Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian IV)

GDPR sangat relevan karena Indonesia juga sedang menghadapi masalah serupa yang menjadi alasan pengesahan GDPR

Jakarta (ANTARA/Jacx) Perlindungan data pribadi pengguna internet oleh banyak kalangan menjadi sebuah kebutuhan seiring dengan meningkatnya penggunaan medium itu di berbagai sisi kehidupan masyarakat.

Dalam tiga tulisan terdahulu, telah dibahas mengenai sejumlah sisi dari pentingnya perlindungan data pribadi pengguna internet.  

Dengan menggunakan perbandingan regulasi serupa yang sudah diberlakukan di Uni Eropa sejak 27 April 2016 yaitu aturan mengenai data pengguna internet di Eropa yang dikenal dengan General Data Protection Regulation (GDPR), kita mencoba untuk melihat sejauh mana bisa juga diinisasi di tanah air.

GDPR sangat relevan karena Indonesia juga sedang menghadapi masalah serupa yang menjadi alasan pengesahan GDPR seperti praktik pembobolan data pribadi pengguna internet (data breach) untuk tujuan-tujuan komersial atau politik yang merugikan publik sebagai pengguna internet. 

Dalam GDPR yang berlaku di Uni Eropa, juga telah diatur mengenai hak subyek data. GDPR telah meningkatkan dan memperluas hak-hak Subyek Data. 

GDPR memperkenalkan beberapa hak baru seperti hak portabilitas, mengodifikasi “hak untuk dilupakan” serta membuat perubahan terhadap hak-hak yang berada di bawah Undang-Undang Perlindungan Data Uni Eropa (EU Data Protection Directive) Tahun 1995. 

Hanya tersedia waktu yang singkat bagi perusahaan atau organisasi Pengendali Data dan Pengolah Data untuk melakukan penyesuaian diri di sini. 

Artikel Terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian I)

Pengaturan itu antara lain tentang hak akses. Hak Subyek Data untuk memperoleh konfirmasi dari Pengendali Data tentang apakah data pribadi mereka sedang dikumpulkan dan dikelola, dari mana data pribadi itu diambil dan bagaimana data tersebut diproses? Sekaligus hak untuk memperoleh salinan data pribadi tersebut. 

Apakah Pengendali Data menggunakannya untuk tujuan pemrofilan? Hak ini harus dapat dengan mudah digunakan dalam interval waktu yang masuk akal. 

Hak-hak ini sebelumnya, di bawah Undang-Undang Perlindungan Data Uni Eropa, telah terbukti memberatkan perusahaan layanan digital di berbagai kawasan dan kerap dikritik karena acapkali digunakan untuk kebutuhan pencarian informasi atau taktik penyingkapan pra-litigasi.

Ada beberapa langkah untuk membatasi lingkup pembatasan ini, misalnya dengan mengecualikan data non pribadi, menggunakan pengecualian sempit yang berlaku pada materi yang diberi hak istimewa. Namun hal ini berisiko dan tidak didukung oleh regulator Uni Eropa. 

Hak lainnya adalah hak pembetulan, hak Subyek Data untuk memperoleh, tanpa keterlambatan yang tidak semestinya, pembetulan data pribadi yang tidak akurat tentang diri mereka. Tergantung pada tujuan pemrosesan, Subyek Data juga memiliki hak untuk melengkapi data yang belum lengkap.

Adal pula yang disebut dengan hak penghapusan. Ini juga disebut “hak untuk dilupakan”, ini adalah hak Subyek Data untuk menghapus data pribadi mereka tanpa keterlambatan yang tidak semestinya. 

Setelah keputusan Mahkamah Hukum Uni Eropa (CJEU) yang dikenal luas dalam kasus Google Spanyol di mana Google harus menghapuskan tautan-tautan ke beberapa artikel di media siber hasil pencarian Google tentang nama seorang warga Spanyol (artikel-artikel tersebut merujuk kepada sejarah masalah keuangannya), beberapa perusahaan dibanjiri dengan permintaan agar data-data pelanggan yang tidak menyenangkan dihapuskan. 

Artikel Terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian II)

Meskipun menerima permintaan penghapusan berdasarkan hak tersebut, Pengendali Data tetap dapat memroses data jika masih memiliki dasar alasan yang sah (berdasarkan hukum) lainnya untuk mengumpulkan dan mengelola data pribadi. 

Permintaan penghapusan data itu juga dapat dikesampingkan untuk alasan-alasan kepentingan publik seperti masalah kesehatan publik, riset ilmiah, riset sejarah dan lain-lain. 

Sementara hak Membatasi Pengolahan Data adalah subyek Data memiliki hak untuk memperoleh pembatasan pengolahan data dalam keadaan-keadaan tertentu. 

Jika Subyek Data menggugat keakuratan data pribadi, pengolahan dapat dibatasi sejauh terbukti ada masalah dalam keakuratan itu. 

Hak ini juga berlaku saat pengolahan data terjadi secara tidak sah tetapi Subyek Data tidak ingin data tersebut dihapus, atau pada saat Pengendali Data tidak memerlukan data tetapi diperlukan oleh Subyek Data untuk pengerjaan atau pembelaan klaim hukum. 

Sedangkan Hak Mengajukan Keberatan dapat dipahami sebagai, Hak Subyek untuk mengajukan keberatan atas pengolahan data karena keadaan mereka di satu waktu tertentu. 

Hak ini berlaku pada saat alasan untuk pengolahan data adalah menjalankan kepentingan publik atau pelaksanaan otoritas resmi yang diberikan kepada Pengendali Data. 

Hak ini juga berlaku pada konteks pemrofilan yang didasarkan pada alasan tersebut.  Pengendali Data harus berhenti mengelola dan memanfaatkan data kecuali dapat menunjukkan dasar yang lebih kuat untuk melanjutkan pengolahan data. 

Sementara, Hak Portabilitas Data  adalah hak Subyek Data untuk menerima data pribadi dari Pengendali Data dalam format yang terstruktur, dapat digunakan, dapat dibaca perangkat teknologi yang standar sehingga dapat dipindahkan dengan mudah ke pihak lain. 

Idenya adalah memberikan kepada Subyek Data lebih banyak kendali atas data dirinya. Agar berada di bawah cakupan portabilitas data, proses pengolahan mesti berdasarkan pada persetujuan Subyek Data atau berdasarkan kontrak di mana Subyek Data adalah menjadi salah satu. 

Selain membicarakan tentang hak, GDPR juga mengatur tentang akuntabilitas pengendali data.

GDPR mensyaratkan akuntabilitas dan tanggung-jawab Pengendali Data dalam hal: 
1.Membuat catatan tentang semua kegiatan pengumpulan dan pengolahan
   data yang dilakukannya,  tanggung-jawab yang sulit dan tidak boleh    diremehkan, tetapi tidak semestinya dibuat terlalu sulit.
2.Melakukan penilaian dampak terhadap perlindungan data untuk   pengolahan data yang lebih beresiko, termasuk mengidentifikasi di mana   saja     perlindungan tersebut dibutuhkan.
3.Menerapkan perlindungan data berdasarkan tujuan dan standar GDPR.
4.Melaporkan pelanggaran data tertentu yang terjadi.
5.Menunjuk petugas perlindungan data.

Dengan demikian, menjadi penting bagi pihak Pengendali Data untuk sewaktu-waktu dapat menunjukkan dasar pengolahan data pribadi Subyek Data, bagaimana pengolahan dilakukan dan untuk tujuan apa. 

Artikel Terkait : Menimbang Regulasi Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet (Bagian III)

Apakah semua ini telah dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat GDPR? GDPR menegaskan pentingnya pihak Pengendali Data untuk menyusun dan menjaga laporan kinerja pengolahan dan pengendalian secara terdokumentasi, suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan. 

Catatan-catatan ini perlu disediakan dan dilaporkan kepada Lembaga Pengawas Perlindungan Data (The Supervisory Authority) kapan pun diminta. 

Transparansi dan akuntabilitas pengolahan dan pengendalian data ini menjadi isu yang dibahas secara khusus belakangan, dan memicu upaya pengembangan teknologi yang kompatibel. 

Perusahaan-perusahaan digital besar terus bergulat untuk mendapatkan solusi teknologis yang memadai untuk hal tersebut.

Pihak Pengendali Data harus memiliki catatan informasi tentang: 
1.Nama dan rincian kontak perwakilan Pengendali Data dan petugas Lembaga Pengawasan Perlindungan Data di suatu negara, 
2.Tujuan pemrosesan data, deskripsi kategori-kategori data pribadi   

Subyek yang diproses, kategori-kategori penerima olahan data  termasuk penerima di negara ketiga atau organisasi internasional, rincian pemindahan data pribadi ke negara ketia, periode penyimpanan yang dipertimbangkan untuk berbagai kategori data pribadi, deskripsi umum tindakan pengamanan data untuk situasi darurat tertentu. 

Dalam konteks yang sama, Pihak Pengolah Data juga diwajibkan memiliki catatan semua kategori kegiatan pengolahan yang dilakukan atas nama pihak Pengendali Data, rincian tentang proses pemindahan data ke negara ketiga, serta antisipasi tindakan pengamanan data dalam keadaan darurat tertentu. 

GDPR menekankan kewajiban Pengendali Data atau Pengolah data untuk melakukan penilaian (assessment) dampak perlindungan data untuk pengolahan data yang beresiko tinggi. 

Hal ini misalnya untuk pengolahan data pribadi berkategori khusus dalam skala besar, penggunaan teknologi baru yang belum diketahui benar dampak-dampaknya, atau proses pemrofilan pengguna internet secara sistematis dan ekstensif (Pasal 29). 

Hal ini memberikan beban sekaligus tantangan baru bagi perusahaan-perusahaan penyedia layanan digital. Atas teknologi dan inovasi baru penambangan dan pengolahan data pengguna yang akan mereka terapkan, perlu dipastikan dampak-dampaknya terhadap prinsip perlindungan data pengguna. 

Assessment atas dampak-dampak ini perlu diberitahukan kepada Lembaga Pengawas Perlindungan Data, atau setidak-tidaknya harus tersedia setiap saat jika sewaktu-waktu diminta.

Bagaimana dengan Pengaturan Privacy by Design?

Privacy by Design adalah sebuah pendekatan untuk melindungi privasi dalam proses pembangunan  sistem digital (teknologi, praktek bisnis dan rancangan fisik infrastruktur berjaringan) yang berfokus pada pengutamaan atau pengintegrasian perlindungan privasi ke dalam sistem secara keseluruhan. 

Dengan demikian, prinsip perlindungan privasi multak dimasukkan dalam arsitektur sistem digital sedari awal. Konsep Privacy by Design menempatkan prinsip perlindungan privasi sejak proses perancangan sistem pengolahan data hingga pelaksanaan pengolahan data.

Saat berpikir tentang pengaturan privasi, sebuah organisasi mesti mempertimbangkan bahwa privasi mesti tercermin atau terintegrasikan dalam kecanggihan teknologi yang digunakan, biaya implementasi teknologi, sifat, cakupan, konteks dan tujuan pemrosesan data, sekaligus perhitungan resiko-resiko terhadap individu Subyek Data.

Kewajiban ini mensyaratkan pernyataan perlindungan privasi pada setiap awal kegiatan atau proyek baru yang melibatkan proses pengolahan data pribadi, atau ketika menerapkan sistem manajemen baru atau modifikasi manajemen pengolahan data.

Konsep Privacy by Design dalam GDPR juga mewajibkan Pengendali Data untuk menerapkan prinsip minimalisasi pengambilan dan pemanfaatan data pribadi.

Di bawah prinsip ini, organisasi atau perusahaan harus memastikan data pribadi bukanlah sesuatu yang –secara tak sengaja, lalai dan tanpa persetujuan Subyek Data– digunakan untuk pihak atau orang yang tak terbatas jumlahnya. 

Dengan demikian, perusahaan penyedia layanan media sosial tidak diizinkan untuk secara lalai atau otomatis menampilkan profil pribadi penggunanya untuk publik tanpa izin yang bersangkutan.

Apa dampak penerapan Privacy by Design dalam GDPR? Perusahaan penyedia layanan digital mesti memikirkan privasi ketika:

1.Menciptakan produk, aplikasi dan layanan digital baru.
2.Membangun situs web 
3.Menunjuk pihak ketiga untuk mengolah data.
4 Mengembangkan strategi bisnis baru.

Dalam GFPR terdapat juga aturan tentantang Pengolahan Data dan Pemrofilan Otomatis (Automated Processing And Profiling)

Subyek Data memiliki hak untuk tidak terikat pada keputusan otomatis termasuk yang bertolak dari proses pemrofilan pengguna internet jika keputusan tersebut menghasilkan dampak hukum yang berhubungan dengan Subyek Data atau jika memiliki dampak yang signifikan terhadap Subyek Data. 

Pemrofilan didefinisikan GDPR sebagai segala macam bentuk pengolahan otomatis data yang mencakup  penggunaan data pribadi untuk mengevaluasi aspek-aspek pribadi tertentu dari setiap pengguna internet, terutama untuk menganalisis atau memprediksikan aspek-aspek kinerja seseorang  (pekerjaan, situasi ekonomi, kesehatan, preferensi pribadi, minat, keandalan, perilaku, lokasi dan mobilitas). 

Artikel Terkait : Skandal manipulasi data membuat Eropa kian garang tekan Facebook

Contoh penggunaan pemrofilan dalam konteks keputusan arbitrer-otomatis misalnya saja penerapan aplikasi kredit online atau  praktik perekrutan online tanpa campur-tangan manusia. 

Berdasarkan GDPR, individu pemilik data memiliki hak untuk menolak proses pengolahan dan pemrofilan otomatis berikut pemanfaatannya. Dalam proses pengolahan dan pemrofilan data otomatis, keputusan-keputusan dipaksakan secara arbiter dan otomatis oleh pihak Pengendali Data.   
Subyek Data memiliki hak untuk menolak keputusan-keputusan itu. Pengecualian terhadap aturan ini terjadi jika individu Subyek Data sudah memberikan persetujuan yang gamblang untuk proses pengolahan dan pemrofilan, jika pembuatan keputusan otomatis telah disahkan oleh hukum Uni Eropa atau negara anggota Uni Eropa, atau jika keputusan otomatis merupakan bagian dari pelaksanaan kontrak antara Subyek Data dan Pengendali Data.

Perlu diperhatikan, bahkan dalam kasus pengecualian itu pun, pihak Pengendali Data tetap diharuskan memberikan perlindungan atas data Subyek guna mendukung kebebasan dan hak mereka untuk terbebas dari intervensi orang lain, untuk mengekspresikan pandangan diri-sendiri dan untuk mempersoalkan keputusan otomatis. 

Seperti yang telah dibahas, GDPR menuntut Pengendali Data untuk memberitahu Subyek Data  bahwa mereka sedang atau telah melakukan pemrofilan dan pembuatan keputusan otomatis sebagai bagian dari proses pengolahan data yang mereka lakukan. 

Pihak Pengendali Data harus menjelaskan logika kerja, konsekuensi dari proses pemrofilan otomatis yang mereka lakukan. 

Hal ini juga berlaku untuk perusahaan yang berusaha memperoleh keuntungan ekonomi dari pemanfaatan big-data analysis dan produk kecerdasan buatan untuk sektor bisnis, misalnya dengan mengevaluasi resiko untuk harga asuransi mobil, penilaian kredit atau perekrutan tenaga kerja berdasarkan data-perilaku-pengguna-internet yang mereka tambang dan kumpulkan.

Apa dampak Pembatasan Pengolahan Data dan Pemrofilan Otomatis? 
1.Pengendali Data harus mengidentifikasi terus-menerus apakah pihaknya telah membuat keputusan otomatis-arbitrer yang menghasilkan dampak  terhadap Subyek Data atau memiliki konsekuensi hukum tertentu bagi Pengendali Data atau Subyek Data.
2.Pengendali Data harus menyediakan mekanisme yang memungkinkan subyek untuk menuntut campur tangan manusia dalam keputusan keputusan yang  berdasarkan pengolahan data otomatis, mengekspresikan pandangan dan kepentingan mereka, menggugat keputusan otomatis dengan beberapa pengecualian konteks dan alasan. 
3.Pengendali Data harus menjelaskan dalam istilah-istilah yang jelas dan logis tentang signifikansi dan konsekuensi pengolahan data dan
pemrofilan otomatis kepada Subyek Data. 
4.Harus diterapkan pendekatan teknis dan organisatoris untuk menjelaskan dan menerapkan transparansi sistem algoritma yang digunakan dalam pengolahan data Subyek.  

*Agus Sudibyo, Head of New Media Research Center ATVI Jakarta.

Pewarta:
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan GOJEK layak disebut “Super App”

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi GOJEK yang pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 telah berkembang menjadi platform multi-layanan berbasis daring yang telah beroperasi di lima negara Asia Tenggara.

GOJEK menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran ke pesan layan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya.

Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim mengatakan bahwa GOJEK layak disebut sebagai Super App atau super aplikasi. Menurut Nadiem, suatu aplikasi bisa disebut Super App ketika semua layanan diakses dalam satu PIN.

“Kenapa itu penting? Pada akhirnya masyarakat ingin hal yang simpel dan efisien. Super App itu tersedia semua dalam satu aplikasi, sehingga cost turun dan efisiensi naik. Kemudahan yang didapat, jadi konsumen tidak usah mikir,” kata Nadiem, saat berbincang dengan awak media di sela peluncuran GET di Bangkok, Rabu (27/2).

Baca juga: GET “GOJEK Thailand” rangkul 10.000 pengemudi dalam dua bulan
  GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, secara resmi diluncurkan di Bangkok, Rabu (27/2/2019). (ANTARA News/Monalisa)

Nadiem bahkan menyebut bahwa masyarakat sudah memiliki ketergantungan pada aplikasi GOJEK.

“Aplikasi GOJEK sudah sudah semacam jadi asisten. Super App GOJEK ini adalah suatu inovasi yang benar-benar unik di Indonesia, bahkan di dunia tidak ada Super App seperti GOJEK. Banyak yang bilang GOJEK seperti WeChat, padahal beda,” tutur Nadiem.

Menurut Nadiem, WeChat sebagai aplikasi perpesanan, sosial media, dan pembayaran asal China itu merupakan social platform yang bisa memfasilitasi beberapa pemain yang masuk ke dalam ekosistemnya.

“GOJEK beda, karena semua layanannya dari GOJEK. Kami bukan social platform, kami adalah transcational platform. Ini mungkin salah satu hal yang Indonesia jadi nomor satu di dunia kalau kami terus sukses di Asia Tenggara,” kata Nadiem.

Baca juga: Nadiem ungkap alasan nama GOJEK tidak digunakan di Thailand
  GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, secara resmi diluncurkan di Bangkok, Rabu (27/2/2019). (ANTARA News/Monalisa)

Pada 2018, GOJEK memproses lebih dari 9 miliar dolar AS gross transaction value (GTV) di tahun 2018 per tahun di semua negara-negara di mana perusahaan tersebut beroperasi. Hal tersebut menjadikan GOJEK sebagai grup consumer technology berbasis teknologi untuk layanan transaksi konsumen terbesar di Asia Tenggara berdasarkan GTV.

Per Desember 2018, aplikasi GOJEK dan ekosistem GOJEK telah diunduh oleh lebih dari 130 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi terdaftar, hampir 400.000 mitra merchants usaha dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara, dengan volume transaksi tahunan sebesar 2 miliar per akhir 2018.

Baca juga: GOJEK luncurkan GET di Thailand (Video)

Baca juga: GOJEK resmi mengaspal di Thailand dengan nama GET

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Detektor longsor Elwasi dapat dipasang pada tipe longsoran rayapan

Banjarnegara  (ANTARA News) – Alat deteksi dini gerakan tanah, Elwasi yang tengah dikembangkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah dapat dipasang pada tipe longsor rayapan (creep).

“Elwasi dapat dipasang untuk jenis atau tipe longsoran rayapan,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo di Banjarnegara, Kamis.

Longsor rayapan ini terjadi karena adanya pergerakan tanah yang sangat lambat dan halus sehingga hampir tidak bisa dikenali dan baru disadari kalau longsor sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama dengan miringnya rumah, tiang, pagar dan lainnya di atas lahan tersebut.

Secara prinsip dan sistem kerja, Elwasi didesain lebih simpel, ringan, dan mudah serta cepat dirakit, katanya.

“Elwasi juga memiliki desain portabel dan sangat mudah untuk dipindahkan ke titik lain atau disimpan bila tidak dibutuhkan,” katanya.

Selain itu, kata dia, Elwasi juga memiliki kelebihan suku cadang yang mudah dicari dan terjangkau oleh masyarakat.

“Elwasi dibangun dengan spesifikasi harga murah dan terjangkau oleh pemerintahan desa dan masyarakat untuk membelinya,” katanya.

Selain itu, suku cadang sangat mudah didapatkan di seluruh toko elektronik di manapun.

“Juga tidak menggunakan basis data, koneksi internet, dan atau dengan frekuensi Radio HT sehingga lebih mudah dan murah dalam pemakaian dan perawatan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Jawa Tengah, terus mengembangkan Elwasi untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

“Elwasi adalah alat deteksi dini gerakan tanah yang dibuat oleh seorang staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara yang bernama Sudarsono,” kata Andri Sulistyo.

Dia menjelaskan, Elwasi merupakan singkatan dari Eling Waspada lan Siaga. Nama tersebut, kata dia, memiliki makna dan berisi ajakan agar semua pihak mengingat bahwa mereka berada di daerah rawan bencana sehingga perlu kewaspadaan dan tetap harus siaga dalam mengurangi risiko bencana.

“Lahirnya alat tersebut berawal dari banyaknya kejadian bencana tanah ambles dan longsor di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Baca juga: Banjarnegara pasang pendeteksi longsor di 13 area rawan
Baca juga: Warga Lebak terdampak tanah bergerak mengungsi

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tahun lalu, Facebook hapus ratusan juta akun palsu

Jakarta (ANTARA) – Ratusan juta akun palsu dihapus oleh Facebook pada 2018 sebagai upaya menegakkan kebijakan Standard Komunitas yang dibuat untuk membuat platform tersebut nyaman bagi pengguna.

“Pada kuartal kedua 2018, Facebook menghapus 800 juta akun palsu, sementara pada kuartal ketiga, jumlah akun yang dihapus sebanyak 800 juta,” kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis.

Ini meliputi menghapus konten, menayangkan peringatan pada layar, juga menonaktifkan akun ofensif dan/atau meneruskannya ke penegak hukum.

Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan kuartal empat pada 2014.

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Sepanjang April hingga September 2018, Facebook telah menegakkan kebijakan terhadap konten mengandung pornografi dewasa, aktivitas seksual, akun palsu, ujaran kebencian, spam, propaganda teroris dan kekerasan serta konten grafis.

Laporan tersebut juga meliputi dua kategori data yang tidak termasuk dalam laporan pertama pada Mei silam, yakni intimidasi dan pelecehan, pornografi anak serta eksploitasi seksual pada anak.

Sheen mengatakan Facebook semakin bisa mengidentifikasi konten secara proaktif sebelum ada seseorang yang melaporkannya, termasuk soal ujaran kebencian dan kekerasan.

Jumlah ujaran kebencian yang secara proaktif telah terdeteksi, sebelum dilaporkan pengguna, berlipat ganda dibandingkan kuartal keempat 2017 (24 persen), di mana pada kuartal ketiga 2018 menjadi 52 persen.

“Sementara tingkat deteksi proaktif untuk kekerasan dan konten grafis meningkat dari 72 persen (kuartal keempat 2017) menjadi 97 persen (kuartal ketiga 2018).”

Facebook memiliki 15.000 orang di dunia yang bertanggungjawab meninjau konten yang dilaporkan karena berpotensi melanggar Standard Komunitas.

Baca juga: Pengguna kini bisa naik banding bila konten dihapus Facebook

Baca juga: Google dan Facebook dikritik karena wabah campak di AS

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengguna kini bisa naik banding bila konten dihapus Facebook

Jakarta (ANTARA) – Facebook menerapkan aturan Standard Komunitas untuk menjaga lingkungan platform yang aman dan nyaman bagi pengguna untuk mengekspresikan diri.

Konten-konten mengganggu seperti ujaran kebencian, intimidasi hingga ekstrimis dapat dilaporkan, kemudian dihapus oleh Facebook.

Pengguna yang merasa kontennya tidak bermasalah atau tidak melanggar aturan, dapat memanfaatkan fasilitas naik banding pada Facebook.

“Anda bisa minta naik banding, lalu akan peninjauan ulang untuk memastikan konten itu memang benar-benar tidak melanggar aturan,” kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis.

Fasilitas naik banding perihal konten yang dihapus baru diberlakukan sejak April 2018, kata dia.

Bila terbukti kesalahan ada di pihak peninjau, unggahan yang sudah dihapus itu akan dikembalikan lagi oleh Facebook.

Fasilitas banding ini berlaku untuk unggahan yang dihapus karena berisi pornografi, aktivitas seksual, ujaran kebencian, konten teroris, intimidasi dan pelecehan.

Fasilitas naik banding sebelumnya sudah diberlakukan untuk grup, profil dan page. Misalnya, seseorang yang akunnya dihapus dapat meminta Facebook meninjau agar akunnya kembali dipulihkan.

Sheen mengemukakan Facebook menerapkan tiga prinsip inti dalam Standard Komunitas, yakni keamanan, pendapat dan imparsialitas.

Keamanan maksudnya kebijakan harus membuat komunitas merasa aman, soal pendapat, di mana pengguna bisa menyuarakan pendapat secara bebas, serta imparsialitas di mana kebijakan harus bisa diterapkan dengan perlakuan yang sama dan konsisten pada komunitas global, melewati batas negara dan budaya.

Facebook kini menerbitkan Standard Komunitas yang lebih rinci yang bisa diakses oleh publik dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Baca juga: Google dan Facebook dikritik karena wabah campak di AS

Baca juga: Facebook bantah kumpulkan data lewat 10 Years Challenge

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekan kecelakaan, Pemkot Bandung siapkan Si Calakan

(Antara)-Sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Kota Bandung tengah mempersiapkan aplikasi pengelola data kecelakan yang berasal dari sejumlah sumber. Aplikasi yang dinamai Si Calakan yang merupakan akronim dari sistem informasi kecelakaan lalu lintas, akan menghasilkan data yang selanjutnya dimanfaatkan untuk merancang pengembangan pola dan skema pencegahan kecelakaan.

Berdayakan petani, Warung Pintar akuisisi Limakilo

Jakarta (ANTARA) – Startup Warung Pintar mengumumkan telah mengakuisisi Limakilo, sebuah platform yang menyederhanakan rantai pasokan makanan dengan menghubungkan petani ke toko kelontong dan penjual sayur.

Dengan akuisisi ini, ribuan mitra Warung Pintar di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bayuwangi akan mendapatkan akses langsung untuk menjual komoditas bahan makanan pokok di warung berbasis digital.

“Dengan pasokan produk pertanian dari Limakilo, pemilik warung akan memiliki stok barang yang lebih beragam, yaitu komoditas bahan makanan pokok. Permintaan bahan makanan pokok yang tinggi di masyarakat tentu akan meningkatkan pendapatan pemilik warung,” kata Co-founder dan CEO Warung Pintar, Agung Bezharie Hadinegoro, dikutip dari siaran pers, Kamis.

Melalui warung digital itu, petani juga akan mendapatkan harga jual yang lebih baik dan akses yang lebih luas seiring bertambahnya jumlah Warung Pintar.

“Warung Pintar dan Limakilo memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kapabilitas usaha mikro di Indonesia dan merevolusi usaha mikro dengan pendekatan teknologi. Limakilo menyerap pasokan makanan pokok dengan harga terbaik, sedangkan Warung Pintar bertujuan untuk menjangkau konsumen dengan menyediakan produk lengkap dalam penjualan,” jelas Agung.

Berdiri sejak November 2017, Warung Pintar berfokus pada digitalisasi sistem warung konvensional di Indonesia dengan peralatan teknologi, seperti memantau penjualan dan kinerja warung melalui aplikasi, memasang iklan di warung untuk meningkatkan pendapatan, dan menerima sistem pembayaran nontunai.

Saat ini, Warung Pintar mengoperasikan lebih dari 1.200 warung di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Banyuwangi. Pada 2019, Warung Pintar berencana untuk membuka 5.000 warung baru di Jawa, dan juga meningkatkan kapabilitas bisnis warung.

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan Warung Pintar untuk mentransformasikan bisnis mikro di Indonesia. Di Limakilo, kami berkomitmen untuk menyediakan akses pasar seluas mungkin bagi para petani,” kata Walesa Danto, salah satu pendiri Limakilo.

Limakilo adalah salah satu dari lima startup pertanian yang terlibat dalam Action Synergy Program for the People’s Economy. Mereka telah menerima dana untuk tahap awal (dana awal) dari East Ventures untuk memperluas kemitraan dan memberikan pelatihan kepada petani kecil Indonesia.

Baca juga: Warung Pintar capai 1000 kios di tahun pertama

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

80 persen karyawan startup SIRCLO kaum milenial

Jakarta (ANTARA) – SIRCLO, startup penyedia layanan e-commerce, mengungkapkan bahwa 80 persen dari 206 karyawannya merupakan kaum milenial yang berusia antara 21-30 tahun dan 90 persen dari mereka bersedia merekomendasikan perusahaannya kepada orang lain sebagai tempat kerja yang baik.

Ada tiga alasan yang mendasari mereka memberikan rekomendasi positif tentang SIRCLO, yakni karena tingkat kepuasan pribadi, penghargaan terhadap karier, dan insentif yang tinggi, menurut hasil survei Young Leaders for Indonesia.

Recruitment & Employer Branding Lead SIRCLO, Adila Ganiyha Fitri, dalam keterangan persnya dikutip Kamis mengatakan bahwa SIRCLO berkomitmen untuk mewujudkan work-life balance yang sesungguhnya. “Kami memberikan kepercayaan pada karyawan untuk menggunakan hak remote working atau bekerja di luar kantor.”

Ketika mereka dibutuhkan di rumah dan mampu bekerja dari jauh, SIRCLO mendukung. Tapi, perusahaan ini percaya bahwa bertatap muka bersama kolega kerja juga penting karena nilai kekeluargaan tidak bisa dibangun dengan hanya lewat komunikasi online saja.

Sejalan dengan hasil temuan Flexjobs yang dirilis Agustus 2018, 78 persen karyawan milenial mengaku akan lebih loyal pada suatu perusahaan jika mereka diberikan waktu dan cara kerja yang fleksibel.

Sementara survei Deloitte Millenial pada 2016, 95 persen responden milenial mengatakan bahwa work-life balance adalah faktor utama mereka dalam memilih pekerjaan.

Selain fleksibilitas karyawan, SIRCLO juga menumbuhkan kultur perusahaan yang kolaboratif dan menekankan pentingnya budaya berbagi pengetahuan. Secara reguler, tim SIRCLO mengadakan sesi town hall meeting, dimana semua karyawan, dari level manager sampai paling junior, bergabung untuk mendapatkan informasi seputar perkembangan perusahaan dari CEO.

“Kami juga sering mengadakan sesi edukasi dan pelatihan, di mana kami mengangkat suatu topik yang dibawakan oleh tim internal (seperti tim teknologi atau pemasaran), maupun pembicara dari luar, guna berbagi pengalaman dan pengetahuan pada suatu topik,” ungkap Adila.

Berbeda dari perusahaan pada umumnya, SIRCLO membuka diri terhadap pelamar yang ingin mendaftar pada lowongan yang berbeda dari jurusan kuliah. Penilaian terhadap pelamar akan didasarkan pada pengalaman kerja, rekam jejak, serta karakter masing-masing.

“Begitu aplikasi diterima, kami akan melakukan screening. Lalu jika lolos, kandidat akan mengikuti tes teknik dan wawancara bersama Human Resources. Langkah yang terakhir adalah wawancara terakhir dengan manajer divisi. Jika terpilih, maka kandidat bisa langsung bergabung dalam tim SIRCLO,” tambah Adila.

Baca juga: Kreativitas kaum milenial berdampak pada perekonomian nasional

Baca juga: SIRCLO fasilitasi transaksi Rp500 miliar selama 2018

Baca juga: Bersaing dengan milenial, generasi Z juga makin gemar melancong dan berfoto

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GOJEK luncurkan GET di Thailand (Video)

Bangkok (ANTARA) – GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, secara resmi diluncurkan di Bangkok, Rabu (27/2).

Acara peluncuran berlangsung meriah di Event Plaza, Siam Square One, yang turut dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi, dan Wakil Menteri Kementerian Masyarakat dan Ekonomi Digital Thailand Dr Pansak Siriruchatapong.

Sebanyak 10.000 “Phee Win”, sebutan abang ojek di Thailand, sudah bergabung sejak uji coba beta GET pada Desember 2018. GET telah menjangkau 80 persen wilayah Bangkok dan berhasil menyelesaikan dua juta perjalanan.

Saat ini ada tiga layanan yang GET tawarkan di Bangkok antara lain GET WIN, GET DELIVERY, dan GET FOOD. Untuk layanan GET FOOD, para pelanggan bisa menikmati kuliner di lebih dari 20.000 merchant yang ada di platform GET. Untuk layanan GET FOOD, para pelanggan bisa menikmati kuliner di lebih dari 20.000 merchant yang ada di platform GET.

Sejak diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK dan afiliasinya saat ini beroperasi di 204 kota dan kabupaten di lima negara Asia Tenggara, dengan ekosistem yang bermitra sebanyak 2 juta mitra driver, 400.000 merchants, dan 60.000 penyedia layanan.

Thailand adalah negara keempat ekspansi GOJEK setelah Vietnam, Singapura, dan Filipina.

“Sudah saatnya kita negara di Asia Tenggara membangun jembatan ,bukan tembok,” kata Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim.

Selengkapnya, simak video berikut:

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GET “GOJEK Thailand” rangkul 10.000 pengemudi dalam dua bulan

Bangkok (ANTARA) – GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, berhasil mendapatkan 10.000 mitra pengemudi hanya dalam waktu dua bulan, sejak mulai uji coba versi beta pada Desember 2018.

Selain itu, mitra driver GET telah menempuh jarak lebih dari tiga juta kilometer dan menyelesaikan dua juta perjalanan.

“Kami terkejut sekaligus gembira atas respon yang begitu positif dari mitra driver maupun pelanggan,” kata Co-Founder dan Chief Executive Officer GET, Pinya Nittayakasetwat, saat acara peluncuran GET di Bangkok, Rabu (27/2).
  GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, secara resmi diluncurkan di Bangkok, Rabu (27/2/2019). (ANTARA News/Monalisa)

GET telah memperkenalkan program layanan manfaat bagi mitra driver yang meliputi pelatihan, akses kepada asuransi kendaraan, asuransi jiwa untuk mitra dan keluarganya, program tabungan serta aktivitas komunitas.

Para pengemudi, biasa disebut “phee win” di Thailand yang artinya “abang ojek”, menggunakan helmet dan jaket berwarna kuning neon yang mereka sebut safety yellow karena bisa memantulkan cahaya serta ada sentuhan abu-abu (street grey).
  GOJEK meluaskan ekspansi ke Thailand dengan nama GET yang resmi diluncurkan Rabu (27/2/2019). (ANTARA News/Monalisa)

“Di balik keberhasilan ini mengapa kami dapat tumbuh dengan cepat? Ini adalah kenapa alasan kami yaitu ada suatu perusahaan yang bernama GOJEK,” tambah Pinya.

GET mulai beroperasi di tiga distrik di Bangkok. Selanjutnya dalam waktu dua bulan, GET telah menjangkau 80 persen wilayah Bangkok.

Saat ini ada tiga layanan yang GET tawarkan di Bangkok antara lain GET WIN, GET DELIVERY, dan GET FOOD. Untuk layanan GET FOOD, para pelanggan bisa menikmati kuliner di lebih dari 20.000 merchant yang ada di platform GET.

“GOJEK sudah mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia, sudah menciptakan jutaan pekerjaan di Indonesia. Dan kami percaya, Thailand bisa mengikuti kesuksesan di Indonesia,”ujar Pinya.

Konsumen harus mengunduh aplikasi GET terlebih dahulu, meskipun sebelumnya sudah memiliki aplikasi GOJEK. Penggunaan fitur pada aplikasi GET hampir sama dengan GOJEK, hanya saja sampai saat ini penumpang GET baru bisa membayar dengan uang cash.

Dalam waktu dekat, GET segera akan meluncurkan fitur pembayaran seperti GO-Pay.

“Kami akan punya GET Pay, tapi saya cuma bisa bilang untuk saat ini,” ujar Pinya.
  Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim saat peluncuran GET di Event Plaza, Siam Square, Bangkok, Rabu (27/2/2019). (ANTARA News/Monalisa)

Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim mengatakan bahwa peluncuran GET di Thailand merupakan pencapaian penting bagi GOJEK. Ia berharap dapat terus merealisasikan visi dan membawa teknologi GOJEK kepada masyarakat yang lebih luas lagi.

“Sudah saatnya kita negara di Asia Tenggara membangun jembatan, bukan tembok,” kata Nadiem.

Sejak diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK da afiliasinya saat ini beroperasi di 204 kota dan kabupaten di lima negara Asia Tenggara, dengan ekosistem yang bermitra sebanyak 2 juta mitra driver, 400.000 merchants, dan 60.000 penyedia layanan.

Baca juga: Nadiem ungkap alasan nama GOJEK tidak digunakan di Thailand

Baca juga: Rudiantara: pemerintah bangga GOJEK perluas ekspansi ke Thailand

Baca juga: GOJEK resmi mengaspal di Thailand dengan nama GET

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadiem ungkap alasan nama GOJEK tidak digunakan di Thailand

Bangkok (ANTARA) – GOJEK kembali berekspansi secara internasional dengan meluncurkan GET di Thailand pada hari ini.

Saat ini ada tiga layanan yang GET tawarkan di Bangkok antara lain GET WIN, GET DELIVERY, dan GET FOOD. Untuk layanan GET FOOD, para pelanggan bisa menikmati kuliner di lebih dari 20.000 merchant yang ada di platform GET.

Sebelumnya, GOJEK telah mengaspal di Vietnam dengan nama GO-Viet. Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim mengatakan ada alasan mengapa nama GOJEK tidak digunakan di Thailand maupun Vietnam.

“Kami harus memberi kepercayaan kepada tim lokal. GOJEK sukses banget di Indonesia karena benar-benar dimiliki oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya soal nasionalis dan familiar. Nama itu tidak ada koneksi di Thailand. Kami tidak mau hanya pencitraan,” kata Nadiem saat berbicang dengan awak media di Bangkok, Rabu.

Nadiem menambahkan nama GET di Thailand cukup powerful. GET mulai beroperasi sejak Desember 2018 dengan dimulai di tiga distrik di Bangkok. Hanya dalam waktu dua bulan, GET telah menjangkau 80 persen wilayah Bangkok dan berhasil menyelesaikan dua juta perjalanan.

GET juga sudah meraih sekitar 10.000 mitra pengemudi atau dikenal dengan ” phee win” di Thailand yang artinya abang ojek.

CO-Founder dan Chief Executive Officer GET, Pinya Nittayakasetwat menjelaskan makna dari nama tersebut.

“GET istilah yang sangat mudah untuk diingat. Kami tahu (we get know) apa yang kalian inginkan, perlukan, ingin lakukan. Jadi kenapa GET, karena itu kata terbaik bagi perusahaan kami,” jelas Pinya seraya menambahkan GET ingin menjadi salah satu opsi bagi masyarakat Thailand untuk memenuhi kebutuhan mereka.

GET menggunakan seragam jaket dan helmet berwana kuning neon atau mereka sebut dengan istilah safety yellow.

“Warna ini dapat memantulkan cahaya dan mudah diperhatikan di jalanan,” ujar Pinya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kementerian Masyarakat dan Ekonomi Digital Thailand Dr Pansak Siriruchatapong mengatakan bahwa pemerintah Thailand telah mendorong ekonomi digital di negara tersebut selama kurang lebih lima tahun.

Menurut dia, kehadiran GET yang didukung GOJEK mendorong ekonomi digital di Thailand.

“Ini contoh yang baik untuk kerja sama. Saya harap Thailand dapat bergandengan dengan negara lainnya seperti indonesia. Kita sebagai negara dari bagian Asia Tenggara harus menjadi pencipta ekonomi,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK da afiliasinya saat ini beroperasi di 204 kota dan kabupaten di lima negara Asia Tenggara, dengan ekosistem yang bermitra sebanyak 2 juta mitra driver, 400.000 merchants, dan 60.000 penyedia layanan.

Baca juga: Rudiantara: pemerintah bangga GOJEK perluas ekspansi ke Thailand

Baca juga: GOJEK resmi mengaspal di Thailand dengan nama GET

Baca juga: Get Indonesia siap bersaing di jasa transportasi
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rudiantara: pemerintah bangga GOJEK perluas ekspansi ke Thailand

Bangkok (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan bahwa pemerintah Indonesia bangga dengan ekspansi internasional GOJEK, perusahaan berbasis teknologi penyedia layanan mobile on-demand, ke Thailand dengan nama GET.

GET secara resmi diluncurkan di Bangkok hari ini bertempat di Event Plaza, Siam Square, Bangkok.

“Saya atas nama pemerintah bangga, perusahaan Indonesia bisa jadi multinasional. Ini menunjukkan kalau perusahaan Indonesia dipercaya,” kata Rudiantara saat berbincang dengan awak media di Bangkok, Rabu.

Ia menambahkan, GOJEK merupakan representasi dari model bisnis baru.

“Banyak perusahaan besar di Indonesia tetapi jago kandang. Kalau dengan model bisnis lama seperti itu, tidak mungkin bisa secepat ini seperti GOJEK yang baru empat tahun. Pemerintah jelas mendukung, dengan dinamika teknologi yang cepet,” jelasnya.

“Saya juga selalu mendorong kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara karena kalau enggak, negara dari regional lain bisa masuk,” lanjut dia.
  Menkominfo Rudiantara (kanan), pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim (kedua dari kiri) saat berbicang dengan awak media di Bangkok. GOJEK meluaskan ekspansi ke Thailand dengan nama GET. (ANTARA News/Monalisa)

Selain Rudiantara, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi juga turut menghadiri peluncuran GET, serta perwakilan dari Kementerian Masyarakat dan Ekonomi Digital Kerajaan Thailand.

Menurut Ahmad, hadirnya GOJEK di Thailand menambah kerja sama antara Indonesia dan Thailand.

“Kami menyambut gembira, Thailand sebagai negara kerajaan yang penduduknya hanya sekitar 65 juta, bisa mendatangkan turis sekitar 40 juta. Di sini juga sering ada kemacetan, selain terkenal dengan kulinernya. Peluang seperti ini yang bisa dimanfaatkan,” ujar Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim mengatakan bahwa fitur-fitur yang dihadirkan GOJEK menjadikannya sebagai aplikasi yang hampir sempurna termasuk untuk turis.

Ia pun optimistis dengan kehadiran GET di negara wisata seperti Thailand.

“Layanan yang kita servis tidak ada terlalu bedanya. Transportasi, makanan, kirim barang. Ini paling relevan sama turis. Dari Gojek ini udh cocok,” ujar Nadiem.

Peluncuran GET berlangsung sangat meriah karena digelar di Event Plaza, Siam Square One Shopping Mall, di hadapan ratusan tamu, selebritis, dan masyarakat umum.

Baca juga: GOJEK resmi mengaspal di Thailand dengan nama GET

Baca juga: Get Indonesia siap bersaing di jasa transportasi

Baca juga: GO-JEK di Vietnam hadir bernama GoViet, di Thailand Get

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GOJEK resmi mengaspal di Thailand dengan nama GET

Bangkok (ANTARA) –

GET, aplikasi multi-layanan berbasis daring yang didukung oleh GOJEK, secara resmi diluncurkan di Bangkok, Thailand, hari ini.

GET mulai beroperasi sejak Desember 2018 dengan dimulai di tiga distrik di Bangkok. Hanya dalam waktu dua bulan, GET telah menjangkau 80 persen wilayah Bangkok dan berhasil menyelesaikan dua juta perjalanan.

“Pemahaman mendalam tim manajemen kami mengenai pasar lokal, digabungkan dengan teknologi, pengalaman serta keahlian GOJEK, memperkuat posisi GET dalam memberikan solusi dari permasalahan sehari-hari masyarakat Bangkok melalui teknologi,” kata Co-Founder dan Chief Executive Officer GET, Pinya Nittayakasetwat, saat acara peluncuran di Bangkok, Rabu.

Ia mengungkapkan bahwa mitra driver GET telah menempuh jarak lebih dari tiga juta kilometer.

Saat ini ada tiga layanan yang GET tawarkan di Bangkok antara lain GET WIN, GET DELIVERY, dan GET FOOD. Untuk layanan GET FOOD, para pelanggan bisa menikmati kuliner di lebih dari 20.000 merchant yang ada di platform GET.

GET telah memperkenalkan program layanan manfaat bagi mitra driver meliputi pelatihan, akses kepada asuransi kendaraan, asuransi jiwa untuk mitra dan keluarganya, program tabungan serta aktivitas komunitas.

Pendiri dan CEO Grup GOJEK Nadiem Makarim mengatakan ada banyak kesamaan antara Indonesia dan Thailand. Ia juga mengatakan bertemu dengan tim yang hebat di Thailand.

“Kami sangat bangga menyaksikan tim GET merealisasikan visi kami di Thailand,” ujar Nadiem.

“Ekspansi internasional GOJEK bertujuan untuk mencari cara bagaimana teknologi kami, yang telah membawa dampak positif dan signifikam bagi masyarakat Indonesia, juga dapat membawa manfaat untuk lebih luas bagi masyarakat di negara-negara luar di Indonesia, khususnya Asia Tenggara,” jelas Nadiem.

Sejak diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK da afiliasinya saat ini beroperasi di 204 kota dan kabupaten di lima negara Asia Tenggara, dengan ekosistem yang bermitra sebanyak 2 juta mitra driver, 400.000 merchants, dan 60.000 penyedia layanan.

Baca juga: Go-Viet resmi beroperasi di dua kota Vietnam

Baca juga: GO-JEK di Vietnam hadir bernama GoViet, di Thailand Get

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bekraf kirim belasan pelaku industri kreatif ke AS

Jakarta (ANTARA) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengirimkan belasan startup dan pelaku industri kreatif ke Festival South by Southwest (SXSW) 2019 di Austin, Texas dan Game Connection America (GCA) 2019 di San Francisco pada Maret mendatang. 

Mereka ini tergabung sebagai delegasi Archipelageek 2019 dan untuk SXSW 2019 ada tujuh startup yang akan berangkat yakni Ars., MTarget, Nodeflux, TeleCTG, Noore Sport Hijab, Dicoding, Knock Percussion, program Hello Dangdut dan musisi Dhira Bongs. 

Head of Committee Archipelageek Andi Sadha mengatakan para pelaku industri yang berpartisipasi tahun ini telah melalui proses kurasi dari para ahli. 

“Yang akan mewakili berjualan di SXSW sudah melalui proses kurasi dari para ahli. Ada tujuh startup yang ikut serta (tahun ini). Ini kali ketiga kami akan ke SXSW, festival konvergensi terbesar di dunia,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. 

Andi berharap akan lahir teknologi terbaru dan Indonesia bisa menjadi negara pengekspor produk-produk ekonomi kreatif melalui partisipasi para delegasi ini. SXSW 2019 rencananya berlangsung pada 10-17 Maret mendatang. 

Sementara itu, perwakilan ke GCA 2019 pada 18-21 Maret mendatang adalah Agate, Wisageni, GameLevelOne, Masshive, Megaxus, CIAYO Games, Arsanesia, Gamechanger, SEMISOFT dan Everidea. 

Perwakilan Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno mengungkapkan dari proses kurasi itu terpilih 10 partisipan dalam GCA tahun ini, dengan pertimbangan utama 3 hal yakni tim harus berasal dari Indonesia, potensi ekspor dan track record perusahaan. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf berharap partisipasi delegasi Indonesia dalam ajang tahunan itu bisa berdampak positif untuk Indonesia dan para partisipan sendiri. 

“Saya ingin tidak hanya di SXSW dan GC. Kami berharap mereka bisa berkenalan dengan banyak orang, meningkatkan kontribusi ekspor. Kita tidak hanya duduk di Indonesia, harus aktif berpartisipasi di festival-festival bergengsi,” tutur dia. 
  Kepala Bekraf Triawan Munaf (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Triawan juga berharap penampilan para delegasi ini bisa membuka mata dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang sudah maju karena memiliki talenta-talenta yang luar biasa. 

“Penampilan kita jangan seadanya harus bagus, kita tidak mau dilihat sebagai negara yang seadanya. Indonesia bisa dilihat sebagai negara yang sudah maju karena memiliki talenta yang luar biasa. Kami ingin semakin banyak talenta yang kami kirimkan,” kata dia. 

Baca juga: Bekraf: layanan OTT dan bioskop tetap berkembang di masa depan

Baca juga: Bekraf sebut layanan OTT jawab jumlah penambahan layar bioskop
 

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Layanan online “Lapor Sleman” masih banyak dikeluhkan masyarakat

 Sleman (ANTARA News) – Fasilitas aplikasi layanan pengaduan masyarakat berbasis Android yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta “Lapor Sleman” masih banyak dikeluhkan masyarakat karena aksesnya rumit, lamban dan belum optimal menjawab keluhan masyarakat.

“Kalau mau melaporkan sesuatu melalui `Lapor Sleman` prosesnya terlalu rumit, kurang simpel. Terlalu banyak langkah yang harus dilakukan dalam aplikasi tersebut,” kata warga Sleman penggunaan aplikasi “Lapor Sleman” Agus Toro, warga Condongcatur di Sleman, Selasa.

Menurut dia, setelah mengunduh aplikasi melalui  Play Store ternyata langkah-langkahnya terlalu panjang untuk bisa masuk ke menu laporan.

“Beberapa kali masuk menu laporan selalu gagal, apakah itu soal data diri, akun email atau masalah lainnya. Sehingga belum sampai masuk ke laporan sudah terlalu rumit,” katanya.

Sedangkan pengguna aplikasi “Lapor Sleman” lainnya Burhan Ahmad mengatakan dirinya sengaja menghapus aplikasi tersebut dari layar telepon genggamnya selain karena jalannya lamban juga karena aplikasi tersebut terlalu berat.

“Saya sengaja menghapus aplikasinya karena lamban, memang hanya 15 MB, tapi ketika dijalankan berat,” katanya.

Menurut dia, layanan masyarakat Sleman tersebut lebih lamban lagi pada akhir pekan.

“Pada akhir pekan bahkan hampir tidak ada respons. Kadang mau `posting` laporan juga susah pas submit-nya,” katanya.

Ia mengatakan, kendala lainnya yakni ketika akan melaporkan sesuatu yang sensitif. Di aplikasi ada pilihan untuk tidak menampilkan identitas atau identitasnya dimunculkan.

“Ketika pilih tidak dimunculkan malah tidak ter-posting,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman Eka Suryo Prihantoro mengakui masih banyak yang harus dibenahi pada aplikasi “Lapor Sleman”.

“Memang banyak problem yang dialami masyarakat saat mengakses aplikasi. Namun ketika aplikasi tidak bisa, masyarakat bisa mengadukan ke website atau media sosial seperti IG, Facebook atau Twitter Pemkab Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, keluhan masyarakat terkait aplikasi yang terlalu berat itu karena masalah server. Selain itu, dalam Lapor Sleman juga ada kanal lain.

“Hal tu yang bikin berat dan sistemnya kadang terkendala,” katanya.

Eka mengatakan, untuk pengelolaannya masih dilakukan oleh pihak ketiga. Artinya bukan Diskominfo Sleman yang membuat sistemnya.

“Sehingga kalau ada pengembangan atau penambahan modul dari OPD lain harus disinkronkan dulu dengan pihak ketiga,” katanya.

Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan layanan kesehatan berbasis online
Baca juga: Facebook akan buat layanan kencan online

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pendiri Twitter Evan Williams mundur

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu pendiri dan pimpinan eksekutif Twitter, Evan Williams, mengundurkan diri dari perusahaan yang telah dibesarkannya sejak 2007, kemudian memutuskan berfokus pada “proyek lain.”

Williams akan meninggalkan Twitter pada akhir bulan ini, menurut sebuah laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Jumat (22/2), dilansir AFP.

“13 tahun yang luar biasa, dan saya bangga dengan apa yang telah dicapai Twitter selama saya bekerja di perusahaan itu,” tulis Williams dalam laporan itu.

“Saya menyerahkannya kepada tim karena saya akan memfokuskan waktu untuk proyek-proyek lain,” katanya.

Delapan tahun lalu, Williams mengurangi perannya pada startup yang berbasis di San Francisco itu demi menciptakan platform online Medium.

Williams juga menyerahkan jabatan Chief Executive Twitter kepada Dick Costolo pada 2010. Adapun Co-founder Jack Dorsey kembali menjabat chief Twitter pada 2015, setelah memegang posisi yang sama saat startup itu baru diperkenalkan.

Melalui cuitan di Twitter, Dorsey mengungkapkan bahwa Williams adalah alasan di balik keputusannya bergabung pada startup itu.

“Aku menghargaimu, Ev!” cuit Dorsey pada Jumat. “Kami akan merindukan suaramu dalam diskusi dewan pimpinan.”

Twitter menjadi panggung komunikasi global yang terkenal — terkadang kontroversial — sejak diluncurkan Maret 2006.

“Terima kasih, @jack dan @biz karena memulai perusahaan gila ini bersamaku. Dan terus menjadikannya lebih baik dan semakin baik,” cuit Williams.

Baca juga: Direktur Twitter: perusahaan teknologi belum maksimal atasi pelecehan

Baca juga: Saham Twitter melonjak 15, 47 persen saat Wall street menguat

Baca juga: Daftar selebriti yang kehilangan pengikut di Twitter karena kebijakan baru

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Game “Dilan” hadir di Android, Milea jadi tokoh utama

Jakarta (ANTARA News) – Kisah populer remaja “Dilan” kaya Pidi Baiq kini diangkat menjadi game yang bisa dimainkan di platform Android, dikembangkan oleh Agate dengan CIAYO Games.

Game ini dapat dimainkan melalui aplikasi platform CIAYO Stories, diangkat dari cerita novel “Dilan: Dia Adalah Dilanku 1990” dan “Dilan: Dia Adalah Dilanku 1991”.

Kolaborasi Agate, CIAYO dan Pidi Baiq mencakup pengembangan mesin, konten hingga ke jalinan cerita.

Pemain akan berperan menjadi Milea dan menentukan alur cerita dalam permainan ini. Pemain juga dapat menentukan jalinan peristiwa yang terjadi antara Dilan dengan Milea, seperti dijelaskan Agate dalam keterangan resmi, Jumat.

Baca juga: Hanin Dhiya isi lagu original soundtrack film Dilan 1991

Game Dilan juga memiliki fitur “dress up”, pemain bisa mendandani Milea sesuai dengan interpretasi pemain. Pengembang juga membuat fitur ilustrasi istimewa yang dapat dikoleksi setelah mencapai beberapa adegan.

Ada juga poin afeksi yang akan bertambah jika pilihan-pilihan cerita mendapatkan reaksi dari Dilan. Ilustrasi tersebut secara otomatis akan masuk ke album.

Game Dilan akan dirilis pada 24 Februari, berisi lima episode dari “Dilan 1990” dan 10 cerita dari “Dilan 1991”, bertepatan dengan peluncuran film “Dilan 1991”.

Baca juga: Tiket gala premier “Dilan 1991” di Bandung ludes terjual

Baca juga: Komentar Iqbaal Ramadhan soal fans garis keras

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YouTube tutup lebih dari 400 channel terkait video eksploitasi anak

Jakarta (ANTARA News) – YouTube menutup lebih dari 400 channel dan menghapus puluhan juta komentar sebagai tanggapan atas kekhawatiran dari kreator, pengguna, dan pengiklan atas video yang digunakan untuk mengeksploitasi anak-anak.

Rinciannya datang dari tim pembuat YouTube yang menanggapi video dari komentator Philip DeFranco yang dipublikasikan kemarin malam.

Pernyataan tim mengatakan bahwa “kita semua di YouTube” sedang mengatasi masalah ini, dan bahwa “kami terus mengembangkan tim kami untuk menjaga agar orang-orang tetap aman.”

YouTube juga telah melaporkan komentar dan akun kepada penegak hukum, yang harus dilakukan sesuai dengan hukum federal.

Pengiklan dan konten kreator telah merespons masalah ini selama beberapa hari terakhir setelah video yang menyoroti masalah yang mendapat perhatian luas. Video, dari Matt Watson, menunjukkan bagaimana istilah pencarian seperti “bikini haul,” yang menampilkan wanita menjajal berbagai model bikini yang mereka beli, dapat mengarah ke video anak-anak yang menampilkan pesan ke predator di bagian komentar.

Sejak video itu keluar, perusahaan termasuk Epic Games, Nestle, dan Disney telah menarik iklan dari YouTube. Perusahaan lain seperti Grammarly dan Peloton telah meminta YouTube untuk menyelidiki lebih lanjut.

Perwakilan YouTube sebelumnya mengatakan kepada The Verge bahwa tim “mengambil tindakan segera dengan menghapus akun dan channel, melaporkan aktivitas ilegal ke pihak berwenang, dan menonaktifkan komentar yang melanggar” ketika video pertama kali menarik perhatian.

“Konten apa pun — termasuk komentar — yang membahayakan anak di bawah umur adalah menjijikkan dan kami memiliki kebijakan yang jelas melarang ini di YouTube,” kata juru bicara itu saat itu.

“Masih banyak yang harus dilakukan, dan kami terus bekerja untuk meningkatkan dan menangkap pelecehan lebih cepat.”

Sementara banyak orang mengkritik YouTube, pembuat konten lain justru membela. DeFranco mengatakan dalam videonya bahwa “ini adalah sesuatu yang secara konsisten diperangi YouTube” selama bertahun-tahun.

Perusahaan melembagakan pedoman komunitas untuk secara khusus menangani perilaku predator pada video yang menampilkan anak-anak pada tahun 2017, dan itu memberi pengiklan lebih banyak kontrol di mana iklan mereka ditempatkan. Ini belum tentu masalah YouTube, kata DeFranco.

“Begitu mereka mengetahui ada konten yang menyinggung, mereka menangani situasinya,” kata DeFranco.

“Yang, sekali lagi, mengapa penting bahwa alih-alih mengatakan, ‘YouTube mengizinkan ini dan mereka senang tentang hal itu’ – karena sekali lagi itu adalah argumen yang gila – hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah melaporkan monster menjijikkan seperti yang kita lakukan di mana saja  di internet,” The Verge, Kamis (21/2).

Baca juga: YouTube hentikan “share” otomatis ke Twitter dan Google+

Baca juga: Sprint uji coba nonton YouTube pakai 5G
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SDM dan infrastuktur tantangan utama implementasi AI

Jakarta (ANTARA News) – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan membawa peluang besar bagi semua industri, namun ada beberapa tantangan yang harus diatasi dalam mengimplementasikan teknologi itu di Indonesia, yakni keterbatasan sumber daya manusia ahli dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Melihat tantangan itu, maka CTI IT Infrastructure Summit tahun ini akan mengangkat tema utama teknologi AI dan perannya bagi bisnis. CTI IT Infrastructure Summit akan digelar 13 Maret mendatang di Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta Selatan.

“Dalam CTI IT Infrastructure Summit ini, kami ingin membantu para pelaku bisnis untuk dapat memiliki wawasan dan pemahaman yang baik terkait tools dan best practice AI agar implementasinya dapat berjalan dengan tepat sesuai dengan visi perusahaan,” kata Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan, dalam siaran pers, Kamis.

AI merupakan teknologi yang mensimulasi kecerdasan manusia sehingga komputer/mesin dapat memecahkan persoalan dan mengambil keputusan secara lebih cerdas dan manusiawi. Teknologi ini tengah menjadi megatrend berkat kemunculan deep learning, salah satu turunan AI yang mampu mereplikasi cara kerja otak manusia.

AI yang sudah banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan Google Search maupun virtual assistant seperti Siri, kini mulai digunakan untuk berbagai tujuan bisnis, antara lain meningkatkan layanan pelanggan (chatbot), deteksi fraud, cyber security (face recognition), dan pengelolaan lalu lintas.

Menurut Rachmat Gunawan, AI memiliki peluang yang besar bagi semua industri. Adopsinya semakin luas, mulai dari deteksi fraud dan dokumen palsu di sektor keuangan,  memberikan rekomendasi medis bagi pasien, efisiensi transportasi melalui self driving cars, hingga otomasi proses produksi di industri manufaktur.

Baca juga: CTI Group dan Samsung layani solusi mobilitas

Konsep AI sudah digaungkan sejak tahun 1950-an oleh ilmuwan bernama Alan Turing dan perkembangannya semakin muktahir berkat dukungan ketersediaan data, teknologi computing dan algoritma yang jauh lebih canggih.

Menurut lembaga penelitian McKinsey, penerapan AI secara tepat dapat mengurangi biaya operasional bisnis, meningkatkan pendapatan, dan mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan melalui 4P: proyeksi masa depan, produksi barang dan jasa dengan lebih murah, promosi produk secara tepat dan peningkatan layanan terhadap pelanggan.  

“AI berpotensi mentransformasi dan mengoptimalkan performa bisnis dalam pengelolaan jaringan, terutama dalam hal keamanan dan ketersediaan. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat pribadi maupun profesional di lingkungan kerja, keamanan menjadi semakin penting yang lantas memberikan tekanan dan kompleksitas lebih kepada tim TI,” jelas Robert Suryakusuma, Country Manager Aruba Indonesia.

Menurut lembaga riset IDC, adopsi AI oleh bisnis terus meningkat, di antaranya di Asia Tenggara yang naik dari 8 persen menjadi 14 persen. Di kawasan itu, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan 24,6 persen.

Pemicu adopsi itu adalah kemampuan AI dalam menemukan insight bisnis yang akurat (52 persen), meningkatkan proses otomatisasi (51 persen), dan produktivitas (42 persen).

Baca juga: Diskusikan strategi transformasi digital, Virtus gelar konferensi

Baca juga: CTI Group sediakan solusi smart city

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gojek luncurkan program “Gojek Wirausaha” untuk UMKM Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan teknologi Gojek meluncurkan program pelatihan berbisnis “Gojek Wirausaha” sebagai bentuk komitmennya untuk membantu para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menaikkan level bisnis dan memperluas pasarnya.

Dengan hadirnya Gojek Wirausaha, pihak Gojek mengharapakan adanya peningkatan kemampuan pegiat UMKM agar bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi.

“Gojek percaya basis UMKM yang besar di Tanah Air berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kendati demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh UMKM mulai dari keterbatasan pada akses pasar yang lebih luas, akses ke teknologi dan akses pada peningkatan skill,” kata Chief Commercial Expansion Gojek Catherine Hindra Sutjahyo saat jumpa pers, Rabu. 

Ia mengatakan bahwa Gojek berusaha memberi solusi atas tantangan akses pasar yang lebih luas dan akses ke teknologi melalui layanan Go-Food dan Go-Pay, di mana UMKM yang tergabung dalam ekosistem Gojek dapat terhubung secara langsung dengan ratusan juta pelanggan setia Gojek.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini Gojek telah bermitra dengan lebih dari 400.000 merchant, yang 80 persen diantaranya merupakan UMKM kuliner yang telah merasakan manfaat perluasan pasar secara langsung.

“Lewat pelatihan ini, Gojek menyediakan paket lengkap baik bagi UMKM, memberikan pelatihan akses ke teknologi melalui platform Gojek sekaligus akses ke peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan pelatihan dan modal,” jelasnya.

Sebelumnya, proyek pilot Gojek Wirausaha telah dilakukan di 14 kota di Indonesia dengan lebih dari 2.200 pelaku UMKM yang ikut serta dari 24 komunitas dan institusi pemerintah. 

Pada kesempatan yang sama, VP Public Affairs GOJEK, Astrid Kusumawardhani menuturkan, program GOJEK Wirausaha ini memiliki keistimewaan yaitu memberikan akses langsung kepada para UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek. Setelah pelatihan, UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platform Go-Food, Go-Pay serta Arisan Mapan.

“Hal ini menjadi nilai tambah agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital,” tutur Astrid.

Melalui Gojek Wirausaha, Gojek telah berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih besar lagi kedepannya. Hasil dari lembaga riset LD FEB UI pada 2017 lalu menyatakan bahwa Gojek telah berontribusi Rp1,7 triliun setiap tahunnya melalui penghasilan mitra UMKM.

“Harapannya dengan ilmu yang kami berikan lewat Gojek Wirausaha ini, pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan mangatur keuangan lebih baik, sehingga menjadi meningkatkan skala blsms yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Astrid.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tahun 2018, 99 persen industri Indonesia ditopang oleh UMKM. Dengan total 62 juta unit yang tersebar di berbagai wilayah di nusantara, UMKM menjadi solusi dalam menciptakan banyak lapangan kerja.

Baca juga: Beredar video pengemudi ojek online curi tabung gas

Baca juga: Tren terus naik, GO-PAY kembangkan layanan donasi

Baca juga: Google, JD, dan Tencent suntik dana untuk GoJek

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aplikasi Smart City 3.0 Kota Tangerang diadopsi Kabupaten Siak

Sejak 2016 hingga 2019 terhitung 174 aplikasi sudah berhasil dibangun Kota Tangerang

Tangerang  (ANTARA News) – Kabupaten Siak Provinsi Riau melakukan adopsi aplikasi Smart City milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk tahapan 3.0 dalam mendukung gerakan 100 Smart City di Indonesia.

Penandatangan dilakukan di Tangerang Live Room (TLR) Gedung Pusat Pemkot Tangerang, Selasa, oleh Wakil Wali Kota Tangerang,  Sachrudin dengan Wakil Bupati (Wabup) Siak, Alfedri.

Sachrudin mengatakan, Kota Tangerang terus bertransformasi untuk mengembangkan konsep Smart City.

Sejak 2016 hingga 2019 terhitung 174 aplikasi sudah berhasil dibangun Kota Tangerang. Mulai dari menyediakan layanan yang mudah diakses masyarakat hingga mewujudkan pemerintah yang bersih dengan keterbukaan informasi.

Untuk mendukung gerakan 100 Smart City di Indonesia, Kota Tangerang pun telah bekerja sama dengan Pemkab/Pemkot lain di Indonesia.

Terbukti kali ini, giliran Pemkab Siak yang melakukan penandatanganan MoU terkait pemanfaatan Aplikasi Smart City, ujarnya.

“Tidak ada artinya kalau kita membangun aplikasi sebanyak itu, tetapi manfaat dan informasinya tidak sampai ke masyarakat,” tegas Sachrudin.

Dia mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Siak yang datang untuk belajar dan berkolaborasi bersama untuk kemajuan wilayah dan juga Indonesia.

“Sudah banyak kabupaten/kota yang bekerja sama dengan kita, Itu artinya penerapan dari aplikasi yang terkait kepegawaian maupun masyarakat ini berhasil. Kota Layak Huni adalah tujuan kita, pemerintah sediakan fasilitasnya melalui berbagai aplikasi ini. MoU ini adalah langkah awal bagi kita mewujudkan 100 Smart City di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Siak Alfedri menyatakan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat diperlukan peningkatan pelayanan yang berbasis teknologi informasi, Pemkab Siak pun sempat belajar hingga ke negara seperti Georgia, Azerbaijan, dan Turki.

“Sudah datang ke sana dan model Smart City yang paling mirip adalah Kota Tangerang, luar biasa Kota Tangerang,” ujarnya.

Alfedri menambahkan beberapa aplikasi yang memang akan dikembangkan adalah aplikasi yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, jalan dan penerangan jalan umum (PJU).

“Kalau bisa semua kita adopsi. Kalau untuk aplikasi perizinan dan pariwisata kami memang sudah ada jadi nanti aplikasi lainnya yang akan kita adopsi. Setelah MoU ini akan ada tindak lanjutnya,” kata Alfedri.

Baca juga: Pemprov DKI raih predikat Top 50 Smart City Government
Baca juga: Kotawaringin Barat pelajari penerapan konsep Smart City di Semarang
Baca juga: Yogyakarta raih “Smart City Award” dengan dua aplikasi

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konsumen lebih suka bayar konvensional meski terbiasa belanja online

Jakarta (ANTARA News) – Riset dari lembaga Ipsos Indonesia menunjukkan konsumen Indonesia lebih menyukai membayar dengan meteode konvensional saat berbelanja di e-commerce.

“Masih konservatif untuk urusan uang,” kata Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, saat paparan riset “E-commerce 4.0 What’s Next” di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan riset mereka, pembayaran melalui transfer bank masih menjadi favorit para konsumen e-commerce di Indonesia, jumlahnya mencapai 26 persen.

15 persen pembayaran memanfaatkan kanal pembayaran yang disediakan oleh e-commerce, misalnya membayar secara tunai di minimarket. Baru 19 persen konsumen e-commerce yang menggunakan metode pembayaran online, misalnya dompet digital.

Ipsos Indonesia juga mengadakan survei mengenai perilaku berbelanja di e-commerce, hasilnya hanya 15 persen konsumen yang tidak memiliki preferensi e-commerce dan barang yang ingin dibeli, mereka hanya melihat-lihat produk.

34 persen responden mengaku sudah tahu akan berbelanja di e-commerce mana, namun mereka hanya window shopping dan belum menentukan apa yang ingin dibeli.

Sebanyak 24 persen sudah tahu barang apa yang ingin mereka beli, namun belum memutuskan akan berbelanja di platform mana.

Kategori barang paling diminati di e-commerce di Indonesia masih diduduki oleh fesyen dan baju olah raga (64 persen), produk elektronik (38 persen) dan gawai (37 persen).

Kategori lain yang diminati antara lain pembayaran tagihan, kosmetik, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, perawatan tubuh dan susu untuk anak-anak.

Untuk pengiriman barang, 62 persen memilih pengiriman reguler melalui kurir perusahaan logistik, sementara 29 persen menyukai pengiriman ekspres.

Inovasi di bidang teknologi yang dibuat penyedia aplikasi transportasi juga menjadi pilihan para konsumen, 5 persen memilih pengiriman di hari yang sama dan 4 persen memilih pengiriman instan dengan GO-SEND dan GrabExpress.

Baca juga: Harbolnas senjata utama e-commerce gaet pembeli

Baca juga: Kemarin, teknologi baru mobil swakemudi dan Andien rilis video klip

Baca juga: Tips belanja online aman saat Valentine

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat: E-commerce tidak menggerus toko offline

Jakarta (ANTARA News) – Pengamat ekonomi Yustinus Prastowo menilai revolusi e-commerce 4.0 tidak akan mematikan toko-toko offline seperti yang diperkirakan selama ini.

“TIdak benar e-commerce 4.0 akan meniadakan offline, tapi integrasi,” kata Yustinus saat diskusi bersama Ipsos Indonesia mengenai riset “E-commerce 4.0 What’s Next” di Jakarta, Selasa.

E-commerce terus berkembang sejak pertama kemunculannya, lembaga riset Ipsos Indonesia mencatat platform e-commerce di Indonesia sudah ada pada era 1990-an. Menurut catatan mereka, salah satu pelopor pada E-commerce 1.0 tersebut adalah Indonet, namun platform mereka berbeda dengan e-commerce yang sekarang ada.

E-commerce pada waktu itu berupa katalog elektronik berupa harga dan deskripsi produk.

Pemain lainnya, Bhinneka muncul pada era berikutnya E-commerce 2.0. Karakteristik e-commerce pada zaman ini berbeda dengan generasi sebelumnya, e-commerce menjadi kanal resmi untuk mendatangkan pendapatan bagi perusahaan.

Perkembangan pesat e-commerce selama lima tahun terakhir akhirnya menghadirkan E-commerce 3.0, berupa platform marketplace dan terpisah dari perusahaan induk. E-commerce menggandeng banyak pihak untuk masuk ke platform mereka.

Memasuki era E-commerce 4.0, banyak kekhawatiran e-commerce akan menggantikan toko fisik melihat situasi saat ini, padahal menurut Yustinus anggapan tersebut merupakan persepsi salah paham.

“E-commerce 4.0 itu kolaborasi,” kata dia.

Kolaborasi antara toko online dengan toko offline dikenal dengan istilah “online to offline” atau O2O, misalnya berbelanja melalui platform online kemudian mengambil barang langsung di toko fisik terdekat.

Kolaborasi O2O menurut Yustinus akan menciptakan lapangan pekerjaan baru karena sistem ini membutuhkan gerai fisik atau gudang (warehouse).

CEO Blibli.com menyatakan sejak beberapa waktu belakangan mereka menggarap sektor O2O sebagai salah satu kanal penjualan.

“Tujuan kami bukan mematikan toko, online ini menjadi salah satu kanal,” kata Kusumo di acara diskusi yang sama.

Konsumen yang datang langsung ke toko yang bekerja sama dengan Blibli dapat merasakan semua fasilitas online, misalnya program cicilan.

Baca juga: Omzet pelaku usaha jaket tembus Rp50 juta berkat e-Smart IKM

Baca juga: Konsumen lebih suka bayar konvensional meski terbiasa belanja online

Baca juga: Harbolnas senjata utama e-commerce gaet pembeli

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beredar video pengemudi ojek online curi tabung gas

Jakarta (ANTARA News) – Beredar video di media sosial menunjukkan video rekaman dua orang yang memakai atribut ojek online mencuri tabung gas 3 kilogram dari gerobak penjual makanan.

Dalam video yang diunggah pengguna Twitter bernama @setiawanjadinya, seseorang yang memakai helm Grab mengambil tabung gas dari gerobak jualanan makanan, dia memberikan tabung gas itu ke rekannya yang sedang duduk di motor, memakai jaket GOJEK.

Kedua orang itu langsung pergi begitu selesai beraksi.

Video singkat yang diunggah pada Senin (18/2) itu dicuit leibh dari 2.000 kali. Akun resmi GOJEK merespons video tersebut dan menyatakan sedang menindaklanjuti temuan tersebut.

“Untuk hal ini sedang dalam penanganan tim kami, ya, Kak. Terima kasih,” kata @gojekindonesia.
 

Akun resmi Grab Indonesia juga menyatakan hal serupa, menindaklanjuti laporan tersebut.

“Informasi ini akan kami bantu lakukan pengecekan dan tindaklanjuti,” kata @GrabID.

Sementara itu, perwakilan GOJEK dan Grab Indonesia tidak memberikan penjelasan ketika dimintai keterangan oleh Antara.

Baca juga: Google, JD, dan Tencent suntik dana untuk GoJek

Baca juga: Gojek gandeng polisi berantas sindikat order fiktif

Baca juga: Empat pelaku pemesanan fiktif Gojek diringkus aparat

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Si beruang cokelat menggemaskan kini hadir dalam game Brown Stories

Jakarta (ANTARA News) – Karakter-karakter menggemaskan dalam Line kini tak cuma menghiasi layar handphone, namun bisa dimainkan dalam game strategi RPG Line Brown Stories yang dirilis Senin (18/2).

LINE Corporation, operator platform permainan LINE Games, dalam keterangan pers, Selasa, mengatakan dalam game ini pemain bekerjasama dengan karakter LINE untuk mengalahkan para musuh. 

Banyak pengguna sudah mendaftar untuk memainkan gim ini sejak pre-registrasi dibuka pada 24 Januari 2019 lalu.

Kisah di dalam gim ini akan terus berkembang seiring dengan progres sejumlah babak seperti babak gurun, perkotaan, dan babak-babak lainnya. 

Pemain juga dapat memanfaatkan sejumlah skills dengan menggunakan kontrol ketuk dan geser saat bermain gim ini.

Baca juga: Game Nintendo “Dr. Mario World” akan hadir di smartphone tahun ini

Baca juga: Line gandeng agensi BTS luncurkan webtoon baru

Baca juga: “Destiny Child”, gim baru dari Line Games

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alibaba disebut ada di balik aplikasi Partai Komunis China

Jakarta (ANTARA News) – Aplikasi propaganda pemerintah China yang baru-baru ini menjadi hit besar dikabarkan dikembangkan oleh Alibaba, menurut dua orang sumber perusahaan ikepada Reuters.

“Xuexi Qiangguo”, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘Belajar untuk membuat China kuat’ dan merupakan permainan tentang tema propaganda pemerintah menerapkan pemikiran Presiden Xi Jinping, menyusul Tik Tok dan WeChat yang menjadi aplikasi terpopuler di wilayah itu di app store China pada pekan lalu.

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh tim proyek khusus yang sebagian besar tidak dikenal di Alibaba yang dikenal sebagai “Unit Bisnis Proyek Y”, yang mengambil proyek pengembangan di luar perusahaan, kata sumber dikutip Reuters, Senin.

Alibaba yang terdaftar di New York menolak berkomentar apakah unit bisnisnya telah mengembangkan aplikasi.

Pengembangan aplikasi oleh Alibaba, yang Ketuanya Jack Ma sebagai anggota Partai Komunis, adalah contoh terbaru dari perusahaan teknologi China yang berkolaborasi dengan pemerintah.

Departemen propaganda negara telah merilis aplikasi menjelang Kongres Rakyat Nasional bulan depan di Beijing, pertemuan parlemen tahunan top China.

Baca juga: Jack Ma sebut perang dagang AS-China, hal paling bodoh

Baca juga: Menperin: Alibaba akan bangun sekolah pengusaha di Indonesia

Baca juga: Bagi Jack Ma, kecerdasan intelektual dan emosional belum cukup

Kesempatan kerja

Aplikasi, yang mencakup video pendek, berita berita pemerintah, dan kuis, dibuat oleh tim Alibaba.

Seorang pengguna aplikasi perpesanan Alibaba, DingTalk dapat menggunakan kredensial login mereka untuk masuk ke Xuexi Qiangguo. Alibaba mengatakan aplikasi itu dibuat menggunakan perangkat lunak DingTalk.

Staf di unit Alibaba bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara aplikasi yang mencakup berita, video, streaming langsung, dan komentar komunitas, menurut sumber dan pekerjaan yang diiklankan untuk Xuexi Qiangguo di situs web karier Alibaba.

Unit ini tidak memiliki situs web, tetapi dijelaskan dalam iklan pekerjaan di situs karir populer China, Zhipin.com, sebagai proyek tingkat strategis yang berada dalam tahap penciptaan dan menawarkan banyak peluang kerja.

Setidaknya sebagian dari popularitas pelarian aplikasi dapat dikaitkan dengan arahan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan universitas yang mengharuskan orang-orang di jaringan anggota partai ekspansif China untuk mengunduh aplikasi.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 43,7 juta kali di perangkat Apple dan Android sejak diluncurkan pada Januari, menurut perkiraan oleh perusahaan konsultan statistik Qimai yang berbasis di Beijing.

Belum jelas apakah Alibaba menghasilkan uang dari aplikasi, atau siapa yang memulai pengembangannya.

Bulan lalu, wakil ketua eksekutif Alibaba Joe Tsai mengecam perlakuan AS terhadap sesama perusahaan teknologi China Huawei Technologies “sangat tidak adil”, dan dengan tajam mengkritik apa yang disebutnya upaya pemerintah AS untuk mengekang kenaikan China melalui perang dagang.

Huawei, pembuat peralatan jaringan terbesar di dunia, sebagian besar telah dilarang dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain karena dicurigai bahwa produk-produknya dapat digunakan sebagai saluran untuk memata-matai. Huawei dan China membantah tuduhan itu.

Baca juga: Alibaba Cloud luncurkan data center kedua di Indonesia

Baca juga: “Singles Day”, Alibaba himpun 30 miliar dolar AS

Baca juga: Alibaba fasilitasi impor senilai 200 miliar dolar termasuk dari Indonesia

Penerjemah: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Asal mula istilah “unicorn” pada startup

Jakarta (ANTARA News) – Istilah unicorn seringkali didengar ketika membicarakan perusahaan rintisan (startup), apalagi pemerintah gencar mendorong agar Indonesia memiliki banyak startup bertitel unicorn.

Unicorn dalam dunia startup tidak ada hubungannya dengan kuda putih bertanduk, walaupun istilah tersebut memang diambil dari makhluk yang sering muncul di legenda barat tersebut.

Unicorn dipakai untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 1 miliar dolar ke atas. Indonesia saat ini memiliki empat unicorn, yaitu GOJEK, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka.

Laman International Business Times menuliskan istilah “unicorn” pertama kali mengemuka dari seorang investor asal Amerika Serikat yang mendirikan Cowboy Ventures, Aileen Lee, yang awalnya tertarik untuk berinvestasi di salah satu perusahaan yang masuk golongan tersebut.

Baca juga: Menkominfo dorong rintisan “unicorn” mencatatkan saham di BEI

Dia meriset pada 2013 dan menemukan 0,07 persen dari perusahaan yang mendapatkan dana dari ventura memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar.  Dia ingin membagikan temuannya ini, namun dia perlu menemukan istilah yang tepat untuk perusahaan yang memiliki nilai valuasi tersebut.

“Saya mencoba mencari kata yang mudah digunakan,” kata Lee.

Dia sempat mencoba kata-kata lain seperti “home run” dan “megahit” hingga akhirnya terpikat pada “unicorn”.

Baca juga: Traveloka akan jadi decacorn? Ini reaksi Menkominfo

Dia berargumen jarang ada perusahaan rintisan yang mencapai nilai valuasi sebesar itu, meski pun setiap tahun selalu ada startup yang muncul.

Filosofi tersebut sesuai dengan kuda unicorn, yang dijadikan simbol untuk mengungkapkan sesuatu yang langka.

Unicorn kini bukan satu-satunya istilah untuk menunjukkan golongan sebuah perusahaan rintisan, kini juga dikenal “decacorn” dan “hectocorn”.

Decacorn digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 10 miliar dolar, sementara hectocorn sebesar 100 miliar dolar.

Startup Indonesia saat ini baru sampai pada tahap unicorn, namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Desember lalu meyakini akan ada decacorn di Indonesia pada 2019 ini.

Baca juga: TKN: Fatal jika Prabowo tidak paham unicorn

Baca juga: Pengetahuan dua capres soal Revolusi Industri 4.0 timpang

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tren terus naik, GO-PAY kembangkan layanan donasi

Jakarta (ANTARA News) – GO-PAY terus mengembangkan layanan berdonasi melalui dompet digital, menyusul ketertarikan para penggunanya untuk memberikan uang yang terus meningkat.

“Minat pengguna GO-PAY besar, trend-nya naik terus,” kata CEO GO-PAY Aldi Haryopratomo, saat jumpa pers kerja sama dengan Filantropi Indonesia di Jakarta, Senin.

Minat konsumen yang besar untuk berdonasi melalui dompet digital ini sejalan dengan keinginan GO-PAY yang ingin mempermudah cara memberikan bantuan dan agar memberikan donasi menjadi kebiasaan.

“Donasi tidak harus besar, bisa setiap hari dan bisa jadi kebiasaan,” kata Aldi.

GO-PAY menjalankan inisiatif GO-PAY for GOOD untuk berdonasi, mereka bekerja sama dengan berbagai yayasan dan rumah ibadah. Mereka memulai program donasi melalui GO-PAY pada pertengahan tahun lalu.

Pengguna bisa berdonasi dengan memindai kode QR yang disediakan oleh yayasan dan memasukkan nominal yang ingin didonasikan, seperti ketika berbelanja dan membayar dengan GO-PAY.

Aldi mengakui pada masa awal kemunculan berdonasi. Para pengguna GO-PAY belum terbiasa, namun, mereka terus memperbaiki pengalaman berdonasi digital agar semakin banyak yang tertarik.

Aldi ingin pengguna memahami bahwa donasi tidak harus dalam jumlah besar dan tidak harus saat terjadi bencana alam, berdonasi bisa di mana saja dan kapan saja.

Sejak April 2018 hingga Februari 2019, GO-PAY meembantu mengumpulkan Rp13 miliar dari sekitar 131.000 donatur.

Baca juga: Bayar infak sekarang bisa pakai GO-PAY

Baca juga: Pengguna Go-Jek bisa berzakat lewat GO-PAY

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usai debat, warganet masih ramai di media sosial

Jakarta (ANTARA News) – Pada Senin siang, debat calon presiden putaran kedua semalam masih diperbincangkan, terlihat dari beberapa tagar yang jadi tren di Indonesia.

Hal yang ramai dibahas adalah #SetelahDebatSemalam yang berisi kesan-kesan warganet mengenai perdebatan Joko Widodo dan Prabowo Subianto mengenai energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur, Minggu (17/2).

Ada yang membuat percakapan imajiner bernuansa humor dengan menyisipkan ucapan yang dilontarkan para kandidat seperti konfirmasi Prabowo tentang “Unicorn”, atau celetukan Joko Widodo bahwa Prabowo kurang optimistis. 

Pendapat warganet juga terbagi dua, masing-masing mendukung kandidat yang difavoritkan. 

Warganet yang berpendapat data yang disajikan Joko Widodo saat debat tidak akurat turut mencuit dengan tagar #JokowiBohongLagi, sementara itu ada pula yang mencuit #02GagapUnicorn tentang kekurangtahuan Prabowo tentang Unicorn,  gelar untuk perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi lebih dari satu miliar dolar AS. 

Berdasarkan data Twitter, ada 1,5 juta cuitan seputar debat pilpres semalam. Puncak percakapan terjadi sekitar pukul 22.00-23.00 WIB, dengan hampir 290.000 Tweet per menit.

Pengguna Twitter juga melontarkan komentar-komentar dan meme-meme kocak terkait momen-momen menarik saat debat. Beberapa di antaranya adalah ekspresi unik Jokowi juga Prabowo dan Unicorn yang membuat warganet ramai-ramai mengunggah gambar unicorn berwarna-warni. 

Warganet juga bicara tentang warna rambut moderator Anisha Dasuki serta pernyataan saling setuju antara kedua paslon. 

Baca juga: Analisis gestur Jokowi-Prabowo, debat damai walau sama-sama tegang

Baca juga: Pengamat mode: Jokowi terkesan tulus, Prabowo tampil necis

Baca juga: Penampilan moderator debat capres ala Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelanggan Apple Music bisa beri hadiah gratis langganan ke teman

Jakarta (ANTARA News) – Apple memasang strategi baru untuk menambah jumlah pelangganan layanan streaming musik Apple Music melalui memberi hadiah gratis ke teman.

Laman 9to5mac mengabarkan, Sabtu (16/2) Apple memberi notifikasi ke pelanggan bahwa mereka bisa memberi hadiah gratis berupa mencoba layanan streaming musik selama sebulan. Hadiah itu berlaku untuk teman yang sudah atau belum berlangganan Apple Music.

Pengguna cukup mengirimkan kode referal ke teman yang ingin diberi hadiah. Pekan lalu, Apple memberikan tambahan layanan gratis selama tiga bulan.

Jika teman yang dikirimi kode sudah menggunakan gratisan tiga bulan tersebut, mereka hanya akan mendapatkan hadiah gratis tambahan selama satu bulan. Jika belum menggunakan, mereka total mendapatkan empat bulan layanan gratis.

Cara ini disinyalir sebagai usaha Apple untuk mendongkrak pelanggan Apple Music, yang saat ini berjumlah 50 juta pelanggan berbayar. 

Pencapaian Apple ini masih berada di bawah Spotify yang memiliki hampir 100 juta pelanggan premium.

Baca juga: Apple Music segera tampilkan integrasi Android Auto

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google, JD, dan Tencent suntik dana untuk GoJek

Jakarta (ANTARA News) – Google, JD.COM, dan Tencent serta beberapa investor lainnya, termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital telah merampungkan fase pertama pendanaan untuk GoJek, salah satu startup unicorn Indonesia yang sudah mengembangkan sayapnya ke Vietnam.

Investasi fase pertama putaran pendanaan Seri F itu menunjukkan keyakinan investor terhadap peluang pertumbuhan GoJek yang didukung pertumbuhan pesat ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai 240 miliar dolar pada 2025.

“Visi kami adalah untuk selalu menciptakan hal-hal yang beanfaat untuk Indonesia dan memberikan dampak sosial yang positif melalui teknologi,” kata CEO GoJek Group Nadiem Makarim, di Jakarta, Jumat.

Menurut Nadiem, GoJek sekarang merupakan platform mobile on-demand dan pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara dengan total gross transaction value (GTV) lebih dari 9 miliar dolar AS dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar dolar AS pada 2018.

Kinerja itu mengukuhkan kepemimpinan GoJek pada layanan pembayaran digital dan pesan-antar makanan. Ekosistem Go-Pay sudah memroses 6,3 miliar dolar AS nilai transaksi bruto, sementara Go-Food mencapai 2 miliar dolar AS sepanjang 2018.

Dan investasi yang terkumpul dalam putaran pendanaan Seri F nanti akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia serta memperkuat ekspansi GoJek di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran GoJek di Singapura, Go-Viet di Vietnam, dan GET Thailand.

Respons masyarakat di negara-negara tersebut sangat positif, melampaui ekspektasi. Di Vietnam, Go-Viet meraih 40 persen pangsa pasar layanan transportasi online roda dua dalam tiga bulan di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi.

Di Singapura, aplikasi GoJek versi beta telah dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Januari 2019, memberikan pilihan nyata baik bagi pengguna maupun pengemudi.

Setelah pendanaan Seri F ini, Nadiem memastikan bahwa para pendiri GoJek akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan, agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan serta terus berekspansi dan mengembangkan bisnis dengan pesat.

“Seiring dengan ekspansi internasional perusahaan, kami bangga dapat membawa visi kami ke lebih banyak negara di Asia Tenggara sekaligus menempatkan Indonesia pada peta dunia sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan ini,” tambah Nadiem.

Baca juga: Grab Indonesia klaim tingkat “fraud” turun di bawah satu persen

Baca juga: Menkominfo apresiasi GOJEK akuisisi tekfin Filipina

Baca juga: Pengemudi pertama GOJEK beri nama anaknya “Nadiem”

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Parlemen India minta pemerintah blokir TikTok

Jakarta (ANTARA News) – Anggota parlemen di India meminta pemerintah untuk memblokir layanan live streaming TikTok karena dianggap menyebabkan “degradasi budaya” terhadap remaja dan pemuda.

Laman The Verge menuliskan, Menteri Teknologi Informasi negara bagian Tamil Nadu, M Manikandan, menyatakan pemerintah akan merekomendasikan TikTok dilarang di Tamil Nadu. 

Melansir Economic Times, seorang anggota parlemen Thamimum Ansari membawa kasus ini ke Majelis Legislatif Pusat karena mendapatkan laporan bahwa TikTkok menjadi platform debat yang bertentangan dengan hukum dan berbagi konten eksplisit.

Laman The New Indian Express melaporkan pada Desember tahun lalu, 36 remaja melapor ke layanan krisis bahwa mereka mengalami perisakan di TikTok. Salah seorang pengguna dilaporkan bunuh diri karena dirisak di TikTok.

Tercatat TikTok memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif di India.

Perwakilan TikTok menyatakan mereka sedang merekrut perwakilan di India agar dapat berkoordinasi dengan penegak hukum di negara tersebut.

TikTok menyatakan mereka memiliki sistem pelaporan untuk para pengguna maupun penegak hukum untuk melaporkan konten-konten yang tidak sesuai dengan aturan komunitas.

Baca juga: Konten Smule dan TikTok terbanyak diblokir 2018

Baca juga: Begini strategi TikTok agar tak dianggap “alay”

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google dan Facebook dikritik karena wabah campak di AS

Jakarta (ANTARA News) – Menyusul wabah campak yang terjadi di negara bagian Washington, Amerika Serikat, Facebook dan Google dikritik karena platform tersebut digunakan untuk menyebarkan konten anti-vaksin.

Kritik tersebut, seperti dimuat dalam artikel Bloomberg dan The Verge, berasal dari Representatif Adam Schiff, yang melayangkan surat ke CEO Facebook Mark Zuckerberg tentang misinformasi vaksin di Facebook dan Instagram. Schiff dalam surat tersebut menyatakan kekhawatirannya tentang konten yang menyesatkan dan menakutkan tentang vaksin.

Schiff juga mengirim surat serupa ke CEO Google, Sundar Pichai, tentang misinformasi vaksin di YouTube.

Dalam surat tersebut, Schiff menyatakan misinformasi di jejaring media sosial dapat membuat orang tua mengabaikan saran medis untuk mengimunisasi anak-anak mereka.

“Informasi yang diulang-ulang, meski pun salah, bisa dianggap benar,” kata dia.

Schiff merujuk pada artikel di The Guardian pada awal Februari, yang melaporkan bahwa Facebook dan YouTube berisi propaganda anti-vaksin. Schiff mengapresasi YouTube atas langkah mereka untuk melarang rekomendasi untuk video-video yang dapat menyebarkan informasi yang salah dan berbahaya.

Google menolak berkomentar atas kasus ini. Kepada The Verge, Facebook menyatakan mereka menghapus konten yang melanggar Standard Komunitas mereka, menurunkan artikel yang menyesatkan dan bekerja sama dengan pengecek fakta.

“Masih banyak hal yang perlu kami lakukan, kami akan terus berupaya memberikan informasi yang mendidik untuk topik-topik penting seperti kesehatan”.

Baca juga: Iklan media massa menurun, Komisi Konsumen Australia serukan regulasi konten digital

Baca juga: Google membarui klik kanan di Gmail

Baca juga: Google investasi 13 miliar dolar di pusat data AS

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tudder, aplikasi Tinder untuk sapi

Jakarta (ANTARA News) – Tudder, aplikasi yang terinspirasi aplikasi pencari teman kencan Tinder, dibuat untuk membantu peternak menemukan pasangan untuk sapi-sapi mereka. 

Lewat aplikasi, yang merupakan paduan dari Tinder dan udder, peternak bisa menandai sapi-sapi yang mereka incar.

Mereka kemudian diarahkan ke laman SellMyLivestock di mana mereka bisa melihat lebih banyak foto dan data tentang hewan yang dimaksud sebelum memutuskan akan membelinya atau tidak.

Informasi penting jua tertera, seperti produksi susu dan kandungan protein atau potensi beranak, jelas  Doug Bairner, CEO Hectare Agritech, yang mengurus SellMyLivestock (SML) dan Graindex, platform dagang online agriteknologi berbasis di Inggris.

“Memasangkan hewan ternak secara online lebih mudah ketimbang menjodohkan manusia karena ada banyak data dari binatang-binatang ini yang memprediksi keturunan mereka akan seperti apa,” kata dia.

Diluncurkan pada hari Valentine, pembuat aplikasi yakin Tudder adalah aplikasi perjodohan pertama untuk hewan ternak.

Peternak menggunakan ponsel pintar untuk memilih apakah mereka mencari hewan jantan atau betina, memilih-milih foto, geser ke kanan bila tertarik, geser ke kiri bila tidak berminat, sampai mereka menemukan pasangan yang tepat.

Ini dapat menghubungkan peternak dari penjuru negara, membuat perdagangan jadi lebih mudah.

Peternak sapi dan pengguna Tudder james Bridger mengatakan aplikasi ini mengurangi stres pada hewan saat dipindahkan dengan kendaraan, serta mungkin jadi rival pasar tradisional.

“Kau dapat semua data lengkap hewan di mana saat di pasar tradisional kamu mungkin tidak punya waktu untuk melihat-lihat setiap hewan,” katanya pada Reuters.

“Tidak ada yang lebih baik ketimbang melihat hewan di habitatnya, habitat asli, daripada memasukannya ke dalam truk… Jika seseorang tertarik untuk melihat-lihat hewan yang diinginkan, atau melihat fotonya, lebih ideal melihatnya di habitat asli, dan hewan akan lebih senang di situ.”

SellMyLivestock telah mendata lebih dari 87,35 juta dolar AS hewan ternak, pakan dan alas tidur hewan, menghapus anggapan bahwa para peternak terjebak di masa lalu, kata Bairner.

Baca juga: Mau kencan di Facebook? Nanti tersedia fiturnya

Baca juga: Hati-hati berbagi data pribadi di situs kencan

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tips belanja online aman saat Valentine

Jakarta (ANTARA News) – Banyak orang berbelanja online untuk membelikan hadiah bagi pasangan atau orang-orang terkasih di Hari Kasih Sayang atah Valentine setiap tanggal 14 Februari.

Google memberikan tips berbelanja aman di e-commerce sebagai berikut ini.

1. Kata kunci yang kuat
Warganet yang senang berbelanja online seringkali memiliki akun di berbagai e-commerce. Setiap akun di e-commerce mengandung informasi yang cukup sensitif, paling sedikit berupa alamat e-mail, nomor ponsel dan nomor kartu kredit.

Kata kunci yang kuat paling sedikit terdiri dari delapan karakter, usahakan menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun e-commerce sehingga jika salah satu akun diretas, akun lainnya tidak terdampak.

Pastikan juga mengaktifkan fitur pemulihan akun, yang berguna untuk mendapatkan akses kembali jika pengguna lupa kata sandi atau lupa log out. Biasanya, pengguna diminta untuk memasukkan nomor ponsel dan alamat email.

2. Aplikasi resmi
E-commerce sering memberi penawaran khusus jika berbelanja melalui aplikasi, misalnya, berupa diskon yang lebih besar dibandingkan jika berbelanja lewat website.

Sayangnya, ada pihak-pihak jahat yang membuat aplikasi mirip dengan e-commerce tertentu dan menyalahgunakannya untuk mencuri informasi pribadi atau memasang malware di gawai.

Pastikan mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya, misalnya Google Play Store yang memindai aplikasi untuk mendeteksi malware sebelum dan sesudah pemasangan.

3. Waspadai phising
Jangan mengklik tautan (link) mencurigakan agar tidak menjadi korban pencurian informasi. 
Selalu periksa URL yang dibuka menampilkan tanda gembok, penanda situs yang aman.

URL yang aman biasanya diawali dengan “https”, bukan “http”. Gunakan peramban atau browser yang memiliki fitur keamanan yang akan memberi informasi jika hendak membuka situs yang mencurigakan.

4. Perbarui software
Pastikan menggunakan perangkat lunak terbaru agar lebih aman.

5. Verifikasi dua langkah
Fitur verifikasi dua langkah, two-factor authentication akan membantu pengguna untuk mengamankan akun dari akses tidak sah.

Baca juga: Single saat Valentine? Berikut 5 cara melewatinya

Baca juga: Cokelat Valentine Tissa Biani lebih sering dari penggemar

Baca juga: Vanesha Prescilla jarang rayakan valentine

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengguna Instagram kehilangan hingga ribuan pengikut dalam semalam, ini alasannya

Jakarta (ANTARA News) –  Pengguna Instagram di seluruh dunia menemukan kenyataan bahwa jumlah pengikut mereka berkurang drastis hanya dalam semalam pada Rabu pagi ini.

Seperti dilansir Mirror, beberapa pengguna bahkan kehilangan hingga ribuan pengikut dan tentu saja mereka tidak senang karena hal ini. 

Sebagian mencurahkan isi hatinya melalui cuitan di Twitter, termasuk mempertanyakan apa yang sedang terjadi. “Saya baru saja kehilangan lebih dari 200 pengikut Instagram dan saya tidak begitu yakin mengapa. Saya sangat bingung dan kesal,” cuit pemilik akun @nekostrophic. 

Yang lain menambahkan: “Adakah orang lain yang kehilangan pengikut di IG sekaligus? Saya kehilangan 32 ribu dalam hitungan detik … @instagram ada apa dengan itu ???,” cuit pemilik akun @theoneprinceton. 

Di sisi lain, ternyata hal ini adalah bagian dari strategi Instagram untuk menghapus akun palsu dari platform, seperti yang pernah dikatakan pada November 2019. 

Jika Instagram mengidentifikasi sebuah akun yang berpotensi palsu, maka mereka mengirim pesan dalam aplikasi yang meminta mereka untuk mengamankan akun mereka. 

“Kami telah membangun alat untuk membantu mengidentifikasi akun yang menggunakan layanan ini dan menghapus aktivitas tidak otentik,” kata pihak Instagram melalui blog mereka. 

Pihak Instagram menambahkan, “Sejak awal, kami telah mendeteksi dan menghapus akun palsu untuk melindungi komunitas kami. Pembaruan [ini] adalah langkah lain dalam menjaga Instagram menjadi komunitas yang hidup di mana orang dapat terhubung dengan orang-orang dan hal-hal yang mereka sukai”.

Seorang juru bicara Instagram kepada Mirror Online berkata, “Kami menyadari masalah yang menyebabkan perubahan dalam jumlah pengikut akun untuk beberapa orang saat ini. Kami sedang bekerja cepat untuk memperbaikinya”. 

Baca juga: Instagram penuhi permintaan Kominfo blokir akun komik muslim gay

Baca juga: Cardi B hapus akun Instagram gara-gara tak tahan diejek

Baca juga: Instagram permudah cara membagi cuplikan konten IGTV di Feed
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelanggan HOOQ bisa akses video dari aplikasi Grab

Jakarta (ANTARA News) – Grab dan HOOQ mengumumkan terobosan kemitraan untuk menghadirkan konten video hiburan premium dalam satu aplikasi.

Grab memperkenalkan segmen “Video” dalam aplikasinya sehingga para pelanggan HOOQ ataupun Grab Platinum dapat mengakes video streaming dalam tanpa perlu membuka aplikasi lain.

Kemitraan ini meliputi akses ke konten film Indonesia, Asia dan Hollywood, serial orisinsl terbaru serta 19 free-to-air TV. Seluruh pelanggan Grab juga mengakses HOOQ selama tiga bulan tanpa registrasi.

Baca juga: Grab Indonesia layani lebih dua juta perjalanan ke bandara

“Kami sangat senang menjadi negara pertama yang meluncurkan layanan baru ini. Layanan “Video” terbaru ini akan menjadi pintu gerbang ke dunia hiburan tanpa hambatan. Kedepannya kami juga akan menyediakan pilihan rekomendasi video yang sesuai dengan lokasi, waktu dan perilaku pengguna,” ujar Ridzki Krama dibrata, President of Grab Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Indonesia merupakan negara pertama yang meluncurkan layanan ini. Selanjutnya, Grab dan HOOQ akan merilis hal serupa di Singapura, Filipina dan Thailand.

“Indonesia adalah pasar utama bagi HOOQ dan kami senang dapat menawarkan layanan baru ini kepada pelanggan baru atau yang sudah ada dalam platform Grab,” jelas Guntur Siboro, Country Head HOOQ Indonesia.

Baca juga: Grab Indonesia klaim tingkat “fraud” turun di bawah satu persen

Guntur juga menilai jika kerja sama ini akan memudahkan para pengguna HOOQ untuk mengakses video kapan saja. Menurutnya, konsumen saat ini lebih suka dengan hal yang praktis.

“Ini berdasarkan survei yang kita buat, banyak orang Indonesia daripada install banyak aplikasi, mending jadi satu saja. Ini akan lebih memudahkan mereka untuk mengakses,” kata Guntur.

Namun saat ini, layanan “Video” hanya bisa digunakan oleh pelanggan Grab Platinum saja. Sedangkan untuk umum belum diinformasikan kepastiannya.

Baca juga: Perbanyak konten lokal, HOOQ kucurkan dana untuk sineas Asia Tenggara

Baca juga: Hooq gandeng Indihome masuk pasar VoD Indonesia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Instagram penuhi permintaan Kominfo blokir akun komik muslim gay

Jakarta (ANTARA News) – Instagram memenuhi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan penutupan akses (blokir) terhadap akun instagram Alpantuni karena memuat konten pornografi.

Tercatat, mulai Rabu (13/2) pukul 05.00 pagi akun @alpantuni yang berisi komik muslim gay tersebut tidak bisa diakses lagi.

Melalui keterangan pers, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan bahwa pemblokiran terhadap akun tersebut dilakukan setelah Sib Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menerima laporan publik dan melakukan verifikasi.

“Hasil verifikasi menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai larangan distribusi konten pornografi,” kata Ferdinandus, Rabu.

Pasal 27 ayat 1 UU ITE menyatakan setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

“Kementerian Kominfo mengapresiasi publik yang ikut melaporkan akun Alpatuni tersebut melalui fitur report di Instagram sehingga mempercepat proses takedown,” ujarnya.

Kementerian Kominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media soaial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545.

Baca juga: Host situs Kominfo sempat alami crash
Baca juga: Kementerian Kominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram

Baca juga: Kementerian Kominfo temukan 175 konten hoaks sepanjang Januari 2019
Baca juga: Konten Smule dan TikTok terbanyak diblokir 2018
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SolidWorks integrasikan modul pencetakan 3D dari Rize

Dallas, AS (ANTARA News) – SolidWorks telah mengintegrasikan fitur tambahan (add-in) pencetakan 3D milik Rize sehingga pengguna aplikasi itu dapat memilih opsi Rize 3D Print langsung dari menu Tools.  

Kerja sama antar kedua perusahaan itu diumumkan dalam jumpa pers di sela pertemuan tahunan SOLIDWORKS World 2019 di Dallas, Texas, AS, Selasa (12/2).

“Kami senang Rize telah mengembangkan add-in yang memudahkan pengguna SolidWorks untuk melakukan pencetakan 3D,” kata CEO SolidWorks Gian Paolo Bassi.

Fitur tambahan Rize secara otomatis akan mentransfer file SolidWorks ke piranti lunak Rize tanpa harus melalui proses ekspor dan impor file. Pengguna SolidWorks versi 2018 dan yang lebih tinggi dapat mengunduh add-in tersebut dari situs Rize.

“Fokus kami adalah mendorong fitur tambahan agar lebih luas digunakan dan membuat proses pencetakan 3D menjadi lebih dekat ke pengguna,” tambah CEO Rize, Andy Kalambi.

Menurut Andy, fitur tambahan Rize merupakan langkah awal dan membuktikan komitmen Rize kepada SolidWorks sebagai ekosistem inovasi yang luar biasa.

“Kami bangga menjadi bagian ekosistem itu. Kami akan terus bekerja sama dengan SolidWorks untuk memperluas penggunaan pencetakan 3D,” kata Andy.

SolidWorks adalah piranti lunak CAD (computer-aided design) terpopuler milik Dassault Systemes yang dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows untuk merancang dan membuat model tiga dimensi.

Rize adalah produsen printer 3D tanpa emisi yang menggunakan material aman dan tidak merusak lingkungan. Dengan printer 3D, produsen dapat mencetak prototipe produknya secara fisik dengan ketepatan tinggi.

Menyusul kerja sama tersebut, setiap pembeli printer 3D Rize dapat membeli lisensi SolidWorks dengan potongan harga hingga akhir tahun 2019.

Pewarta: Anton Santoso
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

3DEXPERIENCE.WORKS sasar bisnis kecil-menengah

Dallas, AS (ANTARA News) – Plaform desain tiga dimensi 3DEXPERIENCE.WORKS yang baru diluncurkan Senin (11/2), dirancang untuk menyasar pengguna SOLIDWORKS dari kalangan bisnis kecil dan menengah, demikian dikatakan Bernard Charles, CEO Dassault Systemes.

3DEXPERIENCE.WORKS merupakan platform tunggal yang memungkinkan pengguna merancang, mensimulasikan, dan membuat model produk secara tiga dimensi.

Aplikasi tersebut membantu bisnis yang sedang berkembang menjadi lebih kreatif, efisien dan responsif terhadap perkembangan industri saat ini.

Dassault Systemes meluncurkan 3DEXPERIENCE.WORKS usai mengakuisisi IQMS dengan nilai 425 juta dolar AS pada Januari lalu.

IQMS adalah perusahaan terkemuka yang memproduksi perangkat lunak ERP (enterprise resource planning).

“Perusahaan kecil dan menengah di dunia memerlukan solusi digital untuk berkembang tapi dihadapkan pada persoalan mencari solusi yang pas dengan skala bisnisnya. Dengan memperkenalkan 3DEXPERIENCE.WORKS, kami bawakan platform ini untuk mereka,” kata Bernard.

3DEXPERIENCE.WORKS membundel produk bawaan dari IQMS yang bernama DEMIAWORKS. Aplikasi tersebut memberikan dukungan digital untuk operasional bisnis perusahaan manufaktur. 

“Platform 3DEXPERIENCE diharapkan menjadi benchmark bagi perusahaan manufaktur melalui aplikasi terinterintegrasi yang simpel, terjangkau dan mudah diimplementasikan,” kata dia menambahkan.

Baca juga: Dassault Systemes perkenalkan 3DEXPERIENCE.WORKS

3DEXPERIENCE.WORKS membuat usaha kecil dan menengah mengoptimalkan manfaat 3DEXPERIENCE yang selama ini telah dirasakan oleh inovator-inovator global di seluruh dunia.

Manfaat itu di antaranya adalah kolaborasi yang meningkat, proses produksi yang efisien dan proses bisnis yang cepat.

Penggunanya dapat bekerja dalam satu platform tanpa harus direpotkan karena harus berpindah-pindah aplikasi.

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Startup PasarPolis tawarkan klaim instan tanpa ribet

Salah satu keluhan yang paling umum dari pemegang polis adalah proses klaim asuransi yang rumit

Jakarta (ANTARA News) – Startup asuransi, PasarPolis, memperkenalkan proses klaim yang mudah dan praktis guna menghapus stigma bahwa proses pencairan klaim asuransi itu rumit dan memakan waktu.

Untuk mewujudkan hal itu, PasarPolis mengembangkan teknologi hingga mengklaim menjadi perusahaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyedikan fitur klaim instan untuk produk asuransinya.

“Salah satu keluhan yang paling umum dari pemegang polis adalah proses klaim asuransi yang rumit dan memakan waktu. Bahkan, setelah mengurus berkas yang diperlukan, masih ada kemungkinan klaim ditolak oleh perusahaan asuransi. Belajar dari situ, PasarPolis mengambil pendekatan yang berbeda dan mengutamakan kepraktisan dalam proses pencairan klaim,” kata founder dan CEO PasarPolis, Cleosent Randing dalam penyataan pers, Selasa.

Menurut Randing, fitur klaim instan dihadirkan agar setiap pelanggan bisa mendapatkan hak mereka dengan cepat, tanpa direpotkan dengan dokumen dan syarat berbelit.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), saat ini baru 6,6 persen masyarakat Indonesia yang memiliki polis asuransi.

Selain karena literasi asuransi yang masih rendah (15,7 persen), asuransi dipersepsikan sebagai produk keuangan yang mahal dan tidak terlalu dibutuhkan.

Persyaratan klaim asuransi yang rumit juga membuat pemegang polis ragu untuk menggunakan asuransi.

PasarPolis pun meluncurkan berbagai produk asuransi dengan premi terjangkau bagi seluruh kelas masyarakat, mulai dari harga Rp25 ribu. Lalu, berkat fitur klaim instan ala Pasarpolis, pemegang polis bisa mengajukan klaim asuransi secara otomatis menggunakan kecanggihan teknologi.

Saat ini, fitur klaim instan telah terintegrasi dengan maskapai Citilink dan semua maskapai penerbangan di JD.ID. Jika sewaktu-waktu pelanggan PasarPolis mengalami penundaan keberangkatan (delay), proses klaim asuransi akan diproses secara otomatis, sehingga pelanggan tidak perlu menyiapkan dokumen pencairan apa pun.

Cleosent yakin bahwa sistem tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial yang memiliki gaya hidup serba instan.

“Di era teknologi ini, semua orang ingin sesuatu yang cepat, instan, dan praktis. Begitu juga dengan pencairan klaim asuransi, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa merepotkan pelanggan,” katanya.

“Saat pesawat saya mengalami penundaan lebih dari 4 jam, saya langsung mendapatkan notifikasi via SMS untuk melakukan klaim instan. Tanpa perlu dokumen yang ribet, saya langsung memasukkan data yang diperlukan dan berhasil mencairkan klaim dengan mudah,” kata Maram Humaid, seorang pelanggan PasarPolis.

Dengan pendekatan seperti itu, sejauh ini PasarPolis telah membukukan lebih dari 100.000 pembeli asuransi penerbangan dan ratusan pencairan klaim setiap bulannya. Pada periode kuartal keempat 2018, PasarPolis mencatatkan premi sebesar Rp50 miliar dan lebih dari 1 juta polis asuransi yang terjual.

Pada tahun 2018, PasarPolis telah mendapatkan investasi pendanaan seri A dari tiga start-up unicorn Indonesia, yaitu Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Cleosent selaku CEO PasarPolis juga dinobatkan sebagai Ernst & Young (EY) Entrepreneur of the Year 2018 untuk kategori Technology & Digital.

Pada 2019, PasarPolis menargetkan penjualan premi senilai Rp350 miliar. “Dalam waktu dekat, kami akan menawarkan lebih banyak fitur klaim instan di mitra bisnis kami, seperti asuransi perjalanan dengan Kereta Api Indonesia. Selain fitur klaim instan, kami juga sedang mempersiapkan peluncuran real-time claim,” tambah Cleosent.

Baca juga: PasarPolis kembangkan klaim asuransi digital

Baca juga: Begini tanggapan GOJEK soal larangan pakai GPS
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WhatsApp ubah antarmuka setelah beberapa tahun

Jakarta (ANTARA News) – Setelah beberapa tahun, WhatsApp akhirnya mengubah tampilan antarmuka (user interface/UI) yang nantinya akan dihadirkan dalam versi 2.19.45+ untuk Android yang bakal tersedia di Google Play.

Perubahan UI pertama, mereka aplikasikan pada WhatsApp Setting, hampir semua sesi didesain ulang dan ditambahkan ikon baru, mengutip WaBetaInfo yang mengupas mengenai perubahan tampilan UI WhatsApp versi baru, Selasa.

Pada halaman utama Setting, WhatsApp tidak hanya menampilkan ikon dan keterangan fitur, tapi juga menambahkan sub-sub fitur di dalamnya pada masing-masing menu, seperti Akun, Chats, Notifications, Data and storage usage, dan Help.
  Tampilan baru antarmuka WhatsApp Setting. (ANTARA News/WaBetaInfo)

Untuk halaman Account Setting, WhatsApp menambahkan ikon-ikon baru untuk Privacy, Security, Two-step verification, Change number, Request account info, dan Delete my account. Menu-menu itu sebelumnya tidak disertai ikon.

Ikon lain juga ditambahkan pada Chats Setting, yakni pada menu Wallpaper, Chat backup, dan Chat history. Demikian juga pada halaman Two-step Verification, pada tombol Disable, Change PIN, maupun Change email address.
  Tampilan baru antarmuka WhatsApp Setting. (ANTARA News/WaBetaInfo)

Jika Two-step Verification diaktifkan, Anda diminta harus memasukkan kembali PIN ketika mendaftarkan lagi nomor telepon ke WhatsApp, misal ketika Anda berganti ponsel atau memasang ulang aplikasi di ponsel.

Di halaman Help (submenu Setting), WhatsApp juga menambahkan ikon untuk masing-masing submenu, seperti FAQ, Contact us, Terms and Privacy Policy, dan App info.

Baca juga: WhatsApp rilis fitur Picture in Picture

Baca juga: Facebook akan integrasikan Messenger, WhatsApp dan Instagram

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google membarui klik kanan di Gmail

Jakarta (ANTARA News) – Google membarui klik kanan di Gmail, menambahkan lebih banyak pilihan di daftar pop-up sehingga membuatnya lebih berguna, The Verge, Senin (11/2).

Caranya gampang, kalau Gmail sudah diperbarui maka Anda akan disajikan dengan daftar opsi di atas ketika Anda mengklik kanan pada email. Di situ ada sejumlah opsi tambahan di antaranya adalah opsi untuk membalas, meneruskan, memberi label, memindahkan, membisukan, dan tunda email.

Bandingkan dengan menu klik kanan yang lama, yang hanya memberi tiga opsi: arsip, tandai belum dibaca, atau hapus.

Google mengatakan pembaruan diluncurkan kemarin untuk pengguna G Suite dengan domain Rilis Cepat, dan pada tanggal 22 Februari untuk pelanggan Rilis Terjadwal.

Tidak ada kerangka waktu untuk akun Gmail gratis standar, meskipun mengingat tren sudah-sudah, kemungkinan fitur itu juga akan tersedia untuk Gmail gratis dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: 5 tips produktif dengan Gmail

Baca juga: Cara pakai fitur email rahasia di Gmail

Baca juga: Gmail Android bisa batalkan email yang sudah dikirim

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iklan media massa menurun, Komisi Konsumen Australia serukan regulasi konten digital

Jakarta (ANTARA News) – Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (Australian Competition and Consumer Commission/ACCC) menyatakan perlu membuat regulasi yang mengatur raksasa teknologi meliputi Google dan Facebook, guna melindungi masa depan industri media massa, imbas berpindahnya tren iklan ke platform digital.

Ketua ACCC Rod Sims mengatakan, kekuatan pasar yang dimiliki Google dan Facebook memberikan dampak buruk pada dunia jurnalistik di Australia.

Dilansir AFP, Senin, jumlah jurnalis surat kabar Australia turun 20 persen pada 2014 hingga 2017, menyusul pendapatan iklan cetak berkurang. Sims mengatakan, Google dan Facebook menguasai hampir 70 persen pemasukan dari iklan online.

“Pergeseran pendapatan iklan online ini, dan ke platform digital, telah mengurangi kemampuan bisnis media untuk mendanai berita dan jurnalisme,” kata Sims dalam sambutannya untuk International Institute of Communications Sydney, Senin.

“Kami tidak bisa begitu saja menyerahkan produksi berita dan jurnalisme kepada kekuatan pasar,” tambah Sims, yang bersama agensinya telah meneliti dampak platform digital terhadap industri berita di Australia.

Ketika platform digital menangkap sebagian besar pendapatan untuk iklan, mereka tidak membuat berita yang orisinil, kata Sims.

“Mereka memilih, membuat, mengevaluasi, membuat peringkat dan mengatur berita yang diproduksi oleh pihak ketiga,” katanya, kemudian menyatakan bahwa kekuatan pasar meningkatkan “risiko penggelembungan dan munculnya berita yang tidak dipercaya pada platform digital”.

“Memegang posisi kritis seperti itu, media dan periklanan harusnya memiliki tanggung jawab khusus,” katanya.

ACCC meluncurkan penyelidikan tentang kekuatan platform digital sejak setahun lalu yang akan dipublikasikan pada Juni 2019.

Dalam rekomendasinya, Sims mengisyaratkan dibutuhkan regulasi baru guna mengatur raksasa teknologi dalam menyebarkan berita dan iklan.

“Hampir tidak ada regulasi media yang berlaku untuk platform digital dan ini berkontribusi pada perbedaan regulasi antara sektor media yang akan muncul untuk memberikan platform digital keuntungan yang tidak adil,” katanya.

Regulator media, katanya, harus memiliki kekuatan yang memaksa platform digital mengungkap bagaimana proses sebuah berita masuk dalam peringkat di mesin pencari.

Harus juga dijelaskan apakah konten tersebut didanai iklan, konten berbayar, atau berita menjadi populer karena “clickbait”.

ACCC juga merekomendasikan agar platform digital menyiapkan predikat “berkualitas” untuk konten-konten yang dibuat berdasarkan prinsip kerja jurnalistik yang benar, atau dari media yang terpercaya, guna menyaring konten-konten hoaks.

Pada bagian akhir, Sims menyodorkan serangkaian proposal guna mendukung jurnalisme lokal dan independen, termasuk kompensasi pajak kepada orang-orang yang berlangganan surat kabar atau “subscribe” di media berita online terpercaya.

Baca juga: Dewan Pers: Pisahkan wartawan dengan pencari iklan

Baca juga: Kiat New York Times sukses beralih dari cetak ke koran digital

Baca juga: Dokter: Iklan obat nyeri sendi hanya penghilang rasa sakit

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal Modern Combat 5 yang jadi inspirasi film Foxtrot Six

Jakarta (ANTARA News) – Game Modern Combat 5 menjadi salah satu yang terpopuler dan menjadi inspirasi untuk diangkat menjadi film laga aksi Foxtrot Six.

Film garapan MD Pictures itu diklaim sebagai film karya anak bangsa dengan biaya produksi terbesar di Indonesia sejauh ini, dengan menampilkan nuansa dan atmosfer seperti dalam gim tersebut.

Film laga aksi Foxtrot Six rencananya akan tayang pada 21 Februari nanti.

Dirilis perdana pada 2014 oleh pengembang Gameloft, Modern Combat begitu populer dan hingga saat ini sudah sampai seri kelima.

Modern Combat 5 juga merupakan permainan pertama dalam seri Modern Combat yang dapat dimainkan secara gratis di semua platform, kecuali untuk Blackberry 10.

Baca juga: “Foxtrot Six” film kerja sama pertama Indonesia dengan produser “Terminator 2”

Lalu, apa yang harus dipersiapkan para pemain agar bisa bertahan dalam turnamen ini?

Dalam sesi wawancaranya dengan Nimo TV pada Rabu (6/2), Ozi , seorang pemain profesional game Modern Combat 5 yang tergabung dalam tim RUSH UNITY membagikan beberapa tips and trik kepada para pemain agar dapat memaksimalkan durasi permainan secara efisien. 

Berikut tips dari bermain Modern Combat 5 dari pemain profesional:

1. Bermainlah secara berkelompok
Permainan FPS merupakan permainan yang dapat dimaksimalkan secara berkelompok. Selain dapat saling melindungi satu sama lain, para anggota tim juga dapat saling bertukar informasi mengenai lawan dan berbagai fitur yang ada di dalam Modern Combat 5.

“Usahakan untuk selalu berjalan bersama dengan anggota tim terdekat, tapi jangan lupa untuk selalu menjaga jarak antara satu teman dengan teman yang lain untuk menghindari terkena serangan lawan yang sama. Kalau terpaksa bermain sebagai single player dalam permainannya, usahakan sudah pasang target pribadi sebagai motivasi. Sebagai contoh, target untuk menjadi Top Global Liga Prajurit,” ungkap Ozi.

2. Manfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar area permainan untuk berlindung
Ketika berjalan dan melihat ke sekeliling area permainan, Ozi menekankan pentingnya kemampuan untuk dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada di dalam peta untuk membantu.

“Coba lihat di sekitar, ada barang atau gedung apa. Seperti tembok dan peti kemas yang dapat digunakan untuk bersembunyi dari lawan.”

3. Tingkat akurasi tembakan memberikan serangan yang efisien
Selain melindungi diri, kemampuan untuk dapat menyerang lawan dengan efisien juga berperan besar dalam sebuah permainan. Ozi mengakui bahwa tingkat kemampuan untuk menembak dengan jeli butuh latihan secara bertahap, namun scope dan pengaturan sensitivitas memberikan pengaruh yang besar dalam akurasi penembakan. 

Ozi menjelaskan, “Karena di Modern Combat 5 hampir nggak ada recoil, jadi setting-an sensitivitas dan kejelian pemain akan sangat berpengaruh dalam memberikan serangan yang akurat. Selalu usahakan untuk menyasar titik putih sedikit di atas kepala lawan, sehingga saat menembakkan peluru, bidikan akan bergeser dikit dan dapat headshot. Weapon dengan akurasi tinggi hanya milik assault yaitu KOG-V, ini juga merupakan senjata favorit saya.”

4. Lakukan hal-hal yang dapat memberikan XP besar
Tolak ukur dari sebuah permainan yang efisien tidak terlepas dari besarnya jumlah experience points (XP) yang diperoleh. Oleh karena itu, Ozi juga menyarankan para pemain Modern Combat 5 untuk melakukan hal-hal yang akan memberikan XP yang Page 3 of 3 besar.

“Jumlah headshot sangat memengaruhi jumlah XP. Semakin banyak seseorang melakukan headshot dalam sebuah permainan, jumlah XP yang didapat juga pasti besar. Selain itu, untuk membantu naikin level dengan cepat, bisa juga mengunakan fitur premium Power User (PU), jadi pemain akan mendapatkan beberapa keunggulan dalam waktu tertentu, seperti unlimited energy dan bonus XP,” tambah Ozi.

5. Bermain secara jujur
Tidak dipungkiri, saat ini semakin banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyediakan sejenis cheat atau plug in untuk memberikan jalan pintas kepada para pemain yang ingin cepat menang dan naik level. Namun, Ozi mengimbau agar seluruh pemain tetap menjunjung tinggi kejujuran.

“Saya tidak mendukung penggunaan hal-hal semacam itu karena akan merusak permainan. Bermainlah dengan fair, sesama pecinta gim tidak usah saling mencemooh atau saling menjatuhkan satu sama lain”.

Baca juga: Film film yang patut ditonton tahun depan
Baca juga: Chicco Jerikho ketagihan main film action

Baca juga: Oka Antara lakoni adegan berbahaya di “Foxtrot Six”
Baca juga: Bermain di film “Foxtrot Six”, Mike Lewis merasa seperti pria sejati
 

Pewarta: Monalisa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hati-hati, email dan website bisa jadi sarang malware

Jakarta (ANTARA News) – Kaspersky Lab menyatakan bahwa email dan website masih jadi favorit para peretas untuk menyebarkan malware secara online.

“Trend sudah bergese ke arah online, website jadi tempat untuk menyebarkan malware. Email, semua orang terutama di kota besar punya email,” kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis.

Penggunaan email terus meluas karena pengguna ponsel pintar harus log in melalui email, bahkan anak-anak yang ingin bermain game pun harus memakai email untuk mendaftar.

Kasperksy menilai penyebaran malware pada 2018 terbagi dalam dua kategori, yang membutuhkan partipasi dari pengguna untuk mengklik atau yang dapat langsung masuk ke perangkat tanpa ada klik.

Malware yang membutuhkan partisipasi publik misalnya saat membuka situs, muncul pop-up box yang menyuruh pengguna untuk memperbarui software. Padahal, pembaruan itu merupakan manipulasi dari peretas untuk memasukkan malware ke perangkat.

Selain itu, peretas juga memanfaatkan kerentanan di peramban untuk memasukkan malware file-less ke perangkat korban.

Malware yang berada di kategori ini dapat berupa local threat, masuk melalui perangkat keras seperti USB atau CD.

Berdasarkan data dari Kaspersky Security Network, Indonesia menduduki peringkat 62 di dunia terinfeksi malware dengan cara seperti ini, jauh di bawah Yaman yang berada di peringkat pertama dengan persentase 72,6 persen.

Jika dilihat dari segi sumber malware, Kaspersky mencatat hanya 0,06 persen serangan yang dialami Indonesia berasal dari server yang berada di dalam negeri.

Cara mengatasi

Kaspersky menganjurkan warganet memasang aplikasi whitelisting untuk memantau aplikasi apa saja yang dapat berjalan di perangkat. Dengan aplikasi tersebut, hanya aplikasi yang sudah dimasukkan ke whitelist yang dapat berjalan, di luar daftar tersebut tidak bisa.

Cara lainnya, pengguna harus tahu apa saja aplikasi yang dipasang di perangkat, termasuk di ponsel.

Dony menyarankan untuk memerhatikan apa saja yang dapat diakses oleh aplikasi tersebut, jangan sembarangan mengklik “yes” ketika memasang aplikasi baru.

Selain itu, usahakan untuk selalu memperbarui (meng-update) aplikasi atau perangkat lunak untuk mengatasi celah keamanan.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Twitter luncurkan fitur grup live di Periscope

Jakarta (ANTARA News) – Twitter pada awal 2019 ini memperbarui platform live video streaming mereka, Periscope, dengan kemampuan siaran langsung bersama pengguna lain.

“Peluncuran fitur ini memungkinkan kami menyediakan sarana untuk membuat percakapan lebih hidup dengan memungkinkan para penonton untuk “menelepon” langsung, layaknya dalam sebuah acara talk show, dan bergabung dengan suara mereka. Ini membuat percakapan langsung menjadi lebih cair dan memungkinkan timbulnya beragam cara baru bagi pengguna untuk menciptakan percakapan satu sama lain,”  kata Kepala Produk Twitter, Kayvon Beykpour, dalam keterangan pers, Rabu.

Pengguna Periscope dapat mengundang tiga pengguna lain untuk bergabung di siaran langsung grup tersebut, masing-masing dapat mendengar siaran live pengguna lainnya.

Jika ingin menyudahi siaran langsung, pengguna bisa berhenti kapan pun tanpa harus menunggu yang lainnya berhenti.

Konsep video sharing di platform Periscope sama sepertivideo live di media sosial lainnya, kreator dapat berbicara langsung ke penonton lewat kamera dan suara, sementara penonton akan menanggapi siaran tersebut dengan pesan teks.

“Live video sangat berpengaruh dan memungkinkan terciptanya percakapan langsung yang sinkronis antara sang konten kreator dan penontonnya,” kata Beykpour.

Baca juga: Lembaga pemantau komunikasi Rusia gugat Facebook, Twitter

Baca juga: Bug di Twitter hampir lima tahun bocorkan cuitan

Baca juga: Laporan konten negatif ke Kominfo terbanyak dari Twitter
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga tantangan industri barang-barang konsumen 2019

Jakarta (ANTARA News) – Nilai pasar perdagangan elektronik (e-commerce) Indonesia tahun 2022 memang diprediksi mencapai 65 miliar dolar AS (Rp948 triliun), namun ada tiga tantangan yang harus dijawab oleh pelaku industri ini di dalam negeri.

Tiga tantangan utama yang harus dihadapi pelaku industri e-commerce, khususnya sektor barang konsumen yang bergerak cepat (fast-moving consumer goods/FMCG), di Indonesia ke depan, yakni soal sumber daya manusia dan finansial, menjamurnya marketplace, serta data konsumen.

Bisnis FMCG banyak yang kesulitan membangun keterampilan baru karena keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, kata Brian Marshal, CEO penyedia layanan solusi e-commerce, SIRCLO, dalam pernyataannya yang diterima ANTARA, Selasa.

Misalnya, ketika usaha ritel hendak beralih ke kanal penjualan digital, maka dibutuhkan karyawan yang memahami infrastruktur informatika dan teknologi. Padahal, tidak semua pelaku usaha memiliki modal dan pembiayaan untuk merekrut karyawan secara permanen.

Tantangan kedua, menurut Brian, hadirnya banyak kanal penjualan online, mulai dari website sendiri hingga platform marketplace, akan membuat banyak brand kewalahan menjalankan tugas-tugas administratif.

Penjual harus selalu siap sedia untuk membalas pesan satu per satu, menjawab komplain, atau mengecek stok secara manual. Pekerjaan repetitif ini menjadi beban yang mengonsumsi banyak waktu karyawan.

Sementara tantangan ketiga, lanjut Brian, pelaku usaha harus bisa memanfaatkan kompilasi data tentang konsumen, karena tanpa itu, mereka tidak bisa memaksimalkan strategi penjualannya di berbagai platform digital.

Dengan mengakses data seperti itu, pelaku bisnis FMCG bisa membuat kampanye atau promosi yang sesuai. Data dan fakta tersebut menjadi kunci penting dalam memahami preferensi konsumen dan menawarkan barang atau produk yang sesuai kebutuhan mereka.

Tantangan-tantangan itu lah yang mendorong Brian Marshal mencetuskan ide untuk mendirikan SIRCLO Commerce.

“Kami ingin membantu para pelaku usaha FMCG untuk memanfaatkan sistem yang efisien dan lebih terjangkau. Dengan begitu, mereka dapat menekan biaya operasional dan mendorong pertumbuhan transaksi,” jelasnya.

Dengan begitu, pelaku usaha dan karyawan inti perusahaan dapat berfokus untuk melakukan keahlian mereka, yaitu inovasi produk. Sistem otomatis dari SIRCLO sangat menghemat waktu dan tenaga, agar kegiatan operasional dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien.

Baca juga: Aprindo minta pemerintah segera sahkan UU “e-commerce”
Baca juga: Tokopedia tidak ingin sekadar jadi e-commerce
Baca juga: SIRCLO fasilitasi transaksi Rp500 miliar selama 2018

 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITB luncurkan Base Station 4G Infinitebe

Bandung (ANTARA News) – Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan Base Station 4G dengan nama Infinitebe untuk mengatasi permasalahan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di jaringan berkecepatan tinggi di daerah-daerah padat baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Kepala Pusat Mikroelektronika ITB Prof Trio Adiono mengatakan hal itu di sela peresmian Bukalapak-ITB Artificial Intelligence and Cloud Compunting Innovation Center oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Rektor ITB Prof Kadarsyah Suryadi dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Infinitebe (dibaca Infin-iteBe)  merupakan hasil pengembangan Pusat Mikroelektronika ITB yang bekerja sama dengan PT Fusi Global Teknologi dan PT Len Industri dan kemudian dilanjutkan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia di bawah program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri sejak tahun 2016.

Pada program ini Pusat Mikroelektronika merancang salah satu tipe Base Station 4G yaitu Smallcell.

Ketersediaan Infinitebe ini juga dapat mendukung meningkatnya kebutuhan akses internet di Indonesia dengan pertumbuhan 300 persen.

Perangkat yang sudah dilakukan pengujian di laboratorium operator ini, juga memiliki keunggulan dalam hal instalasi yang lebih mudah dan investasi yang relatif kecil.

Terkait teknologi yang digunakan, Prof Trio mengatakan Infinitebe ini dirancang dengan teknologi terkini yaitu Broadband Wireless Access dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Teknologi dan kompetensi yang dikembangkan pada produk ini mencakup teknologi telekomunikasi, elektronika, radio frekuensi, desain produk, dan sebagainya.

“Hal ini mendukung usaha pemerintah dalam mengurangi impor produk-produk telematika dan mengembangkan industri berbasis teknologi serta bernilai tambah tinggi,” kata Prof Trio.

Baca juga: Sisi gelap dan terang era digital
Baca juga: ITB-Bukalapak resmikan laboratorium riset berbasis AI dan “cloud computing”
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Game Nintendo “Dr. Mario World” akan hadir di smartphone tahun ini

Jakarta (ANTARA News) – Nintendo bekerja sama dengan Line Corporation menghadirkan game puzzle “Dr. Mario World” yang akan hadir di smartphone tahun ini.

“Dr. Mario World” akan hadir di Android dan iOs secara gratis dengan pilihan in-app berbayar. Rencananya game akan diluncurkan di 60 negara termasuk Jepang dan Amerika Serikat pada musim panas 2019 mendatang, demikian diumumkan Nintendo Kamis malam (31/1), seperti dilansir Variety.

Saat mengumumkan kemitraan dengan Line, Nintendo menegaskan bahwa mereka memasuki bisnis seluler untuk menciptakan “lebih banyak peluang bagi konsumen untuk terlibat dengan Nintendo IP dan menjangkau pengguna di luar bisnis platform video game yang berdedikasi.”

Line yang merupakan anak perusahaan Jepang dari raksasa pencarian internet Korea Selatan Naver Corporation, menawarkan layanannya sendiri melalui strategi Smart Portal kepada sekitar 165 juta pengguna aktif bulanan di empat pasar utama: Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia.

“Memanfaatkan kekuatan kedua perusahaan, Nintendo dan LINE akan mengembangkan dan bersama-sama mengoperasikan permainan baru aksi puzzle yang menampilkan Dr. Mario berjudul ‘Dr. Mario World’ akan dirilis oleh Nintendo,” menurut pengumuman Nintendo.

“Bersama dengan Nintendo dan LINE, NHN Entertainment, yang telah merilis dan mengoperasikan berbagai game online dan mobile, akan mengambil bagian dalam pengembangan dan pengoperasian ‘Dr. Mario World’.”

Waralaba “Dr. Mario” dimulai dengan rilisnya “Dr. Mario” pada tahun 1990. Game ini dirancang oleh Game & Watch dan pencipta Game Boy Gunpei Yokoi. Dalam “Dr. Mario”, pemain harus menghancurkan virus dengan menggunakan pencocokan kapsul warna-warni yang dijatuhkan dari atas layar, seperti “Tetris”.

Baca juga: Nintendo siapkan casing smartphone berbentuk Game Boy klasik
Baca juga: Nintendo tutup streaming video untuk Wii awal tahun depan
Baca juga: Line gandeng agensi BTS luncurkan webtoon baru

 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kamis, waktu populer beli tiket online

Jakarta (ANTARA News) – LOKET, perusahaan penyedia sistem teknologi event dan hiburan, mengungkapkan waktu yang populer bagi konsumen untuk membeli tiket secara online.

Berdasarkan analisa data LOKET, ada satu hari dalam setiap pekan di mana tiket-tiket terjual dalam jumlah banyak.

“Kamis, lebih tepatnya setelah jam makan siang,” kata Anvid Erdian, VP Business Development LOKET, dalam “Eksplorasi Tren Industri Hiburan 2019” di di kantor GOJEK, Jakarta, Kamis.

Kamis populer karena saat itu konsumen biasanya membeli tiket untuk hiburan pengujung pekan, di mana Jumat sudah dianggap sebagai bagian akhir pekan.

Anvid mengatakan data analitik seperti berperan sangat strategis dalam membuka konversi baru penyelenggaraan acara. Data tersebut jadi panduan penyelenggara untuk menerapkan strategi agar acara mendatang lebih maksimal.

Baca juga: Tiket pertandingan Asian Games dijual online

“Melalui data analytic, Event Creator akan mendapatkan gambaran secara tepat mengenai banyak hal, seperti waktu terbaik untuk menjual tiket, kota yang menjual tiket terbanyak, tipe pembayaran yang paling banyak digunakan hingga produk favorit yang dibeli selama acara berlangsung,” jelas Anvid.

Berdasarkan data LOKET, penjualan tiket acara tahun lalu didominasi oleh konser dan festival musik seperti Celine Dion LIve 2018, DWP X, Wanna One World Tour, dan We The Fest. 

Kemudian ajang pesta olahraga dalam perhelatan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, serta event otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dan Indonesia International Motor Show.

Dari sisi film, berdasarkan pembelian tiket di GO-TIX, tercatat film pahlawan super dan fiksi ilmiah jadi favorit tahun lalu. 

Tujuh film terpopuler yang tiketnya dibeli di platform tersebut adalah “Avenger: Infinity War”, “Black Panther”, “Aquaman”, “Venom”, “Jurassic World: Fallen Kingdom”, “Ant-Man And The Wasp”, dan “Deadpool 2”. 

Sedangkan tujuh film populer untuk sektor film lokal adalah “Dilan 1990”, “Suzanna: Bernapas Dalam Kubur”, “A Man Called Ahok”, “Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut”, “Si Doel The Movie” dan “Milly & Mamet”. 

Baca juga: Pembayaran cashless diprediksi makin populer tahun ini
Baca juga: Ini langkah tepat dapatkan tiket kereta lebaran 2019 tanpa repot

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembayaran cashless diprediksi makin populer tahun ini

Jakarta (ANTARA News) – Membayar ongkos ojek dan taksi hingga membeli tiket bioskop lewat aplikasi kini bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang tunai alias cashless. 

Sistem pembayaran tanpa uang tunai ini diprediksi akan semakin populer pada 2019, seperti dijabarkan oleh Anvid Erdian, VP Business Development LOKET, dalam “Eksplorasi Tren Industri Hiburan 2019”.

Anvid mengatakan, generasi milenial rata-rata menyukai hasil yang serba instan sehingga pembayaran tanpa uang tunai melalui ponsel dalam genggaman jadi pilihan yang disukai.

“Cashless mempermudah dan mempercepat transaksi,” kata Anvid di Jakarta, Kamis.

Ini berlaku juga untuk pembelian tiket online.

Baca juga: Dibandingkan Singapura, orang Indonesia lebih PD hidup tanpa uang tunai

Berdasarkan data LOKET, kata Anvid, tiket-tiket yang terjual lewat online tidak cuma tiket yang harganya relatif murah, tetapi hingga yang harganya mencapai Rp1 juta.

“Artinya pembayaran tiket online sudah lazim,” katanya menambahkan bahwa konsumen dari generasi milenial adalah orang yang melek teknologi sehingga mau mencoba fitur-fitur baru.

Selain itu, inovasi yang kian maju dan berkembang semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjelajah event-event baru secara lebih cepat dan personal. 

“Tren ini sudah mulai terlihat di tahun lalu, di mana penjualan tiket di LOKET melonjak hingga lebih dari 10 juta tiket secara keseluruhan,” kata Ario Adimas – VP Marketing LOKET.

Dimas mengatakan laju pertumbuhan untuk setiap kategori terbukti positif. Penjualan tiket kategori konser dan festival musik meningkat 500 persen, penjualan tiket kategori MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) meningkat 200 persen. 

Penjualan tiket olahraga meningkat 225 persen, dan penjualan tiket kategori atraksi hiburan meningkat 250 persen.

Konsep Online-to-Offline juga makin dikenal luas di mana pembeli memesan tiket secara online, lalu membayar secara offline. Cara ini populer di kalangan orang yang tidak punya akses pembayaran digital. 

Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, menambahkan teknologi adalah keniscayaan di berbagai sektor kehidupan.

“Yang jadi tantangan adalah bagaimana kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk betul-betul membantu masyarakat,” kata Ricky, menambahkan dia optimistis teknologi akan mempercepat perkembangan sektor ekonomi kreatif.

Baca juga: Ada 2000 outlet bergabung di GO-PAY Day
Baca juga: OVO kini jadi opsi pembayaran di Tokopedia

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Google+ tutup April, fitur dimatikan mulai Februari

Jakarta (ANTARA News) – Google mengumumkan akan menutup layanan Google+ untuk konsumen sejak Desember tahun lalu karena produk tersebut kurang diminati dan hanya sedikit yang menggunakan.

Melalui pengumuman di laman resmi mereka, Google membenarkan Google+ akan ditutup 2 April mendatang, namun, sejumlah fitur di layanan tersebut tidak lagi dapat digunakan mulai 4 Februari.

“Pada 2 April, akun Google+ Anda dan laman Google+ yang Anda buat akan dimatikan dan kami mulai menghapus konten untuk akun Google+ konsumen,” kata Google, dikutip Kamis.

Konten yang dihapus termasuk foto dan video di Album Archive dan laman Google+, untuk itu, Google menyarankan pengguna mengunduh seluruh konten sebelum April.

“Hanya foto dan video yang di-back up di Google Photos yang tidak dihapus,” kata Google.

Mulai 4 Februari juga, warganet tidak bisa lagi membuat profil, laman, komunitas dan acara di Google+.

Google akan meniadakan fitur berkomentar ke situs lewat akun Google+. Blogger akan menghapus fitur komentar dari akun Google+ mulai 4 Februari sementara situs lainnya mulai 7 Maret.

“Semua komentar Google+ Anda di semua situs akan dihapus mulai 2 April 2019,” kata Google.

Google membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menghapus konten-konten di Google+, maka, untuk sementara konten masih dapat ditemukan. Misalnya, pengguna masih bisa melihat aktivitas log atau konten masih terlihat melalui G Suite.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook bantah kumpulkan data lewat 10 Years Challenge

Jakarta (ANTARA News) – Facebook membantah dugaan mereka mengumpulkan data wajah manusia untuk melatih mesin pengenal wajah, face recognition, melalui tantangan berbagi foto 10 Years Challenge yang sedang viral di media sosial beberapa minggu belakangan ini.

“Sejauh ini kami tidak ada komentar tentang itu. Tapi mengenai kabar face recognition itu tidak ada,” kata pimpinan komunikasi Facebook Indonesia, Putri Dewanti, kepada media di Jakarta, Senin.

Sejumlah praktisi teknologi menilai Facebook sebenarnya memiliki maksud tertentu melalui 10 Years Challenge ini, Facebook disebut sedang melatih mesin mereka untuk memahami perubahan fitur-fitur wajah manusia dalam kurun waktu 10 tahun.

Praktisi teknologi asal Amerika Serikat, Kate O’Neill, dikutip dari laman Wired, mengemukakan analisisnya tentang tantangan ini, kurasi waktu 10 tahun akan membantu mereka untuk mendapatkan sampel yang lebih akurat dibandingkan menyisir setiap foto yang masuk ke Facebook selama 10 tahun belakangan.

Facebook tidak membenarkan bahwa 10 Years Challenge yang kini viral bermula dari Facebook, berdasarkan pantauan mereka, tantangan ini viral di berbagai platform media sosial termasuk di Facebook. Banyak pengguna media sosial yang menyambungkan akun Facebook mereka dengan akun lain, misalnya Instagram, sehingga apa yang diunggah di satu platform, akan terunggah juga di platform lainnya.

Anggapan yang beredar juga menyebutkan 10 Years Challenge ini merupakan salah satu usaha Facebook untuk menaikkan traffic dan jumlah pengguna aktif mereka, namun, Facebook kembali membantah pendapat tersebut.

Menurut Putri, jumlah pengguna aktif mereka tiap bulan di Indonesia mencapai 115 juta per bulan, sementara Instagram 45 juta.

10 Years Challenge viral di media sosial sejak pekan lalu, pengguna yang ingin berpartisipasi diminta untuk mengunggah dua foto yang berjarak 10 tahun, misalnya foto yang berasal dari tahun 2009 dan 2019.

Segera setelah 10 Years Challenge ini viral, warganet membuat berbagai variasi bukan hanya foto diri, tapi, foto hewan peliharaan hingga perbedaan suasana di sebuah kota selama 10 tahun belakangan.

Baca juga: Ada apa di balik “10 years challenge”?

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Facebook hadapi hoaks jelang Pilpres

Jakarta (ANTARA News) – Facebook menyatakan sudah menyiapkan berbagai langkah menjaga kondisi pemilihan umum agar kondusif, termasuk menghadapi hoaks yang mungkin akan banyak muncul menjelang Pilpres.

“Kami bekerja sangat keras untuk menjaga keamanan Pemilu di Indonesia,” kata Direktur Politik Global dan Perpanjangan Pemerintah, Katie Harbath, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Facebook memperhatikan aktivitas para pengguna platform tersebut dan segera menutupnya jika terbukti akun palsu. Facebook menggunakan mesin berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi perilaku tidak wajar sebuah akun.

Aktivitas yang dianggap tidak wajar antara lain menambahkan ribuan teman setelah membuat sebuah akun dan aktif mengunggah di banyak grup dalam waktu yang singkat.

“98 persen akun kami hapus bahkan sebelum ada laporan dari pengguna,” kata Harbath.

Facebook juga menggunakan machine learning untuk memeriksa tautan yang dibagikan. Jika mereka menemukan informasi yang dibagikan meragukan, Facebook akan mengirimkannya ke pengecek fakta (fact checker).

Setelah terdeteksi informasi palsu, Facebook akan menurunkan sebarannya. Facebook akan memberi notifikasi pada pengguna yang menyebarkan hoaks tersebut, bahwa informasi tersebut tidak benar dan sebaiknya tidak disebarkan.

Facebook juga akan melakukan tindakan untuk ujaran kebencian (hate speech), mereka bekerja sama dengan badan penyelenggara pemilu di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membuat kategori ujaran kebencian sesuai dengan konteks lokal.

Facebook juga sudah menyiapkan kemungkinan intervensi dari luar negeri terhadap pemilu, misalnya, ada pengguna asing yang membuat akun dan mengaku dari Indonesia dan memiliki agenda tertentu. Aktivitas seperti ini dicurigai terjadi saat Pilpres di Amerika Serikat pada 2016 lalu, Rusia dituduh ikut campur dalam pemilu saat itu.

Facebook mengidentifikasi aktivitas tersebut dengan mesin dan tim, termasuk bekerja sama dengan organisasi lokal.

Baca juga: Facebook bantah kumpulkan data lewat 10 Years Challenge

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pilih-pilih jam makan bisa dapat diskon restoran

Jakarta (ANTARA News) – Kursi-kursi kosong di restoran saat jam lengang ternyata merupakan peluang bagi aplikasi Eatigo guna menarik calon pengunjung lewat tawaran diskon sepanjang waktu.

“Restoran biasanya ramai saat makan siang dan makan malam, tapi sisanya lengang, kami ingin membuat restoran tetap penuh di semua waktu,” kata co-founder & Group Chief Executive Officer Eatigo, Michael Cluzel, dalam peluncuran di Jakarta, Selasa.

Michael mengatakan misi Eatigo adalah membantu restoran menghadapi masalah kursi kosong pada jam-jam sepi, lalu menghubungkannya dengan para pecinta kuliner.

Cara kerja platform reservasi yang berdiri sejak 2013 ini adalah memanfaatkan manajemen hasil (yield management) melalui diskon berbasis waktu. 

Aplikasi yang bisa diakses lewat komputer dan smartphone ini membantu restoran mengubah permintaan dan membentuk traffic pengunjung dengan cara memaksimalkan kapasitas dan meningkatkan profitabilitas mereka.

Platform reservasi restoran online ini  hadir di Indonesia setelah menjangkau Hong Kong, Singapura, Thailand, Malaysia, India dan Filipina dengan jumlah total unduhan lima juta pengguna.

Setiap restoran yang berpartisipasi menawarkan diskon sepanjang waktu, paling sedikit 10 persen hingga maksimal 50 persen. Diskon hanya berlaku untuk makanan, sedangkan harga minuman tetap dipatok sesuai harga aslinya.

Besaran diskon bervariasi dari waktu ke waktu, ada pilihan diskon untuk setiap jeda 30 menit dari jam buka hingga jam tutup restoran. 

Setelah memilih jam tertentu, pengguna hanya diberikan tolerasi terlambat hingga 15 menit dari jadwal yang dipilih.
 
Sejak dimulai pada pertengahan Desember 2018 lalu, Eatigo sudah bekerjasama dengan lebih dari 250 restoran di Jabodetabek dan dipastikan jumlahnya akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Eatigo, yang telah memperoleh pendanaan terkini sebesar 25,5 juta dolar AS, bekerjasama dengan restoran siap saji hingga kelas atas. Tidak ada kriteria khusus, kecuali restoran tersebut harus populer dan diminati oleh banyak orang.
 
Kursi-kursi kosong di restoran yang jadi partner dapat dipesan tanpa syarat seperti pembayaran di muka atau penggunaan kartu kredit. Pesanan bisa dibuat untuk makan pada hari itu juga hingga satu bulan ke depan, untuk satu hingga 10 kursi setiap pesanan.

Michael optimistis atas perkembangan aplikasi, yang sudah diunduh 40.000 kali dalam sebulan terakhir, di Indonesia melihat iklim transaksi digital yang semakin kondusif di Tanah Air. 

Meski orang-orang Indonesia umumnya tidak terbiasa memesan tempat di restoran, itu bukan kendala bagi Eatigo. Michael mengemukakan hal serupa juga ditemui olehnya di Thailand dan Filipina yang sudah lebih dulu mengenal aplikasi tersebut. 

“Kami percaya diri di sini orang akan termotivasi juga untuk reservasi restoran karena ada diskon,” ujar dia.

Tantangannya justru mengenali pasar di tiap kota dan memilih daftar restoran yang tepat sesuai selera masyarakat setempat. 

Setelah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, Eatigo sudah punya rencana melebarkan sayap ke kota-kota besar lain di Indonesia kelak.

Baca juga: Aplikasi “Madhang” milik Kaesang digemari ibu-ibu

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Moka fokus kembangkan ekosistem digital

Jakarta (ANTARA News) – Penyedia layanan point of sale lokal, Moka, tahun ini fokus mengembangkan ekosistem end-to-end melalui produk-produk yang mereka sediakan, termasuk produk baru yang akan diluncurkan beberapa bulan lagi.

“Kami akan luncurkan produk lain di luar point of sale,” kata Wakil Direktur Merk dan Pemasaran Moka, Bayu Ramadhan, saat ditemui di acara A Cup of Moka di Jakarta, Selasa.

Point of sale tetap akan menjadi hal utama yang mereka kembangkan tahun ini, dalam beberapa bulan ke depan Bayu menjanjikan sebuah produk yang dapat memberikan dampak luas ke masyarakat.

Moka tahun ini berencana mengembangkan produk Connect buatan mereka, berupa aplikasi marketplace yang terintegrasi langsung dengan sistem back office mereka. Contohnya, aplikasi akuntasi dan sumber daya manusia dapat diakses langsung lewat back office Moka.

“Jadi, seperti ada Play Store di back office-nya Moka,” kata dia.

Moka juga memiliki program Capital, akses permodalan yang dikembangkan, bekerja sama dengan mitra Koinworks, Taralite dan Modalku.

Moka merupakan penyedia solusi end-to-end agar para pelaku bisnis, terutama usaha kecil menengah, dapat mengembangkan usaha. Perusahaan yang berdiri sejak 2014 itu menyediakan aplikasi point of sale atau kasir digital berbasis komputasi awan dengan memanfaatkan gawai.

Aplikasi ini memungkinkan penggunanya menghilangkan kasir konvensional yang biasanya membutuhkan dana besar. Menggunakan Moka, penggunakan dikenakan biaya sekitar Rp250.000 per bulan dan dapat menggunakannya antara lain untuk membuat laporan bulanan dan memantau persediaan barang.

Moka saat ini digunakan oleh 13.000 pengguna dari berbagai sektor bisnis, termasuk kuliner, retail dan kecantikan. 

Baca juga: Pemerintah serius bangun ekosistem ekonomi digital

Baca juga: Kembangkan ekosistem digital, Huawei investasikan 81 juta dolar AS

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019