber (source-code) aplikasi Kalkulator Windows (Windows Calculator) menjadi sumber terbuka (open source), yang artinya semua pengembang bisa bebas mengembangkan aplikasi ini.

“Hari ini, kami senang mengumumkan bahwa kami membuka sumber Calculator Windows di (komunitas pengembang) GitHub di bawah licensi MIT,” kata Microsoft dalam pernyataan di blog resminya, dikutip Sabtu.

Microsoft membuka source Kalkulator Windows, termasuk kode sumber, sistem pengembangan, tes unit, dan peta jalan produk. Tujuan langkah ini, disebut Microsoft untuk membangun pengalaman pengguna yang lebih baik dalam kemitraan dengan komunitas.

“Kami mendorong perspektif baru Anda dan peningkatan partisipasi untuk membantu menentukan masa depan Calculator,” jelasnya.

Dengan menjadi open source, pengembang bisa mengintegrasikan logika Kalkulator atau antarmuka pengguna (UI) ke dalam aplikasi mereka sendiri, atau berkontribusi langsung untuk Windows.

Selain menggunakan kembali dan mengadaptasi kode di aplikasi pengembang sendiri, siapa pun bisa berpartisipasi dalam pengembangan Kalkulator Windows, kata Microsoft menambahkan.

Baca juga: Saat Android dijalankan pada kalkulator

Baca juga: OS Windows 95 bertransformasi jadi applikasi

Baca juga: Windows 10 kalahkan popularitas Windows 7

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AGI: Budaya sharing bantu game lokal Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Asosiasi Game Indonesia (AGI) menilai budaya sharing alias saling berbagi turut membantu pertumbuhan game lokal.

Contoh budaya sharing yaitu bila satu pengembang game lokal memiliki kompetensi di ranah tertentu kemudian tidak segan membantu pengembang game lainnya yang mengalami kesulitan.

“Intinya saling berbagi ilmu dan menyebarkan informasi mengenai game lokal kepada khalayak,” ungkap Ketua AGI Narendra Wicaksono kepada Antara, Jumat.

Narendra menyebut tantangan lain bagi pengembang game lokal adalah jumlah talent berkualitas dan investasi yang masih sedikit, serta beberapa regulasi developer kit masih belum secara mudah didapatkan di Indonesia.

Saat ini, lanjut, Narendra banyak game studio yang memiliki potensi untuk berkembang dan melahirkan game dengan kualitas yang sangat tinggi.

Tiga di antaranya adalah Agate, Digital Happiness dan Toge Productions. Sementara untuk console dan PC menurut Narendra memang masih memiliki tantangan untuk merebut pasar yang telah didominasi pengembang game luar.

“Beberapa waktu terakhir kelas game indie studio di Indonesia cukup memiliki pasar tersendiri. Pengembang game lokal juga mesti rajin mengikuti event internasional dan bekerjasama dengan publisher global untuk membantu memasarkan produk Indonesia,” jelas Narendra.

Berdasarkan data Newzoo, industri game di Indonesia bernilai 882 juta dolar AS pada 2017, naik sekira 200 juta dolar AS dibandingkan tahun 2016. Hal ini membuat game Indonesia bertengger di posisi 17 terbesar di dunia dengan capaian 44 juta gamer.

Guna mendukung industri game lokal, AGI secara rutin memasarkan produk baik ke pasar lokal maupun internasional.

Di ranah lokal, AGI bekerjasama dengan Bekraf dan Idea Networks menghadirkan Bekraf Game Prime yang melibatkan lima puluh game studio lokal.

Sedangkan untuk pasar internasional, AGI bekerja sama dengan Bekraf melibatkan sepuluh game studio lokal yang mengikuti game event global seperti Tokyo Game Show dan Game Connection.

Chief Marketing Officer Agate, Shieny Aprilia mengatakan saat ini Agate masih optimis bergerak di pasar mobile smartphone untuk merangkul pasar usia 18-35 tahun. Selain itu pihaknya juga terus berupaya menyasar game console dan PC.

“Kami memiliki divisi khusus untuk console dan PC. Akhir tahun kemarin merilis game Valthirian Arc Hero School Story yang penjualannya cukup bagus yaitu lebih dari satu juta dollar hanya dalam waktu tiga bulan. Ini bisa jadi flagship bagi pengembang game lokal Indonesia,” jelas Shieny.

Penulis: Peserta Susdape XIX/Adnan Nanda

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Adnan Nanda
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zuckerberg rombak Facebook besar-besaran demi keamanan data

Jakarta (ANTARA) – Mark Zuckerberg mengambil langkah besar untuk menyelamatkan Facebook dari masalah keamanan data, dia akan mengubah platform jejaring sosial terbesar di dunia tersebut menjadi lebih privat dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya mengerti banyak orang yang tidak yakin Facebook bisa atau mau membuat platform yang berorientasi privat seperti ini, kami saat ini tidak punya reputasi yang kuat untuk membuat layanan yang melindungi data pribadi. Kami juga selama ini fokus pada perangkat yang terbuka,” kata Zuckerberg dalam tulisan panjang di Facebook, dikutip Jumat.

Zuckerberg mengibaratkan platform mereka, Facebook dan Instagram menghubungkan individu maupun komunitas yang cakupannya layaknya sebuah kota. Tapi, sekarang ini, kebutuhan untuk terhubung secara privat juga terus meningkat, seperti saat sedang mengobrol di ruang keluarga.

Membagikan pesan dalam berbagai bentuk secara privat saat ini merupakan platform yang paling cepat berkembang di ranah komunikasi dalam jaringan, pengguna internet khawatir apa yang mereka bagikan akan terus terekam jika dalam platform yang terbuka.

“Tapi, saat ini, orang-orang juga ingin berinteraksi secara privat, dan ada peluang untuk membuat platform yang lebih sederhana yang mengutamakan privasi,” kata dia.

Facebook sebenarnya sudah memiliki platform yang bersifat privat, sejak mereka mengakuisisi WhatsApp. Zuckerberg akan mengembangkan Facebook berdasarkan konsep WhatsApp, yang dilindungi enkripsi end-to-end sehingga Facebook sendiri pun tidak dapat melihat pesan yang dikirimkan antarpengguna.

Facebook menjanjikan platform baru yang lebih privat tersebut berdasarkan prinsip-prinsip berikut.

1. Interaksi pribadi
Facebook menjanjikan para penggunanya bisa mengatur dengan siapa mereka berkomunikasi dan apa yang dibicarakan tidak bocor. Di masa mendatang, Facebook merancang agar pengguna Messenger bisa mengirim pesan ke WhatsApp, dilengkapi dengan enkripsi.

2. Enkripsi dan keamanan
Zuckerberg menyadari enkripsi end-to-end pada platform berbagi pesan sering disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak baik. Facebook berjanji untuk memperbaiki sistem mereka agar dapat menghentikan orang-orang jahat memanfaatkan platfomr mereka untuk hal-hal negatif.

3. Melindungi jejak digital
Salah satu keuntungan, sekaligus kerugian, berbagai melalui media sosial adalah jejak digital tidak bisa hilang. Facebook menjanjikan hanya akan menyimpan pesan atau stories dalam waktu yang tidak terlalu lama.

4. Interoperabilitas
Aplikasi yang mereka buat akan mudah digunakan sekaligus aman.

5. Keamanan data
Facebook tidak akan menyimpan data-data sensitif di negara yang tidak memiliki reputasi yang baik dalam hal keamanan maupun hak asasi manusia, misalnya kebebasan berekspresi, agar data mereka tidak sembarangan diakses.

Baca juga: Pengguna kini bisa naik banding bila konten dihapus Facebook

Baca juga: Pengumpulan data Facebook terganjal aturan di Jerman

Baca juga: Akun facebook jaksa negara Pamekasan dibobol peretas

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akhirnya, game PS4 bisa dimainkan di iPhone

Jakarta (ANTARA) – Permainan digital PlayStation 4 yang biasanya hanya bisa dimainkan di perangkat konsol dan piranti mobile tertentu saja, sekarang sudah bisa dimainkan di smartphone Apple, iPhone.

Kabar menggembirakan untuk pengguna iOS ini datang setelah Sony merilis aplikasi Remote Play di App Store, yang artinya memungkinkan pengguna iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya bisa memainkan games PlayStation 4 di perangkat mereka.

“Akhirnya!! Terima kasih banyak,” tulis Justin Michael Suero, seorang warganet yang mungkin juga penggemar game PlayStation 4 mengomentari dirilisnya Remote Play untuk iOS, Jumat.

PlayStation 4 untuk iOS ini hadir lebih dari empat tahun setelah Sony menghadirkan Remote Play diperkenalkan di Xperia Z3, dan kemudian di Android serta PC Windows dan Mac.

Jauh sebelum itu, game PlayStation 4 hanya bisa dimainkan di perangkat mobile dengan sistem PS Vita.

Dengan hadirnya Remote Play ke sistem iOS, pengguna perangkat mobile Apple sekarang bisa memainkan games PlayStation 4 di mana pun ia berada selama ada koneksi internet atau Wi-Fi dengan kecepatan tinggi.

Namun, tidak semua permainan bisa dimainkan gratis, banyak permainan yang berbayar untuk bisa memainkannya.

Remote Play hanya bisa dimainkan di perangkat Apple yang sudah menggunakan iOS versi 12.1 atau yang lebih tinggi, di antaranya iPhone 7, iPad generasi keenam, iPad Pro generasi dua dan beberapa lainnya.

Pengguna juga bisa menambahkan pengontol (controller) yang bisa dihubungkan dengan kabel USB ke perangkat atau menghubungkan smartphone ke layar yang lebih besar.

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dash Text uji coba integrasi WhatsApp-Telegram

Jakarta (ANTARA) – Dash Text, layanan populer yang memungkinkan individu mengirim mata uang kripto melalui text SMS, sekarang sedang menguji coba aplikasi WhatsApp yang diintegrasikan dengan Telegram.

Bahkan, Dash Text yang berbasis di Venezuela itu, mengajak khalayak yang ingin berpartisipasi dalam uji coba tersebut untuk bergabung. Aplikasi integrasi Telegram dan WhatsApp yang diuji coba Dash Text itu memang masih dalam versi beta. Versi jadinya nanti akan dirilis di beberapa negara sebelum tersedia di seluruh dunia.

Telegram merupakan platform perpesanan terpopuler kedua di Venezuela setelah WhatsApp. Mereka sekarang menerima aplikasi beta integrasi Telegram-WhatsApp namun partisipannya masih terbatas karena aplikasi hanya baru tersedia dalam bahasa Spanyol.

Lorenzo Rey dari Dash Text, dalam laporan Dash News dikutip Kamis, mengakui bahwa banyak individu, terutama di luar Venezuela, yang menggunakan platform alternatif.

Integrasi Telegram-WhatsApp lebih memungkinkan pelanggannya untuk mengirimkan uang satu sama lain bahkan jika memori ponsel mereka tidak didukung dompet seluler simple payment verification (SPV).

“Ya, permintaan utama adalah pengiriman uang ke Venezuela, itu sebabnya kami berpikir untuk mengintegrasikan aplikasi chatting populer,” kata Rey.

Tahun lalu, Venezuela menjadi berita internasional karena hiperinflasi ekstremnya dan sekarang membuat berita lagi untuk menutup perbatasannya dengan Brasil dan mungkin melakukan hal yang sama dengan Kolombia.

Tim Dash Text telah mengakui bagaimana Dash dapat membantu individu keluar dari kondisi ekonomi dan politik yang buruk dan masih bekerja di tengah kekacauan untuk memberikan produk dan layanan yang membantu individu mencapai kebebasan finansial dan moneter.

Proposisi nilai Dash Text telah divalidasi oleh perusahaan lain di sektor yang sama, seperti CoinText, yang memungkinkan individu di beberapa negara mengirim Dash atau Bitcoin Cash melalui teks SMS dengan biaya mendekati nol.

Baca juga: Apple akhirnya loloskan pembaruan Telegram

Baca juga: WhatsApp ubah antarmuka setelah beberapa tahun

Baca juga: WhatsApp rilis fitur Picture in Picture

Penerjemah:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grab dapat suntikan miliaran dolar dari Softbank

Jakarta (ANTARA) – Grab Holdings Inc mengumumkan mereka mendapatkan pendanaan dari Softbank Vision Fund senilai 1,46 dolar Amerika Serikat (setara Rp20,7 triliun) untuk keberlangsungan bisnis mereka.

“SoftBank dan the Vision Fund adalah investor strategis jangka panjang bagi Grab dan kami berterima kasih atas dukungan berkelanjutan mereka bagi pertumbuhan Grab. Investasi ini merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab sebagai super app nomor satu di Asia Tenggara dalam mengembangkan ekosistem teknologi di kawasan ini,” kata CEO Grab, Anthony Tan, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Grab mendapatkan dana total 4,6 miliar dolar dalam putaran pendanaan seri H, dengan investor Toyota Motor Corporatiom, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Perusahaan berbasis di Singapura ini akan menggunakan dana investasi untuk mengembangkan rencana mereka menjadi super app di Asia Tenggara, antara lain memperluas layanan keuangan, pengiriman makanan, pengiriman barang, pembayaran digital.

Grab juga berencana membuka layanan baru untuk mengembangkan jasa yang yang sudah mereka sediakan sejak 2018, antara lain video on-demand hasil kerja sama dengan HOOQ dan layanan pemesanan hotel melalui kerja sama dengan Booking Holdings.

Grab berencana menghabiskan sebagian besar dana investasi ini di Indonesia, yang bisnisnya meraih pendapatan dua kali lipat pada 2018 lalu.

Investasi ini akan digunakan untuk memperluas GrabFood dan GrabExpress serta sejumlah layanan baru.

Bisnis Grab di Asia Tenggara terus bertumbuh sejak mereka mengakuisisi layanan Uber di regional, pendapatan mereka naik hampir dua kali lipat pada periode Maret-Desember 2018.

Baca juga: Pilih kasih order grabcar terhadap mitra khusus dinilai pelanggaran

Baca juga: Grab akui bahas perkembangan mobil listrik dengan Luhut

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Symantec ungkap metode-metode serangan siber 2018

Jakarta (ANTARA) – Penjahat siber meraup jutaan dolar melalui formjacking dan membuat ancaman serius bagi perusahaan maupun konsumen. Laporan ancaman tahunan Symantec mengungkapkan bahwa serangan penjahat siber kini lebih agresif, merusak, dan tersembunyi.

Para penjahat dunia maya kini menggandakan metode-metode alternatif seperti formjacking untuk menghasilkan uang. Hal tersebut diungkapkan oleh Internet Security Threat Report (ISTR) Volume 24 dari Symantec, dengan sorotan utama dari laporan tersebut meliputi:

1. Formjacking
Serangan ini sangat sederhana, pada dasarnya seperti skimming ATM virtual, di mana penjahat siber menyuntikkan kode berbahaya ke situs web toko ritel untuk mencuri detail kartu pembayaran pembeli. Rata-rata lebih dari 4.800 situs web unik diinfeksi dengan kode formjacking setiap bulan. Tahun 2018, serangan ini ramai terjadi di bulan November dan Desember.

2. Cryptojacking dan Ransomware
Cryptojacking paling diandalkan oleh para penjahat siber yang ingin mendapatkam uang dengan cara mudah. Para penjahat ini memanfaatkan kekuatan pemrosesan dan penggunaan CPU cloud yang dicuri dari konsumen dan perusahaan untuk menambang cryptocurrency. Namun pada 2018, terjadi penurunan terutama karena penurunan nilai cryptocurrency dan meningkatnya adopsi cloud dan komputasi mobile yang menjadikan serangan kurang efektif.

Sedangkan ransomware serangannya menurun hingga 20 persen. Namun perusahaan tidak boleh lengah karena infeksi ransomware perusahaan tetap melonjak sebesar 12 persen di tahun 2018.

3. Cloud
Penyimpanan melalui cloud yang salah dikonfigurasi dapat merugikan perusahaan hingga jutaan dolar. Tahun 2018, lebih dari 70 juta data dicuri atau bocor dari penyimpanan S3 yang dikonfigurasi dengan buruk. Selain itu, terdapat banyak tool yang mudah diakses yang memungkinkan penyerang untuk mengindentifikasi sumber daya cloud yang salah dikonfigurasi di internet.

4. Tool Living off the land (LotL)
Serangan rantai pasokan dan LotL kini menjadi lebih lumrah dalam lanskap ancaman modern, yang secara luas diadopsi oleh penjahat siber dan kelompok-kelompok penyerang tertarget. Serangan rantai pasokan pun meningkat 78 persen di tahun 2018. Teknik LotL juga memungkinkan penyerang untuk menyembunyikan identitas dan aktivitas mereka dalam banyak transaksi-transaksi legal.

5. Internet of Things (loT)
Walaupun serangan loT tetap tinggi dan konsisten dengan yang terjadi di tahun 2017, profil serangan IoT berubah secara drastis. Meskipun router dan kamera terhubung memiliki persentase terbesar dari perangkat yang terinfeksi (90 persen) hampir setiap perangkat IoT terbukti rentan, mulai dari bohlam cerdas hingga voice assistant yang menciptakan titik-titik masuk tambahan bagi penyerang. Kelompok penyerang bertarget juga semakin fokus pada IoT sebagai titik masuk utama.

“Dengan tren yang semakin meningkat menuju konvergensi IT dan IoT industri, medan perang dunia maya berikutnya adalah teknologi operasional. Semakin banyak kelompok seperti Thrip dan Triton, menunjukkan minatnya dalam menginfeksi sistem operasional dan sistem kontrol industri yang berpotensi mempersiapkan perang siber,” ujar Halim Santoso, Director Systems Engineering ASEAN Symantec, di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Serangan siber intai jaringan telekomunikasi di tahun politik

Baca juga: Jelang pemilu, serangan siber incar data perolehan suara

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selektif pilih aplikasi Android dan iOS jika tak ingin dimata-matai

Ponsel pintar bisa menjadi perangkat mata-mata terhebat sekarang ini, karena data pribadi hingga lokasi pengguna bisa dengan mudah dilacak lewat aplikasi baik Android maupun iOS.

Menurut penelitian Symantec, perusahaan keamanan siber terkemuka dunia, 45 persen aplikasi paling populer di Android dan 25 persen aplikasi terpopuler iOS meminta pelacakan lokasi. Lalu, 46 persen aplikasi terpopuler Android dan 24 persen aplikasi terpopuler iOS meminta izin untuk mengakses kamera pada perangkat Anda.

Tak hanya itu, alamat email juga dibagikan di antara 44 persen aplikasi Android teratas dan 48 persen aplikasi iOS paling populer. Tool digital yang mengumpulkan data ponsel untuk melacak anak-anak, teman atau ponsel juga semakin meningkat dan hal ini membuka jalan bagi penyalahgunaan dalam pelacakan orang lain tanpa persetujuan.

Baca juga: Symantec beli perusahaan keamanan siber Fireglass

Menurut data Symantec, lebih dari 200 aplikasi dan layanan menawarkan berbagai kemampuan bagi para penguntit, termasuk melacak lokasi, mengumpulkan pesan-pesan teks dan bahkan merekam video secara diam-diam. 

Halim Santoso, Director System Engineering ASEAN di Symantec mengatakan bahwa diperlukan kesadaran masyarakat dalam memilih sebuah aplikasi. Salah satu caranya adalah dengan membaca syarat dan ketentuan sebelum mengunduh sebuah aplikasi.

“Yang paling penting perhatikan term and condition-nya saja, yang lainnya enggak usah. Kalau kira-kira ada yang aneh dalam permintaannya, mending cari aplikasi lain yang serupa saja,” ujar Halim Santoso dalam acara “Internet Security Threat Report (ISTR) Symantec di Jakarta, Rabu. 

Halim melanjutkan,”Misalnya kita mau instal aplikasi Flash LED, kalau cuma Flash LED aja kenapa harus pakai minta lokasi segala atau akses foto. Kita harus memikirkan ke sana.”

Baca juga: Symantec Web Isolation bikin browsing situs makin aman

Baca juga: 2017, jumlah serangan siber ke perusahaan meningkat

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verifikasi dua langkah Facebook bikin nomor ponselmu tersebar?

Jakarta (ANTARA) – Facebook kembali dikritik atas keamanan data pengguna meskipun mereka sudah menambah berbagai fitur untuk memperketat keamanan di platform mereka agar tidak terjadi kebocoran.

Kritik terbaru datang dari bos Emojipedia, Jeremy Burge, yang menemukan beberapa hal tentang verifikasi dua langkah atau two-factor authentication di Facebook. Burge melalui akun Twitter @jeremyburge membeberkan temuannya dalam ulasan tentang verifikasi dua langkah yang dinilai mencurigakan.

Two-factor authentication selama ini dikenal sebagai perlindungan berlapis ketika masuk atau log in ke akun Facebook. Jika pada log in biasa pengguna akan langsung masuk ke platform media sosial tersebut, melalui verifikasi dua langkah, Facebook akan mengirim kode ke nomor ponsel dan pengguna harus memasukkan kode tersebut agar dapat masuk.

Metode ini juga digunakan untuk Instagram.

Mengutip laman Phone Arena, Facebook menggunakan nomor ponsel tersebut agar akun dapat ditemukan oleh teman, dan merupakan setelan tetap atau “by default”. Pengguna internet bisa mencari nomor ponsel di Facebook dan akan tersambung dengan nama dan informasi lainnya di akun tersebut.

Padahal, pengguna mengaitkan nomor ponsel ke Facebook untuk verifikasi dua langkah atau two-factor authentication. Burge menyatakan saat pertama kali memperkenalkan fitur menambahkan nomor ponsel, Facebook tidak pernah menyebutkan “and more” atau “lainnya”.

Setelan tetap berarti pengguna tidak bisa mematikan fitur orang lain namun dapat melihat akunnya melalui nomor ponsel. Tapi, pengguna bisa membatasi informasi apa saja yang bisa dilihat orang lain dengan membatasi siapa saja yang bisa melihat informasi tersebut.

Caranya, di menu pengaturan batasi informasi hanya dapat dilihat oleh “teman”  (friends) bukan “semua orang” (everyone).

Facebook disinyalir juga membagikan nomor ponsel tersebut di antara platform Instagram dan WhatsApp, bahkan dicurigai nomor ponsel juga jatuh ke tangan pengiklan.

Baca juga: Tahun lalu, Facebook hapus ratusan juta akun palsu

Baca juga: Pengguna kini bisa naik banding bila konten dihapus Facebook

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banyak perusahaan Asia Pasifik tak puas dengan teknologi SDM

Jakarta (ANTARA) – Peran teknologi dalam fungsi sumber daya manusia memang meningkat, namun ternyata lebih dari setengah perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik tidak puas dengan platform teknologi bidang itu saat ini.

Lebih dari setengah (55 persen) perusahaan di kawasan itu merasa tidak puas dengan platform teknologi SDM mereka saat ini, naik 10 persen dari 2016, kata Alight Solutions, perusahaan solusi SDM, berdasarkan hasil penelitiannya, dikutip Selasa.

Merespons kondisi itu, hampir 60 persen perusahaan secara aktif merencanakan dan mengevaluasi investasinya pada teknologi terbaru dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.

Dalam laporan The State of HR Transformation Study 2018-19, Alight mengamati lebih dari 670 organisasi dari berbagai sektor di Asia Pasifik, merepresentasikan 6,1 juta pegawai dan pendapatan 7 triliun dolar AS untuk menentukan pendekatan dalam mengidentifikasi dan mengimplementasikan solusi SDM yang memberikan dampak besar dengan upaya minimal.

Melalui penelitiannya, Alight menemukan bahwa pelayanan dan teknologi SDM merupakan hal penting dalam kesuksesan dan kesiapan organisasi di masa depan, kemudian akibat kesenjangan kemampuan mereka akan berupaya meningkatkan kapasitas SDM-nya, dan yang menggembirakan bahwa lebih dari 60 persen perusahaan di Asia Pasifik memiliki model layanan SDM yang teridentifikasi dengan baik.

Yang lainnya, bahwa otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) diharapkan akan semakin banyak digunakan dalam 18-24 bulan mendatang, dan terakhir mereka akan mengimplementasikan analisis SDM yang lebih kuat.

“Di era cloud dan peningkatan teknologi, ketergantungan Asia Pasifik terhadap strategi platform SDM yang terbaik sudah berakhir. Konsolidasi platform dan layanan omni-channel akan menjadi pembeda terbesar untuk mendorong SDM di dunia digital,” tutur Vikrant Khanna, Asia leader, HR transformation and change, Alight Solutions.

Tren organisasi

Alight juga meneliti mengenai tren organisasi yang akan muncul di Asia Pasifik pada 2020, dimana 67 persen organisasi akan memiliki setengah program pembelajaran dengan video, 67 persen akan menerima sebagian besar feedback karyawan, dan setengah dari mereka akan menjalani proses kinerja dengan AI.

Sebanyak 63 persen dari organisasi mengatakan bahwa proses SDM mereka akan dijalankan secara mobile-first, dan hampir setengah (47 persen) perusahaan berharap setengah proses kerja mereka dilakukan dengan teknologi wearable.

Dan, lebih dari setengah organisasi mengharapkan sebagian besar (80 persen) keputusan terkait karyawan didasarkan pada analisis.

“Fungsi SDM di organisasi Asia Paifik merupakan sebuah perjalanan untuk meminimalisasi waktu yang dihabiskan dalam melakukan transaksi dan administrasi untuk memberikan pengalaman karyawan yang unggul dan menndorong kerja sama bisnis yang memfasilitasi transformasi organisasi,” jelas Shaswat Kumar, Asia leader, HCM Solutions, Alight.

Kumar menambahkan, perusahaan di Asia Pasifik menyadari bahwa fungsi SDM yang diberdayakan merupakan kunci dari transformasi, dan 75 persen dari mereka ingin meningkatkan kapabilitas SDM-nya, terutama dalam bidang analisis dan kecerdasan digital.

Baca juga: SDM dan infrastuktur tantangan utama implementasi AI

Baca juga: AI dan big data akan jadi masa depan e-commerce Indonesia

Baca juga: Perusahaan Indonesia masih berhati-hati untuk transformasi digital

Baca juga: Kemenkominfo perketat pengawasan perusahaan penyedia tanda tangan digital

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak hanya “unicorn”, ini enam tingkatan valuasi startup

Jakarta (ANTARA) – Startup atau perusahaan rintisan seakan selalu menarik untuk diulas. Kehadiran berbagai jenis startup di tengah masyarakat ini bukan hanya untuk bisnis saja, namun juga menjadi sebuah alternatif untuk memudahkan urusan penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Indonesia Digital Creative Industry Society, jumlah startup yang berkembang di Indonesia hingga akhir tahun 2018 mencapai 992 startup yang menjangkau berbagai macam sektor. Mulai dari sektor transportasi, pendidikan, teknologi, hingga travelling. Banyaknya demand atau permintaan konsumen terhadap jasa dari startup membuat perusahaan-perusahaan ini mendapatkan atensi dari pemodal atau investor agar dapat terus berkembang dan berinovasi.

Karena pertumbuhan dari startup sangat erat kaitannya dengan pendanaan, maka tidak mengherankan jika startup selalu identik dengan nilai atau valuasi. Beberapa istilah dari tingkatan valuasi startup seperti “unicorn” dan “decacorn” juga mulai familiar saat ini. Namun, sebenarnya apakah itu valuasi perusahaan rintisan?

“Valuasi merupakan nilai dari suatu perusahaan rintisan. Startup saat ini masih tergolong semi-enterprise, sehingga nilai valuasinya ditentukan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor yang kemudian membuat perhitungan nilai valuasi startup menjadi beragam, tergantung dari persetujuan tersebut,” kata Social Media Specialist Dailysocial.id, Prilita Kamalia, kepada Antara, beberapa waktu lalu.

Nilai atau valuasi dari sebuah perusahaan dapat dihitung melalui beberapa cara, dan cara yang paling mudah adalah dengan menunjukkan profit bisnisnya.

Misalnya sudah berapa banyak fitur yang telah dibuat dan dikembangkan, bagaimana respons masyarakat sebagai pengguna, seperti apa pertumbuhan user-nya, dan sebagainya. Dengan pertumbuhan yang signifikan, perusahaan tersebut akan terus mendapatkan dukungan dari investor dan secara langsung juga menambah nilai perusahaannya.

“Karena itu, startup yang muncul saat ini sangat gencar untuk mempromosikan produknya kepada publik. Interaksi dengan pengguna menambah kredibilitas perusahaan dan tentu dapat meyakinkan investor untuk mendukungnya,” tambahnya.

Tingkatan valuasi startup
  Tingkatan valuasi startup. (ANTARA News/Dea N. Zhafira)

Tingkatan nilai atau valuasi dalam dunia startup bukan hanya “unicorn” dan “decacorn”. Saat ini terdapat enam sebutan dalam tingkatan valuasi perusahaan rintisan; yaitu cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Tiga tingkatan awal dari perusahaan rintisan merupakan langkah pertama dari pertumbuhan suatu startup. Dalam level “cockroach”, perusahaan rintisan memulai usahanya dan giat untuk melakukan promosi kepada publik.

Prilita menambahkan, pertumbuhan nilai dari perusahaan biasanya mulai terlihat ketika perusahaan tersebut berada di level “pony” dengan valuasi sebesar 10 juta dolar atau sekitar Rp141 miliar.

“Ketika sebuah perusahaan startup berada di level ini, perusahaan tersebut memiliki tantangan untuk mempertahankan atau malah mampu mengembangkan nilainya ke tingkatan selanjutnya, seperti centaurs atau bahkan unicorn,” terangnya.

Startup disebut centeur ketika ia memiliki valuasi 100 juta dolar, unicorn 1 miliar dolar, decacorn 10 miliar dolar, dan hectocorn memiliki valuasi lebih dari 100 miliar dolar.

Tiga level teratas dari valuasi startup adalah “unicorn”, “decacorn” dan “hectocorn”. Memerlukan waktu yang tidak sebentar bagi perusahaan-perusahaan rintisan untuk mendapatkan “gelar” ini.

Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan BukaLapak merupakan empat perusahaan rintisan Indonesia yang telah menyabet gelar “unicorn”. Sedangkan Grab, startup asal Singapura telah menjadi pemilik predikat“decacorn” pertama di Asia Tenggara. Untuk “hectocorn” dengan valuasi mencapai USD100 miliar masih dipegang oleh Apple, Google, dan Microsoft.

Baca juga: Startup gagal karena ingin cepat kaya

Baca juga: Menristekdikti targetkan seribuan “startup” baru pada 2019

(Peserta Susdape XIX/Dea N. Zhafira)

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Astra dan GOJEK bentuk perusahaan patungan

Jakarta (ANTARA) – PT Astra International Tbk dan GOJEK hari ini umumkan kesepakatan pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk mendorong pengembangan bisnis ride hailing roda empat yang diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan layanan transportasi online dari pintu ke pintu untuk masyarakat.

Astra juga mengumumkan partisipasinya dalam tahap pertama pendanaan seri F GOJEK dengan investasi sebesar 100 juta dolar AS. Dengan tambahan investasi tersebut, total investasi Astra pada GOJEK kini mencapai 250 juta dolar AS.

“Pembentukan perusahaan patungan dan partisipasi Astra dalam pendanaan seri F menunjukkan kepercayaan kami kepada GOJEK sekaligus wujud nyata dari eksplorasi kerjasama kami untuk menciptakan sinergi dengan bisnis otomotif Astra,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Senin.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu masyarakat luas masuk ke sektor ekonomi formal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” tambahnya.

Saat ini Indonesia tercatat memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi digital paling pesat di Asia Tenggara.

Dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 49 persen pada periode tahun 2015-2018, sektor ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun 2025 dari 27 miliar dolar AS pada tahun 2018.

Kemitraan strategis yang terjalin antara Astra dan GOJEK diharapkan dapat memaksimalkan potensi Indonesia untuk terus menjadi pelopor ekonomi digital yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

Chief Executive Officer dan Founder GOJEK Nadiem Makarim mengatakan bahwa potensi perekonomian digital di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis dengan menggabungkan kekuatan di masing-masing industri.

“Gabungan kekuatan Astra di bidang otomotif dan GOJEK di bidang teknologi melalui kerja sama ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan, sehingga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Nadiem.

Diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK kini menjadi salah satu pemain terdepan di Asia Tenggara untuk sektor digital and mobile consumption. GOJEK saat ini telah berkembang menjadi superapp yang membentuk sebuah ekosistem untuk kemudahan bertransaksi, menghubungkan jutaan konsumen dengan jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant) dan penyedia layanan (service provider).

Perusahaan patungan yang sepakat dibentuk Astra dan GOJEK direncanakan akan menyediakan ribuan unit armada dengan sistem pengelolaan operasional kendaraan yang didukung oleh Astra FMS (Fleet Management System) dan teknologi ride hailing pada aplikasi GOJEK, khususnya layanan GO-CAR.

Perusahaan ini akan memberikan kesempatan kepada mitra untuk memberikan layanan transportasi online pintu ke pintu dengan kualitas prima kepada pelanggan sekaligus meraih pendapatan yang layak melalui layanan GO-CAR.

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019