Google tambah fitur pesan dalam Google Maps

Jakarta (ANTARA News) – Sebuah tangkapan layar mengungkapkan bahwa Google telah meluncurkan fitur baru perpesanan untuk Google Maps versi Android.

Fitur Pesan memungkinkan pengguna Maps untuk terlibat dalam percakapan dengan sebuah usaha bisnis. Namun, belum jelas berapa banyak usaha yang memanfaatkan fitur baru ini.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu, fitur Pesan tersebut ada di bagian pengaturan Google Maps. Dalam fitur Pesan tertulis bahwa pengguna dapat menghubungi bisnis dengan mengetuk tombol “Pesan” di halaman Google mereka.

Dengan semua aplikasi perpesanan yang tersedia untuk pengguna Android, manambahkan fitur ini nampaknya bukan merupakan upaya dari Google untuk menambah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengobrol dengan teman dan anggota keluarga.

Fitur ini memiliki penggunaan yang lebih spesifik, seperti mencari tahu informasi tentang toko atau bisnis lokal yang tidak dapat dengan mudah ditemukan di situs webnya.

Salah seorang pengguna yang dilaporkan mendapat uji coba ini adalah seseorang yang bertanggung jawab atas pemasaran online untuk klub malam, dan mengaktifkan fitur Pesan Google Maps untuk bisnis ini.

Dia mengatakan bahwa pengguna Google Maps sering mengunjungi informasi tentang klub di Google Maps, namun dia mengaku belum menerima pesan dari pengguna Maps.

Dia juga tidak mengetahui pasti apakah hal itu dikarenakan Google belum meluncurkan fitur tersebut secara luas, atau karena klub malam bukan jenis bisnis yang dirancang untuk fitur baru ini.

Sementara itu, dari pantauan Antara, Rabu pagi, fitur tersebut sudah tersedia di aplikasi Google Maps Android — dengan terlebih dahulu melakukan pembaruan aplikasi.

Saat fitur Pesan dipilih pada menu Pengaturan, muncul tulisan yang berbunyi “Belum ada pesan. Hubungi tempat usaha dengan menge-tap tombol “Pesan” di halaman Google milik tempat usaha tersebut.”
  Hasil tangkap layar fitur Pesan dalam aplikasi Google Maps Android (ANTARA News/Arindra Meodia)

Baca juga: Hakim tolak gugatan versus Google atas perangkat lunak pengenal wajah

Baca juga: Google akan transisikan aplikasi web Pesan Android

Baca juga: Google Maps miliki fitur kirim pesan

Baca juga: Google Maps hadirkan opsi berbagi perkiraan waktu tiba

Baca juga: Google Maps akan tersambung ke pemutar musik

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SIRCLO fasilitasi transaksi Rp500 miliar selama 2018

Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan penyedia perangkat lunak untuk berjualan online, SIRCLO, menyatakan bahwa selama 2018 pihaknya telah memfasilitasi transaksi online senilai sekitar Rp500 miliar.

Angka itu didapatkan dari hampir 1.000 pengguna berbayar SIRCLO Store dan sekitar 30 perusahaan yang mewakili 100 brand besar di bawah SIRCLO Commerce, kata CEO dan founder SIRCLO, Brian Marshal, dalam siaran persnya, Rabu.

Beberapa brand lokal yang menggunakan jasa SIRCLO antara lain This Is April yang memiliki lebih dari 40 toko fisik dan ATS The Label yang kerap berpartisipasi dalam ajang pagelaran busana seperti Jakarta Fashion Week (JFW).

Kemudian brand busana Wearing Klamby dan Ittaherl, serta sejumlah brand nasional dan internasional seperti KAO, Kelloggs, Quaker Oats, hingga Reckitt Benckiser telah mempercayakan solusi ritel online penuh dari SIRCLO Commerce.

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan marketplace dalam waktu tiga tahun terakhir, sejumlah brand fashion dan apparel tertarik untuk berjualan dalam platform marketplace, namun mengalami keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan operasionalnya, kata Brian.

Menjawab tantangan tersebut, pada akhir tahun 2016, SIRCLO merambah bisnis pengelolaan brand dengan SIRCLO Commerce. Layanan ini merupakan channel management solution (CMS) yang membantu brand untuk berjualan di berbagai kanal marketplace, namun pengelolaannya tetap tersinkronisasi menggunakan platform teknologi SIRCLO, sehingga lebih praktis dan efisien.

Sekarang, jelas Brian, tuntutan tren penjualan online mengakibatkan banyak brand yang meminta bantuan layanan secara lebih menyeluruh.

“Tidak hanya pengelolaan toko online dan marketplace, SIRCLO Commerce kini turut menangani operasional penjualan dari brand, mulai dari manajemen gudang hingga pengemasan dan pengiriman barang,” kata Brian.

“Dengan penyediaan solusi hulu ke hilir, mulai dari pembuatan website toko hingga pengelolaan operasional penjualan dari brand di satu platform, kami ingin SIRCLO bisa menjadi one-stop solution yang praktis dan terjangkau bagi semua klien,” tambah Ratri E. Rahayu, Marketing Manager SIRCLO.

Di tahun 2019, Ratri optimis bahwa tren penjualan ritel online akan terus bertumbuh dan semakin banyak pelaku usaha yang akan terjun di dalamnya, baik dari kalangan pemula maupun profesional.

“Di tahun 2019 ini, kami berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam mengiringi proses transformasi dan perkembangan e-commerce di Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan inisiatif dari program bimbingan klien dari skala kecil menengah, hingga menengah ke atas,” kata Ratri menambahkan.

Di Indonesia, pertumbuhan penjualan ritel secara online meningkat sebesar 17 persen per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor ritel tradisional yang hanya 5-6 persen.

Baca juga: Kilas balik e-commerce sepanjang 2018 (video)

Baca juga: Bukalapak uji coba kode QR

Baca juga: E-Commerce di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Platform digital makin dilirik sebagai saluran distribusi film

Jakarta (ANTARA News) – Platform digital berupa layanan Over-The-Top (OTT) semakin dilirik oleh para pembuat film sebagai salah satu saluran untuk mendistribusikan karya mereka, tak terkecuali Kimo Stamboel, sutradara dan produser film “DreadOut.”

“Banyak para produser film Indonesia yang sudah merambah ke sana,” ujar Kimo dalam temu media sebelum Gala Premier “DreadOut” di Jakarta, Rabu.

Hal ini, menurut Kimo, akan mengurangi risiko kerugian yang bisa saja dihadapi pembuat film.

“Masalah risiko pasti selalu ada, cuman sebagai produser risiko itu diperkecil sekecil-kecilnya, jalur distribusi yang memperkecil risiko itu adalah platform digital,” kata dia.

Lebih lanjut, Kimo melihat pada 2019 akan banyak rumah produksi yang mulai mengubah strategi mereka dengan memperluas distribusi ke saluran platform digital.

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa penjualan tiket masih menjadi “kue” yang dituju para pembuat film.

“Di 2019 kayaknya kebanyakan filmmaker di Indonesia sudah mulai approach-nya seperti itu, karena dari segi investasi lumayan aman, bisa-bisa balik modal duluan sebelum filmnya tayang,” kata Kimo.

“Bioskop tetap akan merajai karena orang kan experience nya berbeda kalau nonton di bioskop sama nonton di tv,” sambung dia.

Tren ini menurut Kimo juga sejalan dengan jumlah OTT yang mulai banyak bermunculan di Indonesia — Hooq, Viu, Iflix, Catcthplay bahkan Netflix yang berasal dari Amerika — yang juga diiringi dengan pertumbuhan penonton streaming.

Kimo mengungkapkan bahwa penjajakan dengan platform digital dapat dilakukan sebelum film dirilis. “Maksudnya bukan berarti kita rilis ke platfrom tersebut, kita kasih film ke distributor terus distributor melihat, mereview film tersebut,” ujar dia.

Namun, biasanya penawaran ke saluran platform digital dilakukan setelah film tayang di bioskop. Pemilihan OTT pun berbeda-beda sesuai dengan wilayah, seperti Asia, Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Eropa Tengah.

“Menurut saya secara distribusi yang paling terbaik adalah kita jual ke satu OTT dan dijualnya worldwide, udah kita enggak usah mikir lagi,” ujar Kimo.

Untuk karya terbarunya, “DreadOut” yang akan tayang perdana di bioskop pada 3 Januari, Kimo mengatakan akan mendistribusikan film yang diadaptasi dari game tersebut di platform digital.

Langkah ini sebenarnya telah dia lakukan untuk karya filmnya terdahulu, film laga yang dibintangi Iko Uwais, “Headshot,” yang dirilis pada 2016.

“Hooq, Viu, Netflix dan Iflix itu yang kita saat ini menuju ke sana ketika sudah tayang,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan produser film “DreadOut” Wida Handoyo bahwa saat ini tengah dalam pembicaraan dengan para OTT. “Kita diskusi untuk mendapat angka terbaik tidak hanya Indonesia tapi juga luar negeri,” ujar dia.

Wida juga menambahkan bahwa film “DreadOut” akan masuk ke OTT setelah tiga bulan dari penayangan perdana di bioskop. Selain itu, dia juga mengungkapkan rencana “DreadOut” dijadikan series untuk dirilis di platform digital.

Baca juga: Film “Dreadout” akan tayang 3 Januari 2019

Baca juga: Caitlin Halderman akui peran Linda “Dreadout” sangat menantang

Baca juga: Game DreadOut karya anak negeri akan diangkat ke layar lebar

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengembang siapkan sekuel gim “DreadOut”

Jakarta (ANTARA News) – Pengembang gim “DreadOut” Digital Happiness mengatakan bahwa saat ini tengah mempersiapkan sekuel gim “DreadOut.”

Sayangnya, pengembang gim “DreadOut” Rahmat Imron enggan mengungkapkan kapan “DreadOut 2” akan dirilis.

“Nanti dikabari. Kalau sekarang sih sudah mulai dikembangkan dari tahun lalu. Daripada janji palsu,” ujar Rahmat dalam temu media sebelum acara Gala Premier film “DreadOut” di Jakarta, Rabu.

Namun, dia mengatakan bahwa “DreadOut 2” akan menjadi satu universe dengan film “DreadOut” yang menceritakan pre-kuel dari gim “DreadOut” itu sendiri.

“Jadi memang nanti harapannya, “DreadOut 2” keluar itu nanti akan mengerti “DreadOut 2” seperti ini, “DreadOut 1″ seperti ini. Dan semuanya ada korelasinya,” kata dia.

Gim “DreadOut” diangkat ke layar lebar di bawah tangan dingin sutradara Kimo Stamboel yang sebelumnya telah sukses dengan beberapa judul film diantaranya “Headshot.”

“Dengan diadaptasinya “DreadOut” ke film diharap bisa menjembatani gim agar lebih diapresiasi oleh lokal,” kata Rahmat.

Hal ini, menurut Rahmat, karena gim merupakan bisnis atau industri yang baru “hype” di Indonesia. Namun, dia mengatakan bahwa dari total pendapatan game “DreadOut” hanya 10 persen yang berasal dari Indonesia.

Dia juga mengungkapkan bahwa penjualan “DreadOut” mencapai sekitar satu juta dolar AS dalam kurun waktu kurang lebih sekitar dua tahun. “DreadOut” telah diunduh 2,5 juta pengguna gratis, dan 500 ribu pengguna berbayar.

“Masyarakat mengapresiasi karya lokal, cuman pembeliannya agak sulit. Sekarang dengan film ini bisa diapresiasi lebih gampang oleh gamers Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, sang sutrada film “DreadOut”, Kimo Stamboel, mengatakan bahwa membawa gim tersebut ke layar lebar merupakan tantangan tersendiri, yang dia rasa jauh berbeda dari adaptasi buku atau novel.

“Gim ada visualnya, serunya seperti apa, banyak cerita yang menarik tapi tidak bisa diceritakan. Skenario film ada aturan sendiri, berbeda dari gim yang mengutamakan user experience,” kata Kimo.

“Di film kami menceritakan apa yang belum diceritakan apa yang belum diceritakan di gim, dan membawa semua itu ke dunia nyata,” sambung dia.

Tantangan tersebut dibenarkan oleh Rahmat, di mana film “DreadOut” yang diadaptasi dari gim tersebut memang sedikit berbeda karena perlu penyesuaian.

“Kalau di gim bisa tamat 8 sampai 10 jam, kalau di film dengan dua jam bisa menceritakan semuanya, akan sulit,” kata Rahmat.

Untuk dapat mendekati cerita “DreadOut” yang dia sebut memiliki “skala cerita yang besar,” Kimo berusaha mendekati skala tersebut dengan banyak bertukar pikiran dan berbicara dengan Rahmat.

“Saya coba mendekati skala itu, dan setelah develop masuk ke pre-kuel. Semoga para gamers mengerti dan para penonton dapat mengikuti layaknya sebuah cerita,” ujar Kimo.

Baca juga: Platform digital makin dilirik sebagai saluran distribusi film

Baca juga: Film “Dreadout” akan tayang 3 Januari 2019

Baca juga: Caitlin Halderman akui peran Linda “Dreadout” sangat menantang

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rencana menjadikan “DreadOut” game mobile terganjal regulasi

Jakarta (ANTARA News) – Pengembang game PC “DreadOut”, Digital Happiness, berencana membuat permainan tersebut hadir dalam versi mobile.

Namun, pengembang “DreadOut” Rahmat Imron mengatakan kehadiran game lintas platfom tersebut terganjal dengan regulasi karena alat untuk mengubah format, Software Development Kit, belum bisa masuk ke Indonesia.

“Sangat disayangkan, kalau di luar negeri mereka akan sangat mudah untuk request Software Development Kit. Somehow Indonesia masih di exclude, pemerintah masih usahakan regulasi, saya kurang paham,” ujar Rahmat dalam temu media di Jakarta, Rabu.

“Indonesia masih di-blacklist, karena mungkin pembajakan atau apa — saya enggak tahu. Tapi tantangan buat kami,” sambung dia.

Selain regulasi, Rahmat mengatakan bahwa SDM menjadi tantangan lain.

Dia juga mengatakan sangat berhati-hati dalam hal investasi, dan memilih mengembangkan sendiri dalam format mobile.

“Kita sedang menunggu, karena SDM kita sangat kecil karena memang kita harus tunggu partner yang tepat, budget yang benar karena kita basically Digital Happiness sendiri,” kata Rahmat.

Lebih lanjut, saat ini Rahmat mengaku belum tahu apakah akan menggandeng penerbit game dari luar negeri atau membangun perusahaan di Singapura atau Hong Kong.

Terlepas dari rencana membuat versi mobile, Digital Happiness telah membuat “DreadOut” dalam format VR yang diberi nama “Dread Eye” yang disebut Rahmat merupakan satu kesatuan “Dread Universe.”

Baca juga: Pengembang siapkan sekuel gim “DreadOut”

Baca juga: Platform digital makin dilirik sebagai saluran distribusi film

Baca juga: Caitlin Halderman kena celurit saat syuting “Dreadout”

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Langkah pengembang “DreadOut” hadapi pembajakan

Jakarta (ANTARA News) – Digital Happiness selaku pengembang gim horror PC “DreadOut” sempat menghadapi pembajakan saat permainan tersebut dirilis pada 2014.

“Pembajakannya memang sudah ada bahkan dua hari setelah rilis sudah ada di Mangga Dua,” ujar pengembang gim “DreadOut” Rahmat Imron dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Rahmat mengatakan bahwa Digital Happiness selaku pengembang telah melakukan upaya sedemikian rupa dari segi teknis untuk menghindari pembajakan.

“Gim-nya kita coding supaya misalnya dia mati ga bisa hidup lagi. Itu memang kita sempat upayakan. Cuma memang tetep pembajak pasti bisa di-crack juga,” kata Rahmat.

“Intinya, waktu itu kita sebulan setelah rilis Dreadout itu memang mendorong pengembang lain, bahwa pembajakan akan selalu ada. Maksudnya pembajakan enggak akan bisa bikin bangkrut pengembang, yang bisa bikin bangkrut pengembang itu karena gim-nya enggak bagus,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan bahwa dari total pendapatan gim “DreadOut” hanya 10 persen berasal dari Indonesia. “Sisanya luar negeri, Amerika paling gede,” ujar dia.

Gim “DreadOut” diangkat ke layar lebar dengan Kimo Stamboel (“Rumah Dara,” “Killers” dan ” Headshot”) yang duduk sebagai sutradara. Diadaptasi menjadi film, Rahmat berharap permainan ini dapat diapresiasi lebih mudah oleh para gamers.

Produser film “DreadOut” Wida Handoyo melihat bahwa gim yang diadaptasi menjadi film sangat potensial dari segi bisnis. Hal ini karena menggabungkan dua industri yang saat ini tengah menggeliat di Indonesia.

“Ini pertama kali industri gim dan industri film menjadi satu di Indonesia. Film ini bagian dari sejarah bergabungnya industri gim dan industri film Indonesia,” kata Wida.

“Terlebih, saat pasarnya gede banget, 52 juta penonton film Indonesia. Yang merajai box office Indonesia juga kebanyakan film bergenre horror,” sambung dia.

Sebagai produser dia juga mengungkapkan bahwa film yang akhirnya menghabiskan lebih dari Rp10 miliar tersebut banyak dilirik oleh investor. Dia bahkan mengaku harus memilih mitra yang sesuai dengan visi dan misi mereka.

Tidak hanya soal kekuatan dana, Wida menyebut “kekuatan masing-masing industri” menjadi kriteria untuk bergabung dalam tim investor film “DreadOut,” yang kemudian mengerucut kepada CJ Entertainment dan Skymedia dari industri film, dan distributor gim Lyto Game dari industi gim.

“1,5 juta penonton masih bisa dicapai… Pembukaan sekitar 200-an (layar) seluruh Indonesia. Hari pertama semoga mencapai target, bisa menjaga (jumlah), bahkan menambah,” ujar Wida.

Baca juga: Pengembang siapkan sekuel gim “DreadOut”

Baca juga: Rencana menjadikan “DreadOut” game mobile terganjal regulasi

Baca juga: Platform digital makin dilirik sebagai saluran distribusi film
 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp hentikan dukungan untuk ponsel Nokia lama

Jakarta (ANTARA News) – Aplikasi pesan WhatsApp telah mengakhiri dukungan untuk platform perangkat lunak dan antarmuka pengguna untuk ponsel fitur kelas menengah Nokia, Series 40, pada tanggal 31 Desember 2018.

Lebih jelas, dikutip dari GSM Arena, Kamis, perubahan tersebut hanya memengaruhi ponsel Nokia lama. Sejumlah perangkat yang menjalankan platform ini antara lain berasal dari seri Asha Nokia 308, 309 dan 311.

Feature phone Nokia saat ini menjalankan berbagai platform yang berbeda, di antaranya Seri 30 (atau 30+), lainnya menjalankan Kai OS pada 8810 4G, Yun OS pada 3310 4G atau 3310 3G yang terdaftar sebagai “Samart Feature OS.”

WhatsApp untuk perangkat Kai OS seperti JioPhones (dan mungkin Nokia 8110 4G) tetap akan berlanjut.

Selanjutnya, WhatsApp juga mengumumkan bahwa ponsel Android yang menjalankan OS v2.3.7 Gingerbread atau lebih tua serta iPhone yang menjalankan iOS 7 atau lebih tua tidak dapat membuat akun baru di perangkat tersebut, dan layanan akan dihentikan seluruhnya pada 1 Februari 2020.

Sehingga, saat ini WhatsApp mendukung perangkat Android yang menjalankan OS 4.0+ dan iPhone yang menjalankan iOS 8+.

Sebelumnya, dukungan untuk BlackBerry — yang menjalankan OS classic — dan juga perangkat Windows Phone 7 dihentikan pada 2017.

Awalnya, WhatsApp akan menghentikan layanannya pada awal 2016, namun batas waktu diundur hingga 31 Desember 2017, yang juga mendorong mundung tanggal akhir masa pakai WhatsApp di Seri 40, demikian GSM Arena.

Baca juga: Facebook kembangkan mata uang kripto untuk transfer lewat WhatsApp?
Baca juga: WhatsApp kembali ditinggal petingginya
Baca juga: Apple hapus semua aplikasi sticker WhatsApp di App Store

 

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pokemon GO rayakan tahun baru dengan acara khusus

Jakarta (ANTARA News) – Pengembang gim Pokemon GO, Niantic, baru saja mengumumkan acara khusus yang dinamai Adventure Sync Hatchathon yang akan memberi banyak bonus kepada pemain karena menetaskan telur.

Dikutip dari Phone Arena, Jumat, acara khusus tersebut dimulai pada 2 Januari hingga 15 Januari, namun pemain harus mengaktifkan Adventure Sync untuk membuat langkah mereka dihitung untuk meneteskan telur saat sedang berpergian.

Untuk bonus, Niantic mengumumkan bahwa pemain Pokemon GO dengan menerima 2x Hatch Candy, 2x Hatch Stardust, dan peluang lebih tinggi untuk mendapatkan telur dengan jarak 5km dan 10km dari PokeStops dan Gyms.

“Nikmati dengan lebih banyak cara untuk merayakan Tahun Baru sambil bekerja untuk mendapatkan bonus dengan ringkasan kebugaran mingguan saat Anda memulai resolusi Tahun Baru Anda dengan kaki yang benar,” ujar Niantic.

Tentunya, acara khusus tersebut tersedia di seluruh dunia selama periode yang disebutkan di atas, pada platform Android dan iOS.

Baca juga: Pokemon GO kini dapat hitung langkah layaknya smartwatch

Baca juga: Pokemon GO rayakan ulang tahun ke-2, Pikachu tampil lucu

Baca juga: Tiru Pokemon GO, Jurassic World Alive hadirkan dinosaurus
 

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitur anti-spam kini hadir di aplikasi Pesan Android

Jakarta (ANTARA News) – Fitur perlindungan spam otomatis telah meluncur di aplikasi Pesan Android.

Fitur ini akan menganalisis pesan masuk pengguna untuk mendeteksi dan memfilter semua spam mulai datang ke beberapa pengguna.

Dikutip dari GSM Arena, Jumat, fitur baru tersebut kini hadir sebagai pembaruan sisi server, dan pengguna akan diberi tahu jika fitur ada dan dapat diaktifkan secara default.

Jika Anda khawatir Google membaca pesan Anda, Anda dapat mematikannya dengan menekan ikon tiga titik di aplikasi Pesan, lalu memilih tab Advanced, di mana Anda akan menemukan “sakelar” “Perlindungan Spam”.

Terkait cara kerja sistem ini, dalam pernyataan resmi kepada The Verge, Google menyatakan bahwa untuk membantu mengidentifikasi pengirim spam, Google menyimpan sementara nomor telepon orang yang mengirm pesan kepada Anda dan mencatat waktu pengiriman pesan.

Namun, Google tidak menyimpan nomor telepon Anda atau isi dari pesan-pesan Anda.

Menariknya, Google sendiri juga menjelaskan bahwa jika Anda memilih untuk secara manual melaporkan pesan spam, maka isi pesan itu juga akan dikirim ke Google.

Belum diketahui seberapa baik filter spam otomatis tersebut bekerja, namun meningat semakin banyaknya spam pesan teks, ini bisa menjadi fitur yang sangat berguna bagi banyak pengguna Android.

Baca juga: Google akan transisikan aplikasi web Pesan Android

Baca juga: Mode Gelap kembali ke aplikasi Pesan Android

Baca juga: Google tambah fitur pesan dalam Google Maps

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Video game sebagai “obat digital” anak berkebutuhan khusus

Jakarta (ANTARA News) – Video game dapat membantu mengurangi gejala sebagai “obat digital” pada anak-anak penyandang gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). 

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders memastikan kelayakan dan keamanan alat yang disebut Proyek: EVO, yang memberikan rangsangan sensorik dan motorik melalui pengalaman video game aksi, sebagaimana dilansir New Indian Express, Jumat. 

Sebanyak 50 persen anak-anak dengan ASD memiliki beberapa gejala ADHD, sekitar 30 persen menerima diagnosis sekunder ADHD. 

Tetapi, karena obat ADHD kurang efektif pada anak-anak dengan kedua gangguan tersebut dibanding mereka yang menyandang ADHD, maka para peneliti menyelidiki pengobatan alternatif. 

Baca juga: Manfaat yoga untuk anak autisme (Video)

Anak berkebutuhan khusus seperti gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) juga berisiko tinggi terhadap gangguan “fungsi kognitif”, termasuk kemampuan otak untuk mempertahankan perhatian dan fokus untuk tujuan seraya mengabaikan gangguan. 

Ketika anak-anak mencapai usia sekolah dan lebih, gangguan kognitif membuat mereka lebih sulit menetapkan dan mencapai tujuan, serta berhasil menentukan arah sehari-hari di masyarakat. 

“Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak terlibat dengan proyek: pengobatan EVO untuk jumlah waktu yang disarankan, dan bahwa orang tua dan anak-anak melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dengan pengobatan,” ujar Benjamin Yerys, psikolog anak di Hospital of Philadelphia (CHOP) di Amerika.

Ia mengatakan,“Berdasarkan hasil penelitian yang menjanjikan, kami berharap untuk senantiasa mengevaluasi potensi Proyek: EVO sebagai pilihan pengobatan baru untuk anak-anak dengan ASD dan ADHD.”

Baca juga: Memilih terapi tepat untuk anak autis

Penelitan yang melibatkan 19 anak berusia 19-13 tahun yang didiagnosis memiliki gejala ASD sekaligus ADHD. 

Partisipan yang mendapat pengobatan Proyek: EVO, disampaikan melalui pengalaman video gim aksi, atau aktivitas pendidikan yang melibatkan pengenalan pola. 

Penelitian juga menemukan bahwa setelah menggunakan Proyek: EVO, anak-anak menunjukkan kecenderungan peningkatan atensi, dan secara umum terjadi perbaikan gejala ADHD menurut laporan orang tua. 

Walau ukuran sampel penelitian ini kecil, peneltian menunjukkan bahwa menggunakan Proyek: EVO yang layak dan diterima dengan efek terapi yang potensial. 

Tim peneliti tengah merencanakan penelitian tindak lanjut yang lebih besar untuk evaluasi mengenai kemanjuran Proyek: EVO. 

Baca juga: Bach Flower, terapi bunga untuk menyeimbangkan emosi anak autis
 

Penerjemah: Anggarini Paramita
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pandora kalahkan Spotify di Apple Watch

Jakarta (ANTARA News) – Versi terbaru dari platform streaming musik Pandora dari aplikasi iOS, yang diintegrasikan ke Appke Watch, kini dapat memutar musik secara offline, fitur yang tidak dimiliki platform streaming musik Spotify.

Dengan adanya fitur pemutaran musik secara offline pengguna dapat meninggalkan ponsel di rumah dan mendengarkan daftar musik saat dalam perjalanan.

Namun, dikutip dari The Verge, Sabtu, hanya pelanggan yang membayar Pandora yang mendapatkan fitur ini, jadi Anda harus berlangganan Pandora Plus atau Pandora Premium — pesaing Spotify/Apple Music — untuk mendengarkan musik di Apple Watch.

Aplikasi Apple Watch Spotify belum menawarkan kemampuan memutar musik secara offline. Pandora juga mengambil keuntungan dari tampilan pada Apple Watch Series 4 terbaru, sedangkan aplikasi Spotify masih belum.

Saat pertama kali membukanya, pengguna akan melihat teks yang mengatakan bahwa Pandora akan secara otomatis menyinkronkan musik ketika dekat dengan iPhone.

Untuk dapat menggunakan aplikasi Pandora versi terbaru diperlukan Watch OS 5.

Baca juga: Spotify resmi mendarat di Apple Watch

Baca juga: Apple selidiki dugaan pekerja anak rakit Apple Watch

Baca juga: Lagu Mariah Carey “All I Want For Christmas Is You” pecahkan rekor Spotify

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berkenalan dengan “Driver 001”, pengemudi pertama GOJEK

Jakarta (ANTARA News) – Mulyono (52), pada 2010 merupakan pengendara ojek yang akan menarik penumpang setelah mendapatkan pesanan melalui telepon, sesuatu yang asing bagi dirinya saat itu.

“Waktu itu belum ada aplikasi,” kata Pak Mul yang kini dijuluki “Driver 001”, saat ditemui di acara GOJEK di Cakung, Jakarta Timur, Minggu.

Saat itu ia sudah tujuh tahun menjadi tukang ojek pangkalan yang terbiasa “ngetem” di daerah Kebayoran Baru, bersama 15 orang temannya. Salah seorang teman memberi informasi tentang GOJEK, ojek online.

Entah apa yang membuatnya tertarik, dia akhirnya mendatangi kantor GOJEK yang saat itu berada di bilangan Mayestik untuk mencari informasi lebih lanjut. Pak Mul mendaftar.

Sekitar satu minggu kemudian, Pak Mul diminta untuk datang kembali. Di sana, dia bertemu CEO Nadiem Makarim, yang menanyainya mengenai keseriusannya untuk bergabung.

“Nadiem waktu itu masih kuliah, lagi liburan,” kata Pak Mul mengenang pertemuan pertamanya dengan pendiri GOJEK.

“Sudah pakai seragam, tapi, waktu itu jaketnya abu-abu. Saya masih simpan fotonya,” kata Pak Mul dan menunjukkan seragam pertama GOJEK.
  Seragam pertama GOJEK didominasi warna abu-abu. Mulyono, pengemudi ojek pertama GOJEK masih menyimpan jaket tersebut dan mengabadikannya dalam foto. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Cara kerja ojek online waktu itu berbeda dengan yang dikenal sekarang, mirip memesan layanan taksi.

Konsumen menelepon ke pusat layanan (call center) pesanan akan diproses oleh kantor.

Selanjutnya, Pak Mul akan mendapatkan SMS berupa rincian pesanan, termasuk lokasi penjemputan.

“Saya pakai jaket abu-abu tiga tahun, setelah itu, ganti yang hijau,” kata dia.

GOJEK berinovasi, mereka mengembangkan aplikasi untuk mempermudah pemesanan GOJEK melalui ponsel. Aplikasi yang beredar sekarang diluncurkan sekitar 2015 lalu.

Baca juga: Menhub bersepeda motor sebelum isi seminar keselamatan ojek online

Pak Mul mengenang angkatan pertama pengemudi ojek berjumlah 20 orang, termasuk dirinya.

Merasa menemukan keuntungan, baik secara finansial maupun fleksibilitas jam kerja, Pak Mul mengajak teman-temannya di pangkalan ojek tempat dia bekerja dulu untuk bergabung, namun, tidak berhasil.

Waktu itu, kata dia, hanya dia dan seorang teman yang bergabung dengan ojek online di pangkalan tersebut.

Penolakan bukan hanya datang dari teman-temannya, tapi juga ojek pangkalan di daerah lain ketika ojek online populer untuk pertama kalinya.

Pak Mul mengaku dia hanya bisa pasrah ketika dicegat dan dikalungi golok oleh ojek pangkalan ketika sedang bekerja.

“Waktu di Cikarang, saya juga pernah dikejar ojek pangkalan,” kata dia.

Delapan tahun berlalu, Pak Mul masih menarik ojek online hingga sekarang. Di kalangan GOJEK, dia dijuluki “Driver 001”, mengacu pada kode pengemudi yang dimilikinya.

“Saya sendiri juga enggak tahu kenapa begitu, mungkin karena saya driver pertama,” kata dia.

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan GOJEK, Shinto Nugroho bahkan berkelakar Nadiem Makarim akan cium tangan jika bertemu Pak Mul, karena dia pengemudi ojek senior di komunitas tersebut.

Indonesia mengenal ojek online pertama melalui GOJEK, disusul Grab dan Uber yang menyediakan transportasi serupa selain taksi online. Uber akhirnya hengkang dari Indonesia tahun lalu, saat ini penyedia aplikasi ojek online di Indonesia hanya diisi GOJEK dan Grab.

Baca juga: Masuk daftar Bloomberg 50, begini jejak Nadiem Makarim

Baca juga: Go-Jek jelaskan rumor perubahan komposisi pemegang saham

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bixby akan dapat digunakan di Google Play, YouTube, dan Google Maps

Jakarta (ANTARA News) – Asisten virtual yang dikembangkan oleh Samsung, Bixby, akan segera dapat digunakan di Google Play, YouTube dan Google Maps.

Tidak hanya itu, iHeartRadio, Uber, dan Ticketmaster juga akan bermitra dengan Bixby. Hal ini akan mematahkan belenggu asisten pintar tersebut untuk menjadi platform kecerdasan buatan (AI), yang terbuka yang secara bertahap akan bekerja dengan banyak layanan dan perangkat lain.

“Bixby mulai sebagai cara yang lebih cerdas untuk menggunakan ponsel Galaxy Anda. Hari ini, Bixby berevolusi menjadi lebih besar, platform AI terbuka yang akan mendukung semakin banyak perangkat,” ujar Samsung, seperti dikutip dari Phone Arena, Selasa.

Bixby juga akan diintegrasikan ke dalam koleksi produk Samsung yang baru dan yang sudah ada, yaitu jajaran TV QLED, kulkas, mesin cuci, dan spaker AI.

Asisten virtual ini juga akan menjadi bagian dari pengalaman baru untuk kendaraan pintar “Digital Cockpit” Samsung, serta platform robotika.

Samsung Bixby terus “dipoles” dan sarat akan lebih banyak fitur dalam upaya menjadikannya alternatif yang layak untuk kompetitornya, seperti Asisten Google, Alexa milik Amazon dan Siri milik Apple.

Baca juga: Samsung tingkatkan kemampuan Bixby di Galaxy S9 dan S9+

Baca juga: Kapan Bixby tersedia dalam bahasa Indonesia?

Baca juga: Samsung pertimbangkan gandeng Google untuk tingkatkan Bixby

Baca juga: Speaker Samsung Bixby bakal meluncur tahun ini

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sayap perusahaan Rusia MrSpeedy tawarkan “same day delivery”

Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan Rusia Dostavista turut meramaikan persaingan jasa pengiriman barang di Indonesia dengan brand MrSpeedy, yang menawarkan layanan same day delivery atau pengiriman barang pada hari yang sama barang itu dipesan.

“Same day delivery bukanlah hal baru untuk banyak pelanggan di Indonesia. Kebanyakan pembeli online rela membayar lebih untuk mendapatkan produk dengan cepat. Itu lah mengapa bisnis perlu mempertimbangkan jasa pengiriman last-mile untuk meningkatkan layanan mereka,” ujar Suriafur Ken, Country Manager MrSpeedy, dalam siaran pers, Selasa.

Google pun baru merilis laporan terbaru mengenai perilaku konsumen online di Indonesia tahun 2018. Perusahaan raksasa itu mencatat pertumbuhan sebesar 40 persen untuk kata kunci “pengiriman tercepat”.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa konsumen Indonesia memiliki tuntutan yang tinggi terhadap kecepatan pengiriman saat berbelanja online, kata Suriafur.

Salah satu tantangan terbesar bisnis saat menggunakan layanan pengiriman last-mile ialah biaya dan kebutuhan operasional. Bisnis yang besar contohnya, membutuhkan layanan pengemasan yang lebih cepat.

“Selain operasional, tipe pembayaran COD (cash-on-delivery) masih diminati banyak konsumen. Sistem pembayaran COD pun akan membutuhkan biaya operasional yang lebih besar untuk kedua belah pihak, baik pelaku bisnis maupun penyedia layanan pengiriman,” jelas Suriafur.

MrSpeedy menawarkan jasa pengiriman barang cepat dan same day service dengan harga kompetitif dan bantuan 24 jam. “Hadirnya MrSpeedy diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan memberikan kontribusi pengantaran produk yang cepat dan dapat diandalkan,” kata Suriafur.

Baca juga: Aplikasi jasa pengiriman Lalamove hadir di Jakarta

Baca juga: Pengiriman paket barang melalui jasa pos melonjak

Didirikan pada 2012 Destavista telah berekspansi ke 10 negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, India, Turki, Meksiko, dan Brasil.

“Salah satu keunggulan kami, ialah kami dapat menawarkan solusi kustomisasi sesuai dengan kebutuhan mitra bisnis,” jelas Suriafur. Untuk industri makanan contohnya, MrSpeedy menawarkan motorbox dengan ukuran yang lebih besar dan dilengkapi dengan aluminium foil untuk menjaga agar makanan yang diantar tetap hangat hingga ke tangan pelanggan.

Banyak penjual bunga pun sudah mulai mengandalkan layanan MrSpeedy untuk kebutuhan pengiriman yang cepat agar bunga sampai di tangan pelanggan dalam keadaan segar.

MrSpeedy juga melayani pengantaran barang ke banyak lokasi sekaligus. Metode yang ditawarkan ini, menurut Suriafur, sangatlah menguntungkan, baik dari segi waktu maupun harganya yang sangat kompetitif.

MrSpeedy, yang layanannya tersedia di Jabodetabek, didukung dengan 35.000 kurir dengan moda transporatasi sepeda motor dan mobil. Perusahaan ini menjanjikan pelayanan pengiriman barang 90 menit sampai ke konsumen sejak barang itu diserahkan oleh penjual.

Baca juga: JNE kembangkan pengiriman skala besar dengan truk

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tahun politik, Bhinneka belum mau IPO

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu pemain lama di dunia e-commerce lokal, Bhinneka, sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk melantai di bursa (IPO), namun mereka urung melaksakanakannya tahun ini.

“Kalau tahun ini, sepertinya masih tahun politik ya, sepertinya bukan waktu tepat untuk go public,” kata CEO Bhinneka, Hendrik Tio, kepada wartawan di Jakarta.

Hendrik menyatakan mereka sudah mendaftar ke Bursa Efek Indonesia (IDX) tahun lalu dan sudah mendapat persetujuan, yang dia ibaratkan sebagai lulus uji coba.

Melihat kesiapan tersebut, Bhinneka sedang menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke bursa selain tahun ini.

“Mungkin 2-3 tahun ke depan,” kata Hendrik.

Hendrik meyakini mereka sudah memenuhi persyaratan untuk IPO sehingga tidak melihat ada kendala, terutama dari segi finansial. Bhinneka selama lima tahun belakangan mencatat pertumbuhan yang konsisten sebesar dua digit.

Selama lima tahun ini pertumbuhan mereka mencapai 40 persen. Bhinneka memiliki unit bisnis di sektor untuk konsumen (B2C), bisnis ke bisnis (B2B) dan untuk pemerintahan atau B2G.

Dari ketiga sektor tersebut, Hendrik mengaku kontribusi terbesar berasal dari sektor B2G yang mengambil porsi 50 persen, sementara B2B sebesar 30 persen dan B2C 20 persen.

Jika dilihat dari segi pertumbuhan, perusahaan yang sudah 25 tahun berdiri ini melihat yang lebih cepat adalah B2B, begitu juga dengan B2C yang diperkirakan akan terus tumbuh.

Untuk sektor konsumen, mereka memiliki situs Bhinneka.com yang menyediakan produk-produk elektronik, terintegrasi dengan dengan toko fisik mereka yang tersebar di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya.

Bhinneka berencana mengembangkan diri sebagai layanan omnichannel, salah satunya dengan menambah toko fisik di beberapa tempat di Indonesia.

Baca juga: Bersaing di MEA, UKM Indonesia unggul pengetahuan

Baca juga: Indonesia pasar seksi untuk e-commerce asing

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019